Kamis, 16 April 2026

💠Proses Terjadinya Bersendawa dan Resiko Jika Menahannya

Bagaimana Terjadinya Proses Bersendawa? Apa Yang Terjadi Jika Udara Tidak Keluar atau Kita Menahan Sendawa?

Oleh : Adam Mostafa EL Prembuny


Dr. Siham Fayyadh dalam bukunya الموسوعة الطبية Al-Mausu'ah al-Thobbiyah Qaimah al-Amrodhi al-'Amah, yang artinya dalam bahasa Indonesia yakni "Ensiklopedia Medis - Daftar Penyakit Umum", beliau menyebutkan bahwa bersendawa (Arab: Tajasysyu`u - التجشؤ, Inggris: Belching) adalah : 

Proses fisiologis yang sehat yang mana ini adalah cara tubuh melepaskan udara berlebih dari lambung atau kerongkongan ke luar tubuh melalui mulut. Yang secara alami, bersendawa tiga sampai empat kali dalam satu jam setelah makan dianggap sebagai fenomena yang normal.
Penyebab utama bersendawa yang sering dibahas di sini adalah Aerophagia (menelan udara).

🔹️Aerophagy Normal: 

Setiap kali kita menelan sesuatu, sekitar 15 ml udara ikut masuk ke kerongkongan dan lambung.

🔹️Aerophagia Berlebihan: 

Terjadi ketika seseorang menelan udara dalam jumlah banyak secara tidak sadar, biasanya saat makan terlalu cepat. Udara ini seringkali terperangkap di kerongkongan namun belum sampai ke lambung, lalu dikeluarkan kembali melalui sendawa.
Masalah ini sangat umum ditemukan pada penderita gangguan pencernaan (Dyspepsia) gejala nyeri perut bagian atas.

=

➡️ Faktor Psikologis

- Stres: 
Orang yang sedang mengalami tekanan psikologis atau kecemasan cenderung lebih sering bersendawa.

- Siklus Kebiasaan: 
Banyak orang bersendawa untuk mendapatkan rasa lega sementara dari ketidaknyamanan di dada atau perut. Namun, tindakan ini sering kali dilakukan dengan cara yang salah sehingga mereka justru menelan lebih banyak udara lagi, menciptakan siklus yang terus berulang.

➡️ Penyebab Medis

- Relaksasi Otot Sfingter: Adanya refleks tidak sadar yang membuat katup antara kerongkongan dan lambung (lower esophageal sphincter) mengendur.
- Tekanan Lambung: Akibat penumpukan gas atau sebagai reaksi ruang lambung yang penuh makanan.
- Penyakit Lambung: Hal ini bisa berkaitan dengan Gastroesophageal Reflux (GERD) atau penyakit asam lambung.

➡️ Saran dan panduan untuk mengurangi gejala sendawa:

👉Cara Makan/Minum:
-Makan dan minum harus dilakukan perlahan (pelan-pelan).
-Makanan dikunyah di mulut sampai halus sebelum ditelan.

❌Pantangan:
- Hindari minuman/makanan bersoda.
- Berhenti merokok.
- Berhenti mengunyah permen karet.

=

—Referensi :
📕الموسوعة الطبية قائمة الأمراض العامة
📕Al-Mausu'ah al-Thobbiyah Qaimah al-Amrodhi al-'Amah, jilid 1, halaman 231-233. Cet. Darul Kutub al-Tsaqafi.

==

Menurut penjelasan dr. Amanda Pitarini Utari, SpPD, pengurus K-GEH Divisi Gastroenterologi, Pankreatobilier dan Endoskopi Saluran Cerna, KSM/ Dep. Ilmu Penyakit Dalam RSCM, dampak buruk yang terjadi jika sering menahan sendawa di antaranya, 

1. Ketidaknyamanan di perut.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa menahan sendawa dan buang angin dalam jangka pendek dapat menyebabkan rasa tidak nyaman pada perut, seperti nyeri ulu hati, perut terasa penuh, kembung, tidak nafsu makan, bahkan menimbulkan kecemasan.

2. Terbentuknya kantong di lapisan saluran cerna.

Terdapat suatu teori yang mengatakan bahwa kebiasaan menahan udara di dalam saluran cerna dikaitkan dengan pembentukan kantong-kantong atau gelembung di sepanjang lapisan saluran cerna yang disebut dengan divertikulosis. Peningkatan tekanan perut dalam jangka panjang dapat menyebabkan timbulnya divertikulosis yang nantinya dapat menimbulkan masalah kesehatan lain yang lebih serius.

