Tampilkan postingan dengan label Khazanah & Sains. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Khazanah & Sains. Tampilkan semua postingan

Kamis, 05 Februari 2026

 Berapa Jumlah Kosakata Bahasa Arab dan Berapa Jumlah Kata Serapannya Ke Bahasa Indonesia? 


☆ 


Seorang Ulama sekaligus Sejarawan asal Irak, Syaikh Jawad 'Ali al 'Iroqi, beliau menyebutkan bahwa jumlah kosa kata Arab mencapai 12,3 juta. Lebih tepatnya 12.305.052 kata. Ini menjadikan bahasa Arab sebagai bahasa dengan kosakata terkaya dalam sejarah.


Berikut penjelasan beliau dalam kitabnya : 


~


واللغة العربية اليوم، هي من أعظم اللغات السامية الباقية، بكثرة من يتكلم ويكتب بها، وبكثرة ما ألف ودون بها. وهي تستعمل اليوم قلمًا اشتق من قلم سامي شمالي، وكان لها في الماضي قلم قديم كان مستعملًا عند العرب من أيام ما قبل الميلاد إلى ظهور الإسلام، مات بسبب اتخاذ الإسلام القلم الجزم قلمًا للوحي، دون به القرآن الكريم، فصار بذلك القلم الشرعي الرسمي، وأمات بذلك الأقلام الجاهلية الأخرى المشتقة من القلم "المسند".


"Saat ini, bahasa Arab termasuk bahasa Semit terbesar yang masih ada, dengan banyaknya orang yg berbicara dan menulis dengannya, dan banyak yang mengarang dan menyusun buku dengan bahasa tersebut. 


Bahasa Arab hari ini menggunakan aksara yang berasal dari aksara Semit utara. Pada zaman dahulu, bahasa arab memiliki aksara kuno yang digunakan oleh orang-orang Arab sejak zaman sebelum Masehi hingga munculnya Islam. Aksara tersebut sudah punah karena Islam mengambil aksara yang baku sebagai penulisan untuk wahyu yang digunakan untuk menulis ayat-ayat Al-Qur'an, sehingga menjadi penulisan resmi yang sah,

Hal ini memusnahkan aksara jahiliyah lainnya yang berasal dari aksara "al-Musnad”.


ونجد في المعاجم اللغوية مئات الألوف من الألفاظ المعبرة عن معان، وقد قدر بعض العلماء عدد ألفاظ العربية بنحو من "١٢٣٠٥٠٥٢" كلمة٣. ويعود سبب غناها في الألفاظ إلى كثرة وجود المترادفات فيها، التي هي من بقايا لغات قبائل، وإلى خاصية جذور الكلم فيها في توليد الألفاظ الجديدة بتحريك هذه الجذور. 


📕جواد علي العراقي : المفصل في تاريخ العرب قبل الإسلام 


"Kita menemukan dalam kamus lughoh ratusan ribu kata yang mengungkapkan makna. Dan sebagian Ulama memperkirakan jumlah kata dalam bahasa Arab sekitar 12.305.052 (dua belas juta tiga ratus lima ribu lima puluh dua) kata. 


Penyebab dari kekayaan kata bahasa arab ini adalah karena banyaknya sinonim di dalamnya, yang merupakan warisan dari bahasa kabilah-kabilah di Arab, dan karakteristik akar katanya dalam menghasilkan kata-kata baru dengan memindahkan akar-akar kata tersebut." 



📕Al Mufasholu fi Tarikhil 'Arob Qoblal Islam, Juz 8 halaman 535, Cet. Sa'adat Jami'ah Baghdad Ala Thob'i wan Nasyri.


===


🔹️Inilah salah satu keistimewaan bahasa Arab, yakni mampu menciptakan kosa kata baru dengan makna yang berbeda-beda, dan selalu berkembang lebih banyak dibandingkan bahasa lainnya.  Bahasa Arab memiliki banyak kosakata karena punya beragam akar kata dan adanya kata-kata dengan bentuk yang mirip tapi memiliki makna yang berbeda.  Kosakata dalam bahasa Arab disebut mufrodat dan terbagi menjadi 3 yaitu : Isim (k. benda), Fi'il (k. kerja), dan Harf (huruf). 


Menurut lembaga Pusat Pengembangan dan Perlindungan Bahasa dan Sastra, jumlah kosakata dalam bahasa Indonesia yang telah tercatat dalam buku 📘KBBI edisi ke 5, sekitar 127.036 bentuk kata. 


