🔰 Tema Artikel

Kamis, 05 Februari 2026

 Fatwa Lengkap Imam Nawawi Tentang Isra Mi'raj, Termasuk Sholat Pertamakali yang Dikerjakan Nabi ﷺ


~


Di postingan sebelumnya, saya sudah membahas tentang syariat Wudhu yang pertamakali dilakukan oleh Nabi ﷺ berdasarkan kitab Tarikh Al Sholat fil Islam karya Syaikh Jawwad 'Ali, kali ini saya akan terlebih dahulu membawakan pendapat ulama lain yakni Al Imam An Nawawi rohimahullah, yang membahas jenis sholat pertama kali yang dikerjakan oleh Nabi ﷺ dalam Islam. 


Berikut adalah jawaban lengkap Imam An Nawawi rahimahullah dalam kitab Fatawaa An Nawawi, terkait pertanyaan-pertanyaan seputar Isra Mi'raj, di antaranya termasuk jenis sholat yang pertama kali dikerjakan oleh Nabi Muhammad ﷺ adalah Sholat Malam.


🔰Pertanyaan :


هل ثبت أن النبي -صلى الله تعالى عليه وآله وسلم- صلى بالأنبياء -صلوات الله وسلامه عليهم أجمعين- ليلة الِإسراء ببيت المقدس أم لا؟ وهل كانت الصلاة وجبت؟ وهل هي الصلاة المعهودة أم الدعاء؟ وهل كان الِإسراء في المنام أم في اليقظه؟ وهل كان مرةً أو مرتين؟ وهل رأى النبي صلى الله تعالى عليه وآله وسلم ربَّه سبحانه وتعالى ليلةَ الِإسراء بعيني رأسِه أم لا؟ ومتى كان الِإسراء؟


1️⃣Apakah riwayat haditsnya shohih bahwa Nabi ﷺ pernah mengerjakan sholat bersama para Nabi 'alaihimusalam pada malam Isra` di Baitul Maqdis?


2️⃣Apakah shalat yang dilakukannya itu wajib? Dan apakah sholat tersebut adalah sholat yang kita kenal atau sholat sebatas doa saja?


3️⃣Apakah Isra` itu terjadi ketika Nabi ﷺ dalam keadaan tidur atau dalam keadaan sadar?


4️⃣Apakah terjadinya peristiwa Isra` itu sekali ataukah dua kali?


5️⃣Apakah Nabi ﷺ melihat Allah subhanahuwataala pada malam Isra` Mi'raj itu secara langsung atau tidak? 


6️⃣Dan kapan terjadinya peristiwa Isra` Mi'raj?


▪︎


✅ Imam An Nawawi menjawab :


نعم؛ ثبت أن نبينا صلى الله عليه وآله وسلم صلى بالأنبياء صلوات الله وسلامه عليهم أجمعين ليلةَ الِإسراء ببيت المقدس، ثم يحتمل أنه كانت الصلاة قبلَ صعوده إلى السماء، وُيحْتَمَلُ أنها بعد نزوله منها.

واختلف العلماء في هذه الصلاة.

فقيل: إِنها الصلاةُ اللغويةُ، وهي الدعاء والذكر.

وقيل: هي الصلاة المعروفة وهذا أصح ؛ لأن اللفظ يُحمل على حقيقته الشرعية قبل اللغوية، وإِنما نحمله على اللغوية إِذا تعذر حمله على الشرعية ولم يتعذر هنا؟ فوجب الحمل على الصلاة الشرعية.


""Ya benar, telah tsabit (dalam hadits Shohih) bahwa Nabi ﷺ mengerjakan sholat dengan para Anbiya` alaihimussalam pada malam Isra` di Baitul Maqdis, kemungkinan sholat tersebut dilakukan sebelum beliau naik ke langit (Mi'raj) dan bisa jadi setelah beliau turun dari langit.


Para ulama berbeda pendapat tentang sholat ini.


–Sebagian ulama mengatakan bahwa sholat tersebut adalah sholat secara bahasa, yakni berdoa dan berdzikir.

–Dan sebagian ulama lainnya mengatakan bahwa Sholat tersebut adalah sholat yang dikenal dalam syariat dan inilah pendapat yang benar . 


Karena kata "Sholat" tersebut harus diartikan menurut hakikat Syariat sebelum diartikan secara bahasa, dan kami hanya mengartikannya dengan makna bahasa apabila mustahil mengartikannya secara Syariat, dan dalam hal ini tidak ada halangan untuk mengartikannya secara Syariat. Maka wajib diartikan sholat secara Syariat.""


