Disunnahkan Berdoa dan Mendirikan Sholat Sunnah Saat Terjadi Bencana
Oleh : Adam Mostafa EL Prembuny
~
•• Blog yang memuat berbagai artikel tentang ilmu-ilmu keislaman dan pengetahuan umum ••
Disunnahkan Berdoa dan Mendirikan Sholat Sunnah Saat Terjadi Bencana
Oleh : Adam Mostafa EL Prembuny
~
Beberapa Pertanyaan Seputar Sholat Gerhana
Oleh : Adam Mostafa EL Prembuny
~
Kecelakaan Bangunan Runtuh, Apakah Pemilik Wajib Ganti Rugi?
Oleh : Adam Mostafa EL Prembuny
~
Hukum Malpraktek Dan Sanksi Yang Diberikan
🔹️Malpraktik adalah pelanggaran tindakan medis yang mencakup perilaku yang dilarang dalam merawat pasien, seperti tidak melakukan prosedur yang seharusnya, lalai dalam mendiagnosis dengan tepat, dan memberikan obat yang tidak sesuai standar medis.
🔹️Malpraktik menyalahi prinsip-prinsip Ilmiah (Mukholafatul Ushul al ‘Ilmiyyah). Prinsip ilmiah adalah dasar-dasar dan kaidah-kaidah yang telah baku dan biasa dipakai oleh para dokter, baik secara teori maupun praktek, dan harus dikuasai oleh dokter saat menjalani profesi kedokteran.
🔹️Malpraktik kedokteran adalah kejahatan (jarimah) atau jinayah. Malpraktek dalam hukum pidana Islam termasuk jarimah qishos diyat, namun jika dilihat dari tinjauan maslahat, sanksi yang dijatuhkan bisa berupa Ta’zir, Ketentuan ta’zir merupakan kewenangan Ulil Amri (pemerintah). Dalam hal ini, hakimlah yang menentukan sanksi terhadap pelaku sesuai UU yang berlaku.
Para ulama telah menjelaskan kewajiban para dokter untuk mengikuti prinsip-prinsip ilmiyyah dan bila dokter melakukan malpraktik, maka ia harus bertanggung jawab atas perbuatannya.
●Imam Abu Sulaiman al-Khoththobi setelah membawakan hadits Nabi tentang malpraktik,
مَنْ تَطَبَّبَ وَلَمْ يُعْلَمْ مِنْهُ طِبٌّ قَبْلَ ذَلِكَ، فَهُوَ ضَامِنٌ
“Barang siapa yang menjadi dokter dan sebelumnya tidak diketahui memiliki keahlian, maka ia harus bertanggung jawab”. 📜HR. Imam Abu Dawud :1224)
Beliau menjelaskan :
لا أعلم خلافا في أن المعالج إذا تعدى، فتلف المريض كان ضامنا، والمتعاطي علما أو عملا لا يعرفه متعد، فإذا تولد من فعله التلف ضمن الدية، وسقط عنه القود، لأنه لا يستبد بذلك بدون إذن المريض، وجناية المتطبب في قول عامة الفقهاء على عاقلته.
Kami tidak mengetahui adanya perbedaan pendapat Fuqoha bahwa seorang tenaga medis melakukan keteledoran lalu menyebabkan pasien celaka. maka ia bertanggungjawab. Dokter yang mempraktikkan suatu ilmu atau tindakan medis yang tidak diketahuinya, kalau karena perbuatannya menyebabkan pasien celaka (meninggal), ia harus membayar diyat, dan digugurkan darinya hukum qishos. Karena ia tidak akan melakukan pekerjaannya tanpa seizin pasien. Dan tindakan malpraktek tersebut menurut mayoritas Fuqaha juga masih jadi tanggung jawab aqilahnya.
📕Ma'alim as Sunan, Juz 4 halaman 35, Cet. Darul Kutub Ilmiyah.