Sedangkan bahasa Inggris dalam buku kamus 📘Oxford English Dictionary, memiliki 273.000 kata utama ; 171.476 di antaranya masih digunakan saat ini, 47.156 kata yang sudah tidak digunakan lagi , dan sekitar 9.500 kata turunan disertakan sebagai sub-entri.  Kamus ini berisi 157.000 kombinasi dan turunan, dan 169.000 frasa dan kombinasi, sehingga total jumlahnya lebih dari 600.000 bentuk kata.


🔹️Serapan Bahasa Arab dalam Bahasa Indonesia


Menurut Badan Pengembangan Bahasa & Perbukuan" di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia, jumlah kosakata serapan Arab yang ada dalam bahasa Indonesia berjumlah 1495 kata.


Kata-kata serapan bahasa Arab dalam bahasa Indonesia bisa dibagi jadi 4 macam, yaitu: 


1. Kata yang ucapan dan maknanya masih sama.

Contoh : Abadi أبدي , Wajib وجب , Musibah مصيبة , Hakim حاكم , Maut موت , Daftar دفتر , Halal حلال


2. Kata yang ucapannya berubah, tapi maknanya tetap.

Contoh : Lafal لفظ , Rezeki رزق , Sekarat سكرة , Kabar خبر , Senin إسنين , Rabu أربعاء , Mungkin يمكن


3. Kata yang ucapan sama, tapi maknanya berubah.

Contoh : Kalimat كلمة, Siasat سياسة , Ahli أهل 


4. Kata yang ucapan dan maknanya berubah.

Contoh : Perlu فرض , Petuah فتوى , Laskar عسكر , Logat لهجة , Naskah نسخة


===


#kamus #arab #kamusarab #kosakata #serapan #islam #alquran #faedah #khazanah #sejarah #algoritma #up #news #kitab #rekomendasi


👨‍🏭Adam Mostafa EL Prembuny

 Fatwa Lengkap Imam Nawawi Tentang Isra Mi'raj, Termasuk Sholat Pertamakali yang Dikerjakan Nabi ﷺ


~


Di postingan sebelumnya, saya sudah membahas tentang syariat Wudhu yang pertamakali dilakukan oleh Nabi ﷺ berdasarkan kitab Tarikh Al Sholat fil Islam karya Syaikh Jawwad 'Ali, kali ini saya akan terlebih dahulu membawakan pendapat ulama lain yakni Al Imam An Nawawi rohimahullah, yang membahas jenis sholat pertama kali yang dikerjakan oleh Nabi ﷺ dalam Islam. 


Berikut adalah jawaban lengkap Imam An Nawawi rahimahullah dalam kitab Fatawaa An Nawawi, terkait pertanyaan-pertanyaan seputar Isra Mi'raj, di antaranya termasuk jenis sholat yang pertama kali dikerjakan oleh Nabi Muhammad ﷺ adalah Sholat Malam.


🔰Pertanyaan :


هل ثبت أن النبي -صلى الله تعالى عليه وآله وسلم- صلى بالأنبياء -صلوات الله وسلامه عليهم أجمعين- ليلة الِإسراء ببيت المقدس أم لا؟ وهل كانت الصلاة وجبت؟ وهل هي الصلاة المعهودة أم الدعاء؟ وهل كان الِإسراء في المنام أم في اليقظه؟ وهل كان مرةً أو مرتين؟ وهل رأى النبي صلى الله تعالى عليه وآله وسلم ربَّه سبحانه وتعالى ليلةَ الِإسراء بعيني رأسِه أم لا؟ ومتى كان الِإسراء؟


1️⃣Apakah riwayat haditsnya shohih bahwa Nabi ﷺ pernah mengerjakan sholat bersama para Nabi 'alaihimusalam pada malam Isra` di Baitul Maqdis?


2️⃣Apakah shalat yang dilakukannya itu wajib? Dan apakah sholat tersebut adalah sholat yang kita kenal atau sholat sebatas doa saja?


3️⃣Apakah Isra` itu terjadi ketika Nabi ﷺ dalam keadaan tidur atau dalam keadaan sadar?


4️⃣Apakah terjadinya peristiwa Isra` itu sekali ataukah dua kali?


5️⃣Apakah Nabi ﷺ melihat Allah subhanahuwataala pada malam Isra` Mi'raj itu secara langsung atau tidak? 


6️⃣Dan kapan terjadinya peristiwa Isra` Mi'raj?


