🔰 Tema Artikel

Kamis, 05 Februari 2026

 Ada 5 Macam Rukhshoh Berdasarkan Hukumnya



Imam Jalaluddin as Suyuthi dalam kitabnya, beliau menuliskan pembagian rukhshoh berdasarkan hukumnya :


~


1️⃣. Rukhshoh Wajib. Contohnya, 


1. Memakan bangkai karena darurat kelaparan, 

2. Berbuka puasa karena khawatir akan memperburuk sakit karena kondisi wabah kelaparan, 

3. Menghilangkan kehausan yang parah dengan meminum khomer.

▪︎️[Jika ia tidak makan atau minum saat itu juga bisa menyebabkan kematian, maka dalam keadaan ini melakukan 3 hal tadi yang hukum asalnya Haram itu bisa berubah menjadi Wajib karena darurat].


2️⃣. Rukhshoh Sunnah. Contohnya, 


1. Sholat qoshor bagi seorang musafir (yang sudah mencapai 2 marhalah), 

2. Berbuka puasa bagi orang yang sakit atau musafir yang mengalami masyaqqoh (kesulitan) jika melanjutkan puasa, 

▪︎️[Namun bagi musafir ataupun orang sakit yang tidak mengalami masyaqqoh, maka tidak disunnahkan untuk berbuka]. 


3. Menunda sholat dzhuhur sampai hawanya sejuk;

4. Ketika memandang calon tunangan.

▪︎[️Disunnahkan memandang wajah dan telapak tangan calon istri ketika melamar].


3️⃣. Rukhshoh Mubah. Contohnya,


1. Akad transaksi salam 


▪︎️[Akad salam : Jual beli pesanan dengan uang yang dibayarkan duluan sebelum ada barangnya), hukumnya asalnya sih gak boleh, karena dianggap membeli barang yang tidak berwujud (bai'ul ma'dum), tapi karena sangat dibutuhkan dan sudah menjadi 'urf/tradisi, maka hukumnya berubah menjadi mubah]


4️⃣. Rukhshoh Khilaful Aula (lebih utama ditinggalkan). Contohnya,


1. Mengusap sepatu ketika berwudhu, menjamak sholat dan berbuka puasa (bagi musafir) yang tidak mengalami kondisi darurat.

▪︎[Maka lebih utama jika ia melepas sepatunya agar kakinya bisa terbasahi air wudhu, dan lebih utama jika ia melanjutkan puasa jika tidak mengalami kondisi darurat].


2. Bertayamum bagi orang yang telah menemukan air, tapi air tersebut harus dibeli dengan harga di atas standar, padahal dia mampu untuk membelinya.

▪︎[Maka lebih utama jika dia membeli air tersebut secukupnya untuk berwudhu.]


5️⃣. Rukhshoh Makruh. Contohnya, 


1. Mengqoshor sholat dalam perjalanan yang belum mencapai tiga marhalah (135 KM menurut madzhab Hanafi) 

▪︎️[Atau dua marhalah 80,64 KM menurut mazhab Syafi'i atau 88,704 KM menurut mayoritas ulama].

▪︎[Kemakruhan ini disebabkan oleh adanya ketentuan jarak tempuh dalam safar yang syarat minimalnya 2 sampai 3 marhalah].


~


📕Al Asybah wan Nadzhoir lil Imam as Suyuthi, halaman 82, Cet. DKI


○○○

الرخص أقسام :

الفائدة الثالثة


▪︎ما يجب فعلها ، كأكل الميتة للمضطر ، والفطر من خاف الهلاك بغلبة الجوع والعطش وإن كان مقيما صحيحا ، وإسافة الغصة بالخمر :

▪︎وما يندب ، كالقصر في السفر والفطر لمن يشق عليه الصوم في سفر ، أو مرض . والابراد بالظهر ، والنظر إلى المخطوبة .

▪︎وما يباح ، كالسلم :

▪︎وما الأولى تركها : كالمسح على الخف ، والجمع ، والفطر لمن لا يتضرر ، والتيمم لمن وجد الماء يباع بأكثر من ثمن المثل ، وهو قادر عليه :

▪︎وما يكره فعلها ، كالقصر في أقل من ثلاثة مراحل :


●●●


👨‍🏭Adam Mostafa EL Prembuny

 Ada 6 Jenis Keringanan (takhfif) Dalam Syariat



Syaikhul Imam 'Izzudin bin Abdil Aziz bin 'Abdissalam dalam kitabnya, beliau menuliskan pembagian rukhsoh berdasarkan jenisnya :


~


1️⃣. Takhfif isqoth, yaitu keringanan berupa pengguguran. Hukumnya menjadi tidak wajib, seperti tidak wajib sholat jumat, haji dan umroh bagi yang punya udzur yang telah diketahui. 


▪︎[Contoh Udzur : Tidak mampu secara fisik ataupun finansial, sedang haid ataupun nifas]


2️⃣. Takhfif tanqish, yaitu keringanan berupa pengurangan. Contohnya,


1. Sholat qoshor dua rakaat;  

2. Mengurangi perbuatan sholat yang tidak mampu dilakukan oleh orang sakit, seperti rukuk, sujud, dan lain-lain sebatas kemudahan darinya.


3️⃣. Takhfif ibdal, yaitu keringanan berupa penggantian. Contohnya,


1. Wudhu dan mandi wajib diganti dengan tayamum; 

2. Berdiri ketika sholat diganti dengan duduk; 

3. Yang tidak sanggup duduk diganti dengan berbaring; 

4. Yang tidak sanggup berbaring diganti dengan menggerakkan tangan; 

5. Mengganti hukuman dengan berpuasa; 

6. Mengganti puasa dengan memberi makan bagi orang tua sepuh yang tidak sanggup berpuasa;

7. Mengganti sebagian kewajiban haji dan umroh dengan kafarot.


4️⃣. Takhfif taqdim, yaitu keringanan dengan cara didahulukan. Contohnya,


1. Menjamak taqdim ashar pada dzuhur;

2. Jamak taqdim isya pada magrib pada saat Safar dan saat terjebak hujan lebat;

3. Mendahulukan mengeluarkan zakat sebelum haul (batas waktu 1 tahun);

4. Membayar kafarot bagi yang melanggar sumpah.


5️⃣. Takhfif ta'khir, yaitu keringanan dengan cara diakhirkan. Contohnya,


1. Sholat jamak ta'khir;

2. Mengakhirkan puasa Romadhon di bulan berikutnya.


6️⃣. Takhfif tarkhish, yaitu keringanan karena rukhshoh. Contohnya,


1. Sholatnya orang yang bertayamum dengan kondisi berhadats;

2. Sholatnya orang yang bersuci dengan air sisa embun;

3. Memakan sesuatu yang najis untuk pengobatan;

4. Minum khomer saat kondisi darurat;

5. Mengucapkan kata-kata kufur karena mendapat tekanan (berupa ancaman keselamatan).


~


📕Qowa'idil Ahkam fi Ishlahil Anam (Qowa'idul Kubro), juz 2 halaman 12, Cet. Darul Qolam


Rukhsoh bisa disebut juga sebagai takhfif.

Perbedaan takhfif dan rukhsoh, takhfif adalah jenis keringanan nya, sedangkan rukhsoh adalah hukum yang berubah menjadi lebih mudah karena adanya udzur, namun hukum asal tetap berlaku bagi mukallaf yang tidak mengalami udzur.


Dalam kitab Asybah wan Nadzhoir halaman 82, Cet. DKI, karya Imam As Suyuthi, ada tambahan lagi yang disebutkan oleh Imam al 'Alaa-i, untuk yang ke 7️⃣, yakni Takhfif Taghyir (mengubah). Misalnya,


 1. Perubahan bentuk gerakan sholat menjadi lebih simpel, akibat rasa khawatir. 


▪︎[Misalnya sholat ketika sedang berperang, khawatir diserang musuh secara dadakan, maka ada beberapa gerakan sholat yang diubah agar menjadi ringkas, efisien dan aman].


○○○


وهي أنواع :


فصل في بيان تخفيفات الشرع

(منها) تخفيف الإسقاط : كإسقاط الجمعات والصوم والحج والعمرة

بأعذار معروفات .

(ومنها) تخفيف التنقيص : كقصر الصلوات، وتنقيص ما عجز عنه المريض من أفعال الصلوات كتنقيص الركوع والسجود وغيرهما إلى القدر الميسور من ذلك.

(ومنها) تخفيف الإبدال : كإبدال الوضوء والغسل بالتيمم، وإبدال

القيام في الصلاة بالقعود والقعود بالاضطجاع والاضطجاع بالإيماء وإبدال العتق بالصوم، وإبدال الصيام بالإطعام في حق الشيخ الكبير الذي يشق عليه الصيام، وكإبدال بعض واجبات الحج والعمرة بالكفارات عند قيام الأعذار .

(ومنها) تخفيف التقديم : كتقديم العصر إلى الظهر، والعشاء إلى المغرب في السفر والمطر، وكتقديم الزكاة على حولها، والكفارة على حنثها .