3. Memperparah gejala GERD.

Penumpukan gas lambung akibat menahan sendawa dapat menyebabkan gejala orang yang memiliki penyakit refluks asam lambung atau GERD menjadi lebih parah karena orang dengan GERD cenderung “menelan udara” lebih banyak sehingga menyebabkan lambungnya semakin terasa penuh.

4. Sembelit atau konstipasi.

Kita tidak menyadari bahwa kebiasaan menahan buang air besar akan mendatangkan masalah kesehatan. Saat kita menahan buang air besar, terjadi peningkatan penyerapan air dari tinja yang belum dikeluarkan di usus besar sehingga dalam waktu

=

—Referensi :
🌐Yayasan Gastroenterologi Indonesia https://share.google/QZlAO275f4E9AJf2k

===

Oleh : 👨‍🏭 Adam Mostafa EL Prembuny
#sendawa #maag #medis #kesehatan #gejala #lambung #aerophagy

Gambar halaman buku :




===


Kamis, 05 Maret 2026

💠Mengapa Wanita Bersikap Keras Kepala Kepada Pria

Mengapa Wanita Di Dalam Rumah Tangga Bisa Bersikap Keras Kepala Kepada Pria?

Oleh : Adam Mostafa EL Prembuny


Mengutip dari buku :
كيف تكون الحياة الزوجية سعيدة – عالم من زجاج
Karya Ustadzah Sayidah 'Aisyah Ahmad Musa al-Abdali.

Yang jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia adalah "Dunia Dari Kaca - Membangun Kehidupan Pernikahan Yang Bahagia". 

👉 Mengapa wanita bisa bersikap keras kepala kepada pria dalam konteks hubungan relasi? Apa saja penyebabnya? Apakah memang dari sononya begitu? 😄

لماذا تلجأ الزوجة إلى العناد ؟ 
1- عناد الزوجة قد يكون طبعاً فيها يضرب بجذوره إلى مراحل حياتها الأولى، نتيجة تربية خاطئة في الطفولة.
2 - تسلط الزوج وعدم استشارته للزوجة في أمور المعيشة وتحقير رأيها أحياناً والاستهزاء به.. يدفع الزوجة إلى طريق العناد فهناك بعض الأزواج لديهم أفكار خاطئة عن خيبة وفساد رأي المرأة وأن مشورتها تجلب خراب البيوت، وهذه الأفكار فوق أنها حمقاء فهي بعيدة عن هدي الإسلام الحنيف.
3- الشعور بالنقص : وقد يكون هذا الشعور لدى المرأة قبل الزواج نتيجة المعاملة الأسرية لها من أهلها، والتي لم تتسم بالاحترام والتقدير، وبعث الثقة في النفس، وقد تكون وليدة ظروف الزواج فمعاملة الزوج زوجته معاملة قاسية وعدم وضعها في مكان التقدير والاحترام كإنسانة لها حاجات نفسية واجتماعية يجب أن تلبي، وقد يكون ذلك من أسباب الشعور بالنقص عند المرأة، فتلجأ لوسيلة العناد للتغلب على هذا الإحساس، وللشعور بالذات وبالأنا.
4- عدم التكيف مع الزوج العناد يأتي نتيجة لعدم التكيف مع الزوج والشعور باختلاف الطباع وتقلبها وعدم تنازل الزوج عما لا يعجب زوجته وتمسكه بعادات غير صحيحة، فيكون العناد صورة من صور التعبير عن رفض الزوجة سلوك زوجها جملة وتفصيلاً، وكذا تعبيراً عن عدم انسجامها معه في حياتهما الزوجية.
-5- تقليد الأم وأخيراً قد يأتي العناد من قبل الزوجة تقليداً لسلوك أمها مع أبيها ؛ فالمرأة التي نشأت وترعرعت في بيت تتحكم فيه الأم وتسير دفته، تحاول أن تحذو الحذو نفسه في بيتها ومع زوجها، بل وربما تختار الزوج حين تختاره بحيث يكون ضعيف الشخصية، حتى يسهل لها ما تريد .
~

Mengapa Wanita Bersikap Keras Kepala?

1️⃣ Bawaan Sejak Kecil:

Sikap keras kepala istri bisa jadi merupakan sifat alami yang berakar kuat sejak masa-masa awal hidupnya akibat pola asuh yang salah di masa kecil.

2️⃣ Sikap Dominan Dari Sang Suami:

Keputusan Suami yang tidak melibatkan istri dalam urusan rumah tangga, serta terkadang meremehkan dan mengejek pendapat istrinya, hal ini mendorong istri ke arah sikap keras kepala. 
Beberapa suami memiliki pandangan keliru bahwa argumen wanita itu ngawur dan kacau, dan bahwa masukan dari istri bisa membawa kehancuran rumah tangga. Pandangan ini, selain konyol, juga jauh dari petunjuk Islam yang lurus.

