Tampilkan postingan dengan label Tasawuf & Keruhanian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tasawuf & Keruhanian. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 05 Oktober 2024

💠Husnudzhon Bila Doamu Belum Dikabulkan

Jangan Khawatir Bila Doa Belum Dikabulkan - Imam Al Jauzi 

Oleh : Adam Mostafa EL Prembuny


☆Referensi saya :

📕Shoidul Khotir 
👳‍♂️Imam Abul Faroj Ibnu Al Jauzi


Saya (Imam Ibnu al Jauzi) melihat keanehan ketika seorang mukmin berdoa sama Allah tapi belum juga dikabulkan. Dia mengulang2 doanya sampe sekian lama , tapi gak juga dateng tanda2 jawaban dari Allah . 
Harusnya kan dia tau kalo hal itu adalah cobaan yg butuh kesabaran . Dia gak boleh khawatir selama nunggu terkabulnya doa , karna kekhawatiran itu adalah penyakit yg harus disembuhkan . Saya (Imam Ibnu Al Jauzi) juga pernah ngalamin yg begitu . 
Ketika itu , saya ditimpa musibah maka saya berdoa dgn sungguh2. Tapi gak juga dateng tanda2 jawabannya . Mulailah Iblis nebar perangkap tipu daya. Suatu saat dia berkata dlm bisikan di jiwa saya.

👹 :  "Kedermawanan itu sangatlah luas dan Allah tidaklah kikir, lalu apa artinya kalo jawaban dari doa2 mu malah ditunda sama Allah? " 

👳‍♂️Saya jawab : "Diamlah wahai makhluk yg terkutuk, Aku gak butuh nasehatmu" 
👳‍♂️Saya kemudian merenungkan diri. Kepada jiwa ini saya berkata :  "Hapuslah kegelisahanmu , wahai jiwaku,  Allah tidak menunda kecuali ingin menguji ketabahanmu dlm menghadapi musuhmu (masalahmu) , agar kamu menjadi tangguh." 

💙Jiwa saya berbisik menjawab  " Hiburlah aku yg sedang dirundung duka menunggu terkabulnya doa ini . " 

👳‍♂️Saya menjelaskan bbrp nasihat kepada jiwa saya ini : 

●Pertama , telah tsabit dgn bukti bahwa Allah aza wa jalla sang Maharaja, Raja yg memiliki kekuasaan dan wewenang untuk memberi ataupun tidak memberi. Maka , gak ada alasan buat kita untuk menentang Nya . 

●Kedua , hikmah2 Nya telah tsabit dgn jelas lewat dalil2 yg qoth'i . Mungkin kamu menilai sesuatu itu baik untukmu , tapi sebenernya di balik itu ada hikmah yg gak kamu ketahui . Lihat seorang dokter yg memberikan resep yg gak kamh ketahui hikmahnya, karena secara dzohir, obat adalah pahit . Hal itu bisa kamu bandingin dgn hikmah Allah . 

●Ketiga , bisa aja pengabulan doa ditunda demi suatu maslahat , sementara kalo doa segera dikabulkan malah akan timbul bahaya . Rasulullah pernah bersabda, "Seseorang akan berada dlm kebaikan selama dia gak tergesa2 berkata , saya -berdoa namun tak kunjung dikabulkan- ". 

●Keempat , bisa aja doamu tertolak , wahai jiwaku , karena aib yg kamu simpan dlm dirimu . Mungkin aja dlm makananmu ada sesuatu yg syubhat atau hatimu lalai saat berdoa . Mungkin aja karna kamu gak sungguh2 bertaubat sama Allah , karna gak segera meninggalkan perbuatan dosa . Itulah siksaan yg kamu alami wahai jiwaku. Wahai jiwaku, hendaknya kamu melihat, di mana letak kekuranganmu. " 

●Kelima , yg harus dilakukan olehmu dlm persoalan ini, wahai jiwaku, adalah berusaha memandang segala sesuatu dgn jernih. Mungkin dgn terkabulnya apa yg kamu inginkan malah akan bertambah juga dosa2 mu . Atau bisa jadi, hal itu akan ngurangi derajat amalmu dlm kebaikan , maka dgn gak langsung dikabulkan doa2 mu saat itu, maka akan bermanfaat baik buat kamu . 

●Keenam, wahai jiwaku, mungkin aja apa yg gak engkau capai itu merupakan rahmat agar engkau tetap dekat dgn pintu Nya. Selain itu, keberhasilanmu dikhawatirkan malah akan menjauhkanmu dari pintu harapan kpd Nya , dgn dalil bahwa misalnya kamu gak tertimpa musibah , mungkin engkau gak akan terlalu dekat dgn Nya. " 

Allah Maha tahu apa yg harus dilakukan Nya terhadap para hamba. Gak jarang, pas seorang hamba mendapat nikmat , ia malah sangat disibukkan dgn nikmat itu. Maka, di tengah2 nikmat itu datanglah cobaan yg membuat kamu kembali menuju pintu Nya dan memohon pertolongan kepada Nya . Itu adalah contoh sebuah nikmat yg dibungkus dgn musibah dan cobaan . 