(ومنها) تخفيف التأخير : كتأخير الظهر إلى العصر، والمغرب إلى العشاء، ورمضان إلى ما بعده.

(ومنها) تخفيف الترخيص : كصلاة المتيمم مع الحدث، وصلاة المُسْتَجْمِر مع فضلة النجو، وكأكل النجاسات للمداواة، وشرب الخمر للغصة، والتلفظ بكلمة الكفر عند الإكراه. ويُعبر عن هذا بالإطلاق مع قيام المانع، أو بالإباحة مع قيام الحاظر .


●●●


👨‍🏭Adam Mostafa EL Prembuny

 Berapa Jumlah Kosakata Bahasa Arab dan Berapa Jumlah Kata Serapannya Ke Bahasa Indonesia? 


☆ 


Seorang Ulama sekaligus Sejarawan asal Irak, Syaikh Jawad 'Ali al 'Iroqi, beliau menyebutkan bahwa jumlah kosa kata Arab mencapai 12,3 juta. Lebih tepatnya 12.305.052 kata. Ini menjadikan bahasa Arab sebagai bahasa dengan kosakata terkaya dalam sejarah.


Berikut penjelasan beliau dalam kitabnya : 


~


واللغة العربية اليوم، هي من أعظم اللغات السامية الباقية، بكثرة من يتكلم ويكتب بها، وبكثرة ما ألف ودون بها. وهي تستعمل اليوم قلمًا اشتق من قلم سامي شمالي، وكان لها في الماضي قلم قديم كان مستعملًا عند العرب من أيام ما قبل الميلاد إلى ظهور الإسلام، مات بسبب اتخاذ الإسلام القلم الجزم قلمًا للوحي، دون به القرآن الكريم، فصار بذلك القلم الشرعي الرسمي، وأمات بذلك الأقلام الجاهلية الأخرى المشتقة من القلم "المسند".


"Saat ini, bahasa Arab termasuk bahasa Semit terbesar yang masih ada, dengan banyaknya orang yg berbicara dan menulis dengannya, dan banyak yang mengarang dan menyusun buku dengan bahasa tersebut. 


Bahasa Arab hari ini menggunakan aksara yang berasal dari aksara Semit utara. Pada zaman dahulu, bahasa arab memiliki aksara kuno yang digunakan oleh orang-orang Arab sejak zaman sebelum Masehi hingga munculnya Islam. Aksara tersebut sudah punah karena Islam mengambil aksara yang baku sebagai penulisan untuk wahyu yang digunakan untuk menulis ayat-ayat Al-Qur'an, sehingga menjadi penulisan resmi yang sah,

Hal ini memusnahkan aksara jahiliyah lainnya yang berasal dari aksara "al-Musnad”.


ونجد في المعاجم اللغوية مئات الألوف من الألفاظ المعبرة عن معان، وقد قدر بعض العلماء عدد ألفاظ العربية بنحو من "١٢٣٠٥٠٥٢" كلمة٣. ويعود سبب غناها في الألفاظ إلى كثرة وجود المترادفات فيها، التي هي من بقايا لغات قبائل، وإلى خاصية جذور الكلم فيها في توليد الألفاظ الجديدة بتحريك هذه الجذور. 


📕جواد علي العراقي : المفصل في تاريخ العرب قبل الإسلام 


"Kita menemukan dalam kamus lughoh ratusan ribu kata yang mengungkapkan makna. Dan sebagian Ulama memperkirakan jumlah kata dalam bahasa Arab sekitar 12.305.052 (dua belas juta tiga ratus lima ribu lima puluh dua) kata. 


Penyebab dari kekayaan kata bahasa arab ini adalah karena banyaknya sinonim di dalamnya, yang merupakan warisan dari bahasa kabilah-kabilah di Arab, dan karakteristik akar katanya dalam menghasilkan kata-kata baru dengan memindahkan akar-akar kata tersebut." 



📕Al Mufasholu fi Tarikhil 'Arob Qoblal Islam, Juz 8 halaman 535, Cet. Sa'adat Jami'ah Baghdad Ala Thob'i wan Nasyri.


===


🔹️Inilah salah satu keistimewaan bahasa Arab, yakni mampu menciptakan kosa kata baru dengan makna yang berbeda-beda, dan selalu berkembang lebih banyak dibandingkan bahasa lainnya.  Bahasa Arab memiliki banyak kosakata karena punya beragam akar kata dan adanya kata-kata dengan bentuk yang mirip tapi memiliki makna yang berbeda.  Kosakata dalam bahasa Arab disebut mufrodat dan terbagi menjadi 3 yaitu : Isim (k. benda), Fi'il (k. kerja), dan Harf (huruf). 


Menurut lembaga Pusat Pengembangan dan Perlindungan Bahasa dan Sastra, jumlah kosakata dalam bahasa Indonesia yang telah tercatat dalam buku 📘KBBI edisi ke 5, sekitar 127.036 bentuk kata. 


Sedangkan bahasa Inggris dalam buku kamus 📘Oxford English Dictionary, memiliki 273.000 kata utama ; 171.476 di antaranya masih digunakan saat ini, 47.156 kata yang sudah tidak digunakan lagi , dan sekitar 9.500 kata turunan disertakan sebagai sub-entri.  Kamus ini berisi 157.000 kombinasi dan turunan, dan 169.000 frasa dan kombinasi, sehingga total jumlahnya lebih dari 600.000 bentuk kata.


🔹️Serapan Bahasa Arab dalam Bahasa Indonesia


Menurut Badan Pengembangan Bahasa & Perbukuan" di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia, jumlah kosakata serapan Arab yang ada dalam bahasa Indonesia berjumlah 1495 kata.


Kata-kata serapan bahasa Arab dalam bahasa Indonesia bisa dibagi jadi 4 macam, yaitu: 


1. Kata yang ucapan dan maknanya masih sama.

Contoh : Abadi أبدي , Wajib وجب , Musibah مصيبة , Hakim حاكم , Maut موت , Daftar دفتر , Halal حلال


2. Kata yang ucapannya berubah, tapi maknanya tetap.

Contoh : Lafal لفظ , Rezeki رزق , Sekarat سكرة , Kabar خبر , Senin إسنين , Rabu أربعاء , Mungkin يمكن


3. Kata yang ucapan sama, tapi maknanya berubah.

Contoh : Kalimat كلمة, Siasat سياسة , Ahli أهل 


4. Kata yang ucapan dan maknanya berubah.

Contoh : Perlu فرض , Petuah فتوى , Laskar عسكر , Logat لهجة , Naskah نسخة


===


#kamus #arab #kamusarab #kosakata #serapan #islam #alquran #faedah #khazanah #sejarah #algoritma #up #news #kitab #rekomendasi


👨‍🏭Adam Mostafa EL Prembuny

 Boleh Menggabungkan Niat Mandi Sunnah Jumat dengan Niat Mandi Junub, Tapi Lebih Utama Mandi Junub Dahulu Baru Mandi Sunnah. 


☆ 


Syaikh Zainuddin al Malibari dalam kitabnya, beliau menuliskan : 


لو اغتسل لجنابة ونحو جمعة بنيتهما حصلا وإن كان الأفضل إفراد كل بغسل 


Apabila seseorang mandi junub dan semisal mandi Jumat dengan diniati keduanya, maka tercapailah keduanya, walaupun lebih utama adalah menyendirikan masing-masing mandi tersebut


📕Fathul Mu’in 


Syaikh Abu Bakar Syatho’ ad Dimyathi dalam kitabnya, beliau menjelaskan : 


(قوله حصلا) أي حصل غسلهما كما لو نوى الفرض وتحية المسجد  ( قوله وإن كان الأفضل إلخ ) غاية للحصول  وقوله إفراد كل بغسل قال ع ش قال في البحر والأكمل أن يغتسل للجنابة ثم للجمعة ذكره أصحابنا. 


Perkataan Syaikh Zainuddin al Malibari, “maka hasil-lah keduanya”, ~maksudnya hasil kedua mandi itu Sah sebagaimana permasalahan niat sholat fardhu sekaligus niat untuk tahiyyatul masjid. 

Ucapan Beliau, "meski yang lebih utama adalah menyendirikan masing-masing, ini adalah puncak ke-sah-annya. 


Syaikh (ع ش) 'Ali Syibromalisi berkata, Imam ar Ruyani berkata dalam kitab Al Bahrul Madzhab : 


Yang lebih sempurna adalah mandi junub terlebih dahulu, baru kemudian mandi Jumat. Demikian disebutkan oleh para ashab kami. 


~


📕Hasyiyah I’anatuth Tholibin Syarah Fathul Mu'in, juz 1, halaman 96, Cet. Darul Fikr


===


FB Adam Mostafa EL Prembuny


#Mandijumat #mandisunnah #mandiwajib #mandijunub #mandi #niat #sah #sholatjumat #harijumat #sunnah #wajib #fiqih

 Lebih Utama Fardhu Ain atau Fardhu Kifayah?