3️⃣ Perasaan Rendah Diri: 

Perasaan ini mungkin ada pada istri sebelum menikah akibat perlakuan keluarganya yang tidak memberikan rasa hormat, penghargaan, dan kepercayaan diri. Hal ini juga bisa timbul karena kondisi pernikahan, seperti perlakuan kasar suami, yang menyebabkan istri menggunakan sikap keras kepala untuk mengatasi perasaan tersebut.

4️⃣ Tidak Sanggup Menyesuaikan Diri Dengan Suami:

Sikap keras kepala muncul akibat ketidakmampuan beradaptasi dengan suami, perbedaan karakter, dan ketidakmauan suami untuk melepaskan kebiasaan buruk, yang diartikan oleh istri sebagai penolakan total terhadap perilaku suaminya.

5️⃣ Meniru Sifat Ibunya: 

Sikap keras kepala bisa muncul sebagai peniruan perilaku istri terhadap ibunya, terutama jika ia tumbuh di rumah yang didominasi oleh sang ibu, sehingga ia mencoba menerapkan pola yang sama dalam rumah tangganya sendiri.

▪︎

📕'Alamun Min Zujajan – Kaifa Takunu al-Hayatu al-Zawjiyatu Sa'idatan, halaman 19-20, Maktabah al-'Ubaikan.

===

👨‍🏭Adam Mostafa EL Prembuny

#istri #wanita #keraskepala #rumahtangga #suami

Foto Halaman Buku :





===

Selasa, 10 Februari 2026

💠Psikologi Karakter; Jenis-Jenis Kebohongan Manusia

Apa Saja Jenis-Jenis Kebohongan Yang Dilakukan Oleh Manusia?

Oleh : Adam Mostafa EL Prembuny


Dikutip dari buku Kasyf al-Kadzib, karya seorang spesialis body language & self development asal Saudi Arabia, sidi Khalid bin Muhammad al-Musaihij. Ada 3 jenis kebohongan yang biasa dilakukan manusia terhadap dirinya sendiri dan terhadap orang lain, dilihat berdasarkan tujuan, subjek dan ukur kebohongannya.

Jenis-jenis bohong ini juga terdapat penjabarannya lagi secara spesifik sebagai berikut :

▪︎

🔷️A. Kebohongan Berdasarkan Tujuan.

1. Kebohongan Yang Diizinkan.

Memiliki beberapa bentuk, seperti kebohongan suami kepada istrinya, kebohongan istri kepada suaminya *(Note: Kebohongan ini tidak sepenuhnya boleh, tetapi hanya diizinkan, dan ada perbedaan antara izin dan kebolehan mutlak)*. Kemudian ada berbohong (taktik muslihat) kepada musuh perang, dan berbohong untuk mendamaikan pihak yang berselisih. Ini hanyalah kasus-kasus yang diizinkan, selain itu maka termasuk dalam larangan. 

2. Kebohongan Imajinatif.

Yaitu menyusun cerita dari imajinasi, termasuk menulis cerita dan novel yang tidak berakar pada kenyataan, tujuannya adalah untuk memberikan suasana hiburan dan kesenangan. 

3. Kebohongan Klaim.

Dicirikan dengan seseorang mengklaim apa yang tidak ada padanya, baik itu status keilmuan, jabatan, kelas sosial, atau kelebihan lainnya, dan tujuan dari jenis kebohongan ini adalah untuk menyembunyikan perasaan rendah diri, insecure, atau rasa malu akan realitanya. 

4. Kebohongan Preventif.

Jenis kebohongan ini digunakan untuk mencegah hukuman, celaan, atau rasa malu, dan yang paling banyak melakukannya adalah anak-anak dan orang yang bersalah. 

5. Kebohongan Yang Disengaja.

Paling sering digunakan oleh anak-anak, seperti seorang anak yang berpura-pura ingin pinjam buku catatan dari temannya yang tinggal di sebelah rumahnya, padahal dia pergi ke warung untuk beli sebuah permen yang dilarang orang tuanya. 

6. Kebohongan Dendam (Permusuhan).

Ini adalah salah satu jenis kebohongan terburuk, karena melibatkan kerugian bagi orang lain, di mana seseorang menggunakan kebohongan untuk menyebarkan perkataan atau tindakan palsu tentang orang lain, karena membencinya, atau keinginan untuk membalas dendam padanya, dan merugikannya, dan terkadang karena kecemburuan dan iri hati.

=

🔷️B. Kebohongan Berdasarkan Subjek.

1. Kebohongan yang Berfokus pada Diri Sendiri.

Ini adalah kebohongan seseorang tentang aspek dan hal-hal yang berkaitan dengan dirinya secara pribadi, seperti berbohong tentang status sosialnya, pekerjaannya, atau tingkat finansialnya. Ini mencakup segala sesuatu yang berkaitan dengan penampilan palsu seperti mobil mewah, aksesoris, atau perhiasan dan merek tiruan yang tidak mencerminkan tingkat kenyataan orang yang menggunakan penampilan palsu ini.  

Ini juga mencakup hal-hal yang berkaitan dengan tingkat produktivitas kerja, atau pencapaian khayalan yang diklaim telah dicapai oleh seseorang, atau sikap heroik atau positif yang diperankan olehnya. Jenis ini adalah yang paling umum di antara jenis kebohongan. Jenis ini juga mencakup pernyataan atau informasi yang diberikan seseorang untuk membebaskan dirinya dari tuduhan yang ditujukan kepadanya, tanpa menimpakan tuduhan tersebut kepada orang lain. 

2. Kebohongan Yang Berfokus Pada Orang Lain.

Jenis kebohongan ini mencakup aspek positif dan negatif. Aspek positif berkaitan dengan memperindah citra orang lain demi tujuan tertentu, termasuk kebohongan yang diizinkan untuk memperbaiki hubungan antar manusia, misalnya seseorang berkata kepada salah satu pihak yang berselisih: "Si Fulan mencintaimu, memujimu, dan heran mengapa kamu bersikap seperti ini kepadanya," kemudian dia menyampaikan hal yang sama kepada pihak lawan, dengan tujuan menghilangkan sisa-sisa perselisihan yang timbul di antara mereka. 

Adapun aspek negatif berkaitan dengan fitnah terhadap orang lain, menisbatkan sifat atau perbuatan yang tidak ada pada mereka, atau menukil perkataan yang tidak mereka ucapkan, termasuk di dalamnya ghibah (menggunjing), namimah (adu domba), menuduh dengan sifat atau perbuatan tercela, atau mencemarkan nama baik. Aspek ini adalah yang paling berbahaya di antara semua jenis kebohongan dari segi sosial, karena merusak hubungan antar manusia dan berkontribusi pada perpecahan masyarakat.

=

🔷️C. Kebohongan Berdasarkan Ukuran.

1. Kebohongan Total. 

Di sini, seluruh perkataan bertentangan dengan kenyataan, artinya perubahan total terhadap fakta, dan pemalsuan terhadapnya, sehingga tidak terkait dengan kenyataan sedikit pun, baik dari dekat maupun dari jauh, baik dari segi waktu, tempat, peristiwa, atau kejadian, yang berarti sepenuhnya karangan dari pikiran pembicara, dan tidak diragukan lagi ini adalah yang terbesar ukurannya, dan yang termudah dalam hal kemampuan untuk dideteksi. 

2. Kebohongan Parsial.

Jenis kebohongan ini menyebutkan beberapa fakta, yang diselingi dengan peristiwa atau kejadian yang tidak nyata, baik terkait waktu, tempat, peristiwa, atau pembenaran yang mendorong tindakan yang dilakukan. Pembohong tidak memberikan kebenaran sepenuhnya, melainkan memberikan sebagian darinya, lalu mengarang bagian lainnya. Jumlah kebohongan pun bervariasi sesuai situasi. 

3. Melebih-lebihkan dan Membesar-besarkan.

Di sini, pembicara menyebutkan fakta yang benar, tetapi melebih-lebihkan beberapa bagiannya dan membesar-besarkan peristiwanya, baik terkait dengan dirinya sendiri maupun orang lain. Misalnya, seseorang berbicara tentang kerugian finansialnya, dan kerugian itu memang terjadi, tetapi tidak sebesar jumlah yang dia sebutkan, atau dia menjelaskan pencapaiannya, dan pencapaian itu benar, tetapi tidak sebesar yang dia laporkan. 

4. Mengurangi dan Mengecilkan.

Jenis ini kebalikan dari yang sebelumnya, di mana seseorang mencoba mengurangi besarnya hasil peristiwa atau kejadian, atau kekuatannya, atau konsekuensi yang diakibatkannya. Misalnya, menjadi penyebab kerugian finansial, lalu dia menggambarkan kerugian tersebut lebih kecil dari nilai sebenarnya, atau ukuran aktualnya.

▪︎

📕Al-Marja'usy Syamil fi Kasyfil Kadzib, halaman 9-12, Cetakan Madar al-Fikr.