Cobaan yg sebenarnya adalah cobaan yg ngingetin kamu untuk kembali kpd Allah ketika kamu terlalu sibuk dgn apa yg kamu alami . Di situlah kamu akan dapat keindahannya yg tiada tara.


📕Shoidul Khotir, halaman 66-68, Cet. DKI (darul kutub 'ilmiyah) 


لا تجزع إذا تأخرت إجابة الدعاء 
رأيت من البلاء أن المؤمن يدعو فلا يجاب ، فيكرر الدعاء وتطول المدة ، ولا يرى أثراً للإجابة ، فينبغي له أن يعلم أن هذا من البلاء الذي يحتاج إلى الصبر . 
وما يعرض للنفس من الوسواس في تأخير الجـواب مرض يحتاج إلى طب ، ولقد عرض لي من هذا الجنس . فإنه نزلت بي نازلة ، فدعوت ، فلم أر الإجابة ، فأخذ إبليس يجول في حلبات کیده . 
فتارة يقول : الكلام واسع والبخل معدوم ، فما فائدة تأخير الجواب ؟ فقلت له : إخسأ يا لعين ، فما أحتاج إلى تقاضي ، ولا أرضاك وكيلا . 
ثم عدت إلى نفسي فقلت : إياك ومساكنة وسوسته ، فإنه لو لم يكن في تأخير الإجابة إلا أن يبلوك المقدر في محاربة العدو لكفي في الحكمة . قالت : فسلني عن تأخير الإجابة في مثل هذه النازلة . 
فقلت : قد ثبت بالبرهان أن الله عز وجل مالك ، وللمالك التصرف بالمنع والعطاء ، فلا وجه للاعتراض عليه . 
والثاني : أنه قد ثبتت حكمته بالأدلة القاطعة ، فربما رأيت الشيء مصلحة والحكمة لا تقتضيه ، وقد يخفى وجه الحكمة فيما يفعله الطبيب ، من أشياء تؤذي في الظاهـر يقصـد بهـا المصلحة ، فلعل هذا من ذاك . 
والثالث : أنه قد يكون التأخير مصلحة ، والاستعجال مضرة ، وقد قال النبي ﷺ : « لا يزال العبد في خير ما لم يستعجل ، يقول دعوت فلم يستجب لي ». 
: أنه قد يكون امتناع الإجابة لأنة فيك فربما يكون في مأكولك شبهة ، أو قلبك 
الرابع : وقت الدعاء في غفلة ، أو تزاد عقوبتك في منع حاجتك لذنب ما صدقت في التوبة منه . 
فسئل عن تلك الحال فقال : « كان عنـدي منكر ، فمنعني الكلب ، فلمـا عـدت تبت من ذلك ، فكان ما رأيتم » . 
والخامس : أنه ينبغي أن يقع البحث عن مقصودك بهذا المطلوب ، فربما كان في حصوله زيادة إثم ، أو تأخير عن مرتبة خير ، فكان المنع أصلح . 
وقد روي عن بعض السلف أنه كان يسأل الله الغزو ، فهتف به هاتف : « إنك إن غزوت أسرت ، وإن أسرت تنصرت » . 
والسادس : أنه ربما كان فقد ما فقدته سبباً للوقوف على الباب واللجأ وحصـوله سببا للاشتغال به عن المسؤول . 
وهذا الظاهر بدليل أنه لولا هذه النازلة ما رأيناك على باب اللجا . فالحق عز وجل من الخلق اشتغالهم بالبر عنه ، فلذعهم في خلال النعم بعـوارض تدفعهم إلى بابه ، يستغيثون به ، فهذا من النعم في طي البلاء . 
وإنما البلاء المحض ، ما يشغلك عنه ، فأما ما يقيمك بين يديه ، ففيه جمالك.

📕Shoidul Khotir


●●●

💠Cara Mengetahui Kekurangan Diri - Al Jauzi

Cara Mengetahui Kekurangan Dan Kelemahan Diri Menurut Imam Ibnu Al Jauzi

Oleh : Adam Mostafa EL Prembuny


☆Referensi saya :

📕Thib al Ruhani 
👳‍♂️Imam Abul Faroj Ibnu al Jauzi



CARA MENGENALI KEKURANGAN DIRI SENDIRI

Diri kita ini adalah sesuatu yang sangat dicintai sampe kekurangannya pun gak akan keliatan jelas bagi org yg mencintainya. Di antara manusia ada yg kuat perhatian dan perlawanannya terhadap diri sendiri. 
Diri ditempatkannya pada posisi musuh yg harus dilawan sehingga kekurangannya menjadi nampak jelas.

lyas ibn Mu'awiyah pernah berkata:

"Manusia yg tidak mengenali kekurangan dirinya adalah manusia bodoh." 
Lalu Iyas ditanya seseorang : "Kekuranganmu sendiri apa?" 
Dia menjawab: "Banyak omong."

Iyas paham bahwa kekurangan yg ada pada dirinya adalah suka banyak ngomong. 
Jawaban model begini jarang ada, karna umumnya manusia akan selalu nyembunyiin kekurangan dirinya, tapi bukan berarti dia buta terhadap kekurangannya itu karena manusia yg berakal akan tahu setiap kekurangan yg dia lakukan. Kekurangan yg akan dibahas pengobatannya di sini adalah kekurangan yg bersifat batin atau samar.

