Tampilkan postingan dengan label Fadhilah & Faidah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fadhilah & Faidah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 31 Januari 2026

💠Sunnah Berdoa Dan Mendirikan Sholat Sunnah Ketika Terjadi Bencana Alam

Disunnahkan Berdoa dan Mendirikan Sholat Sunnah Saat Terjadi Bencana

Oleh : Adam Mostafa EL Prembuny

~

Disunnahkan Berdoa Lalu Mendirikan Shalat Sunnah Ketika Terjadi Bencana Alam, Tapi Tidak Perlu Berjamaah.

Imam Abul Abbas Syihabuddin Al-Qostholani dalam kitabnya, beliau menjelaskan tentang kesunnahan berdoa dan mendirikan shalat sunnah ketika atau setelah terjadi bencana alam jika memungkinkan. Untuk mencegah kekhawatiran dan ketakutan berlebih sebagai upaya berserah diri kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Jika tidak memungkinkan untuk dilaksanakan, ya tidak perlu memaksakan diri, sebab ini syariat kesunnahan, bukan kewajiban.

Imam Al-Qostholani juga menjelaskan bahwa sebaiknya berdoa dan shalat tersebut dilakukan di rumah secara sendirian, tidak dilakukan berjamaah. Karena, ketika sedang sendirian, seseorang akan lebih khusyuk dan fokus dalam berdoa memohon perlindungan.

Berikut teks arabnya :
 
ويستحب لكل أحد أن يتضرع بالدعاء ونحوه عند الزلازل ونحوها كالصواعق والريح الشديدة و الخسف وأن يصلي منفردا لئلا يكون غافلا لأن عمر رضي الله عنه حث على الصلاة في زلزلة ولا يستحب فيها الجماعة
 
Artinya, "Disunnahkan bagi setiap orang untuk berdoa dan sebagainya ketika terjadi gempa bumi, petir, angin kencang, dan tanah longsor. Dan hendaknya ia mendirikan shalat (sunnah) secara sendiri agar tidak menjadi (hamba yang) lalai. Hal ini karena Sayidina Umar bin Khattab RA telah menganjurkan untuk shalat (sunnah) ketika terjadi gempa bumi, dan tidak dianjurkan untuk berjama'ah dalam shalat tersebut." 

📕Irsyadus Sariy, Syarh Shahih Bukhari, jilid 3 halaman 63. Cet. Darul Kutub Ilmiyah.

~

Lafadz doa yang bisa dibaca setelah shalat sunnah atau ketika terjadi bencana alam :

  اللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيْهَا وَخَيْرَ مَا أَرْسَلْتَ بِهِ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا فِيْهَا وَشَرِّ مَا أَرْسَلْتَ بِهِ

Allahumma innii as-aluka khoirohaa wa khoiro maa fiihaa, wa khoiro maa arsaltabihi wa a'uudzubika min syarrihaa wa syarri maa fiihaa wa syarrimaa arsaltabihi

🤲“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kehadirat-Mu kebaikan atas apa yang terjadi, dan kebaikan apa yang di dalamnya, dan kebaikan atas apa yang Engkau kirimkan dengan kejadian ini. Dan aku memohon perlindungan kepada-Mu dari keburukan atas apa yang terjadi, dan keburukan atas apa yang terjadi didalamnya, dan aku juga memohon perlindungan kepada-Mu atas apa-apa yang Engkau kirimkan.”

===

👨‍🏭Adam Mostafa EL Prembuny

#bencanalam #gempabumi #shalatsunnah #doa

💠Jaga Perasaan Istri Dengan Tidak Bercanda Poligami

Jaga Perasaan Istri Dengan Tidak Bercanda Poligami

Oleh : Adam Mostafa EL Prembuny

~

Wahai para suami, jagalah perasaan istri, jangan suka bercanda poligami atau menyebut kebaikan wanita lain di hadapannya.

Penulis kitab berkata : "الزواج بأخرى .. جده جد وهزله جد"  yang berarti, jika kamu berbicara kepada Istrimu tentang rencana "Menikah lagi (dengan wanita lain)...", maka oleh istrimu benar-benar akan ditanggapi dengan serius, dan andai kamu hanya berniat bercanda pun tetap akan dianggap serius 😄, berhati-hatilah kalian wahai suami.

Syaikh Dr. Abdul Qodir al-Banuri menulis di dalam kitabnya 📕"اتحاف الأحبة بالتعليق على أحاديث العشرة الطيبة مع المرأة" halaman 202-203, Cetakan Darul Kutub Ilmiyah.

Kitab "Ithaf al-Ahibbah bi Ta'liq 'Ala Ahadits al-'Asyrah at-Thayyibah ma'al Mar`ah" jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, artinya "Hadiah untuk Kekasih: Ulasan Hadits-Hadits tentang Berhubungan Baik Dengan Wanita". 

Di dalam pembahasan ini, beliau menekankan pentingnya kepekaan suami terhadap perasaan istri, terutama dalam hal menyebut atau memuji wanita ajnabi lain di hadapannya, bahkan jika wanita tersebut sudah meninggal sekalipun. 

Suami juga dianjurkan untuk berhati-hati dan tidak bercanda atau menyinggung topik poligami di depan istrinya, karena istri itu sensitif dan akan menganggap hal tersebut adalah serius sehingga dapat menimbulkan masalah dalam rumah tangga.  

Seorang suami yang baik harus menjaga perasaan pasangannya, menghindari ucapan atau tindakan yang menyakiti hati istri, terutama yang berkaitan dengan wanita ajnabi lain. 

Syekh Al-Banuri juga mengutip hadis riwayat Imam Ahmad, di mana Sayidah 'Aisyah kesal dan cemburu ketika Rasulullah sering menyebut Sayidah Khadijah. Rasulullah memuji Khadijah sebagai satu-satunya wanita yang beriman kepada beliau di saat orang lain berada dalam kekufuran, membenarkan beliau di saat orang lain mendustakan, dan membantu beliau dengan harta yang dimilikinya. 

Syekh Al-Banuri menggambarkan Istri sebagai makhluk yang sangat peka dan cerdas dalam mengamati perilaku suaminya, sehingga dapat mengartikan setiap gerakan, pandangan, atau situasi tertentu dari suaminya sebagai pertanda bahwa suaminya tersebut sudah tidak sayang lagi dengannya. Terutama jika ada wanita lain di sekitarnya atau di wanita di media sosial yang sedang diperhatikan oleh sang suami. 

Maka wajar sekali jika ini yang membuat sebagian kaum istri masih sering menanyakan ke suaminya, apakah ia masih menyayanginya atau tidak 🤭.

=== 

👨‍🏭Adam Mostafa EL Prembuny 

#suamiistri #poligami #rumahtangga #jagaperasaan
#cemburu #sensitif #istri #wanita #menikah 

Teks Arab :

الزواج بأخرى .. جده جد وهزله جد
أيها الزوج الوفي: من نبل المعاملة، الحرص على مشاعر من تعاشره، فلا تحرجه أو تؤذيه أو تصرف لا يليق أو يخدش الأحاسيس، ومن أهم هذه الأمور بالنسبة لأي امرأة، وخاصة الزوجة، ذكر محاسن امرأة أخرى، حتى ولو كانت أم الزوج أو كانت التي تمدح ميتة، فقالت عائشة رضي الله عنها : « كان رسول الله
إذا ذكر خديجة أثنى فأحسن الثناء ، قالت : فغرت يوماً فقلت: ما أكثر ما تذكر حمراء الشدقين قد أبدلك الله خيراً منها . قال ما أبدلني الله خيراً منها، قد آمنت بي إذ كفر الناس، وصدقتني إذ كذبني الناس، وواستني بمالها إذ حرمني الناس، ورزقني الله أولادها وحرمني أولاد الناس (115) رواه أحمد وإسناده حسن. ومعنى حمراء الشدقين أي عجوز.

* أيها الزوج العاقل : إياك ثم إياك، بل أرجوك لا تذكر أمام زوجتك موضوع الزواج بأخرى ولو كنت مازحاً ، فهذه المسألة أصبحت عقدة عند نساء هذا العصر، فزوجتك لا تنسى أبداً أنك ترغب في الزواج من غيرها، ومزاحك في هذا الموضوع جده جدّ وهزله جد عندها، وسوف تفسر كل موقف وحركة ونظرة على أنك لم تعد تكتفي بها ، وأنك سوف تتزوج لا محالة. وإذا ذكر أمامك أحد

أنه تزوج بأخرى فلا تظهر موافقتك أو تأييدك له. وإذا سألتك زوجتك عمن سوف تتزوجها إن ماتت هي ، وغالباً كل زوجة تحرص على هذا السؤال، فلا تخبرها أنك ستفعل بذلك، والحذر كل الحذر أن تسمّي لها امرأة في هذا الشأن. كما أنصحك ألا تتحدث أمام زوجتك عن موضوعات أو مشاكل الزميلات لك في العمل حتى لو كانت هي السائلة عن ذلك، فسؤالها لك عن ذلك له معنى خاص عندها لتتوصل لقصدها.

واعلم أن زوجتك تكون شديدة الملاحظة لك وبذكاء فطري عند وجود امرأة أخرى معك أو حتى أثناء السير معها في الطريق، بل عند مشاهدة الصور في المجلات أو مشاهدة التليفزيون.

===

Sabtu, 30 November 2024

💠Praktik Ibadah Nabi Sebelum Diangkat Rasul

 Syaikh Abdul Karim Zaidan ~ Bagaimana praktek syariat ibadah Nabi ﷺ sebelum diangkat jadi Rasul?


■Dalam menanggapi masalah ini, terdapat 3 golongan ulama. 


~


A).  Ulama Hanafiyah, Hanabilah, Imam Ibnu Hajib al Maliki dan Imam al Baidhowi asy Syafii mengatakan bahwa Nabi Muhammad ﷺ sebelum menjadi Rasul masih terikat dengan syariat sebelumnya. Alasan mereka adalah :


1. Setiap rasul Allah diseru untuk mengikuti syariat Rasul-rasul sebelumnya. Nabi Muhammad juga termasuk ke dalam seruan ini. 


2. Banyak sekali riwayat yang menunjukkan bahwa Muhammad SAW sebelum menjadi Rasul telah melakukan perbuatan/amalan tertentu yang sumbernya bukan akal semata, seperti ia melaksanakan shalat, haji, umrah, mengagungkan Ka'bah dan Thowaf di sekelilingnya dan menyembelih binatang. 


~


B).  Jumhur ulama mutakallimin dan sebagian ulama madzhab Malikiyah. Mereka mengatakan bahwa Nabi Muhammad ﷺ sebelum diangkat menjadi Rasul itu tidak terikat dengan syar'at apapun sebelum Islam. Alasan mereka adalah apabila beliau sebelum diangkat menjadi Rasul masih terikat dengan syariat sebelum Islam, maka akan ada dalil yang menunjukkan hal itu. Dari penelusuran terhadap kehidupan Nabi Muhammad ﷺ menurut mereka, tidak ditemukan dalil yang menegaskan bahwa beliau terikat dengan syari'at lain sebelum Syariat Islam. 


~


C).  Imam al Ghozali dan Imam Saifuddin al Amidi, mereka memilih tawaqquf, yakni tidak berkomentar terhadap masalah ini karena tidak adanya dalil yang pasti dalam masalah ini. Menurut mereka, apabila ada alasan dari nash (Quran & Hadits) yang menunjukan bahwa Nabi Muhammad ﷺ terikat dengan hukum tertentu, maka akan mereka terima. Apabila tidak ada dalil yang menerankannya, maka mereka tidak mengambil sikap. 


~


■Kelompok yang menetapkan bahwa Nabi Muhammad ﷺ mengikuti syariat sebelumnya juga berbeda pendapat tentang syariat Nabi mana yang diikuti oleh beliau. 


▪︎Sebagian ulama berpendapat syariatnya Adam AS, karena dialah syariat yang pertama kali.

▪︎Pendapat lainnya adalah syariat Nabi Nuh AS, sesuai dengan QS Asy Syu'aro : 13.

▪︎Ada juga ulama yang berpendapat syariat Nabi Ibrohim AS, sesuai dengan QS Ali Imron : 68 dan An Nahl : 123. 

▪︎Ada juga yang berpendapat syariat Nabi Musa AS, dan Nabi 'Isa karena yang paling dekat masanya dengan Nabi ﷺ dan sebagai penghapus syariat sebelumnya. 


■Telah berkata Imam Asy Syaukani, dengan berlandaskan ayat Al-Qur'an dan amaliyah Nabi Muhammad ﷺ, pendapat yang bisa diterima adalah pendapat yang mengatakan bahwa sebelum pengangkatan Rasul, beliau mengikuti syariatnya Nabi Ibrohim AS, karena Nabi Muhammad ﷺ banyak melaksanakan praktek syariat ibadah Nabi Ibrohim AS sebagaimana ayat Al Quran di atas bahwa beliau mengikuti Millah Ibrohim. 