===

👨‍🏭Adam Mostafa EL Prembuny
#bohong #kebohongan #dusta #kadzb #kedustaan #psikologi #kejiwaan #jujur #sifat #karakter #watak #kepribadian #manusia #psikologi

Teks Arab :

أقسام الكذب وأنواعه 
🔷️أولاً: وفقًا للأهداف 
١ - الكذب المرخص به
وله عدة أشكال، كذب الرجل على زوجته (هذا الكذب ليس مشروعاً على إطلاقه، إنما مرخصا، وهناك فرق ما بين الترخيص، والإباحة)، وكذب الزوجة على زوجها، والكذب على العدو، والكذب في الإصلاح ما بين المتخاصمين، هذه فقط الحالات التي رخص الكذب فيها، وما عدا ذلك فهو يدخل ضمن التحريم.
٢ - الكذب الخيالي
وهو نسج قصص من الخيال، ويدخل فيه تأليف القصص والروايات التي لا أصل لها في الواقع، وهدفه إضفاء جو من التسلية، والمرح.
 ٣ - الكذب الادعائي
ويتمثل بادعاء الشخص ما ليس فيه، سواء أكان ذلك مكانة علمية، أو وظيفية، أو طبقة اجتماعية، أو أي ميزة أخرى، ويهدف من هذا النوع من الكذب إلى إخفاء ما يشعر المرء به من دونية، أو نقص ثقة بالنفس، أو خجل من واقعه.
٤ - الكذب الوقائي
وهذا النوع من الكذب يلجأ إليه للوقاية من عقوبة، أو لوم، أو حرج، وأكثر من يتجه إليه الأطفال، والمذنبون.
٥ - الكذب العنادي
وأكثر من يلجأ إليه الأطفال، كأن يدعي طفل رغبته في الحصول على كراسة من زميله الذي يسكن في الجوار، بينما يذهب إلى الدكان، ليشتري الحلوى التي نهاه أبواه عن تناولها.
٦ - الكذب الانتقامي (العدائي)
وهو من أسوأ أنواع الكذب، لكونه ينضوي على إضرار بالآخرين، حيث يلجأ شخص ما إلى نقل كلام، أو تصرف كذبًا ، وبهتانا عن شخص آخر، بسبب بغضه له، أو رغبة في الانتقام منه، وإلحاق الضرر به، وأحيانا بسبب الغيرة، والحسد. 
🔷️ثانيا : وفقًا للموضوع 
النوع الأول: الكذب المتركز على الذات
وهو الذي يتعلق بكذب الإنسان بجوانب، وأمور تخصه هو شخصيا، كأن يكذب بشأن مركزه الاجتماعي، أو الوظيفي، أو مستواه المادي، وهذا يدخل فيه كل ما يتعلق بالمظاهر الكاذبة كالسيارات الفارهة، والإكسسوارات، أو المجوهرات والعلامات التجارية المقلدة التي لا تعكس المستوى الواقعي للشخص الذي يلجأ إلى هذه المظاهر الكاذبة، ويدخل فيه - أيضًا - ما يتعلق بمستوى الإنتاجية الوظيفية، أو الإنجازات الوهمية، التي يدعي الشخص تحقيقها، أو المواقف البطولية، أو الإيجابية، التي يتقمص أدوارها. وهذا النوع هو الأكثر انتشارًا بين أنواع الكذب. كما يدخل في هذا النوع ما يدلي به الشخص من أقوال، أو معلومات لتبرئة نفسه من التهم التي تنسب إليه، دون أن يلقي تلك التهم على أحد.
 الأنوع الثاني: الكذب المتركز على الآخر
وهذا النوع من الكذب يدخل فيه الجانب الإيجابي، والجانب السلبي، فالإيجابي يتعلق بتجميل صورة الآخرين كانت الغاية، ومن ذلك الكذب المباح في سبيل الإصلاح بين الناس، كأن يقول شخص لأحد المتخاصمين: إن فلانا يحبك، ويثني عليك، ويستغرب أن تقف منه هذا الموقف، ثم ينقل نفس الكلام إلى الخصم الآخر، بهدف إزالة ترسبات الخلاف التي نشأت بينهما.
أما الجانب السلبي فهو المتعلق بالافتراء على الآخرين، ونسبة صفات، أو أفعال ليست فيهم، أو نقل أقوال لم يتفوهوا بها، ويدخل في ذلك الغيبة، والنميمة، والقذف بالصفات، أو الأفعال الذميمة، أو الطعن بالأعراض، وهذا الجانب هو الأخطر بين أقسام الكذب كلها من الناحية الاجتماعية؛ لأنه يفسد العلاقات بين الناس، ويسهم في تفكيك المجتمع. 
🔷️ثالثا: وفقًا لحجم الكذب 
النوع الأول: الكذب التام
وهنا يكون الكلام كله مخالفًا للواقع، أي أنه تغيير تام للحقائق، وتزييفا لها، ومن ثم فإنه لا يرتبط بالواقع بأي صلة، لا من قريب ولا من بعيد، لا من حيث الزمان ولا المكان، ولا الوقائع، أو الأحداث، بمعنى أنه تأليف - بالكامل - من عقل المتحدث، وبلا شك هذا هو الأكبر حجمًا، والأسهل من حيث القدرة على اكتشافه.
النوع الثاني: الكذب الجزئي
وهذا النوع من الكذب يذكر فيه بعض الحقائق، وتتداخل معها أحداث، أو وقائع غير حقيقية، سواء ارتبط ذلك بالزمان، أو المكان، أو الأحداث، أو المبررات الباعثة على التصرف الذي قام به، فالكاذب لا يعطي الحقيقة كاملة، وإنما يعطي أجزاء منها، ثم يؤلف أجزاء أخرى. وتختلف كمية الكذب بحسب الحال.
النوع الثالث : المبالغة والتضخيم
وهنا يذكر المتحدث الوقائع صحيحة، لكنه يبالغ في بعض أجزائها، ويضخم أحداثها، سواء أكانت متعلقة بشخصه، أم بأشخاص آخرين، كأن يتحدث أحدهم عن خسائره المادية، والخسارة بالفعل وقعت، ولكنها ليست بهذا الكم الذي يذكره أو يصف إنجازاته، وهذه الإنجازات صحيحة، لكنها ليست بالحجم الذي يورده.
النوع الرابع: التقليل والتحجيم
هذا النوع عكس السابق، حيث يحاول الشخص التقليل من حجم نتائج الحدث أو الواقعة، أو قوتها، أو الآثار المترتبة عليها، كأن يكون سببًا في حصول خسائر مادية فيقوم بوصف تلك الخسائر بأقل من قيمتها الحقيقية، أو حجمها الواقعي.