=
✔Maka dapat difahami bahwa para ulama sepakat (ijma') jika seseorang tidak memiliki keahlian medis kemudian mengobati pasien dan malah memperburuk kondisinya, dia harus bertanggung jawab dan membayar kerugian yang dialami pasien.
✔Jika si dokter punya keahlian medis namun terjadi kesalahan atas penanganannya, menurut pendapat ulama fiqh, ia harus membayar diyat (ganti rugi) dan diyat ini juga ditanggung oleh 'aqilahnya yakni pihak keluarga pelaku. ‘Aqilah dilibatkan dalam rangka meringankan beban musibah.
✔Dokter terbebas dari hukuman qishas mati bila pasien meninggal akibat keteledoran-nya. Kecuali bila si dokter tahu letak kesalahannya tapi malah sengaja dilakukan, maka bisa dijatuhi qishas mati menurut Imam Kholil bin Ishaq dari madzhab Maliki.
Setelah terjadi kecelakaan akibat malpraktek tersebut, selain membayar diyat, apakah si Dokter tetap mendapat upah dari pekerjaannya?
●Imamuna Asy Syafi’i menjelaskan dalam kitabnya :
مسإ لة الحجام والخاتن والبيطار
أخبرنا الربيع قال : قال الشافعي الله : وإذ أمر الرجلُ الرجل أن يحجمه ، أو يختن غلامه ، أو يبيطر دابته ، فتلفوا من فعله ؛ فإن كان فعل ما يفعل مثله مما فيه الصلاح للمفعول يه عند أهل العلم بتلك الصناعة فلا ضمان عليه ، وإن كان فعل ما لا يفعل مثله أراد الصلاح وكان عالماً به فهو ضامن وله أجر ما عمل في الحالين في من السلامة والعطب
قال أبو محمد رحمه الله : وفيه قول آخر : أنه إذا فعل ما لا يفعل فيه مثله فليس له من الأجر شيء ؛ لأنه متعد ، والعمل الذي عمله لم يؤمر به فهو ضامن ولا أجر له وهذا أصح القولين ، وهو معنى قول الشافعي رحمة الله عليه
▪︎Masalah Ahli Bekam, Dokter Khitan dan Dokter Hewan
Telah mengabarkan kepada kami, Imam Robi' bin Sulaiman, dia berkata, telah berkata Imam Syafii :
"Apabila seseorang menyuruh dokter untuk membekamnya atau mengkhitankan anaknya, atau mengobati ternaknya, lalu mereka celaka karena perbuatan si dokter, bila si dokter sudah melakukan penanganan sudah sesuai prosedur medis, maka si dokter tidak perlu bertanggung jawab.
Tapi bila si dokter bertindak TIDAK sesuai prosedur medis, padahal si dokter mengetahui hal itu, maka dia harus bertanggung jawab (membayar ganti rugi). Dan dia berhak atas upah untuk dua keadaan ini, baik pasien itu selamat ataupun tidak."
Abu Muhammad (Imam Robi' bin Sulaiman) berkata,
"Dalam hal ini, ada pendapat lain yang menyatakan bahwa si dokter tidak berhak mendapatkan upahnya karena dia melakukan tindakan dengan sengaja, jika tindakan yang dilakukannya tidak diperintahkan (Tidak sesuai instruksi/prosedur), maka dia bertanggung jawab atas tindakannya dan si dokter TIDAK berhak mendapatkan upahnya. Ini pendapat yang lebih shohih, dan inilah maksud dari penjelasan Imam Asy Syafi'i."