Kekurangan yg bersifat batin gak beda kayak penyakit yg karna kesamarannya sulit diketahui oleh seorang dokter. Tapi dokter tetep ngasih resep obat walaupun penyakitnya itu gak menunjukan gejala2 nya. 
Kecintaan menusia terhadap dirinya sendiri akan menghalanginya dari kemampuan melihat kekurangannya yg samar sbg kekurangan yg nyata.

Sebagaimana seorang penyair berkata: "Mata kepuasan akan suram terhadap segala kekurangan, tapi mata kebencian akan awas terhadap setiap kekurangan." 
Sebab ada cerita tentang dua sahabat. Suatu hari, pas mereka akan berpisah, salah seorang bertanya kepada sahabatnya tersebut: 

"Coba bilang padaku, apa kekuranganku?" 
Sahabatnya menjawab: 
"Tanyain aja ke orang lain, karna aku selalu melihatmu dgn mata kesenangan." 
Ada tujuh cara untuk mengetahui kekurangan2 tersembunyi yg tidak terasa sbg kekurangan: 

1. Pertama, pilihlah seorang sahabat yg paling dewasa dan mengerti,  lalu minta sama dia utk jelasin tentang kekurangan2 dirimu, tapi kamu harus nunjukin sikap gembira dan bukan sedih, pas dengarin penjelasannya biar dia merasa nyantai dan terbuka dalam mengungkapkan kekurangan dirimu. 
Katakan padanya: "Bro kalo kamu nyembunyiin sesuatu dariku, brarti kamu juga penipu."

2. Kedua, kamu perhatiin apa yg dikatakan tetangga, saudara, dan semua orang yg berhubungan dgn mu tentang dirimu.

3. Ketiga, perhatiin apa yg dikatakan oleh musuhmu, karna musuh akan selalu memperhatikan kekuranganmu. 
Dari sisi ini seorang musuh dapat memberi manfaat yg tidak dapat diberikan seorang sahabat kepadamu. Hal itu karena musuh akan senantiasa mencari2 dan menyebut2 kekurangan, kalo sahabat biasanya selalu nutup-nutupi. Kalo manusia mengetahui kekurangan melalui musuhnya, dia pasti akan menjauhi kekurangannya itu.

4. Keempat, bayangin perbuatan2 mu terjadi pada orang lain. Maka lakukanlah apa yg dianggap baik dan tinggalkan apa yg dianggap buruk.

5. Kelima, memikirkan akibat dari kekuranganmu sehingga kamu bisa melihat akibat buruk dari suatu keburukan, serta akibat baik dari suatu kebaikan, karena berpikiran yg benar itu suatu kecerdikan.

6. Keenam, perlihatkan amal perbuatanmu kepada orang yg mengerti, tempatkan di atas ukuran syara', dan letakkan di atas timbangan2 keadilan, maka pasti kamu akan dapat melihat mana yg utama dan mana yg hina.

7. Ketujuh, lihatlah para pelaku amal sholih, lalu bandingin amal perbuatanmu dgn amal perbuatan mereka, maka kamu akan melihat bahwa bekas dari kekurangan adalah aib sehingga kamu akan menjauhinya.


📕Thib Al Ruhani lil Imam Ibnu al Jauzi, halaman 53-54, Cet. Maktabah Tsaqofatud Diniyah.


الباب الثالث والعشرون في تعريف الرجل عيوب نفسه 
اعلم أن النفس محبوبة وعيوب المحبوب قد تخفى على المحب ، وفى الناس من يقوى نظره وجهاده للنفس فينزلها منزلة العدو في المخالفة فيظهر له عيوبها . قال إياس بن معاوية « من لم يعرف عيب نفسه فهو أحمق » فقيل له فما عيبك قال « كثرة الكلام ، وهذا أمر نادر والعمل على الغالب ، فإن الغالب أن يخفى الإنسان عيوب نفسه ولسنا نريد لايعرف عيباً فإن العاقل إذا أتى عيباً عرفه ، وإنما غرضنا العيوب الباطنة ، فإنها كالأمراض الباطنة التي لايعلم بها الطبيب فيصف لها دواء ، ولا عليها إمارة ، ومحبة الإنسان لنفسه تمنعه أن يرى العيب الخفى عيباً كما قال أنه الشاعر :
وعين الرضا عن كل عيب كليلة ولكن عين السخط تبدى المساويا 
وقد روى أن رجلاً صحب رجلاً فلما أراد أن يفارقه قال له أخبرني عن عيوبى فقال سل غيرى فإنى كنت أراك بعين الرضا . 
فإن قيل فإذا كانت العيوب باطنة والإنسان لايراها عيوباً فكيف الطريق إلى تعرفها فالجواب إن لذلك سبع طرق : 
الطريق الأول : أن يتخير صديقاً من أعقل مخالطيه ويسأله إبانة
:
مايرى من قبيحة ويعرفه أن ذلك منة منه عليه ، فإذا أخبره ابتهج بما سمع منه ، ولم يظهر له الحزن على ذلك لئلا يقصر في شرح الأمور ، ويقول له متی کتمتنى شيئاً عددتك غاشاً
.
والطريق الثاني : أن يبحث عما يقوله فيه جيرانه وإخوانه ومعاملوه وبماذا يمدحونه أو يذمونه 
والطريق الثالث : أن يتطلع إلى مايقول فيه الأعداء ؛ فإن العدو
،
بحاث عن العيوب ، ومن هذا الوجه ينتفع الإنسان بعدوه ما لا ينتفع بصديقه لأن العدو يذكر النقص والصديق يستر الخلل ، فإذا عرف الإنسان من طريق عدوه نقصه اجتنبه 
والطريق الرابع : أن يصور أفعاله في غيره ثم يستعمل منها مايستحسن ويترك مايستقبح 
والطريق الخامس : أن يعمل فكره في عواقب خلاله وثمراتها فيرى عيب العيب وحسن الحسن ، فإن الفكر الصادق نافذ .
.
والطريق السادس : أن يعرض أعماله على محك الشرع ويريها نافذ العقل ويضعها في موازين العدل ، فإنه يرى الأرجح والأدون 
والطريق السابع : أن ينظر في سير العاملين ثم يقيس أفعاله بأفعالهم فيرى حينئذ أن آثار النقص عيب فيجتنبه فضلاً عن فعل القبيح