Berarti dapat difahami kekhususan Syariat Nabi Ibrohim pada Nabi Muhammad ﷺ. Maka ibadah beliau sebelum diangkat jadi Rasul adalah mengikuti syariat Nabi Ibrohim AS.


~


📕Ushul Fiqh al Islamiy

• Syaikh Abdul Karim Zaidan

• Jilid 2 halaman 839

• Cetakan Darul Fikr


==========================


👨‍🏭Adam Mostafa EL Prembuny

💠Menguasai Bahasa Arab Wajib Bagi Mujtahid

Mengetahui Bahasa Arab Wajib Bagi Mujtahid dan Muqollid. Untuk Mujtahid, Wajib Menguasai Ilmu Tentang Lafadz & Maknanya. 


☆ 


Syaikh Abdul Fattah al Yafi'i dalam kitabnya, beliau menuliskan salah satu syarat Mujtahid dan hukum belajar bahasa Arab sebagai berikut :


""Imam al Mawardi berkata, "Pengetahuan tentang bahasa Arab itu hukumnya FARDHU bagi setiap muslim, baik yang mujtahid dan yg bukan mujtahid. 

Imam Asy Syafi'i mengatakan bahwa setiap muslim WAJIB mempelajari bahasa Arab sebatas kemampuannya agar bisa melaksanakan amalan-amalan fardhunya. 

Beliau berkata di kitab Al Qowathi', "Mengetahui bahasa Arab hukumnya FARDHU secara umum bagi semua mukallaf (baligh & berakal). Hanya saja bagi mujtahid, ia wajib mengetahui lafadzh-lafadzh dan makna-maknanya. Dan untuk selain mujtahid, cukup baginya bahasa Arab yang berhubungan dengan praktik ibadah seperti bacaan Al Qur'an dan dzikir dalam sholat karena sholat tidak boleh dikerjakan dengan selain bahasa Arab. 


Mungkin ada yg bertanya, "Pengetahuan tentang bahasa Arab secara menyeluruh bagi mujtahid aja gak mungkin bisa dicapai karena tidak ada satupun orang Arab yang mampu mengetahui semua kosakata bahasa mereka. Lalu gimana kita bisa menguasainya secara menyeluruh?" 


Kami jawab bahwa, meskipun bahasa Arab tidak bisa dikuasai secara menyeluruh oleh satu orang Arab, tapi semua orang Arab secara kolektif bisa mengetahuinya secara menyeluruh. 


~Seperti pertanyaan yang disampaikan kepada seorang Ulama, "Siapa yang bisa menguasai setiap ilmu?" 

~Ia menjawab, "Semua manusia." 


Adapun yang wajib bagi mujtahid adalah menguasai sebagian besarnya lalu mengembalikan hal-hal yang luput dari pengetahuannya kepada mujtahid lain, seperti yang berlaku dalam Sunnah. 


Sebagian dari mereka tergelincir karena mengabaikan kaidah bahasa Arab seperti riwayat kelompok ulama madzhab Imamiyah berupa hadits "ma taroknahu shodaqotan" dengan nashab (akhiran fathah) pada kata "Shodaqotan" .

(Sehingga maknanya menjadi : "Kami tidak meninggalkannya sbg sedekah"). 


Juga seperti riwayat kelompok Qadariyah berupa hadits "fa hajja Adama Musa" dengan nashob (akhiran fathah) pada kata "Adama".

(Sehingga maknanya menjadi : "Lalu Musa mengalahkan argumentasi Adam"). 


Termasuk kategori penguasaan bahasa Arab adalah ilmu Tashrif, karena hal itu sangat menentukan dalam memahami bentuk kata dan perbedaan di antaranya, seperti dalam bab mujmal dari kata mukhtar dan semisalnya. Apakah kata ini merupakan kata benda (Isim), pelaku (Fa'il).""


▪︎ 


📕At Tamadzhubu Dirosah Ta`shiliyah Muqoronah lil Masail al Muta'alliqoh bil Tamadzhabi, halaman 52, Cet. Markaz al Huryat li Dirosah wan Nasyr 



قال الماوردي : ومعرفة لسانه فرض على كل مسلم من مجتهد وغيره ، وقد قال الشافعي رحمه الله : على كل مسلم أن يتعلم من لسان العرب ما يبلغه جهده في أداء فرضه . 


وقال في القواطع : معرفة لسان العرب فرض على العموم في جميع المكلفين ، إلا أنه في حق المجتهد على العموم في إشرافه على العلم بألفاظه ومعانيه أما في حق غيره من الأمة ففرض فيما ورد التعبد به في الصلاة من القراءة والأذكار ، لأنه لا يجوز بغير العربية . 


فإن قيل : إحاطة المجتهد بلسان العرب تتعذر ، لأن أحداً من العرب لا يحيط بجميع لغاتهم ، فكيف نحيط نحن ؟

قلنا : لسان العرب وإن لم يحط به واحد من العرب فإنه يحيط به جميع العرب ، كما قيل

لبعض أهل العلم : من يعرف كل العلم ؟ قال : كل الناس . 


والذي يلزم المجتهد أن يكون محيطاً بأكثره ويرجع فيهما عزب عنه إلى غيره ، كالقول في السنة ، وقد زل كثير بإغفالهم العربية ، كرواية الإمامية : { ما تركناه صدقة ) بالنصب ،

والقدرية : { فحج آدم موسى } بنصب آدم ، ونظائره . 


ويلحق بالعربية التصريف ، لما يتوقف عليه من معرفة أبنية الكلم ، والفرق بينها ، كما في باب المجمل من لفظ ( مختار ) ونحوه فاعلاً ومفعولاً) اهـ .

○○○


FB Adam Mostafa EL Prembuny 


#bahasaarab #mujtahid #muqollid #nahwu #shorof

💠Para Sahabat Nabi Yang Ahli Fiqih

Para Sahabat Nabi ﷺ Adalah Ahli Fiqih - Syaikh Said Musthofa al Khin 


☆ 


Syaikh Musthofa Said al Khin menukil penjelasan Imam Ibnu Hazm dari kitab Al-Ihkam bahwa, 


"Di antara para sahabat Rosululloh ﷺ yang terkenal pandai di bidang fiqih dan fatwa adalah 


Ummul Mukminin Sayidah 'Aisyah,

Sayidina 'Umar bin Khoththob,

Sayidina Abdulloh bin Umar,

Sayidina Ali bin Abi Tholib,

Sayidina Abdulloh bin Abbas,

Sayidina Abdulloh bin Mas'ud,

Sayidina Zaid bin Tsabit,

Sayidina Anas bin Malik,

Sayidina Abu Bakar Ash Shiddiq,

Sayidina Mu'adz bin Jabal,

Sayidina Jabir bin Abdulloh,

Sayidina Abu Huroiroh, 

Dan masih banyak lagi yang lainnya.""


Syaikh Musthofa al Khin menukil penjelasan Imam Abu Ishaq Asy Syairozi dari kitab Thobaqotul Fuqoha, beliau berkata, 


""Ketahuilah bahwa mayoritas para sahabat Rasulullah yang berkawan dan menemani beliau adalah Para Ahli Fiqih. Demikian itu, bahwa metode fiqih para sahabat adalah khithob (perintah) Alloh dan Rosululloh serta apa saja yang dipahami dari keduanya, juga perbuatan- perbuatan Rosululloh ﷺ dan apa saja yang dipahami darinya. 


Yang dimaksud dengan khithob Allah adalah Al Qur'an. Allah menurunkan nya dengan bahasa mereka berdasarkan sebab-sebab yang mereka ketahui dan kisah-kisah mereka di dalamnya. Sehingga, mereka mengetahuinya, baik secara tertulis, tersirat, tersurat, dan pemahamannya. Maka dari itu, Imam Abu Ubaidah (110H) dalam kitab Al Majazul Qur`an, beliau berkata, "Tidak ada nukilan bahwa satu orang pun dari sahabat Rosululloh dalam memahami sesuatu dari Al Qur'an merujuk kepada Rosululloh." 


Khithob Rosululloh ﷺ  juga menggunakan bahasa mereka. Mereka mengetahui maknanya, memahami makna tersirat, dan maksudnya. Perbuatan-perbuatan yang dilakukan beliau, berupa ibadah, muamalah, perjalanan, dan politik, semuanya disaksikan oleh mereka, berlangsung secara terus menerus serta dicari-cari oleh mereka.""


Syaikh Musthofa al Khin mengatakan bahwa tidak ada perbedaan dalam permasalahan fiqih pada zaman Rosululloh. Ini karena Rosululloh ﷺ adalah rujukan utama bagi mereka terkait hukum-hukum dan permasalahan mereka. Akan tetapi, hampir para sahabat Rosululloh tidak berpindah dari tempat duduknya yang mulia, sampai mereka melihat diri mereka dihadapkan pada persoalan besar yang tidak ada jawaban nash yang jelas dari Al Qur'an dan sunnah. 


▪︎ 


📕Abhats Haula 'Ilm Ushul Fiqh - Tarikhuhu wa Tathowuruhu, halaman 35, Cet. Darul Kalimi Thoyyib 


○ 


وممن اشتهر بالفقه والفتوى من الصحابة : عائشة أم المؤمنين ، وعمر بن الخطاب ، وابنه عبد الله ، وعلي بن أبي طالب ، وعبد الله بن عباس ، وعبد الله بن مسعود ، وزيد بن ثابت ، وأنس بن مالك ، وأبو بكر الصديق ، ومعاذ بن جبل ، وجابر بن عبد الله ، وأبو هريرة ، وغيرهم كثير (۱) 


قال أبو إسحاق الفيروزبادي الشيرازي في كتابه « طبقات الفقهاء (۲) : اعلم أن أكثر أصحاب رسول الله الله الذي صحبوه ولازموه كانوا فقهاء ، وذلك أن طريق الفقه في حق الصحابة خطاب الله عز وجل ، و خطاب رسوله وما عقل منهما، وأفعال رسول الله ﷺ وما عقل منها، فخطاب الله عز وجل هو القرآن ، وقد أنزل ذلك بلغتهم على أسباب عرفوها ، وقصص كانوا فيها ، فعرفوها مسطورة ومفهومه ومنطوقه ومعقوله ، ولهذا قال أبو عبيدة في كتاب ( المجاز » : لم ينقل أن أحداً من الصحابة رجع في معرفة شيء من القرآن إلى رسول الله ﷺ ، وخطاب رسول الله ﷺ أيضاً بلغتهم ، يعرفون معناه ويفهمون منطوقه وفحواه ، وأفعاله التي فعلها من العبادات والمعاملات والسير والسياسات، وقد شاهدوا ذلك كله وعرفوه ، وتكرر عليهم وتحرّوه » . 


لم يكن هناك خلاف في المسائل الفقهية على عهد رسول الله ﷺ ؛ لأنه عليه الصلاة والسلام كان هو المرجع لهم في أحكامهم وقضاياهم، ولكن لم يكد أصحاب رسول الله الله يفرغون من وضعه في مرقده المطهر ، حتى رأوا أنفسهم أمام مسائل كثيرة لم يرد في الإجابة عنها نص صريح من كتاب أو سنة 


○○○ 


👨‍🏭 Adam Mostafa EL Prembuny

💠Jumlah Kosakata Bahasa Arab

Berapa Jumlah Kosakata Bahasa Arab dan Berapa Jumlah Kata Serapannya Ke Bahasa Indonesia? 


☆ 


Seorang Ulama sekaligus Sejarawan asal Irak, Syaikh Jawad 'Ali al 'Iroqi, beliau menyebutkan bahwa jumlah kosa kata Arab mencapai 12,3 juta. Lebih tepatnya 12.305.052 kata. Ini menjadikan bahasa Arab sebagai bahasa dengan kosakata terkaya dalam sejarah.


Berikut penjelasan beliau dalam kitabnya : 


~


واللغة العربية اليوم، هي من أعظم اللغات السامية الباقية، بكثرة من يتكلم ويكتب بها، وبكثرة ما ألف ودون بها. وهي تستعمل اليوم قلمًا اشتق من قلم سامي شمالي، وكان لها في الماضي قلم قديم كان مستعملًا عند العرب من أيام ما قبل الميلاد إلى ظهور الإسلام، مات بسبب اتخاذ الإسلام القلم الجزم قلمًا للوحي، دون به القرآن الكريم، فصار بذلك القلم الشرعي الرسمي، وأمات بذلك الأقلام الجاهلية الأخرى المشتقة من القلم "المسند". ونجد في المعاجم اللغوية مئات الألوف من الألفاظ المعبرة 


"Saat ini, bahasa Arab termasuk bahasa Semit terbesar yang masih ada, dengan banyaknya orang yg berbicara dan menulis dengannya, dan banyak yang mengarang dan menyusun buku dengan bahasa tersebut. 


