Syekh Ibnu Sayyar al Warroq (350H), Seorang Chef, Koki, Ahli Kuliner Sekaligus Penulis Resep Masakan Terkenal Dari Abad Pertengahan
Oleh : Adam Mostafa EL Prembuny
☆
Pada masa kejayaan Islam, tidak hanya melahirkan para ilmuwan hebat di bidang Iptek saja. Di bidang Kuliner atau seni masakan juga mendapat perhatian begitu besar dari para peneliti muslim. Beraneka ragam masakan dan hidangan berkembang pada masa kejayaan Islam. Seni kuliner punya posisi yang cukup penting dalam lahirnya peradaban islam.
Ada satu sosok terkenal di abad pertengahan yang punya jasa besar dalam bidang Kuliner. Dia adalah Syekh Ibnu Sayyar Al Warroq. Terkenal dengan nama Al-Warroq. Nama lengkapnya adalah Abu Muhammad Al-Mudzhoffar bin Nashr bin Sayyar Al-Warroq. Beliau adalah seorang penulis Arab dari Baghdad serta penyusun buku resep masak pada abad 3-4 Hijriyah (Abad 10 M).
Syekh Ibnu Sayyar adalah seorang Chef sekaligus Koki (juru masak) yang sangat pupuler di ibu kota pemerintahan Islam, Baghdad, Irak. Beliau berjasa mengembangkan seni kuliner khas Timur Tengah. Bahkan beliau berhasil membukukan setiap resep masakan dalam sebuah kitab yang sangat terkenal yang bahkan menjadi buku resep masakan tertua.
Karyanya yang terkenal adalah kitab 📕At-Thobikh Wa Ishlah Al-Aghdziyah Al-Ma’kulat Wa Thiybah al-Ath'imah al-Mashnu'atu Mimma Istakhroja min Kutub al-Thubbi wa Alfadzh al-Thuhati wa Ahl al-Lub
📕(كتاب الطبيخ وإصلاح الاغذية المأكولات وطيبة الأطعمة المصنوعات مما استخرج من كتب الطب وألفاظ الطهاة وأهل اللب)
Kalau diterjemahkan artinya, "Kitab Memasak dan Mengolah Hidangan Bergizi serta Penyajian Cita Rasa Makanan, yang Diambil dari Buku-buku Kedokteran dan Perkataan Para Koki serta Orang-orang yang Berpengetahuan".
Ini adalah buku resep masakan Timur Tengah yang paling awal diketahui. Terdapat lebih dari 600 resep masakan dan terbagi menjadi 132 bab, kitab At-Thobikh ini merupakan salah satu buku masak tertua yang masih ada. Berbagai resep dalam buku ini seperti Asida, bubur dengan pemanis kurma yang berasal dari semenanjung Arab. Buku ini juga berisi semur mewah dengan nama persia. Serta ada pembahasan tentang semur hangat asal Nabath, Yordania.
Syekh Ibnu Sayyar lahir pada akhir abad ketiga hijriyah (sekitar awal abad 9 masehi) dan beliau hampir menghabiskan sebagian hidupnya di Baghdad. Ketrampilannya dalam memasak membuat beliau dipercaya menjadi pemimpin dan pengawas dapur di Istana. Beliau banyak bereksperimen dalam menciptakan resep baru atau menambah cita rasa dan bumbu aroma baru dari masakannya.
Resep yang dikumpulkannya adalah menu-menu hidangan favorit beberapa orang khalifah Abbasiyah, seperti Al-Mutawakkil dan Al-Ma'mun serta para pejabat istana. Syekh Ibnu Sayyar menyusun ratusan resep untuk hidangan, makanan penutup, dan minuman. Juga mengumpulkan berbagai resep hidangan dari para koki terdahulu. Tak lupa beliau juga menyertakan resep untuk mereka yang berpuasa dan makanan yang cocok untuk orang sakit. Bahkan beliau memberikan informasi gizi dan saran tentang jenis makanan yang sesuai untuk setiap musim dan jenis makanan yang bermanfaat agar mendapatkan tidur yang bagus.
Dari jenis-jenis roti saja, kitab ini menyebutkan 15 jenis, merinci bahan-bahan dan metode pembuatannya masing-masing. Di antara makanan manisan tersebut adalah Qatayif (kue manis dengan topping), yang masih memiliki nama yang sama di Suriah dan Mesir hingga saat ini, dan beberapa makanan pembuka yang disajikan dengan minuman tersebut. Setiap hidangan memiliki efek khusus pada kondisi kejiwaan orang yang memakannya. Mengenai minuman, beliau secara khusus menyebutkan bir non-alkohol, anggur manis, atau minuman manis, yang diyakini dapat membantu pencernaan setelah makan dan beberapa minuman yang tidak boleh dikonsumsi bersama makanan tersebut.
Dalam kitab ini, Syekh Ibnu Sayyar al Warroq menyediakan satu bab khusus untuk membahas adab makan, peralatan dapur yang tepat, kiat-kiat untuk menghilangkan bau makanan setelah dimasak, menyikat gigi setelah makan, dan manfaat kesehatan dari setiap jenis makanan serta dampaknya terhadap kesehatan. Beliau menekankan standar kebersihan yang ketat. Mungkin bagian-bagian yang paling seru dari kitab ini adalah syair, peribahasa, anekdot, dan semua cerita dari malam-malam ketika begadang dan mengobrol di istana sultan.
Di antara nasihat beliau dalam kitab ini di antaranya adalah makan buah sebelum menyantap hidangan, bukan sesudahnya. Dan bergerak/berolahraga sebelum makan, dan tidur sebentar setelah makan, dengan syarat tidak tidur terlalu lama, karena tidur yang lama setelah baru saja makan itu dapat membahayakan tubuh.
Kitabnya telah diberi tanggal penulisan antara tahun 940-960 M berdasarkan nama-nama orang yang disebutkan di dalamnya. Ini adalah pendekatan yang diadopsi oleh salah satu pentahqiq kitab tersebut yakni Dr. Nawal Nashrallah untuk menentukan tahun lahirnya pada akhir abad kesembilan dan karyanya pada abad kesepuluh. Dalam kitabnya, Syekh Ibnu Sayyar merujuk pada nama Khalifah 'Ali al-Muktafi (295 H/908 M) dan Khalifah Ja'far al-Muqtadir (320 H/932 M).
Dari julukannya "Al-Warroq (kertas)" yang dinisbahkan kepadanya, Syekh Ibnu Sayyar juga menjalankan kegiatan pekerjaan lain yang berkaitan dengan perbukuan, menyalin dan menyusun manuskrip serta memperjualbelikan buku. Tidak banyak catatan hidup tentang Ibnu Sayyar, namun diketahui, beliau meninggal sekitar tahun 961 Masehi (sekitar tahun 350 H). Keahliannya dalam bidang kuliner menjadikan karyanya sebagai ilmu abad pertengahan yang masih relevan hingga saat ini.
Sumber :
📕At-Thobikh Wa Ishlah Al-Aghdziyah Al-Ma’kulat Wa Thiybah al-Ath'imah al-Mashnu'at, Cet. Dar Shodr
📕Mi-atu Kitabun Wa Kitabun Kutubin 'Arobiyyah Atsrot al 'Alam, halaman 137-139, Cet. Hai-ah Abu Dzhobi Li Siyahah Wa al-Tsaqofah.
🌐https://web.archive.org/web/20180813072225/https://raseef22.com/culture/2015/11/07/the-imaginary-banquets-of-haroun-al-rashed/
===
👨🏭Adam Mostafa EL Prembuny
#chefabadpertengahan #ilmuan #khazanahislam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar