Tampilkan postingan dengan label Aqidah & Filsafat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aqidah & Filsafat. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 30 November 2024

💠Aqidah Imam Abul Hasan al-Asy'ari; Allah Ada Tanpa Tempat

Benarkah Pemahaman "Allah Ada Tanpa Tempat" Itu Tidak Bersumber Dari Imam Abul Hasan al-Asyari? 

Oleh : Adam Mostafa EL Prembuny


Dalam kitab "Risalah Ila Ahl Tsaghr" karya Imam Abul Hasan al-Asyari, ada penjelasan beliau mengenai pembahasan sifat Mustahil bagi Allah. Termasuk salah satunya ialah "Mustahil Dzat Allah berada pada tempat tertentu selain tempat-tempat yang ada". Ini menunjukkan bahwa keyakinan Allah ada tanpa tempat memang dinash-kan langsung oleh Imam Abul Hasan dalam kitabnya sendiri. 

Penjelasan ini dan selanjutnya akan menjadi prinsip-prinsip muhkamat yang beliau gunakan dalam mensucikan Allah dari sifat-sifat makhluk. Sayangnya, sebagian kalangan tertentu hanya menukil sebagian potongan-potongan perkataan beliau dari kitab ini dan kitab lainnya yang ihtimal lalu dinarasikan sesuai kepentingan si penukilnya. Sehingga timbul narasi bahwa aqidah kaum Asy'ariyah itu berbeda dengan aqidah Imam Abul Hasan al-Aay'ari sendiri.

Apakah anggapan ini benar? Kita akan bahas secara tuntas dan tegas.

Di dalam kitab ini, beliau menggunakan diksi "لا يجب - Tidak Wajib" yang mana di dalam pembahasan Teologi artinya Mustahil atau Tidak boleh disandarkan. Sebab, dalam sifat Wajib bagi Allah, ada lawannya yakni sifat Mustahil bagi-Allah. 

💠Berikut penjelasannya : 

1️⃣. Mustahil Sifat Allah Itu Muhdats 

ولا يجب إذا أثبتنا هذه الصفات له عزّ وجل على ما دلت العقول واللغة والقرآن والإجماع عليها أن تكون محدثة ، لأنه تعالى لم يزل موصوفاً بها،

"Dan TIDAK WAJIB apabila kita tetapkan sifat-sifat ini bagi-Nya Azza wa Jalla berdasarkan apa yang telah ditunjukkan oleh akal, bahasa, Al-Qur'an, dan ijma' bahwa sifat-sifat itu adalah muhdats (baru), karena Allah Ta'ala senantiasa (lam yazal) disifatkan dengan sifat-sifat itu." 

~📕Risalah Ila Ahl Tsaghr, halaman 218.

✅ Imam Abul Hasan menjelaskan bahwa sifat-sifat Allah yang telah ditetapkan berdasarkan Al-Quran dan Ijma', serta berdasarkan bahasa dan secara Akal; adalah TIDAK BOLEH diyakini sebagai sifat yang baru ada/diadakan. 

Allah senantiasa memiliki sifat-sifat tersebut sejak azaliy. Jika sifat-sifat-Nya baru ada, maka itu akan menunjukkan adanya permulaan bagi Dzat-Nya, yang mana ini akan bertentangan dengan ke-esaan dan ke-azaliyan Allah. 


2️⃣. Mustahil Sifat Allah Berupa A'radh 

ولا يجب أن تكون أعراضاً لأنه عز وجل ليس بجسم ، وإنما توجد الأعراض في الأجسام ، ويدل بأعراضها فيها وتعاقبها عليها على حدثها ، 

"Dan TIDAK WAJIB bahwa sifat-sifat itu adalah aradh-aradh, karena Allah Azza wa Jalla bukanlah jisim, dan sesungguhnya aradh-aradh itu berada pada jisim, dan aradh-aradh itu di dalamnya dan urutannya kepada mereka menunjukkan penciptaan mereka."

~📕Risalah Ila Ahl Tsaghr, halaman 218.