•
📕Al 'Umm lil Imam Asy-Syafi'i, jilid 7 halaman 428, Cet. Darul Wafaa`
===
👨🏭Adam Mostafa EL Prembuny
#malpraktik #malpraktek #dokter #obat #mengobati #imamsyafii #imamalkhottobi #maalimus_sunan #al_umm #medis #jarimah #jinayah #qishos #diyat
—
Ada 6 Jenis Keringanan (takhfif) Dalam Syariat
☆
Syaikhul Imam 'Izzudin bin Abdil Aziz bin 'Abdissalam dalam kitabnya, beliau menuliskan pembagian rukhsoh berdasarkan jenisnya :
~
1️⃣. Takhfif isqoth, yaitu keringanan berupa pengguguran. Hukumnya menjadi tidak wajib, seperti tidak wajib sholat jumat, haji dan umroh bagi yang punya udzur yang telah diketahui.
▪︎[Contoh Udzur : Tidak mampu secara fisik ataupun finansial, sedang haid ataupun nifas]
2️⃣. Takhfif tanqish, yaitu keringanan berupa pengurangan. Contohnya,
1. Sholat qoshor dua rakaat;
2. Mengurangi perbuatan sholat yang tidak mampu dilakukan oleh orang sakit, seperti rukuk, sujud, dan lain-lain sebatas kemudahan darinya.
3️⃣. Takhfif ibdal, yaitu keringanan berupa penggantian. Contohnya,
1. Wudhu dan mandi wajib diganti dengan tayamum;
2. Berdiri ketika sholat diganti dengan duduk;
3. Yang tidak sanggup duduk diganti dengan berbaring;
4. Yang tidak sanggup berbaring diganti dengan menggerakkan tangan;
5. Mengganti hukuman dengan berpuasa;
6. Mengganti puasa dengan memberi makan bagi orang tua sepuh yang tidak sanggup berpuasa;
7. Mengganti sebagian kewajiban haji dan umroh dengan kafarot.
4️⃣. Takhfif taqdim, yaitu keringanan dengan cara didahulukan. Contohnya,
1. Menjamak taqdim ashar pada dzuhur;
2. Jamak taqdim isya pada magrib pada saat Safar dan saat terjebak hujan lebat;
3. Mendahulukan mengeluarkan zakat sebelum haul (batas waktu 1 tahun);
4. Membayar kafarot bagi yang melanggar sumpah.
5️⃣. Takhfif ta'khir, yaitu keringanan dengan cara diakhirkan. Contohnya,
1. Sholat jamak ta'khir;
2. Mengakhirkan puasa Romadhon di bulan berikutnya.
6️⃣. Takhfif tarkhish, yaitu keringanan karena rukhshoh. Contohnya,
1. Sholatnya orang yang bertayamum dengan kondisi berhadats;
2. Sholatnya orang yang bersuci dengan air sisa embun;
3. Memakan sesuatu yang najis untuk pengobatan;
4. Minum khomer saat kondisi darurat;
5. Mengucapkan kata-kata kufur karena mendapat tekanan (berupa ancaman keselamatan).
~
📕Qowa'idil Ahkam fi Ishlahil Anam (Qowa'idul Kubro), juz 2 halaman 12, Cet. Darul Qolam
Rukhsoh bisa disebut juga sebagai takhfif.
Perbedaan takhfif dan rukhsoh, takhfif adalah jenis keringanan nya, sedangkan rukhsoh adalah hukum yang berubah menjadi lebih mudah karena adanya udzur, namun hukum asal tetap berlaku bagi mukallaf yang tidak mengalami udzur.
Dalam kitab Asybah wan Nadzhoir halaman 82, Cet. DKI, karya Imam As Suyuthi, ada tambahan lagi yang disebutkan oleh Imam al 'Alaa-i, untuk yang ke 7️⃣, yakni Takhfif Taghyir (mengubah). Misalnya,
1. Perubahan bentuk gerakan sholat menjadi lebih simpel, akibat rasa khawatir.
▪︎[Misalnya sholat ketika sedang berperang, khawatir diserang musuh secara dadakan, maka ada beberapa gerakan sholat yang diubah agar menjadi ringkas, efisien dan aman].