▪︎


✅ Imam An Nawawi menjawab :


نعم؛ ثبت أن نبينا صلى الله عليه وآله وسلم صلى بالأنبياء صلوات الله وسلامه عليهم أجمعين ليلةَ الِإسراء ببيت المقدس، ثم يحتمل أنه كانت الصلاة قبلَ صعوده إلى السماء، وُيحْتَمَلُ أنها بعد نزوله منها.

واختلف العلماء في هذه الصلاة.

فقيل: إِنها الصلاةُ اللغويةُ، وهي الدعاء والذكر.

وقيل: هي الصلاة المعروفة وهذا أصح ؛ لأن اللفظ يُحمل على حقيقته الشرعية قبل اللغوية، وإِنما نحمله على اللغوية إِذا تعذر حمله على الشرعية ولم يتعذر هنا؟ فوجب الحمل على الصلاة الشرعية.


""Ya benar, telah tsabit (dalam hadits Shohih) bahwa Nabi ﷺ mengerjakan sholat dengan para Anbiya` alaihimussalam pada malam Isra` di Baitul Maqdis, kemungkinan sholat tersebut dilakukan sebelum beliau naik ke langit (Mi'raj) dan bisa jadi setelah beliau turun dari langit.


Para ulama berbeda pendapat tentang sholat ini.


–Sebagian ulama mengatakan bahwa sholat tersebut adalah sholat secara bahasa, yakni berdoa dan berdzikir.

–Dan sebagian ulama lainnya mengatakan bahwa Sholat tersebut adalah sholat yang dikenal dalam syariat dan inilah pendapat yang benar . 


Karena kata "Sholat" tersebut harus diartikan menurut hakikat Syariat sebelum diartikan secara bahasa, dan kami hanya mengartikannya dengan makna bahasa apabila mustahil mengartikannya secara Syariat, dan dalam hal ini tidak ada halangan untuk mengartikannya secara Syariat. Maka wajib diartikan sholat secara Syariat.""


وكانت الصلاة واجبةً قبل ليلة الإِسراء، وكان الواجبُ قيامَ بعض الليل كما نص الله سبحانه وتعالى عليه في سورة المزمل، وكان الواجبُ أولًا ما ذكره  الله سبحانه وتعالى في أول السورة بقوله تعالى: {يَا أَيُّهَا الْمُزَّمِّلُ قُمِ اللَّيْلَ إِلَّا قَلِيلًا  نِصْفَهُ أَوِ انْقُصْ مِنْهُ قَلِيلًا  أَوْ زِدْ عَلَيْهِ} ثم نسخ ذلك بعد سنةٍ بما ذكره  الله تعالى في آخر السورة بقوله تعالى: {فَاقْرَءُوا مَا تَيَسَّرَ مِنْهُ} ثم نسخ قيام الليل ليلةَ الِإسراء ووجبت فيها الصلوات الخمس .


""Sholat tersebut diwajibkan sebelum malam Isra` , dan wajib hukumnya didirikan pada sebagian malam sebagaimana yang Allah Ta’ala firmankan dalam surah Al Muzammil ayat pertama : 


{Hai orang yang berselimut, dirikanlah (Sholat) di malam hari, kecuali sedikit (darinya), yaitu seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit atau lebih dari itu}.


Kemudian kewajiban tersebut dinasakhkan (dihapuskan) setelah setahun kemudian oleh apa yang Allah Ta’ala sebutkan pada akhir dari surah ini yakni ayat 20, Allah berfirman : {Maka, bacalah apa yang mudah dari Al Quran ... }. Kemudian syariat kewajiban Sholat Malam dihapus pada malam Isra`Mi'raj dan diganti dengan kewajiban sholat lima waktu.""


وكان الِإسراء سنة خمس أو ست من النبوة، وقيل سنة اثنتي عشرة منها، وقيل بعد سنة وثلاثة أشهر منها، وقيل غير ذلك، وكانت ليلةَ السابع والعشرين من شهر ربيع الأول.

وكان الِإسراء به - صلى الله عليه وسلم - مرتين:

 - مرة في المنام، ومرة في اليقظة.


""Isra` Miraj terjadi pada tahun ke 5 atau ke 6 setelah Nubuwah, dan ada yang menyebutkan pada tahun ke 12 setelah Nubuwah, dan ada yang menyebutkan 15 bulan setelah Nubuwah dan ada yang menyebutkan juga di waktu lain, dan Isra Miraj (menurut Imam Nawawi) itu terjadi pada malam 27 Rabi’ul Awal.