Bahasa Arab hari ini menggunakan aksara yang berasal dari aksara Semit utara. Pada zaman dahulu, bahasa arab memiliki aksara kuno yang digunakan oleh orang-orang Arab sejak zaman sebelum Masehi hingga munculnya Islam. Aksara itu mati karena Islam mengambil aksara yang baku sebagai penulisan untuk wahyu yang digunakan untuk menulis ayat-ayat Al-Qur'an, sehingga menjadi penulisan resmi yang sah, dan aksara pra Islam lainnya berasal dari “al Musnad”. 


ونجد في المعاجم اللغوية مئات الألوف من الألفاظ المعبرة عن معان، وقد قدر بعض العلماء عدد ألفاظ العربية بنحو من "١٢٣٠٥٠٥٢" كلمة٣. ويعود سبب غناها في الألفاظ إلى كثرة وجود المترادفات فيها، التي هي من بقايا لغات قبائل، وإلى خاصية جذور الكلم فيها في توليد الألفاظ الجديدة بتحريك هذه الجذور. 


📕جواد علي العراقي : المفصل في تاريخ العرب قبل الإسلام 


"Kita menemukan dalam kamus lughoh ratusan ribu kata yang mengungkapkan makna. Dan sebagian Ulama memperkirakan jumlah kata dalam bahasa Arab sekitar 12.305.052 (dua belas juta tiga ratus lima ribu lima puluh dua) kata. 


Penyebab dari kekayaan kata bahasa arab ini adalah karena banyaknya sinonim di dalamnya, yang merupakan sisa-sisa bahasa kabilah-kabilah di arab, dan sifat akar katanya dalam menghasilkan kata-kata baru dengan memindahkan akar-akar kata tersebut." 



📕Al Mufasholu fi Tarikhil 'Arob Qoblal Islam, Juz 8 halaman 535, Cet. Sa'adat Jami'ah Baghdad Ala Thob'i wan Nasyri.


===


🔹️Inilah salah satu keistimewaan bahasa Arab, yakni mampu menciptakan kosa kata baru dengan makna yang berbeda-beda, dan selalu berkembang lebih banyak dibandingkan bahasa lainnya.  Bahasa Arab memiliki banyak kosakata karena punya beragam akar kata dan adanya kata-kata dengan bentuk yang mirip tapi memiliki makna yang berbeda.  Kosakata dalam bahasa Arab disebut mufrodat dan terbagi menjadi 3 yaitu : Isim (k. benda), Fi'il (k. kerja), dan Harf (huruf). 


Menurut lembaga Pusat Pengembangan dan Perlindungan Bahasa dan Sastra, jumlah kosakata dalam bahasa Indonesia yang telah tercatat dalam buku 📘KBBI edisi ke 5, sekitar 127.036 bentuk kata. 


Sedangkan bahasa Inggris dalam buku kamus 📘Oxford English Dictionary memiliki 273.000 kata utama ; 171.476 di antaranya masih digunakan saat ini, 47.156 kata yang sudah tidak digunakan lagi , dan sekitar 9.500 kata turunan disertakan sebagai sub-entri.  Kamus ini berisi 157.000 kombinasi dan turunan, dan 169.000 frasa dan kombinasi, sehingga total jumlahnya lebih dari 600.000 bentuk kata.


🔹️Serapan Bahasa Arab dalam Bahasa Indonesia


Menurut Badan Pengembangan Bahasa & Perbukuan" di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia, jumlah kosakata serapan Arab yang ada dalam bahasa Indonesia berjumlah 1495 kata.


Kata-kata serapan bahasa Arab dalam bahasa Indonesia bisa dibagi jadi 4 macam, yaitu: 


1. Kata yang ucapan dan maknanya masih sama.

Contoh : Abadi أبدي , Wajib وجب , Musibah مصيبة , Hakim حاكم , Maut موت , Daftar دفتر , Halal حلال


2. Kata yang ucapannya berubah, tapi maknanya tetap.

Contoh : Lafal لفظ , Rezeki رزق , Sekarat سكرة , Kabar خبر , Senin إسنين , Rabu أربعاء , Mungkin يمكن


3. Kata yang ucapan sama, tapi maknanya berubah.

Contoh : Kalimat كلمة, Siasat سياسة


4. Kata yang ucapan dan maknanya berubah.

Contoh : Perlu فرض , Petuah فتوى , Laskar عسكر , Logat لهجة , Naskah نسخة


===


#kamus #arab #kamusarab #kosakata #serapan #islam #alquran #faedah #khazanah #sejarah #algoritma #up #news #kitab #rekomendasi


👨‍🏭Adam Mostafa EL Prembuny

Kamis, 14 November 2024

💠Peringatan Kepada Kaum Anti Madzhab

Syaikh Muhammad Zahid al Kautsari (Ulama Besar Akhir Era Turki Utsmani) - Menanggapi Ajakan Anti Madzhab 

Oleh : Adam Mostafa EL Prembuny


☆Referensi saya :

📕Kitab  : Al Laa Madzhabiyyah
👳‍♂️Karya : Syaikh Muhammad Zahid al Kautsari

~


فمذاهب تكون بهذا التأسيس وهذا التدعيم إذا لقيت في آخر الزمن متزعما في الشرع يدعو إلى نبذ التمذهب باجتهاد جديد يقيمه مقامها، محاولا تدعيم إمامته باللامذهبية بدون أصل يبني عليه غير شهوة الظهور، تبقى تلك المذاهب وتابعوها في حيرة بماذا يحق أن يلقب من عنده مثل هذه الهواجس والوساوس، أهو مجنون مكشوف الأمر، غلط من لم يقده إلى مستشفى المجاذيب، أم مذبذب بين الفريقين يختلف أهل العقول في عدِّه من عقلاء المجانين، أو مجانين العقلاء؟!. 


Maka terbentuknya sebuah Mazhab (fiqih) yang menjadi dasar dan dukungan yang menopang Madzhab-madzhab besar hingga dapat bertahan hingga sekarang. Lalu bagaimana bisa pada akhir zaman seperti sekarang muncul sekelompok orang yang mengajak manusia untuk meninggalkan Mazhab-mazhab tersebut, lalu mengadakan ijtihad-ijtihad baru yang katanya sesuai dengan masa kini mencoba menciptakan Mazhab baru yaitu "Mazhab tanpa Mazhab" dimana di dalamnya tidak ada landasan dan pijakan metodologi yang jelas, melainkan hanya kesimpulan-kesimpulan hukum yang dibuat untuk menyesuaikan dengan hawa nafsu mereka sendiri.


Maka ketahuilah bahwa Mazhab tanpa Mazhab tersebut beserta pengikutnya akan selamanya berada dalam kekacauan berfikir. Perkataan-perkataan semacam itu lebih layak disebut dengan igauan atau racauan belaka. Apakah mereka sedang menebarkan sebuah pemikiran gila? Atau mereka sedang terayun ayun tidak tentu arah dalam kelompok yang bertentangan dengan akal sehat, mereka menyatakan diri mereka ada dalam salah satu dua kelompok, orang-orang gila yang berakal atau orang² berakal yang gila. 


بدأنا منذ مدة نسمع مثل هذه النعرة من أناس في حاجة شديدة على ما أرى إلى الكشف عن عقولهم بمعرفة الطبيب الشرعي.

قبل الالتفات إلى مزاعمهم في الاجتهاد الشرعي القاضي - في زعمهم - على اجتهادات المجتهدين، فعلى تقدير ثبوت أن عندهم بعض عقل، فلا بد أن يكونوا من صنائع أعداء هذا الدين الحنيف، ممن لهم غاية ملعونة إلى تشتيت اتجاه الأمة الإسلامية في شؤون دينهم ودنياهم، تشتيتا يؤدي بهم إلى التناحر والتنابذ والتشاحن والتنابز يوما بعد يوم، بعد إخاء مديد استمر بينهم منذ بزغت شمس الإسلام إلى اليوم. 


Ketika kami mendengar keangkuhan yang

merendahkan Mazhab semacam itu di kalangan sebagian orang, kami merasa pihak tersebut harus memeriksa kewarasan akal mereka terlebih dahulu, sebelum masuk dalam arena yang mereka sebut sebagai ijtihad baru tersebut. Jika memang mereka itu waras, maka sungguh apa yang mereka lakukan itu adalah upaya mencerai-beraikan umat Islam dalam perkara agama dan dunia mereka. Apa yang mereka lakukan itu telah memantik api perpecahan dan permusuhan di tengah umat Islam, merusak ikatan persatuan yang telah terbangun semenjak awal mula matahari Islam terbit di ufuk dunia.


فالمسلم الرزين لا ينخدع بمثل هذه الدعوة، فإذا سمع نعرة الدعوة إلى الانفضاض من حول أئمة الدين الذين حرسوا أصول الدين الإسلامي وفروعه من عهد التابعين إلى اليوم، كما توارثوه من النبي - صلى الله عليه وسلم - وأصحابه - رضي الله عنهم أجمعين - أو طرق سمعه نعيق النَّيْل من مذاهب أهل الحق، فلا بد له من تحقيق مصدر هذه النعرة واكتشاف وكر هذه الفتنة، وهذه النعرة لا يصح أن تكون من مسلم صميم درس العلوم الإسلامية حق الدراسة، بل إنما تكون من متمسلم مندس بين علماء المسلمين أخذ بعض رؤوس مسائل من علوم الإسلام بقدر ما يظن أنها تؤهله لخدمة صنائعه ومرشحيه، فإذا دقق ذلك المسلم الرزين النظرَ في مصدر تلك النعرة بنوره الذي يسعى بين يديه، يجده شخصا لا يشارك المسلمين في آلامهم وآمالهم إلا في الظاهر، بل يزامل ويصادق إناسا لا يتخذهم المسلمون بطانة، ويلفيه يجاهر بالعداء لكل قديم وعتيق إلا العتيق المجلوب من مغرب شمس الفضيلة، ويراه يعتقد أن رطانته تؤهله - عند أسياده - لعمل كل ما يعمل، فعندما يطلع ذلك المسلم على جلية الأمر يعرف كيف يخلص نيئة الإسلام من شرور هذا النعيق المنكر بإيقاف أهل الشأن على حقائق الأمور، والحق يعلو ولا يعلى عليه. 


Seorang muslim yang tenang tidak akan tertipu dengan ajakan-ajakan untuk tidak bermazhab. Seandainya ia mendengar keangkuhan dari orang-orang yang tanpa Mazhab tersebut, yang mencoba merusak tatanan yang telah dibentuk oleh para Imam dalam perkara agama dan cabang² nya, sejak zaman tabi'in sampai saat ini, sebagaimana yang diwarisi oleh nabi Muhammad dan para sahabatnya, maka dakwah² dan ajakan (anti madzhab) tersebut harus diluruskan dan dibongkar kedoknya. 


Seorang muslim yang mempelajari agama Islam dengan tahapan dan metode yang benar tidak akan mudah mengikuti ajakan-ajakan sombong

agar tidak bermazhab tersebut. Pikiran semacam itu pasti muncul dari orang² yang menyusup di antara para ulama, yang belajar sepotong-potong ilmu lalu merasa bahwa ia sudah menjadi Ahli di dalamnya, untuk memposisikan dirinya sebagai ahli dan master di dalam ilmu tersebut. 


Jika kita memeriksa lebih jauh apa yang menjadi dasar berpikir mereka, kita akan temukan bahwa mereka adalah orang² yang tidak ingin menyatu bersama kaum muslimin dalam suka maupun duka kecuali hanya dzohirnya saja yang seperti itu, bahkan mereka justru cenderung lebih dekat dengan orang² yang tidak bersahabat dengan umat Islam. Kita akan dapati bahwa orang² yang menyebarkan pemahaman semacam itu justru adalah orang² yang menampakkan api permusuhan terhadap umat Islam dan ulama-ulama pendahulu sebelumnya. 


Mereka bahkan merasa sebagai orang² yang paling Ahli dalam ilmu ini sehingga bebas untuk melakukan apapun yang menurut mereka benar. Jika kita memahami hakikat keadaan semacam ini, sungguh cara untuk melawan pemikiran angkuh mereka itu adalah dengan menyerahkan suatu perkara kepada Ahlinya. Karena pada hakikatnya kebenaran itu pasti unggul dan tidak mungkin diungguli oleh yang lain. 


فإذا تم لدعاة النعرة الحديثة في قصر الاجتهاد على شخص واحد من أبناء العهد الحديث – بمؤهلات غير معروفة – وتمكنوا من إبادة المذاهب المدونة في الإسلام لهؤلاء الأئمة الأعلام ، ومن حمل الجماهير على الانصياع لآراء ذلك الشخص يتم لهم ما يريدون . 