===

Gambar kitab :




















Kamis, 05 Februari 2026

 Ada 5 Macam Rukhshoh Berdasarkan Hukumnya



Imam Jalaluddin as Suyuthi dalam kitabnya, beliau menuliskan pembagian rukhshoh berdasarkan hukumnya :


~


1️⃣. Rukhshoh Wajib. Contohnya, 


1. Memakan bangkai karena darurat kelaparan, 

2. Berbuka puasa karena khawatir akan memperburuk sakit karena kondisi wabah kelaparan, 

3. Menghilangkan kehausan yang parah dengan meminum khomer.

▪︎️[Jika ia tidak makan atau minum saat itu juga bisa menyebabkan kematian, maka dalam keadaan ini melakukan 3 hal tadi yang hukum asalnya Haram itu bisa berubah menjadi Wajib karena darurat].


2️⃣. Rukhshoh Sunnah. Contohnya, 


1. Sholat qoshor bagi seorang musafir (yang sudah mencapai 2 marhalah), 

2. Berbuka puasa bagi orang yang sakit atau musafir yang mengalami masyaqqoh (kesulitan) jika melanjutkan puasa, 

▪︎️[Namun bagi musafir ataupun orang sakit yang tidak mengalami masyaqqoh, maka tidak disunnahkan untuk berbuka]. 


3. Menunda sholat dzhuhur sampai hawanya sejuk;

4. Ketika memandang calon tunangan.

▪︎[️Disunnahkan memandang wajah dan telapak tangan calon istri ketika melamar].


3️⃣. Rukhshoh Mubah. Contohnya,


1. Akad transaksi salam 


▪︎️[Akad salam : Jual beli pesanan dengan uang yang dibayarkan duluan sebelum ada barangnya), hukumnya asalnya sih gak boleh, karena dianggap membeli barang yang tidak berwujud (bai'ul ma'dum), tapi karena sangat dibutuhkan dan sudah menjadi 'urf/tradisi, maka hukumnya berubah menjadi mubah]


4️⃣. Rukhshoh Khilaful Aula (lebih utama ditinggalkan). Contohnya,


1. Mengusap sepatu ketika berwudhu, menjamak sholat dan berbuka puasa (bagi musafir) yang tidak mengalami kondisi darurat.

▪︎[Maka lebih utama jika ia melepas sepatunya agar kakinya bisa terbasahi air wudhu, dan lebih utama jika ia melanjutkan puasa jika tidak mengalami kondisi darurat].


2. Bertayamum bagi orang yang telah menemukan air, tapi air tersebut harus dibeli dengan harga di atas standar, padahal dia mampu untuk membelinya.