✅ Imam Abul Hasan menjelaskan bahwa Allah Ta'ala bukanlah jism (benda) sehingga sifat-sifat–Nya bukanlah 'aradh (sifat benda). 'Aradh adalah kondisi atau gejala yang melekat dan bisa mengalami perubahan pada benda tersebut. Contoh 'aradh : Keadaan fisik, kemampuan fisik, ukuran, warna, bentuk, tekstur, suhu, posisi, siklus dan sebagainya. 

'Aradh hanya ada pada Jism, dan keberadaan 'aradh pada sesuatu adalah menunjukkan kebaharuan sesuatu tersebut sebab menunjukkan adanya permulaan. Oleh karena itu, sifat-sifat Allah seperti 'Uluw/'Aliy (Tinggi), Akbar/Kabir (Besar), Hayyan (Hidup), Sama' (Mendengar), Bashar (Melihat), Kalam (Berfirman), dan semisalnya; termasuk Yad/Ain/Wajh, Nuzul/'Ityan, Istiwa`, Ghadhab/Ridha/Hubb –Nya; Ini semua tidak boleh dikategorikan sebagai 'Aradh. 

Sebab dalam sifat Allah, 'Uluw/'Aliy bukanlah dalam jenis posisi, jarak dan tempat. Akbar/Kabir bukanlah dalam hal bentuk dan ukuran. Hayyan bukan dalam hal keadaan fisik dan siklus. Sama'–Bashar–Kalam ini bukanlah dalam jenis kemampuan fisik yang butuh mekanisme. Serta semua sifat khabariyah-Nya bukanlah sifat-sifat yang ada pada jisim.

Sebagaimana Yad/Ain/Wajh–Nya bukanlah susunan jarihah (organ), Nuzul/Maji`/'Ityan-Nya bukanlah perpindahan posisi, Istiwa`-Nya bukanlah bertempat, Ghadab/Ridha/Hubb–Nya bukanlah perubahan emosi, dan lain-lain.

=

3️⃣. Mustahil Sifat-Sifat–Nya Terpisahkan Dari Dzat-Nya

ولا يجب أن تكون غيره عز وجل لأن غير الشيء هو ما يجوز مفارقة صفاته له من قبل أن في مفارقتها له ما يوجب حدثه وخروجه عن الألوهية، 

"Dan TIDAK WAJIB bahwa sifat-sifat itu adalah selain diri-Nya Azza wa Jalla, karena sesuatu yang lain adalah apa yang boleh terpisah sifatnya darinya, sehingga dalam terpisahnya sifat-sifat itu dari-Nya mengharuskan kebaruan-Nya dan mengeluarkan-Nya dari keilahian."

~📕Risalah Ila Ahl Tsaghr, halaman 218.

✅Imam Abul Hasan menjelaskan perbedaan Allah dengan makhluk ciptaan-Nya. Makhluk memiliki sifat-sifat yang bisa berubah, hilang atau terpisah dari dzatnya. Dari yang sebelumnya ada menjadi tiada, dan dari tiada menjadi ada. 

Contohnya manusia, bisa kehilangan sifat-sifat tertentu seperti kondisi fisik, ukuran, dan kemampuan. Lalu malaikat yang bisa mengalami perubahan posisi keberadaan dzatnya dan berpindah tempat dari ketinggian menuju tempat yang lebih rendah atau dari satu tempat ke tempat lain, serta bisa berubah wujud menjadi manusia.

Jika sifat-sifat Allah ini dapat berpisah dari-Nya, maka akan menunjukkan bahwa Allah adalah dzat yang diadakan atau bisa berubah keadaan. Kehilangan atau perubahan sifat akan menjadikannya tidak layak menyandang gelar ke-ilahi-annya.


4️⃣. Mustahil Sifat-Sifat Allah Berupa Jisim, Jauhar, Terbatas dan Bertempat. 

وهذا يستحيل عليه كما لا يجب أن تكون نفس الباري عز وجل جسماً أو جوهراً ، أو محدوداً ، أو في مكان دون مكان ، أو في غير ذلك مما لا يجوز عليه من صفاتنا لمفارقته لنا ، فلذلك لا يجوز على صفاته ما يجوز على صفاتنا 

"Dan ini MUSTAHIL bagi-Nya sebagaimana TIDAK WAJIB bahwa Al-Bari Azza wa Jalla adalah jisim, atau penyusun jisim, atau terbatas, atau berada di suatu tempat selain tempat yang ada, atau berada pada sesuatu yang lain yang tidak diperbolehkan bagi-Nya dari sifat-sifat kita karena Dia berbeda dari kita. Oleh karena itu, apa yang diperbolehkan bagi sifat-sifat kita adalah tidak diperbolehkan bagi sifat-sifat-Nya." 