لكن الذي يتغنى بحرية الرأي على الإطلاق بكل وسيلة كيف يستقيم له منح الطامحين من أبناء الزمن مثله إلى الاجتهاد من الاجتهاد ، أم كيف يجيز إملاء ما يريد أن يمليه من الآراء على الجماهير مرغمين فاقدي الحرية ، أم كيف يبيح داعي الحرية المطلقة حرما الجماهير المساكين المقلدين حرية تخير مجتهد يتابعونه باعتبار تعويلهم عليه في دينه وعلمه في عهد النور!!؟ . ولم يسبق لهذا الحجر مثيل في عهد الظلمات !!! وهذا مما لا أستطيع الجواب عنه . 


Sungguh amat jelas bahwa perkataan sombong sebagian kalangan pada zaman ini, yang mencoba merendahkan Mazhab-mazhab yang sudah ada, lalu membatasi ijtihad pada satu orang Ulama yang mereka anggap pemilik kebenaran tunggal, padahal kepakaran dan kefaqihan mereka itu belum diakui sebagaimana para imam Mazhab. Mereka bertujuan untuk memberangus semua Mazhab yang telah terbentuk dan tertulis dalam Islam, kemudian membelokkan umat Islam agar hanya mengikuti pendapat satu orang Ulama yang dikatakan sebagai satu-satunya representasi dari ajaran Islam yang mereka yang murni. 


Bahkan terkadang pengusung (anti madzhab) itu menyatakan kebebasan berpendapat secara mutlak, ijtihad dapat dilakukan hanya dengan sarana dan kemampuan berpikir yang terbatas? Kemudian di sisi lain justru memaksakan ijtihad mereka kepada seluruh umat Islam? Bukankah ini dua hal yang bertentangan? Mereka mengatakan tidak perlu bermazhab artinya mereka sedang menyuarakan kebebasan berpendapat, tetapi kenyataannya justru mereka amat sangat memaksakan pendapat mereka seolah olah merupakan satu-satunya kebenaran, hal ini justru menafikan prinsip kebebasan berpendapat yang mereka usung pada awalnya. Mereka malah mengatakan bertaqlid pada satu Mazhab itu haram, padahal para Imam Mazhab itu diikuti karena faktor ketinggian ilmu dan agama mereka. Sungguh kerancuan berfikir mereka adalah sesuatu yang tidak sanggup dimengerti.


▪︎


📕Al Laa Madzhabiyyah Qontoroh al Laa Diniyyah. Halaman 6 - 10, Cet. Maktabah al Azhariyah lit Turots 


○○○


Sabtu, 05 Oktober 2024

💠Amaliyah Ba'da Salam Sholat Jumat

Amaliyah Jumat, Doa Setelah Salam Sholat Jumat), Sebelum Merubah Posisi Kaki (Masih Posisi Tahiyat Akhir) 

Oleh : Adam Mostafa EL Prembuny 


☆Referensi saya :

📕Bughyatul Mustarsyidin
👳‍♂️Al Imam Sayyid Abdurrahman al Hadhromi


Amaliyah ba'da salam sholat Jumat, sebelum merubah posisi kaki (kaki masih posisi Tahiyat akhir) :


فائدة : ورد أن من قرأ الفاتحة والإخلاص والمعوذتين سبعاً سبعاً عقب سلامه من الجمعة قبل أن يثني رجليه غفر له ما تقدم من ذنبه وما تأخر ، وأعطي من الأجر بعدد من آمن بالله ورسوله، ويوعد من السوء إلى الجمعة الأخرى، وفي رواية زيادة وقبل أن يتكلم حفظ له دينه ودنياه وأهله وولده ويقول بعدها أربع مرات : اللهم يا غني يا حمید، با مبدىء یا معید، يا رحيم يا ودود، أغنني بحلالك عن حرامك، وبطاعتك عن معصيتك، وبفضلك عمن سواك، ام باعشن. ونقل عن أبي الصيف أن من قال هذا الدعاء يوم الجمعة سبعين
اهـ
بغية المسترشدين ص: 1.6 


Faidah wirid

"Barangsiapa yg membaca surat Al Fatihah, Al Ikhlas dan surat Al Mu'awwidzatain (An Nas & Al Falaq) masing2 tujuh kali setelah ia salam dari shalat Jumat, sebelum dia melipat kedua kakinya dgn artian posisi kakinya tetap seperti tahiyat akhir.

Maka Allah ampuni dosa yg telah berlalu dan yg akan datang, dan Allah berikan pahala sebanyak jumlah orang yg beriman pada Allah dan rosul Nya, dan Allah janji akan menjauhkan dia dari kejelekan sampai Jumat berikutnya.

Dalam riwayat yg lainnya, "Kalo dibaca sebelum dia berbicara/berucap (kata2 lain), maka Allah akan menjaga agamanya, dunianya, keluarganya dan anak2 nya dan setelah itu bacalah doa ini :

اللهم يا غني يا حميد يا مبدئ يا معيد يا رحيم يا ودود أغنني بحلا لك عن حرامك وطاعتك عن معصيتك وبفضلك عمن سواك   

Allohumma Ya Ghoniyyu Ya Hamid, Ya Mubdi’u Ya Mu’id, Ya Rohimu Ya Wadud, Aghnini bihalalika an haromika, wa bi tho’atika an ma’shiyatika, wa bifadhlika 'amman siwaka.

Ya Allah, Wahai Dzat yg Maha Kaya, Maha Terpuji, Maha Pencipta,  Maha Mengembalikan, Maha Penyayang, Maha Pengasih, Maha penuh Cinta, kami memohon kepada Mu, jadikanlah kami kaya dgn apa yg telah Kau halalkan dari yg Kau haramkan, dan dgn ketaatan pada Mu dari bermaksiat pada Mu, dan karunia Mu dari pihak selain diri Mu."


📕Bughyatul Mustarsyidin, halaman 106, Cet. DKI (darul kutub 'ilmiyah).


~Qultu : Itu kan buat cowo, gimana kalo buat cewe? Kan ga wajib Solat Jumat?
Untuk wanita, boleh diamalkan setelah salam sholat Dzuhur di hari Jumat.

●●●

💠Makna Dan Nasehat Kemerdekaan

Makna dan Nasehat Kemerdekaan - Spesial HUT RI 

Oleh : Adam Mostafa EL Prembuny


☆Referensi saya :

📕'Idzhotun Nasyi `in
👳‍♂️Syaikh Musthofa al Ghulayini


Sesungguhnya setiap bangsa itu memiliki waktu kematian , dan kematian setiap umat ini adalah hari lenyapnya kemerdekaan umat atau bangsa itu sendiri . 
Kemerdekaan adalah karunia nya Allah , Tuhan Yang Maha Pencipta kpd makhluk Nya , yg diharapkan makhluk itu bisa memanfaatkan dgn baik untuk dirinya sendiri dan orang lain . 
Hurriyyah (kemerdekaan) dlm bahasa , berarti " pembebasan dari segala ikatan .Al Hurru ( orang yg merdeka) adalah lawan dari Al ' Abdu ( hamba/budak) , sebab dia bebas dari ikatan perbudakan . Al Hurru juga berarti "Pilihan" . Bisa berarti " baik " , jika digabung dgn kata "Ath Thin" atau "Ar Romlu" . Romlatun Hurrun artinya " Pasir yg bagus ditanami ". Ardhum Hurrun artinya "tanah yg bagus " . 

Dari penjelasan makna kata Al Hurriyyah tersebut , bisa dipahami bahwa kata Al Hurriyyah menunjukkan pengertian suci , bersih , bagus dan sesuatu yg murni sesuatu dari hal2 yg mengotori dan menodainya . 
Orang yg merdeka adalah orang yg murni pendidikannya , bersih jiwanya , berpegang teguh pada sifat2 terpuji , menjauhkan diri dari sifat2 tercela , melepaskan diri dari segala bentuk ikatan perbudakan dan melaksanakan kewajiban yg menjadi kewajibannya.

Sesungguhnya manusia diciptakan oleh Allah bukan untuk jadi budak atau hambanya orang lain . Tidak untuk jadi bola yg bisa ditendang ke sana kemari semau gue , dijadiin permainan para penguasa , dipermainkan oleh nafsu jahat kaum bangsawan. Tetapi, manusia diciptakan oleh Allah agar dia bekerja dan beramal , baik secara individu atau bersama , sesuai hukum Allah yg berlaku , yakni kebebasan/kemerdekaan.

Anugerah Allah yg besar berupa kemerdekaan ini gak akan dicabut oleh Allah kecuali disebabkan oleh rusaknya jiwa dan mental mereka yg dibuat oleh orang2 yg dzolim . Mereka yg dzolim itu gak akan mbiarin org2 yg dijajah bisa mencurahkan hatinya dgn ilmu pengetahuan . Soalnya mereka tau, bahwa ilmu pengetahuan yg benar itu justru akan menunjukkan kpd mereka utk mengetahui hak2 yg mereka punya.

Ilmu yg benar itu ibarat percikan api yg mengobarkan cita2 utk membebaskan diri dlm jiwa mereka dan membuat orang yg berakal menjadi peka pas mereka diperalat oleh kekuasaan yg bertindak sewenang2. 
Sayidina Umar bin Khotob bertanya kpd 'Amr bin Ash (gubernur Mesir) , ketika anaknya 'Amr berani mukulin seorang warga Mesir.

متى استعبدتم الناس وقد ولدتهم أمهاتهم أحرارا 

"Sejak kapan engkau memperbudak orang2 yg dilahirkan oleh ibu-ibu mereka dlm keadaan bebas? 
Ingat , seseorang itu belum bisa dianggap merdeka , kecuali kalo :

1.  Jiwanya udah mendapatkan pendidikan yg sempurna,
2. Tumbuh dlm hatinya tekad yg keras , memiliki ilmu yg ngga sedikit lalu berani membebaskan diri dari cengkeraman orang yg menguasainya dgn kekuatan dan kesungguhan . 
Buat siapapun yg belum bisa seperti itu , maka orang itu belom bisa dikatakan sbg orang yg merdeka, soalnya antara dia dan kebebasan masih terhalang oleh hamparan hutan lebat yg sangat mengerikan. 


Gak bisa disebut orang merdeka yakni : 

1. Orang yg menjadikan kemerdekaan sebagai kesempatan melakukan perbuatan yang hina,
2. Jalan menuju kerusakan , atau menjadikannya pedang untuk melenyapkan sikap menahan diri.
3. Menggunakannya sbg tombak untuk menusuk sifat2 keutamaan atau memanfaatkannya sbg anak panah untuk merusak kehormatan orang . 
Bukanlah kemerdekaan , jika perbuatan seseorang bisa bikin bahaya utk dirinya sendiri dan orang lain , misalnya menghamburkan harta , melecehkan sifat kemanusiaan, melakukan perbuatan mungkar , melakukan pengerusakan tatanan masyarakat dgn perbuatan2 yg nyakitin hati orang lain, ngadu domba , ngomongin org, bermusuhan dan perbuatan buruk lainnya yg gak sesuai dgn akhlak mulia.

Sebenarnya , banyak orang yg ngaku sbg orang merdeka , tapi masih memakai pakaian budak , dia menjadi tawanan nafsunya , budak pemimpin atau penguasa , dan budak hawa nafsu amarah , yg mendorongnya berbuat kerusakan , selalu melakukannya. Jika nafsu amarah itu mempengaruhinya agar gemar memfitnah dan mengancam orang lain , maka dgn cepat itu akan terpenuhi perbuatannya.

Tapi kalo akal sehatnya mendorongnya untuk mengerjakan hal2 yg dapat menghidupkan nya , dan orang yg tajam pikirannya menganjurkan agar melakukan sesuatu yg dapat mengangkat derajatnya serta kalo para pahlawan mengajaknya agar bangkit bersama rakyat dan mendukungnya . 
Maka, dia pasti akan berpura2 gak ndengerin seruan itu , atau bahkan dia malah ambil sikap bermusuhan dgn orang yg menyerukan hal baik tersebut . Kemudian dia mengklaim dirinya sbg orang yg merdeka .

Kemanusiaan dan kebebasan gak lain adalah dua faktor utama , kemakmuran dan dua unsur pokok kehidupan masyarakat yg harmonis . Bangsa mana pun yg ingin mencapai puncak peradaban yg tinggi dan kemakmuran yg merata , maka harus bekerja keras mendidik setiap warganya utk memahami arti kebebasan dan kemerdekaan yg sebenarnya , harus mengajarkan kpd putra putrinya dgn nilai2 luhur bangsa yg bersih dan murni.