📕Thib al Ruhani


●●●

Jumat, 04 Oktober 2024

💠Cara Mengenali Kekurangan Diri - Al Ghozali

Cara Mengenali Kekurangan Dan Kekurangan Diri Menurut Imam Al Ghozali

Oleh : Adam Mostafa EL Prembuny


☆Referensi saya :

📕Ihya` 'Ulumuddin
👳‍♂️Imam al Ghozali



Biasanya kita kalau baca lewat google nyari tips-tips psikologi pasti dari artikel/website yang bertemakan kesehatan.

Kali ini saya mau menyampaikan petuah dari salah satu ulama kita tentang cara mengetahui kelemahan dan kekurangan yang ada pada diri kita.

● Imam al Ghozali dalam kitab Ihya` Ulumuddin pada sub kitabnya yakni Riyadhotun Nafs Wa Tahdzibul Khuluq.


CARA MENGETAHUI KELEMAHAN DIRI SENDIRI

Tahu gak sih, ketika Allah menghendaki kebaikan utk hamba Nya, Dia bakal menunjukkan kepada hamba Nya tentang kekurangan2 yg ada pada diri hamba2 nya. Maka, barangsiapa yg penglihatan mata hatinya cukup tajam, maka kekurangan2 yg ada pada dirinya gak akan tersembunyi darinya. Dan jika sudah mengetahuinya, maka dia mampu berusaha untuk menghilangkannya.

Tapi kebanyakan orang gak tahu kekurangan yg ada pada diri mereka. Sering sekali menampakkan debu di mata saudaranya, sementara gunung di pelupuk matanya sendiri tak nampak baginya.

Oleh Karna itu, siapa yg pengin tau kelemahan pada dirinya sendiri, ada empat cara:

1. Pertama, dgn duduk menemui seorang Guru/Syaikh yg paham ttg permasalahan jiwa dan batin. Selain punya pengetahuan yg banyak tentang penyakit2 hati yg tersembunyi. Kepada Guru nyalah hendaknya dia serahkan kendali atas dirinya, sambil mematuhi perintah2 nya dlm rangka mujahadah nya.

Begitulah seharusnya keadaan seorang yg berjalan menuju akhirat bersama Guru/syaikhnya, atau seorang murid bersama gurunya. Maka, Syaikh/Gurunya itu akan menunjukkan kpd nya apa saja penyakit hati yg dideritanya, serta gimana cara pengobatan yg harus dilakukan nya. Tapi dlm kenyataannya di zaman sekarang, sungguh sangat sulit nyari seorang syaikh seperti itu.

2. Kedua, dgn mencari teman yg tulus, pandai dan menjaga baik2 setiap aturan agama untuk dijadikannya sbg pengawas baginya, dan mengamati semua perilakunya.

Sehingga, setiap kali dia melihat sesuatu di antara akhlak ataupun tindakannya yg tidak sesuai di hatinya, atau suatu cacat lahir batin, semua itu pasti akan ditegur oleh teman tersebut.

Seperti itulah yg biasa dilakukan oleh para tokoh dan pemimpin agama yang bijak dan cakap. Sayidina Umar pernah berkata, "Rahmat Allah semoga tercurah atas siapa yang menunjukkan kepadaku segala cacat diriku."

3. Yg Ketiga adalah mengambil manfaat dari ucapan2 para pembenci.

Sebab (seperti kata seorang penyair), "... mata yang membenci akan menonjolkan segala keburukan....”

Dan, mungkin yg dapat dimanfaatkan dari seorang musuh yg keras hati, dlm mengingatkan seseorang pada kelemahan2 dirinya, adalah lebih besar daripada apa yg dapat dimanfaatkan dari seorang teman yg bermulut manis, yg bisanya cuma muji2 dan nyembunyiin kelemahan yg ada pada temannya yg lain.