وكانت الصلاة واجبةً قبل ليلة الإِسراء، وكان الواجبُ قيامَ بعض الليل كما نص الله سبحانه وتعالى عليه في سورة المزمل، وكان الواجبُ أولًا ما ذكره  الله سبحانه وتعالى في أول السورة بقوله تعالى: {يَا أَيُّهَا الْمُزَّمِّلُ قُمِ اللَّيْلَ إِلَّا قَلِيلًا  نِصْفَهُ أَوِ انْقُصْ مِنْهُ قَلِيلًا  أَوْ زِدْ عَلَيْهِ} ثم نسخ ذلك بعد سنةٍ بما ذكره  الله تعالى في آخر السورة بقوله تعالى: {فَاقْرَءُوا مَا تَيَسَّرَ مِنْهُ} ثم نسخ قيام الليل ليلةَ الِإسراء ووجبت فيها الصلوات الخمس .


""Sholat tersebut diwajibkan sebelum malam Isra` , dan wajib hukumnya didirikan pada sebagian malam sebagaimana yang Allah Ta’ala firmankan dalam surah Al Muzammil ayat pertama : 


{Hai orang yang berselimut, dirikanlah (Sholat) di malam hari, kecuali sedikit (darinya), yaitu seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit atau lebih dari itu}.


Kemudian kewajiban tersebut dinasakhkan (dihapuskan) setelah setahun kemudian oleh apa yang Allah Ta’ala sebutkan pada akhir dari surah ini yakni ayat 20, Allah berfirman : {Maka, bacalah apa yang mudah dari Al Quran ... }. Kemudian syariat kewajiban Sholat Malam dihapus pada malam Isra`Mi'raj dan diganti dengan kewajiban sholat lima waktu.""


وكان الِإسراء سنة خمس أو ست من النبوة، وقيل سنة اثنتي عشرة منها، وقيل بعد سنة وثلاثة أشهر منها، وقيل غير ذلك، وكانت ليلةَ السابع والعشرين من شهر ربيع الأول.

وكان الِإسراء به - صلى الله عليه وسلم - مرتين:

 - مرة في المنام، ومرة في اليقظة.


""Isra` Miraj terjadi pada tahun ke 5 atau ke 6 setelah Nubuwah, dan ada yang menyebutkan pada tahun ke 12 setelah Nubuwah, dan ada yang menyebutkan 15 bulan setelah Nubuwah dan ada yang menyebutkan juga di waktu lain, dan Isra Miraj (menurut Imam Nawawi) itu terjadi pada malam 27 Rabi’ul Awal.

Isra’ Mi'raj-nya Nabi ﷺ terjadi dua kali:

1- Saat dalam mimpi.

2- Saat dalam keadaan sadar.""


ورأى -صلى الله تعالى عليه وآله وسلم- ربه سبحانه وتعالى ليلة الِإسراء بعيني رأسه، هذا هو الصحيح الذي قاله ابن عباس، وأكثر الصحابة والعلماء رضي الله عنهم أجمعين.

ومنعته عائشة وطائفة من العلماء -رضي الله عنهم أجمعين- وليس للمانعين دليل ظاهر، وإِنما احتجت عائشة بقوله تعالى: {لَا تُدْرِكُهُ الْأَبْصَارُ} (١) وأجاب الجمهور عنه بأن الإِدراك هو الِإحاطة والله تعالى لا يُحاط به؛ لكن يراه المؤمنون في الدار الآخرة بغير إِحاطة وكذلك رآه رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم ليلة الِإسراء.


""Nabi Muhammad ﷺ melihat Tuhan-Nya pada malam Isra' dengan mata beliau sendiri. Ini adalah pendapat yang benar yang disampaikan oleh Sayidina Ibnu Abbas dan sebagian besar sahabat dan para ulama.


Sayidah 'Aisyah dan sekelompok ulama menolaknya, dan tidak ada dalil yang jelas bagi mereka yang melarangnya. Akan tetapi, Sayidah Aisyah berdalil dengan firman Allah Al An'am ayat 103 : {Allah tidak dapat diketahui oleh penglihatan}.


Dan jumhur ulama menanggapinya dengan mengatakan bahwa Idrok (diketahui) pada ayat tersebut artinya Ihathoh, yakni mengetahui wujudnya secara total keseluruhan, sedangkan Allah tidak bisa diketahui dengan cara tersebut. Akan tetapi orang-orang yang beriman akan melihat Tuhan-Nya di akhirat tanpa secara Ihathoh tadi. Dan hanya Rasulullah ﷺ yang telah melihat Tuhan-Nya pada malam Isra`Miraj.""


~


📕Fatawaa An Nawawi Al Musammah bil Masail al Mantsurah, halaman 35-39, Cet. Dar Basyair al Islamiyyah.

==


Oleh : 👨‍🏭Adam Mostafa EL Prembuny


#isramiraj #baitulmaqdis #langit #shalat #nabi #rasul

Tidak ada komentar:

Posting Komentar