Wahai generasi muda , bangkitkan perjuangan untuk mencapai kemerdekaan yg sejati , yg bebas dari campur tangan orang2 munafik dan para pengkhianat , karena kemerdekaan yg murni itulah jalan satu-satunya utk mencapai kejayaan . Kemerdekaan yg sejati adalah jalan menuju kehidupan yg bahagia .


📕'Idzhotun Nasyi `in, halaman 83 - 86, Cet. Darul Mi'roj.


○ 

الحرية 
إن للأمم آجالا . وأجل كل أمة يوم تفقد حريتها . الخزية هبة من الخالق للمخلـوق ، يصرفها فيما يعود على نفسه وعلى غيره بالسعادة والخيرة . وتدل في اللغة على معنى الخلـوص ؛ فالخر خلاف العبد ، لخلوصه من الزق . وخز كل شيء خياره . والخر من الطين والزمل هو الطيب منهما . وزملـة خرة ، أي صالحـة للإنبات . وخز كل أرض أطيبها . 
فأنت تـرى أن هذه المادة تدل على الظهـارة والجودة وخلوص الشيء مما يكدر صفاءة وجودته . 
والخرُ ـ بالمعنى المدني الصحيح ـ من كان خالص التربية ، نقي النفس ، متمسكا بالفضائل ، نافرًا من الرذائل ، كاسرا عنه قيود العبودية ، عاملا بما يطلبه منه الواجب . 
الآجال : جمع أجل ، وهو مدة الشيء ووقته الذي يحل فيه وينتهي إليه . الجودة بضم الجيم : الصلاح .
○ 
إن الانسـان لم يخلق ليكون عبد غيـره ، ولا ليكون كرة تتقاذفهـا الأهواء ، وتعمـل على تحريكها أيـدي الزعماء  ، وتصرفها حسب رغائبها نفوس الكبراء ؛ بل خلق ليعمل منفردا ومجتمعا بمقتضى الشئة الإلهية العامة ، وهي الحرية . ولم تُسلب هذه النعمة الربانية الكبرى من كثير من الناس إلا بسبب ما أفشـده الظالمون من نفوسـهم ؛ فلم يدعوا إلى تنوير أذهانهم بالعلم سبيلا ؛ لأن الظالميـن يعلمون يقينـا أن العلم الصحيح يهدي إلى معرفة الحقوق ؛ فهو الشرارة التي توقد في النفوس الهمم ؛ وتربأ بالعاقل أن يكون آلة تديرها المحركات الاستبدادية . 
وقد قال عمر بن الخطاب لعمرو بن العاص ، يوم ضرب ولده القبطي : « متى استعبدتم الناس ، وقد ولدتهم أمهاتهم أحرارا ! » . ألا إن الخر لا يكون خرا إلا إذا تهذبت نفسـه ، ونمت فيها ملكة الإرادة ، وحظي من العلم الصحيح بحظ غير قليل ؛ ثم أقدم على تحرير نفسه من ربق من يملكها بالقوة والجبروت . فمن 

لم يكن كذلك فقد شسعت بينه وبين الحرية المساوف ؛ وكان بينهما مفاوز جمة المخاوف  . 
ليس بالخر من اتخذ الحرية عنوانا للرذائل ، وطريقا للمفاسد ، وسيفا يجتاب به أردية العفة ، ورمخا يطعن به الفضيلة ، وسهما يمزق أعراض الناس . 
وليس من الحرية أن يفعل الإنسـان ما يضر به وبغيره : من إسراف في الأموال ، وإضاعة للإنسانية ، وإباحـة للمنكرات ، وسعي في إفساد الهيئة الاجتماعية ، بما يأتيه من ضروب الإيذاء والنّميمة والغيبة والعدوان ، وغير ذلك من نقائص الأخلاق . 
إن كثيرا من النـاس يدعي الحرية ، وقد لبـس لبوس العبودية . فهو أسير لشهواته ، عبد لزعمائه وأمرائه ، مملوك لنفسه الأمارة ؛ تدفعـه إلى الموبقات فيجيب ؛ وتخفزة إلى الشـعاية بغيره والضرر به ، فيهـرع إلى تلبيتها . وإن دعاة داعي العقل 
○ 
إلى ما يحييه ، وأهات به حـادي الوجدان إلى ما يعليه ، وناداه منادي الشهامة إلى ما ينهض بشعبه ويقويه ، تصام عن النداء ، أو سلك طريق المراء  . ثم هو بعد ذلك يدعي أنه إنسان خر . وما الإنسانية والحرية إلا عاملان للعمران ، وركنان للاجتماع . أية أمة أرادت أن تكون في ذروة من الحضارة سـامية ، ومكانة من السعادة عالية ، فعليها أن تربي أفرادها على الحرية الصحيحة ، وتغذي أبناءها بدرها  . الظهور الخالص . 
فانهضوا ، أيها الناشئون ، إلى الحرية الخالصة ، الخالية من شوائب المدلسين  ؛ فإنها سبيل النجاح ؛ وهي الحياة الشعيدة . 

📕'Idzhotun Nasyi `in 


●●●

💠Menerima Atau Menolak Hadiah Dari Penguasa?

Haruskah Kita Menerima Atau Menolak Hadiah Dari Penguasa? 

Oleh : Adam Mostafa EL Prembuny


📕Idhohul Asror 'Ulumil Muqorrobin
👳‍♂️Imam al Habib Muhammad bin Abdullah al 'Aydrus



Menolak atau Menerima Pemberian dari Penguasa?

~Di jaman ini ada beberapa orang terpandang (secara agama) yg menolak suatu pemberian penguasa.
Sikap ini sebenarnya muncul dari pemikiran yg lemah , ilmu yg dangkal dan jiwa yg buruk.

Mereka berbuat begitu demi menjaga kehormatan dan demi memperolehi pujian dari masyarakat awam . Mereka berpendapat bahwa hadiah pemberian penguasa itu akan membuat mereka hina dan dgn menolaknya maka akan membuat mereka jadi mulia . 
Hawa udah bikin nafsunya menyukai kemulian. Manusia mengira bahwa dgn menolak pemberian penguasa tersebut, ia telah bersikap Zuhud , padahal enggak samasekali. 

~Dugaan orang2 ini makin kuat setelah mereka mengetahui org2 awam yg meyakini bahwa dengan menolak pemberian adalah sikap mulia. Sikap inilah salah! Orang yg berakal tidak sepantasnya mengamalkan urusan agamanya dgn cara begitu . Ini adalah sikap orang2 yg sangat bodoh karna kebanyakan org2 awam suka sama kebatilan. Nabi ﷺ melarang Sayidina Umar untuk menolak sebuah pemberian.

~Menolak pemberian (yg padahal bisa ngasih manfaat di sisi Allah) demi mempertahankan harga diri dan mengharapkan pujian orang2 awam 》itu bukanlah sikap orang2 mulia.

Kaum 'Arifin lebih mengutamakan keridhoan Allah , gak peduli perbuatanya itu bakal meninggikan atau merendahkan harga diri mereka di mata masyarakat  atau engga. Sebab , dlm pandangan mereka, yg terpenting adalah menjaga pandangan Allah.

~Misalnya , jika ada seorang Sultan ngasih hadiah kpd seseorang dgn tujuan agar Sang Sultan tersebut terkenal dan namanya disebut2 masyarakat , maka orang yg menerima hadiah tersebut tetep lebih utama mengambilnya . Ia bisa make hadiah itu untuk memenuhi keperluannya jika memang dia bener2 butuh. Kalo dia gak butuh, ia bisa memberikannya kpd kaum fakir miskin . Kalo ada yg bilang :

“Kadang seseorang menolak hadiah karna hawatir harta itu haram , sebab sebagian besar hartanya Sultan (penguasa) itu haram” . 
~Menurut pandanganku (Al Habib Muhammad bin Abdullah al Aydrus) , harta Seorang Sultan/Penguasa yg haram jelas gak bisa diketahui (mungkin karna dah nyampur sama yg halal), dan gak mungkin dapat dikembalikan kpd pemiliknya yg haq, jadi wajib diberikan kpd orang2 yg benar2 memerlukan , yaitu kaum Fakir Miskin . Dan gak sepantasnya hadiah itu dihilangkan atau dibuang ke laut . Jadi gak ada cara lain kecuali nerima hadiah tersebut.

~Imam Hasan al Bashri adalah seorang yg benar2 bertaqwa , alim dan memiliki kedudukan tinggi , meskipun demikian beliau mau menerima hadiah dari Hajjaj bin Yusuf At Tsaqofi (Gubernur Irak). Diriwayatkan juga bahwa sayidina Abdullah ibnu Umar mau menerima hadiah dari seorang Raja . 
Beliau berkata , " Aku gak meminta sesuatu dari manusia , tetapi aku gak akan nolak rezki yg Allah berikan ".

~Kalo ada orang yg berkata : "Kaum Sholihin pada masa generasi salaf, mereka menolak menerima hadiah yg diberkan Sultan". 
Maka menurutku , mereka menolak karna tempat dan keadaan yg mengharuskan berbuat demikian dan mereka mau menerimanya juga karna tempat dan keadaan yg membuat mereka harus menerimanya.

~Imam Syafi'i pernah menolak hadiah dari Sultan Harun ar Rosyid , karna hadiah tersebut diberikan pada saat yg gak tepat . Jadi waktu itu Imam Syafi'i menasihati Sultan Harun ar Rasyid sampe hatinya Sultan menjadi luluh, dan suasana majelis Sultan sangat khusyu serta banyak membahas urusan akhirat.

Tetapi di luar majelis , Imam Syafi'i mau nerima hadiah dari Sultan Harun ar Rasyid karna tempatnya baik dan keadaannya tepat . Peristiwa2 itu terjadi dlm keadaan yg berbeda . Dulu kaum sholihin menolak hadiah Sultan kerana kehidupan zaman itu mudah dan rezeki melimpah . Tapi di jaman kita ini , masyarakat mengalami kesempitan hidup.

~Zaman kita jauh beda dgn zaman orang2 Salaf dulu . Sekiranya orang2 dulu yg menolak menerima pemberian itu dan membagikannya kpd kaum fakir miskin dan orang2 yg mengalami kesulitan hidup itu karna keadaan dan waktu gak berpihak ke mereka . Sesungguhnya gak ada amalan yg lebih utama daripada usaha untuk memperhatikan kaum fakir miskin dan membahagiakan anak2 mereka.

~Hati2 juga , jangan sampe kamu tertipu oleh Syaithonirrojim sehingga kamu gak bisa melihat kebenaran . Jangan kamu nolak pemberian org lain biar kamu dipandang mulia oleh masyarakat. Sebab nolak pemberian akan menyebabkan dirimu merasa sombong dan tinggi. Dan perbuatan itu sama sekali gak ada manfaatnya di sisi Allah.

~Mana yg lebih kamu suka, dapet kedudukan yg mulia di sisi Allah atau hadi mulia di pandangan kaum awam? 
Manakah yg lebih utama bagi orang yg berakal dan berpandangan jernih , menolak? atau menerima hadiah lalu untuk dibagikan utk fakir miskin? Hanya orang yg berakal tentu yakin , bahwa membagikan pemberian tersebut kpd orang2 yg memerlukan dan tidak berharta adalah LEBIH UTAMA . 


📕Idhohul Asror 'Ulumil Muqorrobin, halaman 74-76, Cet. Darul Hawi.