Walaupun begitu, watak manusia selalu nganggep sepele apa yg diucapkan oleh musuh nya, nganggep nya musuhnya mengucapkan hal itu karena terdorong oleh kedengkiannya pd dirinya. Tapi, seorang yg bijak dan waspada, pasti gak akan mengabaikan manfaat dari ucapan musuh2 nya tentang dirinya, karna justru dari musuhlah akan terungkap keburukan2 nya melalui lidah mereka.

4. Keempat, bergaul dengan masyarakat luas.

Apa aja yg dinilainya jelek di antara perbuatan mereka, harusnya dia mempertanyakannya ttg hubungan nya sama dirinya, lalu menuntut juga pertanggungjawabannya. Karna, seorang mukmin adalah cermin bagi mukmin lainnya. Agar dia pun dapat melihat kelemahan2 dirinya sendiri, dgn melihat cacat orang2 selain dirinya. Dan menyadari juga bahwa watak manusia dlm mengikuti hawa nafsu, semuanya hampir sama.

Apa yg terdapat pada diri seseorang, pasti gak akan terlepas sama sekali pada diri teman2 dekatnya. Mungkin sama, atau lebih banyak lagi, atau lebih sedikit. Karena itu, harusnya dia melihat dirinya sendiri, lalu membersihkannya dari segala cacat atau aib yg sama seperti yg dilihatnya pada orang lain.


📕Ihya' Ulumuddin, sub kitab : Riyadhotun Nafs Wa Tahdzibul Khuluq, halaman 28-30. Tanpa penerbit


بيان الطريق الذي يعرف به الإنسان عيوب نفسه

اعلم أن الله عز وجل إذا أراد بعبد خيراً بصره بعيوب نفسه فمن كانت بصيرته نافذة لم تخف عليه عيوبه فإذا عرف العيوب أمكنه العلاج ولكن أكثر الخلق جاهلون بعيوب أنفسهم يرى أحدهم القذى في عين أخيه ولا يرى الجذع في عين نفسه.

فمن أراد أن يعرف عيوب نفسه فله أربعة طرق: الأول: أن يجلس بين يدي شيخ بصير بعيوب النفس مطلع على خفايا الآفات ويحكمه في نفسه ويتبع إشارته في مجاهدته.

وهذا شأن المريد مع شيخه والتلميذ مع أستاذه فيعرفه أستاذه وشيخه عیوب نفسه ويعرفه طريق علاجه. وهذا قد عز في الزمان وجوده.

الثاني: أن يطلب صديقاً صدوقا بصيراً متديناً فينصبه رقيباً على نفسه ليلاحظ أحوالها وأفعاله فما كره من أخلاقه وأفعاله وعيوبه الباطنة الظاهرة ينبهه عليه.

فهكذا كان يفعل كان عمر رضي الله عنه يقول: رحم الله امرأ أدهى إلى عيوبي.

وكان يسأل سلمان عن عيوبه فلما قدم عليه قال له: ما الذي بلغك عني مما تكرهه فاستعفى فألح عليه فقال: بلغني أنك جمعت بين إدامين على مائدة وأن لك حلتين حلة بالنهار وحلة بالليل قال: وهل بلغك غير هذا قال: لا فقال: أما هذان فقد كفيتهما.

الطريق الثالث: أن يستفيد معرفة عيوب نفسه من ألسنة أعدائه فإن عين السخط تبدي المساويا.

ولعل انتفاع الإنسان بعدو مشاحن يذكره عيوبه أكثر من انتفاعه بصديق مداهن يثني عليه ويمدحه ويخفي عنه عيوبه إلا أن الطبع مجبول على تكذيب العدو وحمل ما يقوله على الحسد ولكن البصير لا يخلو عن الانتفاع بقول أعدائه فإن مساويه لا بد وأن تنتشر على ألسنتهم.

الطريق الرابع: أن يخالط الناس فكل ما رأه مذموما فيما بين الخلق فليطالب نفسه به وينسبها إليه فإن المؤمن مرآة المؤمن فيرى من عيوب غيره عيوب نفسه ويعلم أن الطباع متقاربة في اتباع الهوى.

فما يتصف به واحد من الأقران لا ينفك القرن الآخر عن أصله أو عن أعظم منه أو عن شيء منه فليتفقد نفسه ويطهرها من كل ما يذمه من غيره وناهيك بهذا تأديبا فلو ترك الناس
كلهم ما يكرهونه من غيرهم لاستغنوا عن المؤدب.

قيل لعيسى عليه السلام: من أدبك قال ما أدبني أحد رأيت جهل الجاهل شينا فاجتنبيه.

وهذا كله حيل من فقد شيخاً عارفاً ذكياً بصيراً بعيوب النفس مشفقاً ناصحاً في الدين فارغاً من تهذيب نفسه مشتغلاً بتهذيب عباد الله تعالى ناصحاً لهم فمن وجد ذلك فقد وجد الطبيب فليلازمه فهو الذي يخلصه من مرضه وينجيه من الهلاك الذي هو بصدده.

Riyadhotun Nafs (kitab Al Ihya')📕



●●●

💠Makna Ihsan Dan Penjabarannya

Makna, Penjabaran, dan Jenis-jenis Ihsan

Oleh : Adam Mostafa EL Prembuny


☆Referensi saya :

📕Syajarotul Ma'arif
👳‍♂️Imam Izzudin bin Abdissalam



Kata احسان adalah kata dlm bahasa Arab yg berarti "terbaik" atau "kebaikan".