~📕Risalah Ila Ahl Tsaghr, halaman 218-219, Cet. Maktabah al-'Ulum wal Hikam.

✅ Imam Abul Hasan secara tegas menolak dan menyatakan kemustahilan jika Allah adalah jism (benda), jauhar (sesuatu yang menyusun sebuah jisim), mahdud (sesuatu yang terbatas atau memiliki batas), atau fii makaan duwna makaan (berada di suatu tempat tertentu). 

Kalimat في مكان دون مكان - (fii makaan duwna makaan) artinya berada pada suatu tempat tertentu selain tempat-tempat yang ada, atau berada pada hal-hal lain yang menunjukkan keterbatasan dan kemiripan dengan sifat makhluk. Itu semua adalah tanda-tanda atau ciri-ciri dzat yang memiliki batasan, yang mana itu mustahil dan tidak boleh ada pada Allah sebab Allah berbeda dengan makhluk-Nya. Sifat-sifat yang mengindikasikan keterbatasan yang dimiliki makhluk tidak boleh disematkan kepada Allah Ta'ala. 

🧏‍♂️Kalau kita cermati, ternyata semua prinsip-prinsip yang dipegang Imam Abul Hasan ini tidak jauh beda dengan kitab-kitab aqidah karya ulama Asy'ariyah hingga saat ini. Artinya bahwa tuduhan aqidah Asy'ariyah berbeda dengan aqidah Imam Abul Hasan al-Asy'ari adalah tidak benar.

📌Sehingga dari semua penjelasan panjang tadi, bisa disimpulkan yakni Imam Abul Hasan memiliki keyakinan bahwa keberadaan Allah senantiasa tanpa bertempat dan tanpa batasan. Dan sifat-sifat–Nya adalah bukan yang muhdats, bukan jisim, bukan jauhar bukan pula 'aradh.

=== 

👨‍🏭 Adam Mostafa EL Prembuny

#abulhasanalasyari #risalahilaahltsaghr #aqidah #ilmukalam 

Sabtu, 21 September 2024

💠Keberadaan Ruh Adalah Bukti Ke-ESA-an Allah

Hujjah Aqliyah Dengan Keberadaan Ruh Sebagai Bukti Ke-Esa-an Allah

Oleh : Adam Mostafa EL Prembuny


☆Referensi :