Isra’ Mi'raj-nya Nabi ﷺ terjadi dua kali:

1- Saat dalam mimpi.

2- Saat dalam keadaan sadar.""


ورأى -صلى الله تعالى عليه وآله وسلم- ربه سبحانه وتعالى ليلة الِإسراء بعيني رأسه، هذا هو الصحيح الذي قاله ابن عباس، وأكثر الصحابة والعلماء رضي الله عنهم أجمعين.

ومنعته عائشة وطائفة من العلماء -رضي الله عنهم أجمعين- وليس للمانعين دليل ظاهر، وإِنما احتجت عائشة بقوله تعالى: {لَا تُدْرِكُهُ الْأَبْصَارُ} (١) وأجاب الجمهور عنه بأن الإِدراك هو الِإحاطة والله تعالى لا يُحاط به؛ لكن يراه المؤمنون في الدار الآخرة بغير إِحاطة وكذلك رآه رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم ليلة الِإسراء.


""Nabi Muhammad ﷺ melihat Tuhan-Nya pada malam Isra' dengan mata beliau sendiri. Ini adalah pendapat yang benar yang disampaikan oleh Sayidina Ibnu Abbas dan sebagian besar sahabat dan para ulama.


Sayidah 'Aisyah dan sekelompok ulama menolaknya, dan tidak ada dalil yang jelas bagi mereka yang melarangnya. Akan tetapi, Sayidah Aisyah berdalil dengan firman Allah Al An'am ayat 103 : {Allah tidak dapat diketahui oleh penglihatan}.


Dan jumhur ulama menanggapinya dengan mengatakan bahwa Idrok (diketahui) pada ayat tersebut artinya Ihathoh, yakni mengetahui wujudnya secara total keseluruhan, sedangkan Allah tidak bisa diketahui dengan cara tersebut. Akan tetapi orang-orang yang beriman akan melihat Tuhan-Nya di akhirat tanpa secara Ihathoh tadi. Dan hanya Rasulullah ﷺ yang telah melihat Tuhan-Nya pada malam Isra`Miraj.""


~


📕Fatawaa An Nawawi Al Musammah bil Masail al Mantsurah, halaman 35-39, Cet. Dar Basyair al Islamiyyah.

==


Oleh : 👨‍🏭Adam Mostafa EL Prembuny


#isramiraj #baitulmaqdis #langit #shalat #nabi #rasul

Sabtu, 30 November 2024

💠Ibnu Sayyar al-Warraq - Chef Terkenal Abad Pertengahan

Syekh Ibnu Sayyar al Warroq (350H), Seorang Chef, Koki, Ahli Kuliner Sekaligus Penulis Resep Masakan Terkenal Dari Abad Pertengahan 

Oleh : Adam Mostafa EL Prembuny

☆ 

Pada masa kejayaan Islam, tidak hanya melahirkan para ilmuwan hebat di bidang Iptek saja. Di bidang Kuliner atau seni masakan juga mendapat perhatian begitu besar dari para peneliti muslim. Beraneka ragam masakan dan hidangan berkembang pada masa kejayaan Islam. Seni kuliner punya posisi yang cukup penting dalam lahirnya peradaban islam.

Ada satu sosok terkenal di abad pertengahan yang punya jasa besar dalam bidang Kuliner. Dia adalah Syekh Ibnu Sayyar Al Warroq. Terkenal dengan nama Al-Warroq. Nama lengkapnya adalah Abu Muhammad Al-Mudzhoffar bin Nashr bin Sayyar Al-Warroq. Beliau adalah seorang penulis Arab dari Baghdad serta penyusun buku resep masak pada abad 3-4 Hijriyah (Abad 10 M).

Syekh Ibnu Sayyar adalah seorang Chef sekaligus Koki (juru masak) yang sangat pupuler di ibu kota pemerintahan Islam, Baghdad, Irak. Beliau berjasa mengembangkan seni kuliner khas Timur Tengah. Bahkan beliau berhasil membukukan setiap resep masakan dalam sebuah kitab yang sangat terkenal yang bahkan menjadi buku resep masakan tertua. 