Ihsan menurut hadits Nabi ﷺ adalah seseorang yg menyembah Allah seolah-olah ia melihat Nya, dan bila ia tidak bisa melihat Nya, karenanyalah orang tersebut menganggap bahwa sesungguhnya Allah melihat semua perbuatannya.

Pelaku Ihsan disebut Muhsin.
Ihsan adalah lawan dari Isaa`ah إساءة (berbuat kejelekan),

Berasal dari fi’il tsulatsi maziid dgn susunan ah sa na (أحسن), makna literalnya adalah “Berbuat baik, melakukan dgn baik, melampaui atau mengetahui dgn baik.”
Dlm wazan fi’il tsulatsi mujarrod (kata kerja dasar) ha su na, arti literalnya "Baik atau Bagus".
Di dlm Alqur’an, kata ini dipergunakan 166 kali, dgn diksi "husnaa, hasanah, hasanaat, ahsana (fi’il), ahsanu (isim tafdhil), husnan, muhsiniin, ahsin (fi’il amar)".

■Menurut Imam Izzudin bin Abdissalam dalam kitabnya, beliau menjelaskan :

كل من أطاع الله فهو محسن إلى نفسه بطاعته، فإن كان في طاعته نفع لغيره فهو محسـن إلى نفسـه وإلى غيره، وإحسانه إلى غيره قد يكون عاما وقد يكون خاصا، والإحسـان عـبارة عن جلب مصالح الدارين أو أحدهما، ودفع مفاسدهما أو مفاسد إحداهما، والمصلحة لذة أو شبهها أو فرحة أو شبهها، والمفسدة ألم أو شبهه، أو غم أو شبهه، فإرادة النفع إحسان لكونها سبب فيه، وإرادة الضر إساءة لأنها سبب فيه، ...

"Setiap orang yg taat kpd Allah sebenarnya dia sudah melakukan ihsan pada dirinya sendiri. Maka jika dlm ketaatan yg dia lakukan bisa ngasi manfaat buat orang lain maka dia telah berlaku baik pada dirinya dan pada orang lain. Dan berbuat baik kpd orang lain itu ada yang umum dan khusus.

Yang dimaksud dgn ihsan adalah melakukan sesuatu utk mendapat maslahat di dunia dan akhirat atau salah satunya dan mencegah dari kerusakan pada keduanya atau salah satunya. Adapun yg dimaksud dgn Maslahat adalah kelezatan atau sebabnya, dan kegembiraan atau sebabnya. Sementara yg dimaksud dgn Mafsadat (kerusakan) adalah rasa sakit atau sebabnya, kegalauan atau sebabnya. Keinginan untuk menimbulkan bahaya adalah kejahatan karna dia adalah penyebabnya. Dst ..."

📕Syajarotul Ma'arif, halaman 112, Cet.DKI (darul kutub ilmiyah)




Imam Izzudin bin Abdissalam juga menjelaskan tentang Ihsan yg dampaknya luas sebagai berikut :


الإحسان المتعدي يتعلق بالقلوب والأبدان،

• فإحسان القلوب بإرادة كـل نفـع للعباد، فإن الإرادة سبب لذلك، وكذلك بالصبر عن المظالم، وبأن تحب لكل مسلم ما تحب لنفسك، وبأن توقر ما يستحق التوقير.

• وإحسان الأبدان أقسام:

》أحدها: بذل المال بالهبات والصدقات .
》الثاني: إباحة المنافع والأعيان؛ كالعواري والضيافات .
》الثالث: الإسقاط: كالعتق، والإبراء من الديون والقصاص والحـدود وسـائر العقوبات.
》الرابع: الإعانة على الطاعات بتعليمها وتفهيمها، والمساعدة على فعلها، والنيابة فيها كالنيابة في الحج وتفريق الصدقات .
》الخامس: الإعانة بكل نفع عاجل أو آجل فعلـي أو قـولي، كالإعانـة بالبنـاء والخياطة، وتحميل الدابة وأن تعين صانعا، أو تصنع لأخرق، وبأن تدل الطريق، وتخدم الصديق /وتعين الرفيق، وتأمر بكل معروف، وتنهى عن  كل منكر، وتفك الأسارى، وترشد الحيارى.
》السادس: حسن الأخلاق كإظهار البشر، وطلاقة الوجه، والتبسـم في وجـوه الإخوان.
》السابع: إحسان الإحسان وهو أن يفعل على أعلى مراتبه خليا من الشبه والأذى والإيذاء والعيوب والإذلال والمنة، فمن العبادات ما هو إحسان بأصـله ووصفه؛ كالزكوات وسائر الصلات، ومنها ما يشتمل على الإحسـان ببعض أصله أو بوصفه، والله أعلم بغيبه .

"Ihsan yang berdampak luas itu berhubungan dengan hati dan raga.

• Ihsannya hati adalah keinginan utk terus memberikan manfaat pada semua hamba. Karna keinginan adalah sebab untuk itu. Demikian pula sikap sabar atas semua kedzoliman, dan hendaknya kamu mencintai setiap muslim sbg mana kamu mencintai dirimu sendiri dan hendaknya engkau menghormati orang yg memang berhak untuk dihormati.