▪︎[Maka lebih utama jika dia membeli air tersebut secukupnya untuk berwudhu.]


5️⃣. Rukhshoh Makruh. Contohnya, 


1. Mengqoshor sholat dalam perjalanan yang belum mencapai tiga marhalah (135 KM menurut madzhab Hanafi) 

▪︎️[Atau dua marhalah 80,64 KM menurut mazhab Syafi'i atau 88,704 KM menurut mayoritas ulama].

▪︎[Kemakruhan ini disebabkan oleh adanya ketentuan jarak tempuh dalam safar yang syarat minimalnya 2 sampai 3 marhalah].


~


📕Al Asybah wan Nadzhoir lil Imam as Suyuthi, halaman 82, Cet. DKI


○○○

الرخص أقسام :

الفائدة الثالثة


▪︎ما يجب فعلها ، كأكل الميتة للمضطر ، والفطر من خاف الهلاك بغلبة الجوع والعطش وإن كان مقيما صحيحا ، وإسافة الغصة بالخمر :

▪︎وما يندب ، كالقصر في السفر والفطر لمن يشق عليه الصوم في سفر ، أو مرض . والابراد بالظهر ، والنظر إلى المخطوبة .

▪︎وما يباح ، كالسلم :

▪︎وما الأولى تركها : كالمسح على الخف ، والجمع ، والفطر لمن لا يتضرر ، والتيمم لمن وجد الماء يباع بأكثر من ثمن المثل ، وهو قادر عليه :

▪︎وما يكره فعلها ، كالقصر في أقل من ثلاثة مراحل :


●●●


👨‍🏭Adam Mostafa EL Prembuny

 Ada 6 Jenis Keringanan (takhfif) Dalam Syariat



Syaikhul Imam 'Izzudin bin Abdil Aziz bin 'Abdissalam dalam kitabnya, beliau menuliskan pembagian rukhsoh berdasarkan jenisnya :


~


1️⃣. Takhfif isqoth, yaitu keringanan berupa pengguguran. Hukumnya menjadi tidak wajib, seperti tidak wajib sholat jumat, haji dan umroh bagi yang punya udzur yang telah diketahui. 


▪︎[Contoh Udzur : Tidak mampu secara fisik ataupun finansial, sedang haid ataupun nifas]


2️⃣. Takhfif tanqish, yaitu keringanan berupa pengurangan. Contohnya,


1. Sholat qoshor dua rakaat;  

2. Mengurangi perbuatan sholat yang tidak mampu dilakukan oleh orang sakit, seperti rukuk, sujud, dan lain-lain sebatas kemudahan darinya.


3️⃣. Takhfif ibdal, yaitu keringanan berupa penggantian. Contohnya,


1. Wudhu dan mandi wajib diganti dengan tayamum; 

2. Berdiri ketika sholat diganti dengan duduk; 

3. Yang tidak sanggup duduk diganti dengan berbaring; 

4. Yang tidak sanggup berbaring diganti dengan menggerakkan tangan; 

5. Mengganti hukuman dengan berpuasa; 

6. Mengganti puasa dengan memberi makan bagi orang tua sepuh yang tidak sanggup berpuasa;

7. Mengganti sebagian kewajiban haji dan umroh dengan kafarot.


4️⃣. Takhfif taqdim, yaitu keringanan dengan cara didahulukan. Contohnya,


1. Menjamak taqdim ashar pada dzuhur;

2. Jamak taqdim isya pada magrib pada saat Safar dan saat terjebak hujan lebat;

3. Mendahulukan mengeluarkan zakat sebelum haul (batas waktu 1 tahun);

4. Membayar kafarot bagi yang melanggar sumpah.


5️⃣. Takhfif ta'khir, yaitu keringanan dengan cara diakhirkan. Contohnya,


1. Sholat jamak ta'khir;

2. Mengakhirkan puasa Romadhon di bulan berikutnya.


6️⃣. Takhfif tarkhish, yaitu keringanan karena rukhshoh. Contohnya,


1. Sholatnya orang yang bertayamum dengan kondisi berhadats;

2. Sholatnya orang yang bersuci dengan air sisa embun;

3. Memakan sesuatu yang najis untuk pengobatan;

4. Minum khomer saat kondisi darurat;

5. Mengucapkan kata-kata kufur karena mendapat tekanan (berupa ancaman keselamatan).


~


📕Qowa'idil Ahkam fi Ishlahil Anam (Qowa'idul Kubro), juz 2 halaman 12, Cet. Darul Qolam


Rukhsoh bisa disebut juga sebagai takhfif.