Karyanya yang terkenal adalah kitab 📕At-Thobikh Wa Ishlah Al-Aghdziyah Al-Ma’kulat Wa Thiybah al-Ath'imah al-Mashnu'atu Mimma Istakhroja min Kutub al-Thubbi wa Alfadzh al-Thuhati wa Ahl al-Lub

📕(كتاب الطبيخ وإصلاح الاغذية المأكولات وطيبة الأطعمة المصنوعات مما استخرج من كتب الطب وألفاظ الطهاة وأهل اللب)

Kalau diterjemahkan artinya, "Kitab Memasak dan Mengolah Hidangan Bergizi serta Penyajian Cita Rasa Makanan, yang Diambil dari Buku-buku Kedokteran dan Perkataan Para Koki serta Orang-orang yang Berpengetahuan".

Ini adalah buku resep masakan Timur Tengah yang paling awal diketahui. Terdapat lebih dari 600 resep masakan dan terbagi menjadi 132 bab, kitab At-Thobikh ini merupakan salah satu buku masak tertua yang masih ada. Berbagai resep dalam buku ini seperti Asida, bubur dengan pemanis kurma yang berasal dari semenanjung Arab. Buku ini juga berisi semur mewah dengan nama persia. Serta ada pembahasan tentang semur hangat asal Nabath, Yordania. 

Syekh Ibnu Sayyar lahir pada akhir abad ketiga hijriyah (sekitar awal abad 9 masehi) dan beliau hampir menghabiskan sebagian hidupnya di Baghdad. Ketrampilannya dalam memasak membuat beliau dipercaya menjadi pemimpin dan pengawas dapur di Istana. Beliau banyak bereksperimen dalam menciptakan resep baru atau menambah cita rasa dan bumbu aroma baru dari masakannya. 

Resep yang dikumpulkannya adalah menu-menu hidangan favorit beberapa orang khalifah Abbasiyah, seperti Al-Mutawakkil dan Al-Ma'mun serta para pejabat istana. Syekh Ibnu Sayyar menyusun ratusan resep untuk hidangan, makanan penutup, dan minuman. Juga mengumpulkan berbagai resep hidangan dari para koki terdahulu. Tak lupa beliau juga menyertakan resep untuk mereka yang berpuasa dan makanan yang cocok untuk orang sakit. Bahkan beliau memberikan informasi gizi dan saran tentang jenis makanan yang sesuai untuk setiap musim dan jenis makanan yang bermanfaat agar mendapatkan tidur yang bagus.

Dari jenis-jenis roti saja, kitab ini menyebutkan 15 jenis, merinci bahan-bahan dan metode pembuatannya masing-masing. Di antara makanan manisan tersebut adalah Qatayif (kue manis dengan topping), yang masih memiliki nama yang sama di Suriah dan Mesir hingga saat ini, dan beberapa makanan pembuka yang disajikan dengan minuman tersebut. Setiap hidangan memiliki efek khusus pada kondisi kejiwaan orang yang memakannya. Mengenai minuman, beliau secara khusus menyebutkan bir non-alkohol, anggur manis, atau minuman manis, yang diyakini dapat membantu pencernaan setelah makan dan beberapa minuman yang tidak boleh dikonsumsi bersama makanan tersebut. 

Dalam kitab ini, Syekh Ibnu Sayyar al Warroq menyediakan satu bab khusus untuk membahas adab makan, peralatan dapur yang tepat, kiat-kiat untuk menghilangkan bau makanan setelah dimasak, menyikat gigi setelah makan, dan manfaat kesehatan dari setiap jenis makanan serta dampaknya terhadap kesehatan. Beliau menekankan standar kebersihan yang ketat. Mungkin bagian-bagian yang paling seru dari kitab ini adalah syair, peribahasa, anekdot, dan semua cerita dari malam-malam ketika begadang dan mengobrol di istana sultan. 

Di antara nasihat beliau dalam kitab ini di antaranya adalah makan buah sebelum menyantap hidangan, bukan sesudahnya. Dan bergerak/berolahraga sebelum makan, dan tidur sebentar setelah makan, dengan syarat tidak tidur terlalu lama, karena tidur yang lama setelah baru saja makan itu dapat membahayakan tubuh.

Kitabnya telah diberi tanggal penulisan antara tahun 940-960 M berdasarkan nama-nama orang yang disebutkan di dalamnya. Ini adalah pendekatan yang diadopsi oleh salah satu pentahqiq kitab tersebut yakni Dr. Nawal Nashrallah untuk menentukan tahun lahirnya pada akhir abad kesembilan dan karyanya pada abad kesepuluh. Dalam kitabnya, Syekh Ibnu Sayyar merujuk pada nama Khalifah 'Ali al-Muktafi (295 H/908 M) dan Khalifah Ja'far al-Muqtadir (320 H/932 M).