• Ihsan Raga itu ada beberapa macam:

1. Memindahkan kepemilikan dan bersedekah.

2. Membolehkan menggunakan hal-hal yg bermanfaat dan harta benda. {Seperti pinjaman, dll.}

3. Pengguguran. {Seperti pembebasan budak, pembebasan hutang, qishosh, hudud dan semua sanksi.}

4. Membantu melakukan ketaatan, {Yaitu dgn mengajarkan ketaatan itu, memahamkannya, membantunya utk melakukannya, mewakilinya {seperti mewakili pada saat haji dan membagikan sedekah}.

5. Membantu semua hal yg bermanfaat, baik yg bersifat dunia atau ukhrawi, 'amali atau qouli.

{Seperti membantu mendirikan bangunan, menjahit, membawakan kendaraan. Atau membantu orang yg membantu sesuatu atau membuat sesuatu untuk melubangi, atau menjadi penunjuk jalan, melayani teman, membantu teman, menyuruh pada semua yg baik, mencegah semua yg mungkar, membebaskan tawanan, dan memberikan petunjuk pada orang yg sedang dilanda kebingungan.}

6. Berakhlak baik. {Seperti menampakkan wajah yg ceria dan ramah, murah senyum pada setiap orang.}

7. Ihsanul Ihsan. {Yakni melakukan kebaikan yg paling puncak, jauh dari syubhat, jauh dari sesuatu yg menyakiti, jauh dari pujian atau disebut-sebut. Di antara ibadah2 itu ada yg secara hubungan memang baik dan sifatnya juga baik, seperti zakat dan semua shalat. Di antaranya juga ada yg hanya mencakup kebaikan pada sebagian pokoknya atau sifatnya. Dan Allah Mahatahu tentang semua yg ghoib.} "

📕Syajarotul Maarif, halaman 114, Cet. DKI (darul kutub ilmiyah)



●●●

Selasa, 01 Oktober 2024

💠Tanda Seseorang Memperoleh Cintanya Allah

Tanda-Tanda Orang Yang Memperoleh Cinta Dari Allah

Oleh : Adam Mostafa EL Prembuny


☆Referensi saya :

📕Al Hubb Fil Quran wa Daurul Hub fi Hayatil Insan
👳‍♂️Syaikh Muhammad Said Romadhon al Buthi



Pertanyaan yang terlintas di benak kita, gimana caranya seorang muslim bisa tau kalau dia mendapatkan cinta yang diusahakan nya? Apa tanda2 nya?

Ya, seorang muslim bisa aja tau hal tersebut dgn mudah. Setiap muslim yg jujur dan tulus dlm menjalankan syariat agamanya pasti akan mendapatkan cinta dari Allah subhanahuwataala. Bukankah hidayah dari Allah-lah yg menuntunnya masuk ke dlm Islam adalah bukti cinta Nya yg paling nyata kpd hambanya?

Tanda2 orang yg memperoleh cinta dari Allah bisa kita liat dari keimanannya yg terus bertambah dari waktu ke waktu , ibadah dan ketaatan nya makin meningkat dlm menjalankan syariat agama , lebih peka terhadap larangan2 Nya dan menjauhinya , memperbanyak dzikir kpd Allah , serta senantiasa merasa diawasi oleh Nya, kapan pun dan di mana pun .

Dlm hadis Qudsi disebutkan bahwa Allah Ta'ala berfirman :

 "Seorang hamba akan terus mendekatkan diri kpd Ku dgn amalan2 sunnah sampai Aku mencintainya . Dan ketika Aku mencintainya , Aku akan menjadi pendengarannya yg ia gunakan untuk mendengar , penglihatannya yg ia gunakan untuk melihat , tangannya yg ia gunakan untuk menindak , dan kakinya yg ia gunakan untuk berjalan , "
📜HR. Imam Bukhari

Mungkin ada yg nanya, kenapa ibadah sunnah jadi penyebab cinta nya Allah kpd hambanya , padahal ibadah wajib jauh lebih penting daripada itu , bahkan pahalanya juga jauh lebih banyak daripada ibadah sunnah?

Jawabannya , karena yg bikin kebanyakan orang mengamalkan ibadah wajib itu karna rasa takut dgn siksa kalo meninggalkannya . Sementara itu, yg bikin seseorang melakukan ibadah sunnah bukan karna rasa takut itu, tapi karna dia pengin deket sama Allah dan mendapatkan cinta Nya lebih banyak lagi . Dgn begitu, semua permohonan dan keinginannya akan terpenuhi.

Kalau gitu , apa lagi yg akan jadi penghalang kalo dia sudah mengetahui bahwa Allah mencintainya ?

Dalam suatu riwayat dikisahkan bahwa seorang wanita sholihah menjadi pembantu dlm sebuah rumah . Dia selalu melaksanakan sholat malam. Suatu hari , sang majikan mendengar doa-doa yg ia baca dlm sujudnya . Kata-katanya yg terdengar, " Ya Allah , aku mohon kepada Mu dgn cinta Mu kepadaku agar Engkau memuliakanku dgn bertambahnya ketaqwaan di hatiku dan seterusnya . "

Pas dia selesai sholat , sang majikan bertanya kpd nya ,

"Dari mana kamu tau kalo Allah mencintaimu? Kenapa kamu gak bilang aja ke Allah gini , "Ya Allah , aku mohon kpd Mu dgn cintaku kpd Mu? "

Pembantunya menjawab,

"Wahai tuanku,

Kalo bukan karna cintanya Allah kpd ku, mana mungkin Allah membangunkanku pada waktu2 seperti ini (utk sholat malam dan bermunajat).