○○○
وهي أنواع :
فصل في بيان تخفيفات الشرع
(منها) تخفيف الإسقاط : كإسقاط الجمعات والصوم والحج والعمرة
بأعذار معروفات .
(ومنها) تخفيف التنقيص : كقصر الصلوات، وتنقيص ما عجز عنه المريض من أفعال الصلوات كتنقيص الركوع والسجود وغيرهما إلى القدر الميسور من ذلك.
(ومنها) تخفيف الإبدال : كإبدال الوضوء والغسل بالتيمم، وإبدال
القيام في الصلاة بالقعود والقعود بالاضطجاع والاضطجاع بالإيماء وإبدال العتق بالصوم، وإبدال الصيام بالإطعام في حق الشيخ الكبير الذي يشق عليه الصيام، وكإبدال بعض واجبات الحج والعمرة بالكفارات عند قيام الأعذار .
(ومنها) تخفيف التقديم : كتقديم العصر إلى الظهر، والعشاء إلى المغرب في السفر والمطر، وكتقديم الزكاة على حولها، والكفارة على حنثها .
(ومنها) تخفيف التأخير : كتأخير الظهر إلى العصر، والمغرب إلى العشاء، ورمضان إلى ما بعده.
(ومنها) تخفيف الترخيص : كصلاة المتيمم مع الحدث، وصلاة المُسْتَجْمِر مع فضلة النجو، وكأكل النجاسات للمداواة، وشرب الخمر للغصة، والتلفظ بكلمة الكفر عند الإكراه. ويُعبر عن هذا بالإطلاق مع قيام المانع، أو بالإباحة مع قيام الحاظر .
●●●
👨🏭Adam Mostafa EL Prembuny
Ada 5 Macam Rukhshoh Berdasarkan Hukumnya
☆
Imam Jalaluddin as Suyuthi dalam kitabnya, beliau menuliskan pembagian rukhshoh berdasarkan hukumnya :
~
1️⃣. Rukhshoh Wajib. Contohnya,
1. Memakan bangkai karena darurat kelaparan,
2. Berbuka puasa karena khawatir akan memperburuk sakit karena kondisi wabah kelaparan,
3. Menghilangkan kehausan yang parah dengan meminum khomer.
▪︎️[Jika ia tidak makan atau minum saat itu juga bisa menyebabkan kematian, maka dalam keadaan ini melakukan 3 hal tadi yang hukum asalnya Haram itu bisa berubah menjadi Wajib karena darurat].
2️⃣. Rukhshoh Sunnah. Contohnya,
1. Sholat qoshor bagi seorang musafir (yang sudah mencapai 2 marhalah),
2. Berbuka puasa bagi orang yang sakit atau musafir yang mengalami masyaqqoh (kesulitan) jika melanjutkan puasa,
▪︎️[Namun bagi musafir ataupun orang sakit yang tidak mengalami masyaqqoh, maka tidak disunnahkan untuk berbuka].
3. Menunda sholat dzhuhur sampai hawanya sejuk;
4. Ketika memandang calon tunangan.
▪︎[️Disunnahkan memandang wajah dan telapak tangan calon istri ketika melamar].
3️⃣. Rukhshoh Mubah. Contohnya,
1. Akad transaksi salam
▪︎️[Akad salam : Jual beli pesanan dengan uang yang dibayarkan duluan sebelum ada barangnya), hukumnya asalnya sih gak boleh, karena dianggap membeli barang yang tidak berwujud (bai'ul ma'dum), tapi karena sangat dibutuhkan dan sudah menjadi 'urf/tradisi, maka hukumnya berubah menjadi mubah]
4️⃣. Rukhshoh Khilaful Aula (lebih utama ditinggalkan). Contohnya,
1. Mengusap sepatu ketika berwudhu, menjamak sholat dan berbuka puasa (bagi musafir) yang tidak mengalami kondisi darurat.