⬇️


Syaikhul Islam Zakariya Al Anshari dalam kitab

غاية الوصول إلى شرح لب الأصول

yang tercetak pada halaman 193 – 194 penerbit Darul Fath sebagai berikut :


والأصح أنه دون فرض العين


Pendapat yang kuat (al ashoh, الأصح) dalam madzhab Imam Asy Syafi’i adalah fardhu kifayah levelnya di bawah fardhu ain.


أي : فرض العين أفضل منه كما نقله الشهاب ابن العماد عن الشافعي رضي الله عنه. قال ونقله عنه القاضي أبو الطيب، وذلك لشدة اعتناء الشارع به بقصد حصوله من كل مكلف في الأغلب


Maknanya: FARDHU AIN LEBIH UTAMA DARI FARDHU KIFAYAH sebagaimana dinukil oleh Asy Syihab Ibn Imad dari Imam Asy Syafi’i -semoga Allah meridhoinya-. Juga dinukil oleh Qadhi Abu Thayyib dari Imam Asy Syafi’i. Hal ini karena kuatnya perhatian Asy Syari (Allah SWT) ditandai dengan tuntutan agar fardhu ain ini dilaksanakan oleh setiap mukallaf.


ويدل له تعليل الأصحاب تبعا للإمام الشافعي كراهة قطع طواف الفرض لصلاة الجنازة بأنه لا يحسن ترك فرض العين لفرض الكفاية


Keutamaan fardhu ain juga ditunjukkan dari illah hukum yang disampaikan oleh Ashab ulama-ulama Syafiiyah -yang tentu saja mengikuti Imam Asy Syafi’i- bahwa makruh hukumnya memutus thawaf fardhu untuk melaksanakan shalat jenazah karena meninggalkan fardhu ain untuk melaksanakan fardhu kifayah bukan sesuatu yang bagus (bukan sesuatu yang baik, لا يحسن).


Ini adalah pendapat dan alasan yang dikemukakan oleh pihak pertama dimana pendapat inilah yang terkuat.


وقال إمام الحرمين وغيره فرض الكفاية أفضل لأنه يصان بقيام البعض به جميع المكلفين عن إثمهم المترتب على تركهم له وفرض العين إنما يصان بالقيام به عن الإثم الفاعل فقط


Adapun Imam Al Haramain dan ulama lainnya menyatakan bahwa FARDHU KIFAYAH LEBIH UTAMA DARI FARDHU AIN, karena sebab ditunaikannya fardhu kifayah oleh sebagian mukallaf telah melindungi seluruh mukallaf dari dosa akibat diabaikannya fardhu kifayah, sedangkan ditunaikannya fardhu ain terbatas hanya melindungi satu orang pelaku fardhu ain dari dosa akibat tidak dilaksanakannya fardhu ain.

Kapan Wudhu Disyariatkan Pertamakali Dalam Islam? Sebelum/Sesudah Isra` Mi'raj? 



Dalam kitab Fathul Mu'in, diterangkan bahwa kewajiban wudhu disyariatkan pada tahun ke 10 setelah Kenabian (Pengangkatan Rasul).

Sedangkan dalam kitab Hasyiyah al Qolyubi diterangkan bahwa kewajiban wudhu disyariatkan pada tahun ke 16 setelah Kenabian. 


Peristiwa hijrahnya beliau ke Madinah terjadi pada bulan Rabiul Awal tahun ke 14 setelah Kenabian. 

Sedangkan peristiwa Isra Mi'raj sendiri, ulama berbeda pendapat. Namun yang pasti, itu terjadi setelah wafatnya Sayidah Khodijah dan sebelum beliau hijrah ke Madinah. Berarti itu terjadi antara tahun ke 10 dan tahun 14 setelah kenabian. 


Sebelum kita masuk ke pembahasan jenis sholat yang pertamakali disyariatkan kepada Rasulullah ﷺ, saya akan membahas tentang kapan Wudhu disyariatkan oleh Allah kepada Rasulnya. Karena dalam ibadah sholat, seseorang diwajibkan untuk bersuci dahulu agar ibadahnya Sah dan diterima oleh Allah. 


Tentang tanggal, bulan dan waktunya yang pasti, belum saya temukan dalam kitab-kitab sejarah, tapi Syaikh Jawwad 'Ali di dalam kitabnya berjudul Tarikh al Sholat fil Islam, yang diterbitkan oleh Unit Percetakan Universitas Baghdad, beliau akan menjelaskan perbedaan pendapat mengenai waktunya. Waktu di sini adalah tahun ke sekian setelah kenabian. Bab Thoharoh dan Wudhu terdapat di halaman 39-42.


☆Syaikh Jawwad menjelaskan : 


لا تقبل صلاة المصلي في الاسلام ، اذا كان المصلي نجساً ، أو كانت. صلاته بغير وضوء ، لأن الطهارة والوضوء من أركان الصلاة . وتشمل. الطهارة ، طهارة الجسم ، وطهارة الثياب ، وطهارة الأرض . أما الوضوء ، فيجب أن يكون بالشكل الذي نص عليه في القرآن الكريم . وورد في. الحديث : و لا تقبل صلاة أحدكم اذا أحدث حتى يتوضأء .وورد في كتب الحديث : « لا صلاة بغير طهور . و ه الطهور شطر الايمان . فالطهور اذن شيء لازم للمسلم ، ولا تقبل صلاته بدونه . وهذا ما أجمعت عليه كتب الفقه في جميع مذاهب أهل الاسلام .

وتختلف قواعد الطهارة باختلاف مفهومها عند الأمم والأديان ، وباختلاف. وجهات نظر الشعوب ، الا أنها تتفق عموماً في الفكرة والقاعدة ، وهي فساد. أية صلاة اذا كان المصلي على نجاسته ، أو اذا كان موضع المصلى نجساً. 


""Dalam Islam, sholat seseorang tidak diterima jika dalam keadaan bernajis atau tanpa berwudhu terlebih dahulu, karena bersuci dan wudhu adalah rukunnya sholat. Bersuci mencakup mensucikan badan, pakaian, dan tempat sholat. Sementara itu wudhu diwajibkan sebagaimana yang telah dijelaskan dalam Al-Qur'an. Disebutkan dalam hadits riwayat Imam Muslim yang menyatakan : 


{Tidak diterima shalat kalian jika tidak berwudhu terlebih dahulu", "Tidak ada sholat tanpa wudhu", dan "Bersuci adalah bagian dari iman}. 


Maka bersuci adalah wajib bagi muslim dan sholatnya tidak diterima jika tanpa bersuci. Hal ini disepakati dalam kitab-kitah fiqih berbagai madzhab. Kaidah-kaidah bersuci memiliki konsep yang bervariasi menurut berbagai kelompok, agama dan suku. Tapi secara umum, mereka sepakat bahwa pelaksanaan ritual agama tidak sah jika tidak dalam keadaan dan tempat yang suci."" 


📕Tarikh al Sholat fil Islam, halaman 39.

== 


☆Syaikh Jawwad menyebutkan perbedaan pendapat sebagian ulama tentang waktu pensyariatan Wudhu : 


وقد ذهب فريق من العلماء الى أن فرض الوضوء كان مع فرض الصلاة مع قبل الهجرة بسنة . وذهب فريق آخر الى أن فرضه وفرض الغسل كانا فرض الصلوات ليلة الاسراء . و توسط آخرون ، فقالوا ان الوضوء كان قبل. الاسراء مندوباً ، فلما صار الاسراء صار فرضاً . فهو من الفروض التي نزلت بمكة. 


""Menurut segolongan Ulama, kewajiban wudhu disyariatkan bersama dengan kewajiban sholat 5 waktu yakni 1 tahun sebelum beliau hijrah. 

Menurut golongan kedua, kewajiban wudhu dan sholat disyariatkan pada malam Isra' Mi'raj.


Sebagian ulama lain menengahi perbedaan dua pendapat tersebut. Mereka berkata, sebelum peristiwa Isra' Mi'raj, wudhu hukumnya mandub (sunah) dan menjadi wajib setelah peristiwa tersebut. Maka Wudhu adalah termasuk kewajiban yang turun di Mekkah."" 


📕Tarikh al Sholat fil Islam, halaman 42.

== 


Jauh di halaman sebelumnya, Syaikh Jawwad menyebutkan pendapat dari sebagian sejarawan bahwa wudhu sudah disyariatkan setelah Kenabian dan sebelum peristiwa Isra’ Mi’raj, yakni ketika malaikat Jibril mengajarkan kepada Nabi Muhammad ﷺ tentang tatacara ritual ibadah sholat versi Islam. 