Perbedaan takhfif dan rukhsoh, takhfif adalah jenis keringanan nya, sedangkan rukhsoh adalah hukum yang berubah menjadi lebih mudah karena adanya udzur, namun hukum asal tetap berlaku bagi mukallaf yang tidak mengalami udzur.


Dalam kitab Asybah wan Nadzhoir halaman 82, Cet. DKI, karya Imam As Suyuthi, ada tambahan lagi yang disebutkan oleh Imam al 'Alaa-i, untuk yang ke 7️⃣, yakni Takhfif Taghyir (mengubah). Misalnya,


 1. Perubahan bentuk gerakan sholat menjadi lebih simpel, akibat rasa khawatir. 


▪︎[Misalnya sholat ketika sedang berperang, khawatir diserang musuh secara dadakan, maka ada beberapa gerakan sholat yang diubah agar menjadi ringkas, efisien dan aman].


○○○


وهي أنواع :


فصل في بيان تخفيفات الشرع

(منها) تخفيف الإسقاط : كإسقاط الجمعات والصوم والحج والعمرة

بأعذار معروفات .

(ومنها) تخفيف التنقيص : كقصر الصلوات، وتنقيص ما عجز عنه المريض من أفعال الصلوات كتنقيص الركوع والسجود وغيرهما إلى القدر الميسور من ذلك.

(ومنها) تخفيف الإبدال : كإبدال الوضوء والغسل بالتيمم، وإبدال

القيام في الصلاة بالقعود والقعود بالاضطجاع والاضطجاع بالإيماء وإبدال العتق بالصوم، وإبدال الصيام بالإطعام في حق الشيخ الكبير الذي يشق عليه الصيام، وكإبدال بعض واجبات الحج والعمرة بالكفارات عند قيام الأعذار .

(ومنها) تخفيف التقديم : كتقديم العصر إلى الظهر، والعشاء إلى المغرب في السفر والمطر، وكتقديم الزكاة على حولها، والكفارة على حنثها .

(ومنها) تخفيف التأخير : كتأخير الظهر إلى العصر، والمغرب إلى العشاء، ورمضان إلى ما بعده.

(ومنها) تخفيف الترخيص : كصلاة المتيمم مع الحدث، وصلاة المُسْتَجْمِر مع فضلة النجو، وكأكل النجاسات للمداواة، وشرب الخمر للغصة، والتلفظ بكلمة الكفر عند الإكراه. ويُعبر عن هذا بالإطلاق مع قيام المانع، أو بالإباحة مع قيام الحاظر .


●●●


👨‍🏭Adam Mostafa EL Prembuny

🔰 Petunjuk Tema & Isi Konten

  • 🔷️ Aqidah & Filsafat : Memuat tulisan-tulisan tentang pembahasan ilmu kalam, teologi, pemikiran, mantiq, dan filsafat.
  • 🔷️Al-Quran & Tafsir : Memuat tulisan-tulisan tentang pembahasan suatu ayat dan tafsirnya, serta ilmu tentang Al-Quran.
  • 🔷️ Fiqih & Syari'ah : Memuat tulisan-tulisan tentang pembahasan ilmu fiqih, ibadah, muamalah, munakahat, dan jinayah.
  • 🔷️Hadits & Syarah : Memuat tulisan-tulisan tentang pembahasan suatu hadits dan syarahnya, serta ilmu tentang hadits.
  • 🔷️Khazanah & Sains : Memuat tulisan-tulisan tentang keajaiban sains, khazanah keislaman, dan ilmu pengetahuan umum.
  • 🔷️Lughoh & Nahwu : Memuat tulisan-tulisan tentang pembahasan ilmu bahasa seperti mufrodat, nahwu, shorof, balaghoh
  • 🔷️Sejarah & Kisah : Memuat tulisan-tulisan tentang pembahasan sejarah Islam & dunia, serta kisah para Nabi dan Ulama.
  • 🔷️Medis & Kesehatan : Memuat tulisan-tulisan pembahasan tentang obat, gizi, kesehatan, penyakit, dan seputar medis.
  • 🔷️Psikologi & Relasi : Memuat tulisan-tulisan tentang pembahasan ilmu psikologi, romansa, parenting, dan relasi sosial.
  • 🔷️Tajwid & Tahsin : Memuat tulisan-tulisan tentang pembahasan tajwid, makhroj, sifat huruf, qiraah, tahsin dan tilawah Al-Qur`an.
  • 🔷️Tasawuf & Mau'idzoh : Memuat tulisan-tulisan tentang pembahasan ilmu akhlaq, pensucian jiwa, dakwah dan nasihat moral.
  • 🔷️Qamus Istilah Umum : Memuat tulisan-tulisan tentang ta'rifat, definisi, makna, serta pengertian suatu kata dan kalimat.