فينبغي له أن يخفض من نفسه ، وأن يعامل الله تعالى بكسر شيء من وجاهته ، فيساعد الناس على ضروراتهم ومصالحهم ، فيشفع للمنكسرين ، ويكون وصلة للفقراء إلى الأغنياء ، وإن ذهب شيء من وجاهته عوضه الله تعالى بما هو خير له ، ومما نحن فيه أن قوماً ينسبون إلى الصلاح ، وتحسن ظنون الناس فيهم يردون الفتوح التي يتواصلون بها ، وهذا منهم ضعف رأي وقلة علم ، وسوء دخيلة حفظاً للناموس ، ومراعاة لمدح العوام ، لأن في الأخذ كشراً ، وفي الامتناع منه ترفعاً وتعززاً . والهـوى يخلب النفس ويغلظها ، فلميل النفس إلى الترفع ، يتوهم الإنسان أن امتناعه من الأخذ زهداً ، وليس كذلك ! ويقوي هذا الوهم على هذه الطائفة استحسان العوام للامتناع من الأخذ ، وذلك غلط لا ينبغي للعاقل أن يبني عليه أمر دينه .. فهو من حماقات الجهال ، لأن العوام أكثر ميلهم مع الباطل . . ونهي النبي ﷺ لعمر - رضي الله عنه حين أعطاه فرد ، معلوم . فقال له : « یا عمر ! إذا آتاك الله شيئاً من هذا المال من غير مسألة فخذه ، فإن كنت محتاجاً إليه فتموله ، وإن لم تكن محتاجاً إليه فاصرفه إلى غيرك » ! وليس من شيم الأخيار ترك ما ينفع عند مولاهم حفظاً للناموس ، ومراعاة لمدح العوام ، لأن شأن العارفين إيثار مرضاته تعالى سواء كان في ذلك إعزاز لجانبهم ، أو كسرهم وهـوانـهـم في أعين الناس ، لأنهم يرون الأهم مراعاة جانب المولى تعالى ، فالسلاطين مثلا إذا أعطوا أحداً شيئاً للشهرة والذكر بين الناس ، فالأولى أخذه ، لأنه إن كان محتاجاً إليه 

٧٤ 

فليصرفه في ضروراته ، وإن كان غنياً عنه فليصرفه إلى الفقراء والمساكين ، فإنهم مستحقون دون غيرهم . فإن قال قائل : قد يكون رده من جهة خوف حرمته ، فإن أموال السلاطين الغالب عليها الحرمة . قلنا : هذه الأموال الحرام التي في أيدي السلاطين مجهولة ، ولا يمكن ردها إلى أربابها ؛ فيجب صرفها إلى أرباب الضرورات من الفقراء والمساكين .. إذ لا سبيل إلى غير ذلك ، ولا ينبغي إتلافها ورميها في البحار ، فهذا الرجل الصالح إذا حصل بيده شيء من أموال السلاطين ، فإن كان من الحرام الذي تقدم ذكره ، فينبغي لهذا الصالح أن لا يفوته ؛ بل يقبله ويصرفه إلى أربابه من هؤلاء المستضعفين الهلكي ، الذين يتعذر عليهم القوت ، إذ من المعلوم أنه إذا ردّ هذا المال فإنه يذهب على هؤلاء الضعفاء الذين هم مستحقوه . وقد كان الحسن البصري - رحمة الله عليه ـ مع رسوخ قدميه ، وجلالة قدره يقبل صلة الحجاج ، وعلم الحسن معلوم ، وقد روي عن ابن عمر - رضي الله عنهما ـ أنه كان يقبل صلة السلطان ويقول : لا أسأل أحد شيئاً ، ولا أرد ما رزقني الله ! فإن قال قائل : فالأولون قد ردوا صلات السلاطين .. قلنا : ردوا في موضع الرد ، وأخذوا في موضع الأخذا فإن الشافعي - رحمة الله عليه ـ رد صلة الرشيد حيث كان المجلس غير لائق بالأخذ ، فإن الشافعي وعظ الرشيد فلان قلب الرشيد ورق ، وكان الغالب على المجلس أمر الآخرة خشوعاً ورقة ، فما كان الأخذ لائقاً ، وقد قبل الشافعي من الرشيد في غير ذلك المجلس .. حيث كان الأخذ لائقاً . 

٧٥ 

... 

فإن الأحوال تختلف ، وأيضاً فإن ذلك الرد كان في أزمان الرخاء ، وسعة الأرزاق .. إذ كان في الناس رمق ، ولم تكن أزمان الأولين كأزماننا هذه في ضيق الأرزاق وقلة الفوائد ، ولو كان الأولون الذين ردوا صلات السلاطين في أزماننا هذه لأخذوا الأموال ، وتفقدوا بها ضرورات هؤلاء المستضعفين اليوم ، الذين قد أضرت بهم الأحوال ، ومالت عليهم الأزمان ، فلا شيء أفضل من النظر في أحوال هذه الخليقة المقهورة ، وتفريح صغارهم ، فاحذر أيها الأخ أن يلبس عليك الشيطان ، فيخفى عليك وجه الصواب ، أو تقصد قصداً سيئاً فتراعي جانب المخلوقين إيثاراً لحسن اعتقادهم فيك ، ليقال إن فلاناً ردّ جائزة السلطان ؛ لأن الرد والامتناع من الأخذ يكسب النفس تجبراً وعلواً لا حاصل له عند الله تعالى ، إذ المعول عليه عند العارفين أصحاب الصدق والتحقيق ما ينفع عند المولى تعالى ، وإن جر ذلك عليهم طعناً في جانبهم ، وكشراً لوجاهتهم ، وكذا العادة فيما خلص من أعمال البر أن يكسر أربابها وتوحشهم في نظر العوام ، ولكنها ترفعهم عند الله تعالى ! فأيما أحب إلى العبد أن يرفع عند الله جلت عظمته أو في نظر العوام ؟ فليت شعري إذا فتح للعبد مائة دينار ، فألهمه الله أن افتقد بها مائة بيت من هؤلاء المساكين المحرومين ، فشرهم ووسع عليهم ، وفرح صغارهم . فأيما أفضل وأولى عند العقلاء ذوي النظر الصحيح ردها والامتناع من قبولها أو صرفها إلى هؤلاء المساكين ؟ لا يشك عاقل أن صرفها إلى هؤلاء المحاويج المحرومين أولى 

٧٦ 

📕Idhohul Asror 'Ulumil Muqorrobin, halaman 74 - 76.

●●●

Jumat, 04 Oktober 2024

💠Etika Bersosial Masyarakat Dalam Islam

Etika Bersosial Masyarakat Yang Dianjurkan Dalam Agama Islam

Oleh : Adam Mostafa El Prembuny


☆Referensi saya :

📕Risalah al Muawanah
👳‍♂️Imam al Habib Abdulloh al Haddad


Al Imam Abdulloh al Haddad dalam kitabnya yakni Risalah al Muawanah, beliau menuliskan hal-hal penting yang dianjurkan dalam agama Islam tentang etika bersosial masyarakat terutama kepada sesama muslim.

Di antaranya :

1. -Hendaknya kamu- beri salam kpd setiap muslim yg kamu kenal dan yg nggak kamu kenal.

2. Kalo kamu beri salam kpd salah seorang dari mereka lalu dia nggak njawab salammu, maka jangan buru2 prasangka buruk kpd nya, dan katakan dlm hatimu, mungkin dia nggak denger atau mungkin dia udah njawab cuma akunya aja yg nggak denger.

3. Kalo kamu masuk rumahmu, ucapkanlah salam kpd keluargamu. Kalo kamu masuk masjid atau rumah yg nggak ada orang di dalem nya, maka ucapkanlah:  السلام علينا وعلى عباد الله الصالحين
"Salam sejahtera bagi kita dan kpd para hamba Allah yg sholih."

4. Kalo kamu ketemu seorang muslim usahain kamu duluan yg mulai kasih salam sebelum dia memberi salam sama kamu.

5. -Hendaknya kamu- doain orang yg bersin. Kalo dia udah baca Alhamdulillah, kalo dia belum membaca Alhamdulillah, coba ingetin dia dgn ucapanmu: "Alhamdulillah".

6. Janganlah kamu masuk rumah orang lain sebelum kamh minta ijin dulu. Kalo kamu udah minta ijin sebanyak 3 kali, tapi masih belum diijinkan masuk, maka kamu jangan minta ijin lagi supaya dibolehin masuk.

7. Kalo ada seorang muslim yg memanggilmu, maka jawablah dgn ucapan labbaika (Ya, aku penuhi panggilanmu)
[bahasa mudahnya ~"Ya, saya kesitu"]

8. Kalo ada yg ngundang kamu untuk dateng ke jamuan makan, maka jangan kamu tolak kecuali ada udzur yg syar'i.

9. Kalo dia bersumpah minta kamu untuk melakukan sesuatu atau meninggalkan sesuatu, maka lakukanlah sumpahnya selama bukan perbuatan dosa.

10. Kamu jangan minta sesuatu dari seseorang dgn memakai nama Allah, tapi kalo kamu dimintai sesuatu dgn memakai nama Allah, jangan pernah kamu tolak.

Rosulullah ﷺ bersabda:
ملعون من سئل بالله فلم يعط
Artinya: "Terlaknatlah seseorang yg dimintai dgn nama Allah tetapi ia tidak memberi."

11. -Hendaknya kamu- nengok orang2 yg sakit, nganterin jenazah, dan berkunjung ke saudara2 muslim karena Allah.

12. Setiap kamu rindu sama mereka, jabatlah tangan mereka dan pas ketemu mereka, tanyalah tentang keadaan mereka, dan tanyakanlah tentang orang yg sedang bepergian.

13. Kalo dia sakit, maka tengoklah dia. Kalo dia lagi sibuk, bantu semampu kamu, kalo nggak mampu mbantu, maka berdo'alah untuknya.

14. -Hendaknya kamu- berprasangka baik kpd setiap muslim dan jangan sampe kamu berprasangka buruk terhadap seorangpun dari mereka.

☆Puncak berprasangka baik kepada kaum muslimin adalah :

~Kamu nggak meyakini keburukan dlm perbuatan maupun ucapan mereka sedikitpun.

~Kamu selalu beranggapan baik terhadap nya, kalau memang kamu nggak menemukan anggapan yg baik terhadapnya seperti dlm kemaksiatannya, maka seenggaknya cara kamu prasangka baik terhadap pelakunya adalah kamu larang mereka melakukannya dan menganggap bahwa keimanan mereka akan membawa mereka untuk bertaubat serta menghentikan perbuatan itu dan tidak mengulanginya lagi.

☆Sedangkan puncak prasangka buruk terhadap kaum muslimin adalah

~Kamu nganggep buruk perbuatan dan ucapan mereka yg kelihatannya baik. Diantara contohnya adalah, kamu ngeliat seorang muslim memperbanyak shalat, sedekah, dan membaca Al Qur'an.
Lalu kamu anggep bahwa dia ngelakuin hal itu cuma untuk caper dan pamer ke orang lain, nyari ketenaran dan pengin imbalan harta, dll.

Anggapan buruk ini nggak akan muncul kecuali dari orang yg hatinya buruk dan hal itu termasuk sifat orang2 munafik.

Firman Allah ta'ala :
الذين يلمزون المطوعين من المؤمنين في الصدقت
Artinya: "(Orang2 yg munafik) yaitu orang2 yg mencela orang2 mukmin yg memberi sedekah dgn sukarela." 📚At Taubah : 79

Rosulullah ﷺ bersabda:
أكثروا من ذكر الله حتى يقول المنا فقون إنكم مراءون
Artinya: "Perbanyaklah berdzikir kpd Allah sampe orang2 munafik mengatakan sesungguhnya kalian hanyalah pamer."

15. -Hendaknya kamu- memperbanyak istighfar dan do'a terutama untuk dirimu, sodara dan teman2 mu serta seluruh umat Islam secara umum karena mendo'akan saudara sesama muslim tanpa mereka ketahui adalah mustajab.

16. {Mendoakan Orang Tua}
○Imam Maimun bin Mahran berkata: "Barangsiapa yg memintakan ampun untuk kedua orang tuanya setiap selesai solat wajib, maka ia telah memenuhi terima kasih bagi keduanya.

Firman Allah taala :
في عامين أن أشكر لى ولو لديك إلى المصير
Artinya: "Bersyukurlah kepada Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu." 📚 Luqman : 14

17. Telah diriwayatkan barangsiapa yg memintakan ampun bagi kaum mukminin mukminat setiap harinya sebanyak 27 kali, ia termasuk orang2 yg terkabul do'anya dan termasuk yg karena merekalah para hamba Allah swt diberi rezeki dan diberi hujan, inilah sifat para wali Allah.

18. -Ketahuilah- sesungguhnya hak2 seorang muslim atas muslim lainnya banyak sekali, kalo kami pengin melaksanakannya dgn yg sebenar2 nya, maka perlakukanlah kaum muslimin sebagaimana kamu ingin mereka memperlakukanmu, baik pas mereka ada di hadapanmu ataupun sedang nggak ada di hadapanmu.

19. Tanamkanlah dlm hatimu dan berusahalah untuk menginginkan kebaikan utk mereka seperti apa yg kamu inginkan bagi dirimu dan tidak menginginkan keburukan menimpa mereka sebagaimana kamu tidak menginginkannya menimpa dirimu.

○Imam Yahya bin Mu'adz berkata: "Kalo kamu nggak bisa ngasih manfaat buat umat Islam, maka janganlah kamu mencelakai mereka, jika kamu nggak bisa menghibur mereka, maka janganlah nyakitin mereka, jika kamu nggak bisa menggembirakan mereka, maka janganlah nyusahin mereka, kalo kamu nggak bisa memuji mereka, maka janganlah kamu menghina mereka."

○Sayyid Muhyiddin Syaikh Abdul Qodir al Jailani berkata:  "Jadilah kalian bersama Allah, sehingga seakan2 nggak ada makhluk dan bersama makhluk seakan2 nggak ada hawa nafsu."

○Para Salafusholih berkata: "Manusia ada yg diuji dan ada yg diselamatkan, oleh karena itu kasihanilah orang2 yg teruji dan bersyukurlah kpd Allah atas keselamatan itu."

Segala puji hanyalah bagi Allah swt, Tuhan alam semesta.