Syaikh Jawwad menerangkan sebagai berikut : 


ويرجع بعض أهل السير والأخبار الأمر بالصلاة والوضوء الى الساعة التي نزل بها جبريل على الرسول يخبره فيها باختيار الله له ليكون رسوله الى البشر أجمعين ، والى الجن والانس . فهم يذكرون أنه علمه اذ ذاك الوضوء والصلاة ، فتوضأ جبريل ، وتوضأ رسول الله بوضوئه ، ثم صلى جبريل ، فصلى رسول الله بصلاته. فلما ذهب الوحي عنه ، جاء الى خديجة فعلمها الوضوء كما تعلمه وصلى بها صلاة جبريل به. 


""Sebagian ahli sejarah berpendapat, sholat dan wudhu diperintahkan pada saat Malaikat Jibril turun memberi tahu Nabi Muhammad ﷺ. bahwa beliau dipilih menjadi utusan Allah (yang bertugas menyampaikan risalah) kepada seluruh makhluk baik dari kalangan manusia dan jin. 


Para ahli sejarah menyatakan, Malaikat Jibril mengajari Nabi Muhammad ﷺ. berwudhu lalu beliau menirukan. Beliau pun sholat dengan mengikuti Jibril sholat. Maka setelah proses wahyu tersebut selesai, Rasulullah mendatangi Sayidah Khodijah lalu beliau mengajarinya wudhu dan sholat seperti yang dipelajari beliau dari Jibril."" 


📕Tarikh al Sholat fil Islam, halaman 20.

== 


Kembali lagi ke bab Thoharoh dan Wudhu, Syaikh Jawwad juga menerangkan penjelasan yang sama sebagai berikut : 


غير أن الذي تراه في كتب الأخبار والسير ، هو أن الأمر بالوضوء نزل مع نزول الأمر وأن الرسول توضاً مع أول صلاة صلاها . ففي تلك الكتب : . أن الصلاة حين افترضت على رسول الله ، صلى الله عليه وسلم ، أتاه جبريل ، وهو بأعلى مكة ، فهمز له بعقبه في ناحية الوادي ، فانفجرت منه عين ، فتوضاً جبريل عليه السلام ، ورسول الله ، صلى الله عليه وسلم ، ينظر اليه ليريه كيف الطهور الى الصلاة ، ثم توضأ رسول الله ، صلى الله عليه وسلم، كما رأى جبريل توضأ ، ثم قام به جبريل فصلى به ، وصلى رسول الله ، صلى الله عليه وسلم ، بصلاته 


Namun apa yang anda lihat dalam kitab-kitab sejarah dan sirah, bahwa perintah berwudhu diturunkan ketika perintah tersebut diturunkan bersamaan dengan perintah sholat. Rasulullah ﷺ berwudhu pertama kali pada saat sholat yang pertama kalinya juga. Di dalam kitab-kitab tersebut terdapat kisah "Susungguhnya ketika sholat diwajibkan kepada beliau., Jibril mendatanginya di atas bukit di Makkah. Lalu Jibril menginjakkan ujung kakinya ke arah lembah, lalu keluarlah mata air. Kemudian Jibril berwudhu dan Rasululah melihat tatacara mensucikan diri. Lalu beliau menirukan cara wudhunya Jibril. Kemudian Jibril berdiri untuk sholat dan Rasulullah pun sholat berjamaah dengannya"". 


📕Tarikh al Sholat fil Islam, halaman 41,42.

== 


Kesimpulannya, kewajiban Wudhu dalam Islam sudah ada jauh sebelum peristiwa Isra Mi'raj. Ini bersamaan dengan sholat pertamakali dalam Islam. Waktunya berdekatan setelah turunnya wahyu pertama di gua Hira. Rasulullah diajari kaifiyah wudhu dan sholat 2 rokaat oleh Malaikat Jibril di sebuah tempat di Mekkah. Lalu mereka sholat bersama.


~


Oleh : 👨‍🏭Adam Mostafa EL Prembuny 


#wudhu #bersuci #sejarahwudhu #sejarahsholat #wudlu #tarikhsholat #thoharoh #تاريخ_الصلاة

 Fatwa Lengkap Imam Nawawi Tentang Isra Mi'raj, Termasuk Sholat Pertamakali yang Dikerjakan Nabi ﷺ


~


Di postingan sebelumnya, saya sudah membahas tentang syariat Wudhu yang pertamakali dilakukan oleh Nabi ﷺ berdasarkan kitab Tarikh Al Sholat fil Islam karya Syaikh Jawwad 'Ali, kali ini saya akan terlebih dahulu membawakan pendapat ulama lain yakni Al Imam An Nawawi rohimahullah, yang membahas jenis sholat pertama kali yang dikerjakan oleh Nabi ﷺ dalam Islam. 


Berikut adalah jawaban lengkap Imam An Nawawi rahimahullah dalam kitab Fatawaa An Nawawi, terkait pertanyaan-pertanyaan seputar Isra Mi'raj, di antaranya termasuk jenis sholat yang pertama kali dikerjakan oleh Nabi Muhammad ﷺ adalah Sholat Malam.


🔰Pertanyaan :


هل ثبت أن النبي -صلى الله تعالى عليه وآله وسلم- صلى بالأنبياء -صلوات الله وسلامه عليهم أجمعين- ليلة الِإسراء ببيت المقدس أم لا؟ وهل كانت الصلاة وجبت؟ وهل هي الصلاة المعهودة أم الدعاء؟ وهل كان الِإسراء في المنام أم في اليقظه؟ وهل كان مرةً أو مرتين؟ وهل رأى النبي صلى الله تعالى عليه وآله وسلم ربَّه سبحانه وتعالى ليلةَ الِإسراء بعيني رأسِه أم لا؟ ومتى كان الِإسراء؟


1️⃣Apakah riwayat haditsnya shohih bahwa Nabi ﷺ pernah mengerjakan sholat bersama para Nabi 'alaihimusalam pada malam Isra` di Baitul Maqdis?


2️⃣Apakah shalat yang dilakukannya itu wajib? Dan apakah sholat tersebut adalah sholat yang kita kenal atau sholat sebatas doa saja?


3️⃣Apakah Isra` itu terjadi ketika Nabi ﷺ dalam keadaan tidur atau dalam keadaan sadar?


4️⃣Apakah terjadinya peristiwa Isra` itu sekali ataukah dua kali?


5️⃣Apakah Nabi ﷺ melihat Allah subhanahuwataala pada malam Isra` Mi'raj itu secara langsung atau tidak? 


6️⃣Dan kapan terjadinya peristiwa Isra` Mi'raj?


▪︎


✅ Imam An Nawawi menjawab :


نعم؛ ثبت أن نبينا صلى الله عليه وآله وسلم صلى بالأنبياء صلوات الله وسلامه عليهم أجمعين ليلةَ الِإسراء ببيت المقدس، ثم يحتمل أنه كانت الصلاة قبلَ صعوده إلى السماء، وُيحْتَمَلُ أنها بعد نزوله منها.

واختلف العلماء في هذه الصلاة.

فقيل: إِنها الصلاةُ اللغويةُ، وهي الدعاء والذكر.

وقيل: هي الصلاة المعروفة وهذا أصح ؛ لأن اللفظ يُحمل على حقيقته الشرعية قبل اللغوية، وإِنما نحمله على اللغوية إِذا تعذر حمله على الشرعية ولم يتعذر هنا؟ فوجب الحمل على الصلاة الشرعية.


""Ya benar, telah tsabit (dalam hadits Shohih) bahwa Nabi ﷺ mengerjakan sholat dengan para Anbiya` alaihimussalam pada malam Isra` di Baitul Maqdis, kemungkinan sholat tersebut dilakukan sebelum beliau naik ke langit (Mi'raj) dan bisa jadi setelah beliau turun dari langit.


Para ulama berbeda pendapat tentang sholat ini.


–Sebagian ulama mengatakan bahwa sholat tersebut adalah sholat secara bahasa, yakni berdoa dan berdzikir.

–Dan sebagian ulama lainnya mengatakan bahwa Sholat tersebut adalah sholat yang dikenal dalam syariat dan inilah pendapat yang benar . 


Karena kata "Sholat" tersebut harus diartikan menurut hakikat Syariat sebelum diartikan secara bahasa, dan kami hanya mengartikannya dengan makna bahasa apabila mustahil mengartikannya secara Syariat, dan dalam hal ini tidak ada halangan untuk mengartikannya secara Syariat. Maka wajib diartikan sholat secara Syariat.""


وكانت الصلاة واجبةً قبل ليلة الإِسراء، وكان الواجبُ قيامَ بعض الليل كما نص الله سبحانه وتعالى عليه في سورة المزمل، وكان الواجبُ أولًا ما ذكره  الله سبحانه وتعالى في أول السورة بقوله تعالى: {يَا أَيُّهَا الْمُزَّمِّلُ قُمِ اللَّيْلَ إِلَّا قَلِيلًا  نِصْفَهُ أَوِ انْقُصْ مِنْهُ قَلِيلًا  أَوْ زِدْ عَلَيْهِ} ثم نسخ ذلك بعد سنةٍ بما ذكره  الله تعالى في آخر السورة بقوله تعالى: {فَاقْرَءُوا مَا تَيَسَّرَ مِنْهُ} ثم نسخ قيام الليل ليلةَ الِإسراء ووجبت فيها الصلوات الخمس .


