🔰 Tema Artikel

Jumat, 27 September 2024

💠Hukum Jual Beli Saat Masuk Waktu Jumat

Rincian Lengkap dan Penjelasan Hukum Jual Beli Saat Tiba Pelaksanaan Sholat Jumat

Oleh : Adam Mostafa EL Prembuny


☆Referensi saya :

📕Al Hawi al Kabir, 
👳‍♂️Imam al Mawardi

📕Tafsir Al Jami' li Ahkamil Qur'an
👳‍♂️Imam al Qurthubi

📕Tafsir Al Qur'anil 'Adzhim
👳‍♂️Imam Ibnu Katsir

📕Al Muhadzdzab
👳‍♂️Imam Asy Syairozi

📕Al Mu'tamad fil Fiqhi asy Syafii
👳‍♂️Syaikh Muhammad Az Zuhaili




 Firman Allah Ta’ala,

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا نُوْدِيَ لِلصَّلٰوةِ مِنْ يَّوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا اِلٰى ذِكْرِ اللّٰهِ وَذَرُوا الْبَيْعَۗ ذٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ 

“Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum’at, Maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”(QS. Al Jumu’ah : 9)

☆Hukum asal dari transaksi jual beli adalah 
diperbolehkan, kecuali kalo ada praktek
tertentu yang dilarang syariat, maka hukum transaksinya menjadi terlarang alias Haram.

Salah satu contoh dari praktek jual beli yang 
terlarang (Haram) adalah ketika transaksinya dilakukan pada saat adzan jumat telah/sedang dikumandangkan.


1. Apakah larangan hanya berlaku pada akad jual beli aja?

Menurut Ulama Syafiiyah, Keharaman ini gak terbatas pada jual beli aja, tapi termasuk di dalam nya semua akad yang bisa memalingkan/mengalihkan seseorang dari mengingat Allah dan mendengar khutbah Jum’at seperti akad nikah, sewa-menyewa dan akad lain.

Imam al Mawardi di dlm kitab 📕Al Hawi al Kabir (16/147 ), beliau menjelaskan :

فكان معنى نهيه عن البيع أنه شاغل عن حضور الجمعة ، فكا نت عقود الماكح والإجارات وسائر الأعمال والصنائع قياسا على البيع ، لأنه شاغل عن حضور الجمعة .

“Maksud dari dilarangnya jual-beli, karena jual-beli itu memalingkan seseorang dari mendatangi shalat Jum’at, makanya seluruh akad pernikahan  dan sewa-menyewa, serta setiap bentuk kegiatan dan kerajinan disamakan dgn jual beli, karena semuanya memalingkan seseorang dari menghadiri shalat Jum’at.“


2. Batas Waktu yg Mulai Diharamkan.

Mayoritas ulama menyatakan bahwa KEHARAMAN
untuk jual beli dimulai pas Muadzin mengumandangkan Adzan dan Khotib sedang/sudah naik ke mimbar. (Kalo di madzhab Syafii itu pas adzan kedua, kalo masih adzan pertama masih boleh yagesyaa, tapi makruh.. 😁)

وفي وقت التحريم قولان ؛الأول : أنه من بعد الزوال إلى الفراغ من الصلاة ، قاله الضحاك ، والحسن والعطاءالثاني : من وقت أذان الخطبة إلى وقت الصلاة ، قاله الشافعي

“Terkait detail waktu keharaman jual beli, ada dua pendapat :

Yang Pertama, dimulai sejak Zawal (matahari tergelincir dari tengah hari) sampai sholat Jumat selesai. Ini adalah pendapat Imam ad Dhohhak, Hasan dan Atho’. 
Yang kedua, dimulai sejak dikumandangkan adzan khutbah (Adzan yg kedua) sampai dengan waktu shalat Jumat. Ini adalah pendapat Imam Syafii.”

منع الله عز وجل منه عند صلاة الجمعة ، وحرمه في وقتها على من كان مخاطبا بفرضها.

Allah melarang jual-beli ketika shalat Jum’at, dan diharamkan untuk melakukan transaksi tersebut pada waktu (shalat Jum’at ) bagi siapa yg terkena kewajiban Jum’at. “

📕Tafsir Imam al Qurthubi : 18/107.