📕Risalah al Muawanah, halaman 151 - 154 Cet. Darul Hawi.



(وعليك) بإقراء السلام على كل من تعرفه ومن لا تعرفه من المسلمين، وإذا سلمت على أحد منهم فلم يرد عليـك فلا تسيء به الظن، وقل لعله لم يسمع أو لعله ردّ فلم أسمعه . وإذا دخلت بيتك فسلم على أهلك، وإذا دخلت مسجدا أو بينـا وليس فيه أحد فقل: السلام علينا وعلى عباد الله الصالحين، وإذا لقيت مسلما فاجتهد أن تبدأه بالسلام قبل أن يسلم عليك قيل لرسول الله صلى الله عليه وسلم: «إذا لقي المسلم المسلم فأيهما يبدأ بالسلام؟؟ قال أولاهما بالله» وفي الحديث : «يسلم الراكب على الماشي، والقائم على القاعد، والصغير على الكبير، والقليل على الكثير» .

(وعليك) بتشميت العاطس إذا حمد فإن لم يحمـد فذكره بقولك الحمد الله . ولا تدخل على بيت غيرك حتى تستأذن أولا فإن استأذنت ثلاثا فلم يؤذن لك فلا تُعد الاسئذان، وإذا ناداك مسلم فأجبه بالتلبية .

وإذا دعاك إلى طعامه فلا تترك الإجابة إلا لعذر شرعي ،

وإذا أقسم عليك أن تفعل شيئا أو تتركه فبر قسمه ما لم يكن فيه معصية الله . ولا تسأل أحدا بالله شيئا وإن سئلت بالله شيئا، فإياك أن تمنع، قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : «ملعون من سئل بالله فلم يعط» .

(وعليك) بعيادة المرضى، وتشييع الجنائز، وبزيارة إخوانك المسلمين في الله كلما اشتقت إليهم، وبمصافحتهم عند اللقاء، وسؤالهم عن أحولهم، والسؤال عمن غاب منهم ؛ فإن كان مريضا عدته، وإن كان في شغل أعنته إن استطعت وإلا دعوت له .

(وعليك) بحسن الظن بجميع المسلمين واحذر أن تسيء الظن بأحد منهم، قال عليه الصلاة والسلام: خصلتان ليس فوقهما شيء من الخير : حسن الظن بالله وحسن الظن بعباد الله ، وخصلتان ليس فوقهما شيء من الشر، سوء الظن بالله، وسوء الظن بعباد الله » .

وغاية حسن الظن بالمسلمين أن لا تعتقد الشر في شيء من أفعالهم وأقوالهم وأنت تجد له محملا في الخير فإن لم تجد له محملا في الخير كالمعاصي فنهاية حسن الظن بمرتكبيها أن تنهاهم عنها وتظن بهم أن إيمانهم يحملهم على الانتهاء عنها وترك الإصرار عليها بالتوبة منها .

وغاية سوء الظن بالمسلمين أن تعتقد السوء في أفعالهم
وأقوالهم التي ظاهرها الخير (ومثال ذلك) أن ترى مسلما يكثر
الصلاة والصدقة والتلاوة فتظن به أنه ما فعل ذلك إلا مرائيا للناس
وحرصا على المال والجاه وهذا الظن الفاسد لا يصدر إلا من ذي
طوية خبيثة وهو من أخلاق المنافقين وقد قال الله تعالى في
وصفهم: «الذين يلمـزون المـطوعين من المؤمنين في
الصدقات»، أي يرمونهم بالرياء. وقال صلى الله عليه وسلم :
«أكثروا من ذكر الله حتى يقول المنافقون إنكم مراءون» .

(وعليك) بالإكثار من الدعاء والاستغفار لنفسك ولوالديك
وقرابتك وأصحابك خصوصا ولسائر المسلمين عموما فإن دعاء
المسلم لأخيه بظهر الغيب مستجاب . وقال صلى الله عليه وسلم :
«دعوتان ليس بينهما وبين الله حجاب دعوة المظلوم ودعوة المسلم
لأخيه بظهر الغيب» .

وقال عليه السلام : «إذا دعا المسلم لأخيه بظهر الغيب قال
الملك آمين ولك بمثله» وقال ميمون بن مهران رحمه الله
من استغفر لوالديه بعد كل مكتوبة فقد قام بالشكر لهما الذي أمره
الله به في قوله : «أن اشكر لي ولوالديك؟ .

وورد أن من استغفر للمؤمنين والمؤمنات في كل يوم سبعا
وعشرين مرة كان من الذين يستجاب دعاؤهم وبهم يرزق العباد
ويمطرون وهذا وصف الأولياء .

(وعلم) أن حقوق المسلم على المسلم كثيرة فإذا أردت
القيام بها على وجهها فعامل المسلمين في غيبتم وحضورهم
بما تحب أن يعاملوك به وجاهد نفسك ووطن قلبك على أن تحب
لهم من الخير ما تحب لنفسك وتكره لهم من الشر ما تكـره
لنفسك. وقد قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: «لا يؤمن
أحدكم حتى يحب لأخيه ما يحب لنفسه» وقال رسول الله صلى
الله عليه وسلم: «المسلم للمسلم كالبنيان يشد بعضه بعضا،
وكالجسد الواحد إذا اشتكى منه عضو تداعى له سائر الجسد
بالسهر والحمى».

وقال يحيى بن معاذ رحمه الله : إذا لم تستطع أن تنفع
المسلمين فلا تضرهم، وإذا لم تستطع أن تسرهم فلا تسؤهم ،
وإذا لم تستطع أن تفـرحهم فلا تغمهم، وإذا لم تستطع
أن تمدحهم فلا تذمهم، وقال سيدي محيي الدين عبد القادر
الجيلاني رضي الله عنه: كن مع الحق كأن لا خلق وكن
مع الخلق كأن لا نفس، وقال بعض السلف: الناس مبتلى
ومعافى فارحموا أهل البلاء واشكروا الله على العافية

والحمد الله رب العالمين .


●●●

💠Tingkatan Mujtahid Fiqih Dalam Islam

Tingkatan Mujtahid Fiqh Dalam Islam Menurut Syaikh Wahbah Zuhaili

Oleh : Adam Mostafa EL Prembuny



☆Referensi saya :

📕Fiqhul Islamiy wa Adillatuhu
👳‍♂️Syaikh Wahbah az Zuhaili


Menurut kitab Fiqhul Islamiy wa Adillatuhu karya Syaikh Wahbah az Zuhali al Hanafiy, beliau menuliskan tingkatan Mujtahid (Ahli Ijtihad) fikih menjadi beberapa tingkatan :


■1. Mujtahid Muthlaq yg Berijtihad Sendiri (Mujtahid Mustaqil)

Adalah mujtahid yg mampu membuat kaidah sendiri. Ia membina fikih di atas kaidah2 tersebut. Yg termasuk dlm tingkatan mujtahid paling tinggi ini adalah para Imam mazhab empat (Imam Abu Hanifah, Imam Maliki, Imam Syafi’i dan Imam Ahmad).

■2. Mujtahid Muthlaq yg Tidak Berijtihad Sendiri (Mujtahid Muthlaq Ghoiru Mustaqil)

Adalah mujtahid yg memiliki syarat2 berijtihad yg dimiliki mujtahid mustaqil, tetapi ia tidak menciptakan kaidah2 sendiri, tapi mengikuti cara salah seorang dari para imam mujtahid.

Jadi, mereka adalah Muntasib (mengikuti) bukan mustaqil.

Contoh Mujtahid Muntasib adalah murid2 para imam madzhab empat tadi, di antaranya Qodhi Abu Yusuf dan Zufar dari golongan Hanafi.

Kemudian Ibnul Qosim, Al Asyhab, dan Asad Ibnul Furot dari mazhab Maliki.

Imam al Buwaithi dan Imam al Muzani dari mazhab Syafi’i

Imam Abu Bakar al Marwazi dari mazhab Hambali.

Jadi, mereka kadang berbeda pendapat dgn guru mereka, tetapi mereka mengikutinya dlm kaidah2 yg utama.

Kedua tingkatan ini (Mustaqil dan Muntashib) sudah habis dan tidak ada lagi.

■3. Mujtahid Muqoyyad

Disebut juga dgn mujtahid dlm masalah2 yg gak ada nash dari para Imam madzhab atau Mujtahid Takhrij. Contohnya seperti :

Imam al Khoshof, Imam At Thohawi, Imam al Karkhi, Imam al Hilwani, Imam as Sarakhsi, Imam al Bazdawi dan Imam Qodhi Khan 》dari madzhab Hanafi.

Imam al Abhari dan Imam Ibnu Abi Zaid al Qairuwani 》dari madzhab Maliki.

Imam Abi Ishaq Asy Syirazi, Imam al Marwazi, Imam Muhammad bin Jabir, Imam Abu Nashr, dan Imam Ibnu Khuzaimah 》 dari mazhab Syafi’i.

Imam Qodhi Abu Ya’la dan Imam Qodhi Abu 'Ali bin Abi Musa 》dari madzhab Hanbali.

Mereka Semua dinamakan Ashhabul wujuh, sebab melahirkan hukum2 yg tidak dinashkan oleh para imam. Perbuatan mereka dinamakan satu wajah dlm mazhab atau satu pendapat dlm mazhab.
Pendapat2 ini dinisbatkan kpd para imam ini, bukan kpd imam pencetus mazhab. Hal ini banyak terjadi dlm madzhab Syafi’i dan Hanbali.

■4. Mujtahid Tarjih

Adalah mujtahid yg mampu menguatkan pendapat  imam mazhab dgn pendapat2 yg lain. Atau yg mampu merojihkan di antara apa yg dikatakan oleh imam, dan apa yg dikatakan oleh murid2 nya ataupun oleh para imam yg lain. Jadi, ia berusaha menguatkan sebagian riwayat yg lain.

Yg termasuk dlm kategori ini yakni Imam Al Qoduri dan Imam al Marghinani (sohibul kitab Al Hidayah) 》dari madzhab Hanafi.

Seperti Imam al Kholid 》dari madzhab Maliki.

Seperti Imam ar Rofi’iy dan Imam An Nawawi 》dari madzhab Syafi’i.

Dan seperti Imam Al Qodhi Alauddin al Mardawi, Imam Abul Khothob Mahfudz al Baghdadi 》dari madzhab Hanbali.

■5. Mujtahid Fatwa

Adalah mujtahid yg berpegang kuat dgn madzhab, ia menerima dan menyampaikannya kpd orang lain, serta memberi penjelasan dlm perkara2 yg jelas dan dlm perkara2 yg musykil/sulit.

Ia membuat perbedaan di antara pendapat yg paling kuat, yg kuat, yg lemah, yg rajih (dikuatkan), dan yg marjuh (dilemahkan). Tapi ia punya kelemahan dlm menguraikan dalil dan mengemukakan bandingannya (qiyasnya).

Mereka terdiri atas para penulis kitab pada zaman mutakhir seperti pengarang kitab Al Kanz, pengarang kitab Durul Mukhtar, pengarang kitab Al Wiqoyah, pengarang kitab Majma’ ul Anhar 》dari madzhab Hanafi.

Seperti Imam ar Romli dan Ibnu Hajar al Haitami 》dari madzhab Syafi’i.

■6. Thobaqot Muqollidin

Muqollid adalah ulama yg tidak mempunyai kemampuan untuk membuat perbedaan antara pendapat yg lemah dan yg kuat, serta tidak dapat membedakan antara yg rajih dan yg marjuh.

~Qultu : "Muqollid" adalah ulama yg menyandarkan ketentuan hukum suatu tindakan berdasarkan fatwa seorang Mujtahid tertentu, oleh karena itu amalan mereka disebut pula sbg amalan taqlid.

Selain itu, jumhur ulama tidak membedakan antara mujtahid muqoyyad dgn mujtahid takhrij, tapi Imam Ibnu ‘Abidin al Hanafiy meletakkan thobaqot Mujtahid Takhrij di tempat yg ke empat setelah mujtahid Muqoyyad dgn memberi contoh sprti : Imam al Jashosh al Hanafiy dan ulama2 yg setingkat dengannya.

📕Fiqhul Islamiy wa Adillatuhu, juz 1 halaman 47 - 48, Cet. Darul Fikr.


~Qultu : Makna "Thobaqot" menurut bahasa, adalah suatu kaum yang memiliki kesamaan dalam suatu sifat. Lebih simple nya bisa disebut kumpulan biografi orang-orang yang sejenis.

Secara istilah, adalah suatu kaum yang hidup dalam satu masa dan memiliki keserupaan dalam umur dan sanad, yakni pengambilan hadis dari para guru.