""Sholat tersebut diwajibkan sebelum malam Isra` , dan wajib hukumnya didirikan pada sebagian malam sebagaimana yang Allah Ta’ala firmankan dalam surah Al Muzammil ayat pertama : 


{Hai orang yang berselimut, dirikanlah (Sholat) di malam hari, kecuali sedikit (darinya), yaitu seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit atau lebih dari itu}.


Kemudian kewajiban tersebut dinasakhkan (dihapuskan) setelah setahun kemudian oleh apa yang Allah Ta’ala sebutkan pada akhir dari surah ini yakni ayat 20, Allah berfirman : {Maka, bacalah apa yang mudah dari Al Quran ... }. Kemudian syariat kewajiban Sholat Malam dihapus pada malam Isra`Mi'raj dan diganti dengan kewajiban sholat lima waktu.""


وكان الِإسراء سنة خمس أو ست من النبوة، وقيل سنة اثنتي عشرة منها، وقيل بعد سنة وثلاثة أشهر منها، وقيل غير ذلك، وكانت ليلةَ السابع والعشرين من شهر ربيع الأول.

وكان الِإسراء به - صلى الله عليه وسلم - مرتين:

 - مرة في المنام، ومرة في اليقظة.


""Isra` Miraj terjadi pada tahun ke 5 atau ke 6 setelah Nubuwah, dan ada yang menyebutkan pada tahun ke 12 setelah Nubuwah, dan ada yang menyebutkan 15 bulan setelah Nubuwah dan ada yang menyebutkan juga di waktu lain, dan Isra Miraj (menurut Imam Nawawi) itu terjadi pada malam 27 Rabi’ul Awal.

Isra’ Mi'raj-nya Nabi ﷺ terjadi dua kali:

1- Saat dalam mimpi.

2- Saat dalam keadaan sadar.""


ورأى -صلى الله تعالى عليه وآله وسلم- ربه سبحانه وتعالى ليلة الِإسراء بعيني رأسه، هذا هو الصحيح الذي قاله ابن عباس، وأكثر الصحابة والعلماء رضي الله عنهم أجمعين.

ومنعته عائشة وطائفة من العلماء -رضي الله عنهم أجمعين- وليس للمانعين دليل ظاهر، وإِنما احتجت عائشة بقوله تعالى: {لَا تُدْرِكُهُ الْأَبْصَارُ} (١) وأجاب الجمهور عنه بأن الإِدراك هو الِإحاطة والله تعالى لا يُحاط به؛ لكن يراه المؤمنون في الدار الآخرة بغير إِحاطة وكذلك رآه رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم ليلة الِإسراء.


""Nabi Muhammad ﷺ melihat Tuhan-Nya pada malam Isra' dengan mata beliau sendiri. Ini adalah pendapat yang benar yang disampaikan oleh Sayidina Ibnu Abbas dan sebagian besar sahabat dan para ulama.


Sayidah 'Aisyah dan sekelompok ulama menolaknya, dan tidak ada dalil yang jelas bagi mereka yang melarangnya. Akan tetapi, Sayidah Aisyah berdalil dengan firman Allah Al An'am ayat 103 : {Allah tidak dapat diketahui oleh penglihatan}.


Dan jumhur ulama menanggapinya dengan mengatakan bahwa Idrok (diketahui) pada ayat tersebut artinya Ihathoh, yakni mengetahui wujudnya secara total keseluruhan, sedangkan Allah tidak bisa diketahui dengan cara tersebut. Akan tetapi orang-orang yang beriman akan melihat Tuhan-Nya di akhirat tanpa secara Ihathoh tadi. Dan hanya Rasulullah ﷺ yang telah melihat Tuhan-Nya pada malam Isra`Miraj.""


~


📕Fatawaa An Nawawi Al Musammah bil Masail al Mantsurah, halaman 35-39, Cet. Dar Basyair al Islamiyyah.

==


Oleh : 👨‍🏭Adam Mostafa EL Prembuny


#isramiraj #baitulmaqdis #langit #shalat #nabi #rasul

 Hukum Berpuasa Ketika Melihat Orang atau Hewan Yang Hanyut dan Tenggelam 


☆ 


▪︎Seseorang yang sedang berpuasa lalu melihat orang atau hewan ternak yang hanyut atau akan tenggelam, maka dia sudah berusaha lalu cari bantuan, bahkan tidak mendapatkan alat bantu dan sampai akhirnya ia tidak punya cara lain untuk menyelamatkannya kecuali dia harus berenang sendiri dan bahkan menyelam. 


Maka menyelamatkan nya hukumnya Wajib, walau harus membatalkan puasanya karena tertelan air dan sebagainya.


Imam asy Syirbini dalam kitab Mughnil Muhtaj beliau menjelaskan : 


(والأصح أنه يلحق بالمرضع) في إيجاب الفدية في الأظهر مع القضاء، (من أفطر لإنقاذ) آدمي معصوم أو حيوان محترم (مشرف على هلاك) بغرق أو غيره بجامع الإفطار، فيجب عليه الفطر إذا لم يمكنه تخليصه إلا بفطره إبقاء لمهجته 


(Pendapat yang ashoh bahwa mengikuti ketentuan orang menyusui) dalam kewajiban membayar fidyah yg dinyatakan bersama qodho, (termasuk membatalkan puasa untuk menyelamatkan) manusia atau hewan ternak yang sedang terancam binasa seperti tenggelam atau yang lainnya harus dengan membatalkan puasa, maka ia Wajib membatalkan puasa apabila dia tidak dapat melakukan pertolongan kepada nya kecuali dengan membatalkan puasanya untuk mempertahankan keselamatan nyawanya sendiri.



📕Mughnil Muhtaj, Juz 1 hlm. 645, Cet. Dar Ma'rifah. 


===


Dalam hal ini, tidak terbatas menyelamatkan nyawa saja, tapi juga menyelamatkan harta benda dan berkas-berkas penting yang jika tidak diselamatkan maka akan berdampak kerugian yang lebih luas. Namun dengan syarat tidak mengancam keselamatan kita sendiri.


=== 


▪︎Lalu bagaimana jika dia tidak sanggup berenang dan menyelam juga tidak menemukan bantuan maupun alat bantu untuk menyelamatkan korban sampai akhirnya korban pun meninggal? Apakah dia berdosa? Jawabannya, dia tidak lagi dikenai hukum Wajib, dan dia tidak berdosa. 


Imam Asy Syaukani dalam kitab Sailul Jaror, beliau menjelaskan : 


لا شك أن إنقاذ الغريق من أهم الواجبات على كل قادر على إنقاذه فإذا أخذ في إنقاذه فتعلق به حتى خشي على نفسه أن يغرق مثله فليس عليه في هذه الحالة وجوب لا شرعا ولا عقلا فيخلص نفسه منه 


Tidak diragukan lagi bahwa menolong orang yang tenggelam adalah sebuah keharusan dan kewajiban bagi setiap orang yang sanggup menolongnya. Tapi jika ada khawatir dirinya akan terjadi bahaya, seperti dia akan ikut tenggelam seperti si korban, maka secara syariat dan akal, dia Tidak Wajib untuk menolongnya. 



📕Sailul Jaror, halamam 892, Cet. Dar Ibnu Hazm.


=== 


👨‍🏭 Adam Mostafa EL Prembuny 


#puasa #fiqih #qadha #fidyah #wajib #sunnah

💠Ketentuan Jimak Yang Membatalkan Puasa Dan Bayar Kafarot

Syarat Dan Ketentuan Seseorang Dapat Dijatuhi Hukuman Kafarot Puasa Karena Jimak

Oleh : Adam Mostafa EL Prembuny


Syaikh Nawawi al Bantani dalam kitab Kasyifatus Sajaa yang mensyarahi kitab Safinatun Najaa, beliau menjelaskan secara rinci, seseorang yang bisa dijatuhi hukuman kafarot kubro karena membatalkan puasa sebab melakukan jimak yakni ada 11 hal yang jadi kriterianya, jadi tidak semua perbuatan berjimak di siang hari saat bulan puasa itu mewajibkan seseorang untuk tebus Kafarot kubro. 

Kaffarot kubro/'udzhma yang dibebankan disebabkan membatalkan puasa dengan berjimak adalah 3 pilihan berurutan, jika no. 1 tidak sanggup maka no. 2, jika 2 tidak sanggup, maka harus melakukan no. 3 :

1. Memerdekakan seorang budak.
2. Berpuasa selama dua bulan berturut-turut.
3. Memberi makan 60 orang miskin, setiap orang adalah 1 mud (675 gram/0,688 L) makanan pokok.