ولهذا اتفق العلماء رضي الله عنهم على تحريم البيع بعد النداء الثاني

"(Firman Allah:  وَذَرُوا الْبَيْعَ  yaitu; bersegeralah untuk mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli jika telah diseru untuk shalat)  

Dan oleh karenanya para ulama telah bersepakat akan haramnya jual beli setelah adzan kedua”.

📕Tafsir Imam Ibnu Katsir: 8/122


2. Status Jual Beli.

Ketika ada yg melakukan transaksi jual beli saat 
adzan jumat sudah/sedang dikumandangkan, maka 
bagaimana hukumnya?

"Jual Beli tetap Sah tapi Berdosa".  Pendapat ini disampaikan oleh ulama dari mazhab Syafi’i dan kalangan ulama madzhab Hanafi yg beralasan bahwa larangan jual beli di sini gak terkait dgn transaksi jual belinya, tapi larangan tersebut mengarah pada akibat dari jual belinya, yaitu gak ndengerin khutbah. 

Larangannya gak ada hubungannya sama
inti akad dan syarat sah akad. Jadi jual belinya tetap sah, tapi pelakunya berdoza yagesya.. 😁
Imam asy Syairozi dlm kitab 📕Al Muhadzdzab, beliau berkata :

ولايبطل البيع لأن النهي لا يختص بالعقد فلم يمنع الصلاة كا لصلاة في الأرض المغصوبة

“Tidak membatalkan akad jual beli (akadnya sah), 
karena sesungguhnya larangan tersebut gak 
dikhususin pada akad, sementara akad tidak 
menghalangi sholat, sehingga seperti (hukum) 
shalat di bumi yg dighoshob (berdosa).”
"Sah" berarti terjadi perpindahan kepemilikan dan tidak bisa dibatalkan lagi.


3. Gimana rincian hukum jual belinya?

Dalam kitab 📕Al Mu’tamad Fil Fiqhi Asy Syafi’i, karya Syaikh Muhammad az Zuhaili, beliau menjelaskan rincian tentang hukum jual beli saat tiba pelaksanaan sholat Jumat, dibagi dlm beberapa kondisi :

البيع وقت صلاة الجمعة:
قال الله تعالى: ( يأيها الذين ءامنوا إذا نودي للصلوة من يوم الجمعة فاسعوا إلى ذكر الله وذروا البيع ذلكم خير لكم إن كنتم تعلمون﴾ [الجمعة : ٩]. فالبيع في يوم الجمعة له تفصيل :
١ ـ إذا كان البيع قبل الزوال جاز، ولم يكره للجميع كسائر الأوقات .
٢ ـ وكذلك لا يكره البيع بعد انتهاء صلاة الجمعة، لقوله تعالى: ﴿ فإذا قضيت الصلوة فانتشروا في الأرض وابتغوا من فضل الله واذكروا الله كثيرا لتلك تفلحون﴾ [الجمعة : 10] .
٣ ـ إذا تبايع رجلان ليسا من أهل فرض الجمعة لم يحرم البيع ولم يكره طوال اليوم، وحتى أثناء صلاة الجمعة .
٤ ـ إذا كان المتبايعان من أهل فرضها، أو أحدهما من أهل فرضها، وكان البيع بعد الزوال وقبل ظهور الإمام، أو قبل جلوسه على المنبر، وقبل شروع المؤذن في الأذان بين يدي الخطيب ، كره البيع كراهة تنزيه .
ه ـ إذا كان البيع بعد جلوس الإمام على المنبر وشروع المؤذن في الأذان حرم البيع على المتبايعين جميعاً، وأثما، للآية الكريمة
 . وكذلك يحرم البيع إذا كان أحد المتبايعين من أهل فرض الجمعة، والآخر ليس من أهل فرض الجمعة، ويأثمان جميعاً، لأن الأول توجه عليه الفرض، فاشتغل عنه ، والآخر شغله عن الفرض، ويحصل الإثم بمجرد شروع المؤذن في الأذان لظاهر الآية الكريمة .
 ٦ ـ إذا أذن المؤذن قبل جلوس الإمام على المنبر كره البيع ولم يحرم.
٧ ـ إذا سمع من وجبت عليه الجمعة النداء، فقام في الحال قاصداً الجمعة ، فتبايع في طريقه، وهو يمشي، ولم يقف، أو قعد في الجامع فباع، فلا يحرم، ولكنه يكره ، لأن المقصود في الآية أن لا يتأخر عن السعي إلى الجمعة . وخص البيع لأنه ورد في القرآن الكريم، ويقاس عليه غيره من كل ما يشغل عن السعي لصلاة الجمعة ، كسائر العقود والصنائع والأعمال