Kalo bukan karna cinta Nya kpd ku, mana mungkin Dia membangunkan aku untuk berdiri menghadap Nya .
☆Kalo bukan karna cinta Nya kpd ku , mana mungkin Dia menggerakkan bibirku untuk bermunajat kpd Nya . "

Sekarang aku (Syaikh Said) katakan, " Di antara nikmat cinta yg Allah berikan kpd kita adalah Islam . Kalau bukan karna cinta Nya kpd kita , mana mungkin kita bisa memperoleh nikmat Iman dan Islam . Oleh karena itu , kami mohon kpd Nya semoga Dia menambahkan anugerah ini . "


📕Al Hubbu fil Quran wa Daurul Hubbi fi Hayatil Insan, hlm 30-32, Cet. Darul Fikr


○○○

وإنه ليطوف بذهن أحدنا السؤال التالي : أفيتأتى للإنسان المسلم منا أن يعلم أنه ممن نال شرف هذا الحب الكسبي ، فيجزم بأن الله يحبه ؟ وما العلامات الدالة على ذلك .

والجواب : نعم يتأتى للإنسان هذا ، بل ما من مسلم صادق في إسلامه إلا وله حظ من هذا الحب الكسبي الوافد إليه من الله تعالى ؛ إذ إن الهداية التي أكرمه الله بها إلى الإسلام ، دليل على أن له حظاً - قل أو كثر - من محبة الله له .

ثم إن مؤشرات حب الله له ، تزداد صعوداً ، كلما ازداد تحققاً بإيمانه وسيراً نحو أداء حقوق عبوديته الله عز وجل ، من تطبيق أوامره والابتعاد عن نواهيه ، والإكثار من مراقبته وذكره . دل على ذلك قوله جل جلاله في الحديث القدسي الذي يرويه رسول الله عن ربه ، « ولا يزال عبدي يتقرب إلي بالنوافل حتى أحبه ، فإذا أحببته كنت سمعه الذي يسمع به وبصره الذي يبصر به ويده التي يبطش بها ورجله التي يمشي بها » ( 1 ) .

( ۱ ) هو جزء من حديث قدسي رواه البخاري من حديث أبي هريرة . وأوله : من عادى لي وليا فقد آذنته بالحرب .

محبة الله للإنسان

ولعلك تسأل : فلماذا كان الإقبال إلى النوافل هـو مـصـدر حب الله للمتنفل ، مع أن الفرائض أهم منها ولعل الأجر عليها أوفر ؟

ولعلك تسأل : فلماذا كان الإقبال إلى النوافل هو مصدر حب الله للمتنفل ، مع أن الفرائض أهم منها ولعل الأجر عليها أوفر ؟

والجواب : أن الحامل على أداء الفرائض كثيراً ما يكون الخوف من العقاب المترتب على تركها . أما الحامل على فعل الـنـوافـل والاستزادة منها ، فما ينبغي أن يكون الخوف من العقاب ، إذ إن ترك النوافل لا يستلزم العقاب ، وإنما هو التقرب بها إلى الله ، ونيل المزيد من حبه ، فكان له من قصده هذا ما أراد .

فما المانع إذن من أن يعلم المستزيد من النوافل ، يتقرب بها إلى الله ، أنه سبحانه وتعالى يحبه ؟ .. بل ما المانع من أن يزهى وينتشي بما يعلمه من هذا الحب ؟

وقد رووا أن امرأة صالحة كانت تخدم أسرة في دار ، وكان لها حظ من الصلاة في جوف الليل ، فسمعها سيدها تخاطب الله في سجودها قائلة : اللهم إني أسألك بحبك لي أن تكرمني بمزيد من التقوى .. إلى آخر ما كانت تخاطب الله به .

فلما انتهت من صلاتها ، قال لها سيدها : من أين لك أن الله يحبك ؟ ! .. هلا قلت له : اللهم إني أسألك لك ؟ فقالت له : بحبي يا سيدي ، لولا حبه لي ما أيقظني في هذه الساعة ، ولولا حبه لي ما أوقفني بين يديه ، ولولا حبه لي ما أنطقني بهذه النجوى .

أقول : إن أقل ما يحق لنا أن نزهى به من نعمة الله لنا ، الإسلام الذي أكرمنا به ، فلولا قدر من الحب نالنا منه عز وجل ، لما متعنا بنعمة الإيمان به والإسلام لشرائعه . وإنا لنسأله من فضله المزيد 

📕Al Hubu fil Quran wa Daurul Hubbi fi Hayatil Insan

●●●

👋 Panduan Membaca

💠Penjelasan Tema Artikel

                  Tema  & Isi Pembahasannya   • Aqidah & Filsafat Memuat tulisan-tulisan pembahasan tentang ilmu kalam, teologi, pe...