Ini adalah penjelasan Syekh Nawawi tentang syarat seseorang dijatuhi hukuman wajib tebus kafarot kubro :

والحاصل أن شروط وجوب الكفارة أحد عشر : 
1. الأول الواطىء فخرج به الموطوء فلا تجبعليه 
2. الثاني وطء مفسد فلا تجب إلا إذا كان الوطء مفسداً بأن يكون من عامد ذاكرللصوم مختار عالم بتحريمه وإن جهل وجوب الكفارة أو من جاهل غير معذور 
3. الثالثإفساد صوم خرج به الصلاة والاعتكاف فلا تجب الكفارة بإفسادهما 
4. الرابع أن يفسدصوم نفسه خرج به ما لو أفسد صوم غيره ولو في رمضان كأن وطىء مسافر أو نحوهامرأته ففسد صومها 
5. الخامس في رمضان وإن انفرد بالرؤية أو أخبره من يثق به أو مناعتقد صدقه 
6. السادس بجماع ولو لواطاً أو إتيانيمة أو ميت وإن لم ينزل قاله الزيادي 
7. السابع أن يكون آثماً بجماعه فخرج به ما لو كان صبياً وكذا لو كان مسافرًاً أو مريضاً وجامع بنية الترخص فإنه لا إثم عليه 
8. الثامن أن يكون إثمه لأجل الصوم فقط 
9. التاسع أنيفسد صوم يوم ويعبر عنه باستمراره أهلاً للصوم بقية اليوم فخرج ما لو وطىء بلا عذرثم جن أو مات في اليوم لأنه بان أنه لم يفسد صوم يوم 
10. العاشر عدم الشبهة فخرج مالو ظن وقت الوطء بقاء الليل أو دخوله أو شك في أحدهما فبان ارًاً أو أكل ناسياً وظن أنه أفطر به ثم وطىء عامداً 
11. الحادي عشر كون الوطء يقيناً فيرمضان خرج به مالو اشتبه الحال وصام بتحر أي باجتهاد ووطىء ولم يتبين الحال فلا كفارة عليه

Kesimpulannya adalah bahwa syarat wajib menebus kafarot ada 11 :

1. Kewajiban kafarot hanya dibebankan kepada wati` (pihak yang menjimak), dan bukan mautu` (pihak yang dijimak). Oleh karena itu, membayar kafarot tidak diwajibkan atas mautu`.

2. Jimak yang dilakukan memang membatalkan puasa. Oleh karena itu, kewajiban membayar kafarot hanya berlaku saat jimak yang dilakukan memang membatalkan puasa, seandainya orang yang menjimak adalah orang yang sengaja, yang dia sadar kalau dirinya lagi berpuasa, yang dia tidak dipaksa, yang dia tahu tentang keharamannya meskipun dia tidak tahu tentang aturan membayar kafarot, dan yang tidak tahu (bodoh) dengan kebodohan yang tidak diudzurkan. (Maka yang demikian jatuh kafarot).

3. Yang dirusak adalah ibadah puasa. Selain puasa, seperti ibadah sholat atau i'tikaf, maka tidak ada kewajiban kafarot.

4. Jimak yang dilakukan merusak puasa orang yang menjimak itu sendiri. 
》Beda kalo jimak tersebut merusak puasa orang lain meskipun di bulan Romadhon, seperti; orang yang sedang Safar atau yang sedang udzur lainnya, lalu dia menjimak istrinya, maka puasa istrinya menjadi rusak. (Maka dia dan Istrinya tidak wajib menebus kafarot).

5. Jimak terjadi di bulan Romadhon, meskipun orang yang menjimak adalah satu-satunya orang yang bisa melihat hilal, atau dia diberi tahu oleh orang yang terpercaya tentang rukyat hilal, atau dia adalah orang yang meyakini tentang kebenaran kabar dari orang lain yang melihat hilal.

6. Puasa menjadi rusak dengan jimak meskipun liwaat (penetrasi ke anus), atau dengan memperk0sa binatang atau mayit, walaupun tidak sampai mengeluarkan air mani, sebagaimana yang dijelaskan oleh Imam Az-Ziyadi.

7. Berdosa sebab jimaknya. 
》Kecuali jimak yang dilakukan oleh anak kecil, musafir, orang sakit, dan orang yang berjimak dengan niat mengambil hak rukhshohnya, karena jimak yang mereka lakukan ini tidak berdosa.
 
8. Dosa jimak si pelaku hanya karena puasanya aja. (Bukan karena yang lain).

9. Jimak merusak puasa sehari yang diibaratkan dengan kondisi yang mana orang yang berjimak tetap lanjut berpuasa pada hari itu.
》Kecuali, kalo dia berjimak tanpa ada udzur pada hari tertentu di bulan Romadhon, kemudian dia mengalami gila, atau meninggal pada hari itu juga, maka dia tidak wajib menebus kafarot, karena jimak yang dia lakukan belum membatalkan durasi puasa utuh pada hari tersebut.

10. Tidak ada unsur syubhat (ragu-ragu).
》Kecuali kalo orang yang berpuasa tersebut menyangka bahwa waktu dia berjimak itu masih malam (belum subuh), atau sudah masuk malam (sudah magrib), atau ragu dengan salah satu dari keduanya, ternyata waktu dia berjimak, hari telah siang (sudah subuh) atau masih siang (belum magrib). 
Atau kalau dia makan/minum karena lupa, dan dia sadar kalau makan nya tersebut sudah membatalkan puasanya, kemudian dia menjimak istrinya dengan sengaja, maka dua keadaan ini, dia tidak wajib menebus kafarot.

11. Jimak terjadi secara pasti di dalam bulan Romadhon. Kecuali kalau keadaan masuk atau tidaknya bulan Romadhon ini masih belum jelas, kemudian dia berpuasa dengan cara berijtihad dahulu, lalu dia menjimak istrinya, dan ternyata keadaan masuk atau tidaknya bulan Romadhon tetap saja belum jelas, maka dalam hal ini, tidak ada kewajiban baginya untuk membayar kafarot.

Dan berdosalah orang yang sengaja membatalkan puasa romadhon (tanpa udzur), dan dia wajib mengqodho’ puasa yang ditinggalkan, tetapi tidak perlu membayar fidyah. Berbeda jika membatalkan puasa dengan jimak, maka wajib qodho’ dan menebus kafarot""

~

📕Kasyifatus Sajaa 'Ala Safinatun Najaa, halaman 112. Cet. Dar Ibnu Hazm.

===

👨‍🏭Adam Mostafa EL Prembuny

#puasa #batal #sah #jimak #kafarat #kafarot #fiqih

💠Wajib Bayar Zakat Jika Mendapat Sebagian Ramadan dan Syawal

Syarat Diwajibkannya Mengeluarkan Zakat Fitrah Minimal Hidup dan Mendapati Sebagian Waktu Dari Bulan Ramadhan Dan Syawal

Oleh : Adam Mostafa EL Prembuny

☆ 

Syaikh Nawawi al-Bantani dalam kitabnya Mirqotus Su'ud Syarah Sullamut Taufiq. 
Beliau menjelaskan di antara syarat wajib mengeluarkan zakat fitrah adalah seseorang hidup atau minimal mendapati sebagian dari 2 masa bulan, yakni Ramadhan dan bulan Syawal. Dan dalam Islam, pergantian hari dan bulan bukan dimulai pada pukul 00.00, tapi dimulai sejak waktu maghrib atau adzan maghrib dikumandangkan.
Berikut penjelasan beliau : 

(وزكاة الفطر) أى فطر شهر رمضان (تجب) اجماعا ولا اعتبار بمن شذ في ذلك ووجوبها (بادراك جزء من رمضان وجزء من شوال) وحينئذ فيخرج عن مات بعد الغروب وكان عنده فيه حياة مستقرة كما نبه عليه الأذرعى ,دون من ولد بعده أفاد ذلك الرملي 

"[Dan Zakat Fitrah] yakni Zakat Fitrah di bulan Romadhon itu [diwajibkan] secara ijmak. Kewajibannya [disebabkan mendapati sebagian waktu dari bulan Romadhon dan Syawal], karena dia mendapati waktu tenggelamnya matahari di hari terakhir Romadhon dan mendapati sebagian waktu Romadhon sebelum matahari terbenam. Maka, zakat fitrah wajib dikeluarkan dari orang yang meninggal setelah tenggelamnya matahari di hari terakhir bulan Romadhon, yang mana saat proses tenggelamnya matahari, dia masih hidup, sebagaimana yang telah dijelaskan oleh Imam al Adzro'iy.

Kecuali bayi yang dilahirkan setelahnya (tenggelamnya matahari di hari terakhir bulan Romadhon) maka tidak wajib (dikeluarkan zakat fitrahnya), sebagaimana yang telah dijelaskan oleh Imam ar Romli."

📕Mirqatus Su'ud at Tasydiq fi Syarah Sullam Taufiq, halaman 73, Cet. Darul Kutub Ilmiyah. 

=

Penjelasan Tentang Meninggal dan Lahir 

▪︎Definisi Meninggal/Mati. 

Mati (kbbi): Sudah hilang nyawanya, Tidak bernyawa.
Mati (medis) : Berhentinya fungsi jantung, pernapasan, dan saraf pusat secara permanen.