1. Jika jual belinya dilakukan sebelum Zawal (matahari geser dikit setelah tengah hari), 》Maka hal itu diperbolehkan, dan tidak makruh utk semua orang, sebagaimana pada waktu-waktu lainnya.

 2. Demikian juga setelah selesai sholat Jumat, 》Maka tidak makruh, sesuai dgn firman Allah taala : 
""Apabila shalat telah dilaksanakan, maka bertebaranlah kamu di bumi; carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak agar kamu beruntung“".
(QS: Al Jumu'ah - 10).

3 - Jika ada dua laki-laki yg gak termasuk orang yg wajib melaksanakan Sholjum, 》Maka transaksinya tidak diharamkan dan tidak dimakruhkan sepanjang hari itu, bahkan pada saat sholat Jumat sekalipun.

 4. Jika kedua belah pihak yg berjualan termasuk yg wajib Sholjum, atau salah satu di dari mereka termasuk yg wajib, dan transaksinya dilakukan setelah Zawal dan sebelum Imam hadir atau sebelum Imam duduk di mimbar, dan sebelum Muadzin mulai mengumandangkan adzan (kedua) di hadapan Khotib, 》Maka jual beli/transaksi tersebut hukumnya Makruh.  Makruh tanzih.

 5. Jika jual beli dilakukan setelah Imam duduk di mimbar dan Muadzin mengumandangkan Adzan kedua, 》Maka jual beli tersebut diharamkan bagi semua pihak  yg bertransaksi, dan termasuk berdosa berdasarkan ayat Karimah (QS: Al Jumu'ah - 9). 

Dan begitu pula Haram melakukan transaksi apabila salah satu pihak adalah orang yg wajib sholat jum’at dan pihak yg kedua tidak diwajibkan melaksanakan sholat jum’at. 
Keduanya tetap berdosa, karena pihak yg pertama mempunyai kewajiban untuk shalat jum’at tapi dia melalaikannya sebab melakukan jual beli. 
Dan pihak kedua pun berdosa karna terlibat dlm hal melalaikan kewajiban sholat Jum’at pihak yg pertama. Dosa tersebut terjadi ketika adzan kedua dikumandangkan berdasarkan apa yg tersirat dari ayat Karimah (QS: Al Jumu’ah - 9).

 6. Jika Muadzin mengumandangkan adzan (pertama) sebelum Imam duduk di mimbar, 》Maka transaksi jual beli tersebut Makruh dan tidak Haram.

7. Jika orang yg dikenai kewajiban sholat Jum'at itu mendengar adzan, lalu segera berdiri, berniat menunaikan sholat Jumat, dan melakukan transaksi jual-beli dlm perjalanannya sambil terus berjalan dan gak berhenti, atau ngga duduk di perkumpulan transaksinya, 》 Maka hukumnya Tidak Haram, tapi Makruh,

Karena yang dimaksud dlm ayat tersebut adalah tidak boleh menunda/mengakhirkan dlm menunaikan sholat Jumat dan tidak boleh mengutamakan jual beli, sebab telah disebutkan dlm Al Qur’an, dan sprti yg selainnya, termasuk segala sesuatu yg mengalihkan perhatian seseorang dari sholat Jumat, seperti semua akad, jual beli, dan pekerjaan lainnya (tanpa udzur).

📕Al Mu’tamad Fil Fiqhi Asy Syafi’i juz 1 hlm 500 cet. Darul Qolam.


●●●

Tidak ada komentar:

Posting Komentar