▪︎[Maka lebih utama jika ia melepas sepatunya agar kakinya bisa terbasahi air wudhu, dan lebih utama jika ia melanjutkan puasa jika tidak mengalami kondisi darurat].
2. Bertayamum bagi orang yang telah menemukan air, tapi air tersebut harus dibeli dengan harga di atas standar, padahal dia mampu untuk membelinya.
▪︎[Maka lebih utama jika dia membeli air tersebut secukupnya untuk berwudhu.]
5️⃣. Rukhshoh Makruh. Contohnya,
1. Mengqoshor sholat dalam perjalanan yang belum mencapai tiga marhalah (135 KM menurut madzhab Hanafi)
▪︎️[Atau dua marhalah 80,64 KM menurut mazhab Syafi'i atau 88,704 KM menurut mayoritas ulama].
▪︎[Kemakruhan ini disebabkan oleh adanya ketentuan jarak tempuh dalam safar yang syarat minimalnya 2 sampai 3 marhalah].
~
📕Al Asybah wan Nadzhoir lil Imam as Suyuthi, halaman 82, Cet. DKI
○○○
الرخص أقسام :
الفائدة الثالثة
▪︎ما يجب فعلها ، كأكل الميتة للمضطر ، والفطر من خاف الهلاك بغلبة الجوع والعطش وإن كان مقيما صحيحا ، وإسافة الغصة بالخمر :
▪︎وما يندب ، كالقصر في السفر والفطر لمن يشق عليه الصوم في سفر ، أو مرض . والابراد بالظهر ، والنظر إلى المخطوبة .
▪︎وما يباح ، كالسلم :
▪︎وما الأولى تركها : كالمسح على الخف ، والجمع ، والفطر لمن لا يتضرر ، والتيمم لمن وجد الماء يباع بأكثر من ثمن المثل ، وهو قادر عليه :
▪︎وما يكره فعلها ، كالقصر في أقل من ثلاثة مراحل :
●●●
👨🏭Adam Mostafa EL Prembuny
Kenapa Kita Diharuskan Mengucapkan Insyallah? Bagaimana Hukumnya?
Oleh : Adam Mostafa EL Prembuny
فصل في آداب تتعلق بصلاة الجمعة ويوم الجمعة وهي نحو من خمسة عشر :
أحدها : أن يستعد لها من يوم الخميس وفي ليلة الجمعة : بالتنظيف ، وغسل الثياب ، وإعداد ما يصلح لها .
الثاني : الاغتسال في يومها ، كما جاء في الأحاديث في « الصحيحين » وغيرها ( 1 ) والأفضل في الاغتسال أن يكون قبل الرواح إليها بزمن يسير . الثالث : التزين بتنظيف البدن ، وقص الأظفار ، والسواك ، وغير ذلك مما تقدم من إزالة الفضلات ، ويتطيب ويلبس أحسن ثيابه . الرابع : التبكير إليها ماشياً . وينبغي للساعي إلى الجامع أن يمشي بسكون وخشوع ، وينوي الاعتكاف في المسجد إلى وقت خروجه . الخامس : ألا يتخطى رقاب الناس ، ولا يفرق بين أثنين إلا أن يرى فرجة فيتخطى إليها .
السادس : ألا يمر بين يدي المصلي . السابع : : أن يطلب الصف الأول ، إلا أن يرى منكراً أو يسمعه فيكون له في التأخر عذر .
الثامن : أن يقطع التنفل من الصلاة والذكر عند خروج الإمام من صومعته ، ويشتغل بإجابة المؤذن ، ثم بأستماع الخطبة .
التاسع : أن يصلي السنة بعد الجمعة إن شاء ركعتين ، وإن شاء أربعاً ، وإن شاء ستا .
العاشر : أن يقيم في المسجد حتى يصلي العصر ، وإن أقام إلى المغرب فهو أفضل .