📕Kanz Fil Masailis Sufiyah
👳‍♂️Syaikh Sayyid Sholahudin at Tijani


~ Cc


« قل » أي قل لهم * الروح من أمـر ربي » أي عن أمـر ربي * وما أوتيتم » أي أيها اليهود « من العلم إلا قليلا ﴾ ( 146 ) وليس في ذلك ما يفيد عدم جواز البحث وراء هذا السر العظيم ، ومن زعم أن رسول اللہ ﷺ لا يعرف روحه فقد أعظم الفرية . كيف وقـد نفخ الله تعالى هذه الروح الروحانية في هذه الجثة الجثمانية للدلالة على وحدانيته وربانيته وذلك من عشرة أوجه : 
الأول : أن الهيكل كان مفتقرا إلى مدبر ومحرك وهذه الروح مدبرة ومحركة فعلمنا أن هذا العالم لابد له من مدبر ومحرك .
 الثاني : لما كان مدبر الهيكل واحدا وهو الروح علمنا أن مدبر هذا العالم واحد لا شريك له في تدبيره وتقديره . 
الثالث : لما كـان هذا الجـسـد لا يـتـحـرك إلا بإرادة الروح وتحريكها له علمنا أنه مريد لما هو كائن في كونه لا يتحرك متحرك بخير أو شر إلا بتقديره وإرادته وقضائه . 
الرابع : لما كـان لا يتـحـرك في الجـسـد شئ إلا بعلم الروح وشعورها به علمنا أنه لا يعزب عنه مثقال ذرة في الأرض ولا في السماء . 
الخامس : لما كان هذا الجسد لم يكن فيه شئ أقرب إلى الروح من شئ بل هو قريب إلى كل شئ في الجسد ، علمنا أنه تعالى أقرب إلى كل شئ ليس شئ أقرب إليه من شئ ولا شئ أبعد إليه من شئ .
السادس : لما كان الروح مـوجـودا قبل وجـود الجسم ، ويكون موجودا بعد عدم الجسم علمنا أنه سبحانه وتعالى موجود قبل كون خلقه ويكون موجودا بعد فقدهم مازال ولايزال وتقدس عن الزوال . 
السابع : لما كان الروح في الجسد لا يعرف له كيفية علمنا أنه مقدس عن الكيفية . 
الثامن : لما كان الروح في الجسد لا يعرف له أينية علمنا أنه منزه عن الأينية فلا يوصف بأين ، بل الروح موجودة في كل الجسد ماخلا منها شئ من الجسم وكذلك الحق تعالى موجود في كل مكان ماخلا منه مكان وتنزه عن المكان والزمان . 
التاسع : لما كان الروح لا يدرك بالبـصـر ولا يمثل بالصور علمنا أنه لا تدركه الأبصار 
العـاشـر : لما كـان الروح لا يحس ولا يمس علمنا أنه تعالى منزه عن الحس والجسم واللمس . 
وهذا معنى من معانی « من عرف نفسه عرف ربه ، فإذا أردت أن تتـعـرف على روحك فقل الله ، في سرك بغـيـر حـركـة لسـان فستجدك قلتها بغير لسان وسمعتها بغير آذان فتلك هي روحك القائلة السامعة روما حدثت به أنفسها ، . 
رواه السنة عن أبي هريرة



■ Sesungguhnya Allah telah meniupkan ruh yang bersifat ruhaniah ini ke dalam jasad yg bersifat jasmaniah untuk menunjukan ke-Esaan Nya dan ke-Tuhanan Nya, hal ini dilihat dari sepuluh sisi : 
○Pertama , bentuk bangunan memerlukan pengatur dan penggerak , dan Ruh ini pengatur serta penggerak . 

Maka kita tahu kalo alam ini jelas memiliki Sang pengatur sekaligus penggerak


○Kedua , kalo pengatur tubuh/jasad ini cuma satu , yakni Ruh , 

Maka kita tahu bahwa pengatur alam dunia ini juga satu , gak ada sekutu bagi Nya dlm mengatur dan mengelola alam semesta ini 


○Ketiga , selama jasad ini gak bergerak kecuali dengan adanya kehendak Ruh , kemudian Ruh menggerakkannya.

Maka kita tahu bahwa Allah lah Yang Menghendaki apa yang terjadi di dalam realitas alam ini . Sang Penggerak tidak akan menggerakkan baik atau buruk kecuali dgn perimbangan , kehendak dan ketetapan Nya


○Keempat , ketika gak satupun di dalam tubuh ini yang bergerak tanpa sepengetahuan Ruh , dan Ruh tersebut merasakannya.

Maka kita tahu bahwa tidak sebutir debu pun yamg ada di bumi dan langit yang terlepas dari penjagaan Nya 


○Kelima , kalo gak ada satu bagian pun pada jasad ini yang lebih dekat dengan Ruh daripada bagian jasad lainnya , bahkan Ruh dekat pada segala sesuatu di tubuh ini, 

Maka kita tahu bahwa Allah Ta'ala lebih dekat kpd segala sesuatu , BUKAN sesuatu yang lebih dekat kepadanya dari sesuatu yang lain , tidak juga sesuatu lebih jauh dari Allah daripada sesuatu yang lain.


○Keenam , jika Ruh ada sebelum adanya jasad , dan ia masih ada setelah jasad tiada ,

Maka kita tahu bahwa Allah Yang Maha Suci senantiasa ada sebelum menciptakan makhluk Nya , dan Dia akan terus ada setelah makhluk Nya tiada , senantiasa dan selama-lamanya , dan Dia Mahasuci dari ukuran waktu


○Ketujuh , jika Ruh tidak diketahui bagaimana (kaifiyyahnya) ia di dlm jasad ,

Maka kita tahu bahwa Allah Mahasuci dari pertanyaan bagaimana. (Tidak memiliki suatu bentuk dan gambaran).