○○○

مراتب الفقهاء

لابد للمفتي أن يعلم حال يفتي بقوله, فيعرف درجته في الرواية وفي الدراية, وطبقته بين طبقات الفقهاء, ليميز بين الآراء المتعارضة, ويرجح أقواها

1. المجتهد المستقل : وهو الذي استقل بوضع قواعده لنفسه, يبني عليها الفقه, كأئمة المذاهب الأربعة. وسمى ابن عابدين هذه .الطبقة : طبقة المجتهدين في الشرع

٢. المجتهد المطلق غير المستقل : وهو الذي وجدت فيه شروط الاجتهاد التي اتصف بها المجتهد المستقل, لكنه لم يبتكر قواعد لنفسه, بل سلق طريق إمام من أئمة المذاهب في الاجتهاد, فهو مطلق منتسب, لا مستقل, مثل تلامذة الأئمة السابق ذكرهم كأبي يوسف محمد وزفر من الحنفية, وابن القاسم وأثهب وأسد بن الفرات من المالكية, والبويطى والمزني من الشافعية, وأبي بكر الأثرم, وأبي بكر المروذي من الحنابلة. وسمى ابن عابدين هذه الطبقة : طبقة المجتهدين في المذهب : وهم القادرون .على استخراج الأحكام من الأدلة الفروع, لكن يقلدونه في قواعد الأصول. وهاتان المرتبتان قد فقدتا من زمان

3. المجتهد المقيد, أو مجتهد المسائل التي لا نص فيها عن صاحب المذهب أو مجتهد التخريج, كالخصاف والطحاوي والكرخي والحلواني والسرخسي والبزدوي وقاضي خان من الحنفية, وأبي إسحاق الشيرازي والروزي ومحمد بن جرير وأبي نصر وابن خزيمة من الشافعية, والقاضي أبي يعلى والقاضي أبي علي بن أبي موسى من الحنابلة. وهؤلاء يسمون أصحاب .الوجوه, لأنهم يخرجمن ما لم ينص عليه على أقوال الإمام, ويسمى ذلك وجها في المذهب, أو قولا فيه

٤. مجتهد الترجيح : وهو الذي يتمكن من ترجيح قول لإمام المذهب على قول آخر, أو الترجيح بين ما قاله الإمام وما قاله تلاميذه أو غيره من الأئمة, فشأنه تفضيل بعض الروايات على بعض, مثل القدوري والمرغيناني صاحب الهداية من الحنفية, والعلامة خليل من المالكية, والرفعي والنووي من الشافعية, والقاضي علاء الدين المرداوي منقح مذهب الحنابلة, وأبي الخطاب .محفوظ بن أحمد الكلوذاني البغدادي (510هـ) المجتهد في مذهب الحنابلة

ه. مجتهد الفتيا : وهو أن يقوم بحفظ المذهب ونقله وفهمه في الواضحات والمشكلات, ويميز بين الأقوى والقوى والضعيف, والراجح والمرجوح, ولكن عنده ضعف في تقرير أدلته وتحرير أقيسته, كأصحاب المتون المعتبرة من المتأخرين, مثل صاحب .الكنز, وصاحب الدر المختار, وصاحب الوقاية, وصاحب مجمع الأنهر من الحنفية, والرافعي والنووي من الشافعية

.6. طبقة المقلدين : الذين لا يقدرون على ما ذكر من التمييز بين القوي وغيره, ولا يفرقون بين الغث والسمين

هذا ولم يفرق الجمهور بين المجتهد المقيد, ومجتهد التخريج, وجعل ابن عابدين طبقة مجتهد التخريج مرتبة رابعة بعد المجتهد المقيد, ومثل له بالرازي الجصاص (المتوفى سنة 370هـ) وأمثال


●●●


Sabtu, 28 September 2024

💠Jangan Nikah Kalau Masih Fokus Ngaji

Untuk Pria, Jangan Buru-buru Nikah Kalau Masih Fokus Menuntut Ilmu (ngaji) 》Wasiat Imam Abu Hanifah Kepada Para Pemuda

Oleh : Adam Mostafa EL Prembuny


☆Referensi saya :

📕Al Asybah Wan Nadzoir
👳‍♂️Imam Ibnu Nujaim (970H)


Apakah harus mapan dulu sebelum nikah?

Engga juga, mapan itu relatif, karna kita lihat dari segi jumlah materi yang kita miliki. Gak ada ketentuan harus punya uang sekian juta atau sekian milyar dulu atau harus punya mobil dulu baru boleh nikah, gak ada aturan begitu.

Yang pasti, jika ingin menikah tentu harus punya bekal ilmu dan harta, serta kesiapan mental.
Cari ilmu dulu (ngaji) sampe tuntas, terutama ilmu agama (khususnya fiqh nikah/pranikah), ilmu lainnya nyusul, setelah itu bangun skill/keahlian tertentu sebelum mendapatkan pekerjaan atau cari kerja yang halal lainnya untuk kumpulin uang.

Baru setelah kira-kira setelah bekal uang dan harta sudah dirasa cukup untuk modal nikah berupa mahar, resepsi, tempat tinggal dan untuk kasi nafkah di masa2 awal setelah nikah, maka menikahlah.

Yang enak itu kalo sebagian besar modal dan biaya udah ditanggung ortu, itupun kalau kamu punya ortu yang kaya raya yang bisa back-up semua biaya mu 😄

Ets, tapi lebih gacor lagi kalau sebagian besar modal dan biaya itu berasal dari usahamu/hasil kerjamu sendiri, itu suatu kebanggaan dan kepuasan tersendiri bagi seorang pria.

Yang harus selalu diingat, ngidupin anak org itu butuh biaya besar. Apalagi pas dia mengandung dan setelah melahirkan, dan terlebih lagi ketika anak-anak mulai bersekolah. Butuh mental yang kuat, kerja keras, ekstra sabar dan tanggungjawab serta keikhlasan dalam membangun dan membina rumah tangga, makanya wajib punya bekal ilmu (agama) dan harta.

Inilah nasihat Al Imam al A'dzhom Abu Hanifah :


وصية الإمام الأعظم
ولا تتوزوج الا بعد أن تعلم أنك تقدر على القيام بجميع حوائجها واطلب العلم أولا ثم اجمع المال من الحلال ثم تزوج,
 فانك ان طلبت المال في وقت التعلم عجزت عن طلب العلم ودعاك المال الى شراء الجواري والغلمان وتشتغل بالدنيا والنساء قبل تحصيل العلم,
 فيضيع وقتك ويجتمع عليك الولد ويكثر عيالك فتحتاج الى القيام بمصالحهم وتترك العلم.

واشتغل بالعلم في عنفوان شبابك ووقت فراغ قلبك وخاطرك ثم اشتغل بالمال ليجتمع عندك, فان كثرة الولد والعيال يشوش البال, فاذا جمعت المال فتزوج.

Janganlah menikah kecuali setelah kamu tau bahwa kamu udah mampu untuk bertanggung jawab memenuhi seluruh kebutuhan2 istrimu.
Ngaji dulu, kalo udah cukup ilmunya trus kumpulin harta benda dari jalan yg halal, lalu menikahlah.
 
Kalo kamu nyari harta benda di saat waktumu nyari ilmu, maka kamu akan lemah dlm mendapatkan ilmu, karena harta benda selalu mengajakmu untuk terus berbisnis dgn orang2 sekitarmu, dan kamu akan disibukkan dgn urusan dunia dan wanita sebelum kamu bener2 mendapatkan ilmu.

(Jika demikian) maka waktumu akan terbuang sia-sia, dan kamu akan punya banyak anak, keluargamu semakin banyak. Maka kamu lebih bakal berkeinginan untuk memenuhi kebutuhan2 mereka dan lalu meninggalkan ilmu.


Sibukkan waktumu utk mencari ilmu pada masa mudamu, pada saat hatimu masih senggang dari banyak pikiran, kemudian setelah itu sibukkanlah dirimu untuk mengumpulkan harta benda, karena sesungguhnya banyaknya anak dan keluarga akan ngganggu pikiran. Dan ketika harta sudah kamu kumpulkan, maka menikahlah.


📕Al Asybah wan Nadzoir halamab 369, Cet. DKI (darul kutub 'ilmiyah).


●●●

💠Lisan Sering Bersholawat, Tanda Kamu Disayang Allah

Tanda Bahwa Kamu Masih Disayang Allah adalah Lisanmu Yang Sering Mengucapkan Sholawat

Oleh : Adam Mostafa EL Prembuny


☆Referensi saya : 

📕Bustanul Wa'idzhin
👳‍♂️Imam Abul Faroj Ibnu al Jauzi



Lisan/mulut kita yg bentar-bentar baca sholawat, sering ingat dan sering kangen sama Nabi Muhammad ﷺ, di manapun kapanpun, intinya ga ada bosen nya dgn sholawat, itu salah satu tanda bahwa kamu masih senantiasa dlm lindungan dan kasih sayang Allah.

Beda dgn org yg jauh dari Allah, biasanya jarang banget baca sholawat. Kalaupun dia baca pasti rada2 males, gak niat, gak direnungi, ngawur dan semisalnya 😄.
Kalau yg dekat sama Allah, jelas akan Allah permudah mulut dia untuk mengucapkan Sholawat.

عباد الله تعاهدوا الصلاة على حبيبنا محمد ﷺ لأن الله تعالى إذا أراد بعبده خيراً يشر لسانه للصلاة على محمد ﷺ، وإذا أراد بعبده شرا حبس لسانه عن الصلاة على محمد ﷺ فيكون ذلك سبباً لسواد وجهه، كما أن الصلاة لتنوير القلب .
وأمـا قـضـاء الحوائج والأوطـار فـمـا روي أن رسول اللہ ﷺ قال: «من عشرت عليه حاجة فليكثر من الصلاة على فإنها تحل العقد، وتكشف الهم والحزن وتكثر الأرزاق» وأنشدوا : البسيط

“Wahai hamba Allah taala, berkomitmenlah untuk selalu bersholawat kpd kekasih kita, Nabi Muhammad ﷺ, karna bila Allah Ta’ala menghendaki kebaikan kpd hamba Nya, maka Allah akan mudahkan lisan hamba Nya itu untuk mengucapkan shalawat kpd Nabi Muhammad ﷺ. Dan kalau Allah menghendaki keburukan pada seseorang, maka Allah persulit lisannya untuk bershalawat kpd Nabi Muhammad ﷺ. 

Hal ini akan menyebabkan wajah (bathiniyah nya) jadi gelap, sebagaimana sholawat yg menyinari hati.
Rasulullah bersabda:
“Barangsiapa yg dihadapkan pada suatu kebutuhan, hendaklah dia sering-sering bersholawat kpd ku, karena hal itu dapat melepaskan ikatan, menghilangkan kegelisahan dan kesedihan. dan memudahkan mendapat rezeki.”

📕Bustanul Wa'idzhin, halaman 274.

*بستان الواعظين ص ٢٧٤*
وقال صلى الله عليه وسلم : مَنْ صَلَّى عَلَيَّ يَوْمَ الْجُمُعَةِ مِئَةَ مَرَّةٍ غُفِرَتْ لَهُ خَطيْئَتُهُ ثَمَانِيْنَ سَنَةً.

 Artinya: “Rasulullah bersabda: Barang siapa yang membaca shalawat kepadaku sebanyak seratus kali, maka kesalahan (kecil)-nya selama delapan puluh tahun akan dimaafkan”.

📕Bustanul Wa'idzhin, halaman 274

إحداهن : صلاة الملك الجبار ،والثانية : شفاعة النبي المختار ، والثالثة : الاقتداء بالملائكة الأبرار ، والرابعة : مخالفة المنافقين والكفار ، والخامسة : محو الخطايا والأوزار ، ‏والسادسة : قضاء الحوائج والاوطار ، والسابعة : تنوير الظواهر و الأسرار ، والثامنة : النجاة من عذاب دار البوار ، والتاسعة : دخول دار الراحة والقرار ، والعاشرة : سلام الملك الغفار ".

Faedah bersholawat :

1. Mendapatkan balasan sholawat dari Allah Sang Penguasa jagad.
2. Mendapatkan syafa'at Nabi tercinta
3. Mengikuti apa yg telah dilakukan para Malaikat
4. Menyelisihi kaum munafik dan kuffar
5. Menjadi penghapus kesalahan dan dosa2
6. Menyebabkan terkabulnya berbagai hajat dan kebutuhan kita
7. Menyinari lahiriyah dan batin kita
8. Menyelamatkan kita dari azab neraka
9. Menjadi penyebab masuknya kita ke dlm kenikmatan surga
10. Mendapatkan salam (di surga) dari Allah.


📕Bustanul Wa'idzhin, halaman 274.


●●●

👋 Panduan Membaca

💠Penjelasan Tema Artikel

                  Tema  & Isi Pembahasannya   • Aqidah & Filsafat Memuat tulisan-tulisan pembahasan tentang ilmu kalam, teologi, pe...