الحادي عشر : أن يراقب الساعة الشريفة التي في يوم الجمعة بإحضار القلب وملازمة الذكر .
وأختلف في لهذه الساعة : ففي أفراد مسلم من حديث أبي موسى : أنها ما بين أن يجلس الإمام إلى أن تقضى الصلاة ( 1 ) .
وفي حديث آخر : هي ما بين فراغ الإمام من الخطبة إلى أن تقضى الصلاة ( ۲ ) . وفي حديث جابر : أنها آخر ساعة بعد العصر ( 3 ) .
وفي حديث أنس قال : « التمسوها ما بين صلاة العصر إلى غروب الشمس » ( 4 ) . وقال أبو بكر الأثرم : لا تخلو لهذه الأحاديث من وجهين : إما أن يكون بعضها أصح من بعض . وإما أن تكون لهذه الساعة تنتقل في الأوقات كتنقل ليلة القدر في ليالي العشر .
الثاني عشر : أن يكثر من الصلاة على النبي ﷺ في لهذا اليوم ، فقد روي عن النبي ﷺ أنه قال : « من صلى علي في يوم الجمعة ثمانين مرة غفر الله له ذنوب ثمانين سنة » ( 5 ) . وإن أحب زاد في الصلاة عليه الدعاء له ، كقوله :
( اللهم آت محمداً الوسيلة والفضيلة ، والدرجة الرفيعة ، وأبعثه المقام المحمود الذي وعدته ، اللهم أجز نبينا عنا ما هو أهله ) . وليضف إلى الصلاة الاستغفار ، فإنه مستحب في ذلك اليوم .
الثالث عشر : أن يقرأ سورة الكهف ، فقد جاء في حديث من رواية عائشة رضي الله عنها أنها قالت : قال رسول اللہ ﷺ : « ألا أحدثكم بسورة ملأ عظمها ما بين السماء والأرض ، ولكاتبها من الأجر مثل ذلك . ومن قرأها يوم الجمعة غفر له ما بينها وبين الجمعة الأخرى وزيادة ثلاثة أيام . ومن قرأ الخمس الأواخر منها عند نومه بعثه الله تعالى أي الليل ( ۱ ) شاء » ؟ قالوا : بلی یا رسول الله . قال : « سورة الكهف » ( ۲ ) .
وروي في حديث آخر : أن من قرأها في يوم الجمعة أو ليلة الجمعة وقي الفتنة (٣)
ويستحب أن يكثر من قراءة القرآن في يوم الجمعة ، وأن يختم فيه ، أو في ليلة الجمعة إن قدر .
الرابع عشر : أن يتصدق في يوم الجمعة بما أمكن ، ولتكن صدقته خارج المسجد . ويستحب أن يصلي صلاة التسبيح في يوم الجمعة . .
الخامس عشر : يستحب أن يجعل يوم الجمعة لأعمال الآخرة ، ويكف عن جميع أشغال الدنيا .
●●●
Cara Mengagungkan dan Menghormati Kitab Al Quran - Syaikh Nawawi al Bantani
Oleh : Adam Mostafa EL PrembunyApakah Sebagian Anggota Tubuh Yang Terputus dan Terpisah dari Tubuh, Perlu Disholatkan?
Oleh : Adam Mostafa EL PrembunyRincian Lengkap Hukum Jual Beli Kucing Menurut Para Ulama
Oleh : Adam Mostafa EL Prembuny
☆Referensi saya :
●●●
Rincian Lengkap dan Penjelasan Hukum Jual Beli Saat Tiba Pelaksanaan Sholat Jumat
Oleh : Adam Mostafa EL Prembuny
📕Al Mu’tamad Fil Fiqhi Asy Syafi’i juz 1 hlm 500 cet. Darul Qolam.
●●●
Tema & Isi Pembahasannya • Aqidah & Filsafat Memuat tulisan-tulisan pembahasan tentang ilmu kalam, teologi, pe...