○Kedelapan , jika Ruh yang di dlm jasad aja gak diketahui di mana tepatnya ia berada , maka demikian juga Allah , Dia tidak disifati dengan "di mana" , bahkan Ruh ada di seluruh tubuh , tak ada satu bagian tubuh pun yang kosong dari Ruh ,

Demikian juga jika dikatakan Allah Ta'ala di setiap tempat , maksudnya tidak ada satu tempat pun yang luput dari ilmu dan pengawasan Nya , dan Dia Mahasuci dari tempat dan waktu.


○Kesembilan , jika Ruh tidak bisa dijumpai penglihatan biasa dan tidak bisa diilustrasikan dengan citraan , 

Maka kita tahu bahwa Allah tidak bisa ditemukan oleh pandangan indera.


○Kesepuluh , jika Ruh tidak bisa diindera dan tidak bisa disentuh,

Maka demikian juga Allah Mahasuci dari penginderaan , penjisiman dan sentuhan
Inilah salah satu makna “Barangsiapa mengenal dirinya maka ia mengenal Tuhannya.” 

Kalo kamu ingin berkenalan dengan ruh mu , maka katakan lah : "Allah" dalam sir qolbu mu, tanpa menggerakkan lisan , dan kamu akan menemukan nafs/jiwa akan mengucapkannya tanpa lisan dan mendengarkannya tanpa telinga , itulah ruh Anda yang berkata dan mendengar.
“Dan apa yang dikatakan jiwa-jiwa mereka ".
(HR . Imam yang enam, dari Abu Huroiroh ).


📕Kanz Fil Masail Sufiyah, halaman 98-99, Cet. Hai`ah al Mishriyyah al 'Amah lil Kitabi

●●●


🔰 Petunjuk Tema & Isi Konten

  • 🔷️ Aqidah & Filsafat : Memuat tulisan-tulisan tentang pembahasan ilmu kalam, teologi, pemikiran, mantiq, dan filsafat.
  • 🔷️Al-Quran & Tafsir : Memuat tulisan-tulisan tentang pembahasan suatu ayat dan tafsirnya, serta ilmu tentang Al-Quran.
  • 🔷️ Fiqih & Syari'ah : Memuat tulisan-tulisan tentang pembahasan ilmu fiqih, ibadah, muamalah, munakahat, dan jinayah.
  • 🔷️Hadits & Syarah : Memuat tulisan-tulisan tentang pembahasan suatu hadits dan syarahnya, serta ilmu tentang hadits.
  • 🔷️Khazanah & Sains : Memuat tulisan-tulisan tentang keajaiban sains, khazanah keislaman, dan ilmu pengetahuan umum.
  • 🔷️Lughoh & Nahwu : Memuat tulisan-tulisan tentang pembahasan ilmu bahasa seperti mufrodat, nahwu, shorof, balaghoh
  • 🔷️Sejarah & Kisah : Memuat tulisan-tulisan tentang pembahasan sejarah Islam & dunia, serta kisah para Nabi dan Ulama.
  • 🔷️Medis & Kesehatan : Memuat tulisan-tulisan pembahasan tentang obat, gizi, kesehatan, penyakit, dan seputar medis.
  • 🔷️Psikologi & Relasi : Memuat tulisan-tulisan tentang pembahasan ilmu psikologi, romansa, parenting, dan relasi sosial.
  • 🔷️Tajwid & Tahsin : Memuat tulisan-tulisan tentang pembahasan tajwid, makhroj, sifat huruf, qiraah, tahsin dan tilawah Al-Qur`an.
  • 🔷️Tasawuf & Mau'idzoh : Memuat tulisan-tulisan tentang pembahasan ilmu akhlaq, pensucian jiwa, dakwah dan nasihat moral.
  • 🔷️Qamus Istilah Umum : Memuat tulisan-tulisan tentang ta'rifat, definisi, makna, serta pengertian suatu kata dan kalimat.