Jadi, kalau seseorang masih sakaratul maut atau kejang-kejang menuju nafas terakhir, maka dia belum dikatakan sebagai meninggal (mati). Tapi jika terpenuhi 3 hal tadi (yakni : jantung, nafas dan syaraf sudah tidak berfungsi), maka dia baru bisa dipastikan atau dinyatakan "Meninggal dunia/mati". 

▪︎Definisi Lahir

Lahir (kbbi) : Keluar dari kandungan.
Lahir (medis) : Peristiwa keluar dan terpisahnya tubuh bayi dari rahim ibunya. 

Jadi kalau baru proses bukaan 1-10 yang butuh waktu lama, atau baru muncul kepala bayi nya saja, atau baru sebagian organ bayi yang keluar, maka itu BELUM dikatakan sebagai "Lahir", sebab masih dalam proses keluar.
Dikatakan "Lahir" jika seluruh tubuh bayi telah keluar semua dari dalam rahim dan terpisah dari tubuh ibunya. 

*Jadi misalnya, jika Adzan waktu Magrib adalah tepat jam 6 sore atau pukul 18.00, maka perinciannya sebagai berikut : 

1. Meninggal dunia/mati 
– Bagi seseorang yang dipastikan atau dinyatakan meninggal sebelum pukul 18.00, maka TIDAK WAJIB dikeluarkan zakat fitrah atas dirinya.
– Tapi, kalau seseorang dipastikan atau dinyatakan meninggal setelah pukul 18.00, maka WAJIB dikeluarkan zakat fitrah atas dirinya. 

2. Bayi Lahir 
– Bagi bayi yang lahir, jika lahirnya sebelum pukul 18.00, maka si bayi WAJIB dikeluarkan zakat fitrah atas dirinya.
– Dan jika lahirnya setelah pukul 18.00, maka si bayi TIDAK WAJIB dikeluarkan zakat fitrah. 

=== 

👨‍🏭 Adam Mostafa EL Prembuny

#zakatfitrah #wajib #ramadhan #syawal #fiqih

💠Utang Zakat Fitrah Sekian Tahun, Maka Wajib Qodho

Pernah Tidak Bayar Zakat Selama Beberapa Tahun Yang Telah Berlalu, Maka Wajib Qodho, Membayar Sebanyak Jumlah Tahun Yang Ditinggalkan

Oleh : Adam Mostafa EL Prembuny


Syaikh Dr. Muhammad Az Zuhaili dalam kitabnya, beliau menjelaskan :

إذا وجبت الزكاة - بشروطها - على المسلم، ومضت سنون، ولم يؤدها، لزمه إخراج الزكاة عن جميع السنوات الماضية، سواء علم وجوب الزكاة أم لا ، وسواء كان في دار الإسلام، أم في دار الحرب . 
وإذا غلب أهل البغي على بلد، ولم يؤد أهل ذلك البلد الزكاة أعواماً، ثم ظفر بهم الإمام أخذ منهم زكاة الماضي . 

"Apabila seorang muslim yang berkewajiban Zakat terpenuhi syarat-syaratnya, dan beberapa tahun yang telah berlalu dia tidak menunaikan zakat, maka wajib baginya untuk menunaikan zakat untuk seluruh tahun-tahun yang telah berlalu tersebut, baik dia tahu ataupun tidak tahu tentang kewajiban bayar Zakat, dan baik dia berada di negeri Islam maupun di negeri kafir. 

Dan jika pemberontak menguasai suatu negeri, dan penduduk negeri itu tidak membayar zakat sekian tahun, kemudian pemerintah berhasil mengalahkan mereka, maka pemerintah harus menarik zakat yang telah berlalu dari para penduduk."


📕Al Mu'tamad fil Fiqhi Syafi'iy, juz 2 halaman 17, Cet. Darul Qalam

===

👨‍🏭Adam Mostafa EL Prembuny

#zakatfitrah #qadha #fiqih #bayarzakat #hutangzakat

💠Sunnah Kifayah; 1 Orang Berkurban, Syiar Kesunnahan Tercukupi Sekeluarga

Sunnah Kifayah Qurban ~ Satu Orang Yang Berkurban, Satu Keluarga Terpenuhi Syiar Kesunnahannya, Tapi Pahala Qurban Hanya Bagi Yang Melaksanakannya Saja

Oleh : Adam Mostafa EL Prembuny


Dalam madzhab Syafii, hukum ibadah qurban adalah Sunnah Muakadah. Sunnah kifayah dalam berqurban adalah adalah jika dalam keluarga (yang tinggal di 1 rumah) ada 1 orang saja yang mampu mengeluarkan harta untuk berqurban,  entah itu ayah, ibu, suami, om, tante, istri, anaknya atau keponakannya, maka syiar kesunnahan terpenuhi bagi seluruh anggota keluarga. Tapi pahala tetap untuk mudhohi saja atau pihak yang melaksanakan saja.

Menurut Imam ar-Ramli, Pahala berkurban Kambing itu bisa dihadiahkan dengan niat mengikutsertakan juga orang lain yang masih hidup maupun yang sudah wafat. Tapi menurut Imam Ibnu Hajar al Haitami, pahalanya hanya bisa diniatkan untuk dihadiahkan kepada yang sudah wafat saja. Namun keduanya tetap menyatakan bahwa yang berstatus sebagai Mudhohi adalah pihak yang diatasnamakan saja.

Jika dalam keluarga ada anggota keluarga yang memenuhi kesanggupan dan punya keluasan harta untuk berqurban namun dia tidak melaksanakan. Maka  ini hanya dimakruhkan, dan tidak sampai berdosa karena bukan Fardhu Kifayah.

Imam Taqiyudin al Hishni menjelaskan :

، فالتضحية سنة على الكفاية ، إذا فعلها واحد من أهل بيت تأدى عن الكل حق السنة ، ولو تركها أهل بيت كره لهم ذلك ، والمخاطب بها الحر القادر,

"Hukum berqurban adalah Sunnah Kifayah. Jika satu anggota keluarga melaksanakan, maka terpenuhilah kesunnahan dalam keluarga tersebut. Dan jika dalam satu keluarga itu tidak ada yang berqurban, maka makruh hukumnya bagi mereka. Dan yang diperintahkan untuk berqurban adalah mereka yang merdeka (bukan budak) dan mampu melaksanakannya."

📕Kifayatul Akhyar, halaman 627, Cet. Dar Basyair.

=

Jika 1 orang dari keluarga berqurban 1 kambing, maka syiar kesunahan ibadah qurban untuk 1 keluarga tersebut sudah terpenuhi walaupun anggota keluarga lebih dari 7 orang. Tapi tetap, pahalanya untuk satu orang yang berqurban. Ini disebut Sunnah Kifayah dalam satu keluarga. Sebagaimana syiar Fardhu Kifayah sholat jenazah di satu kampung. 

Mensholati jenazah adalah kewajiban kifayah seluruh warga kampung (yang mukallaf) . Jika gak ada satupun dari mereka yang melakukannya, maka semua warga tersebut dapat dosa. Tapi jika ada 1 orang saja yang melakukannya, maka gugur kewajiban semuanya. Tapi tetap, pahala hanya bagi yang melakukannya saja. Kalau semua warga kampung ingin dapat pahalanya, maka harus ikut melaksanakannya.

Dan syiar Sunnah Kifayah berbeda dengan niat untuk diatasnamakan. Kalau diniatkan untuk diatasnamakan, maka qurban harus dengan Unta atau Sapi, dan hanya cukup untuk 7 orang anggota keluarga saja. Dari 7 orang ini juga boleh berasal dari kelompok keluarga yang lain. Gak harus berasal dari keluarga yang sama. 

Jadi, jika setiap anggota keluarga ingin mendapatkan pahala berqurban. Tidak cukup 1 ekor kambing, karena 1 kambing hanya bisa diatasnamakan 1 orang saja.

Imam An-Nawawi menjelaskan :

تجزئ الشاة عن واحد ولا تجزئ عن أكثر من واحد. لكن إذا ضحى بها واحد من أهل البيت تأدى الشعار في حق جميعهم. وتكون التضحية في حقهم سنة كفاية. وتجزئ البدنة عن سبعة وكذا البقرة. سواء كانوا أهل بيت أو بيوت.

"Kambing hanya boleh diatasnamakan 1 orang dan tidak boleh lebih. Tapi jika salah satu anggota keluarga ada 1 orang saja yang berqurban maka Syiar kesunnahan terpenuhi untuk mereka semua. Dan berqurban bagi keluarga adalah Sunnah Kifayah. Dan Unta hanya boleh diatasnamakan paling banyak 7 orang saja, begitu juga Sapi. Baik yang tujuh orang itu berasal dari satu keluarga maupun dari beberapa keluarga."

📕Majmu’ Syarh al Muhadzdzab, halaman 306, jilid 9, Cet. Darul Kutub Ilmiyah

===

👨‍🏭dam Mostafa EL Prembuny 

#kurban #qurban #sunnah #sunnahkifayah #pahala #kesunnahan

💠Patungan Kurban 7 Orang Untuk 1 Sapi, Sahamnya Harus Sama

Patungan Kurban 7 Orang Untuk Beli Sapi/Unta, Sahamnya Harus Sama. Kalau Kurang Dari 1/7, Maka Qurbannya Tidak Sah

Oleh : Adam Mostafa EL Prembuny


Dalam fiqih Madzhab Syafii, Hanafi dan Hanbaliy, 7 orang yang patungan untuk beli kurban Sapi/Unta, masing-masing pihak harus sama jumlah uang yang disetornya, semua rata 1/7 (sepertujuh). Misalnya harga Sapi adalah Rp 70.000.000 (tujuh puluh juta rupiah), maka masing-masing pihak harus setor 10 juta pas. 

Jadi, kalau ada yang nyetor kurang dari Rp 10.000.000 (sepuluh juta), misalnya dari 7 orang itu ada satu orang yang nyetornya kurang 100 ribu rupiah atau bahkan kurang seribu rupiah pun, maka status kurbannya si satu orang tersebut Tidak Sah, walau Sapinya udah terlanjur disembelih. Dan daging bagiannya hanya berstatus sebagai daging sembelihan biasa atau sedekah saja. Tapi status kurban pihak lain yang bayarnya tidak kurang dari 1/7, maka tetap Sah.

Dan yang perlu diingat, kata kuncinya adalah "Atas Nama" nya, jadi mau jumlah orang yang patungan lebih dari 7 orang, misalnya 8, 10, 50, 100 dan sebagai nya, tapi diniatkan atas namanya tetap 7 orang, maka kurban nya tetap Sah untuk 7 orang tersebut. Dengan catatan, orang-orang selain dari 7 orang itu telah mengetahui dan menghibahkan uang sumbangannya untuk 7 orang yang diatasnamakan tadi.

Dan 7 orang itu pun terhitung menunaikan ibadah kurban. Sisanya atau selain dari 7 orang tadi tidak terhitung telah menunaikan kurban, tapi hanya mendapat pahalanya saja karena sudah ikut bantu nyumbang untuk membeli hewan kurban tersebut. Bagi si fulan yang nyetornya kurang, ia harus diberitahu atas kekurangannya, dan pihak lain juga boleh membantu/menalangi kekurangan si fulan tersebut dengan kerelaan.

1️⃣ Syaikh Dr. Wahbah az-Zuhaili menjelaskan dalam kitabnya sebagai berikut :

ويصح عند غير المالكية الاشتراك في الأضحية إذا كانت من الإبل أو البقر،
 فيصح اشتراك سبعة في بقرة أو ناقة إذا ساهم كل واحد منهم بالسبع . ولا يصح أكثر من سبعة ، ولا المساهمة بأقل من السبع

"Selain Madzhab Malikiy, Patungan (membeli hewan untuk) kurban itu Sah jika hewan yang akan dikurbankan adalah Unta atau Sapi.
Maka Sah hukumnya hasil patungan 7 orang untuk hewan yang berupa Unta atau Sapi dengan syarat masing-masing pihak bersaham sepertujuh bagian. Adapun jika jumlah peserta patungan lebih dari tujuh orang atau ada pihak yang bersaham kurang dari sepertujuh bagian, maka kurban tersebut tidak sah."

📕Fiqhul Islamiy wa Adillatuhu, juz 3 halaman 602, Cet. Darul Fikr 

=

2️⃣. Masalah ini juga dijelaskan oleh Komite Fatwa Universitas Al Azhar Mesir, sebagai berikut : 

لجنة الفتوى بمجمع البحوث الإسلامية بالأزهر الشريف :  
فلا مانع من الاشتراك فى البقرة كأضحية بشرط ألا يزيد المشتركون على سبعة، ولا يقل نصيب الواحد عن السُّبع، فلا يجزئ اشتراك أحدهم بأقل من السبع. 
وذلك لحديث جابر قال: "نحرنا مع رسول الله ﷺ البدنة عن سبعة والبقرة عن سبعة" رواه مسلم،  وعنه قال: "خرجنا مع رسول الله ﷺ مهلين بالحج فأمرنا رسول اللهﷺ أن نشترك فى الإبل والبقر كل سبعة منا فى بدنة." رواه مسلم. 
فإذا اشترك أحد المضحين بأقل من السبع لم تصح أضحيته، فقد يريد اللحم أو مجرد التصدق؛ فله ذلك، لكنها ليست أضحية، ولا يؤثر ذلك على سائر المشتركين. 

Komite Fatwa Islam Al-Azhar Asy-Syarif :  

Tidak mengapa patungan kurban seekor sapi, dengan dua syarat : 

1. Jumlah orang yang ikut patungan tidak lebih dari tujuh orang.
2. Bagian (biaya yang dikeluarkan) masing-masing pihak tidak kurang dari sepertujuh. 

Tidak halal bagi salah seorang di antara mereka untuk patungan kurang dari sepertujuh. 
Hal ini berdasarkan hadits dari sahabat Jabir, dia berkata:
“Kami pernah menyembelih kurban bersama Rasulullah ﷺ pada tahun Hudaibiyah dengan Unta untuk 7 orang, dan dengan Sapi juga untuk 7 orang.” 
📜HR. Imam Muslim. 

Dan dari sahabat Jabir, dia berkata:
"Kami pernah pergi haji bersama Rasulullah ﷺ Lalu beliau memerintahkan kami untuk patungan kurban unta dan sapi. Tujuh orang untuk setiap satu ekor."
📜HR. Imam Muslim. 

Jika ada pihak atau ada satu orang di antara orang-orang yang patungan kurban itu ternyata menyetorkan biaya kurang dari sepertujuh, maka kurbannya si orang tersebut tidak sah.
 
Jadi, apabila dia ingin memberikan dagingnya atau sekadar bersedekah, maka dia boleh melakukannya, tetapi itu bukan berstatus sebagai kurban. Dan hal ini tidak mempengaruhi keabsahan kurban orang-orang selain dirinya. 
{Artinya, status kurban pihak lainnya tetap sah}. 

🌐Sumber : 
https://www.facebook.com/share/p/19dQzpu1uM/
https://www.facebook.com/share/p/19ATWJbqFW/

=

3️⃣. Lembaga Fatwa Darul Ifta` Mesir juga pernah menjelaskan hal serupa, bahkan non muslim boleh ikut berpatungan 1 ekor sapi/unta dengan niat (tujuan) yang berbeda.
Berikut isi fatwanya: 

○Pertanyaan tentang Kurban 
Tanggal Fatwa: 3  November  2011
Nomor Fatwa : 3450
Fatwa : Syaikh Dr. Muhammad 'Ali Jum'ah
Klasifikasi : Penyembelihan 
السؤال الثامن عشر: هل يجوز الاشتراك في الأضحية؟
Pertanyaan ke 18 : Apakah boleh berpatungan dalam berkurban 

حكم الاشتراك في الأضحية
إجابة السؤال الثامن عشر: يجوز الاشتراك في الأضحية بشرطين:
الأول: أن تكون الذبيحة من جنس الإبل أو البقر، ولا يجوز الاشتراك في الشياه.
الثاني: البدنة تجزئ عن سبعة والبقرة تجزئ عن سبعة بشرط ألا يقل نصيب كل مشترك عن سبع الذبيحة. ويجوز أن تتعدد نيات السبعة، ويجوز أن يتشارك المسلم مع غير المسلم فيها، ولكل منهم نيته. 

Hukum berpatungan dalam berkurban
Jawaban pertanyaan ke 18: 

Dibolehkan ikut ambil bagian (patungan) dalam penyembelihan hewan qurban, dengan terpenuhinya 2 syarat: 

1. Hewan qurbannya harus Unta atau Sapi, dan tidak boleh ikut patungan dalam penyembelihan Kambing.
2. Satu Unta cukup untuk tujuh orang, dan 1 Sapi cukup untuk tujuh orang, dengan ketentuan bagian masing-masing pihak membayar tidak kurang dari harga 1/7 (sepertujuh) dari harga hewan yang disembelih. Boleh beragam niatnya (tujuannya), dan seorang Muslim boleh patungan dengan seorang non Muslim, dan masing-masing dengan niatnya (tujuannya) sendiri. 

🌐Sumber : 
https://www.dar-alifta.org/ar/fatwa/details/13021/%D8%A7%D8%AB%D9%86%D8%A7%D9%86-%D9%88%D8%B9%D8%B4%D8%B1%D9%88%D9%86-%D8%B3%D8%A4%D8%A7%D9%84%D8%A7-%D9%81%D9%8A-%D8%A7%D9%84%D8%A3%D8%B6%D8%AD%D9%8A%D8%A9

===

👨‍🏭Adam Mostafa EL Prembuny 

#kurban #patungankurban #sunnah #sah #fiqih #darulifta #alazhar #mesir #fatwa