Dari julukannya "Al-Warroq (kertas)" yang dinisbahkan kepadanya, Syekh Ibnu Sayyar juga menjalankan kegiatan pekerjaan lain yang berkaitan dengan perbukuan, menyalin dan menyusun manuskrip serta memperjualbelikan buku. Tidak banyak catatan hidup tentang Ibnu Sayyar, namun diketahui, beliau meninggal sekitar tahun 961 Masehi (sekitar tahun 350 H).  Keahliannya dalam bidang kuliner menjadikan karyanya sebagai ilmu abad pertengahan yang masih relevan hingga saat ini.

Sumber :

📕At-Thobikh Wa Ishlah Al-Aghdziyah Al-Ma’kulat Wa Thiybah al-Ath'imah al-Mashnu'at, Cet. Dar Shodr

📕Mi-atu Kitabun Wa Kitabun Kutubin 'Arobiyyah Atsrot al 'Alam, halaman 137-139, Cet. Hai-ah Abu Dzhobi Li Siyahah Wa al-Tsaqofah.

🌐https://web.archive.org/web/20180813072225/https://raseef22.com/culture/2015/11/07/the-imaginary-banquets-of-haroun-al-rashed/                                           
===

👨‍🏭Adam Mostafa EL Prembuny

#chefabadpertengahan #ilmuan #khazanahislam

💠Jumlah Kosakata Bahasa Arab

Berapa Jumlah Kosakata Bahasa Arab dan Berapa Jumlah Kata Serapannya Ke Bahasa Indonesia? 

Oleh : Adam Mostafa EL Prembuny

☆ 

Seorang Ulama sekaligus Sejarawan asal Irak, Syaikh Jawad 'Ali al-'Iroqi, beliau menyebutkan bahwa jumlah kosa kata Arab mencapai 12,3 juta. Lebih tepatnya 12.305.052 kata. Ini menjadikan bahasa Arab sebagai bahasa dengan kosakata terkaya dalam sejarah.

Berikut penjelasan beliau dalam kitabnya : 

واللغة العربية اليوم، هي من أعظم اللغات السامية الباقية، بكثرة من يتكلم ويكتب بها، وبكثرة ما ألف ودون بها. وهي تستعمل اليوم قلمًا اشتق من قلم سامي شمالي، وكان لها في الماضي قلم قديم كان مستعملًا عند العرب من أيام ما قبل الميلاد إلى ظهور الإسلام، مات بسبب اتخاذ الإسلام القلم الجزم قلمًا للوحي، دون به القرآن الكريم، فصار بذلك القلم الشرعي الرسمي، وأمات بذلك الأقلام الجاهلية الأخرى المشتقة من القلم "المسند". 

"Saat ini, bahasa arab termasuk bahasa Semit terbesar yang masih ada, dengan banyaknya orang yang berbicara dan menulis dengannya, dan banyak yang mengarang serta menyusun buku dengan bahasa tersebut. 

Bahasa arab hari ini menggunakan aksara yang berasal dari aksara Semit utara. Pada zaman dahulu, bahasa arab memiliki aksara kuno yang digunakan oleh orang-orang Arab sejak zaman sebelum Masehi hingga munculnya Islam. Aksara tersebut musnah karena Islam hanya mengambil aksara yang baku sebagai penulisan untuk wahyu yang digunakan untuk menulis ayat-ayat Al-Qur'an, sehingga menjadi penulisan resmi yang sah, dan aksara jahiliyah lainnya berasal dari aksara al-Musnad. 

ونجد في المعاجم اللغوية مئات الألوف من الألفاظ المعبرة عن معان، وقد قدر بعض العلماء عدد ألفاظ العربية بنحو من "١٢٣٠٥٠٥٢" كلمة٣. ويعود سبب غناها في الألفاظ إلى كثرة وجود المترادفات فيها، التي هي من بقايا لغات قبائل، وإلى خاصية جذور الكلم فيها في توليد الألفاظ الجديدة بتحريك هذه الجذور. 
📕جواد علي العراقي : المفصل في تاريخ العرب قبل الإسلام 

"Kita menemukan dalam kamus lughoh ratusan ribu kata yang mengungkapkan makna. Dan sebagian ulama memperkirakan jumlah kata dalam bahasa arab sekitar 12.305.052 (dua belas juta tiga ratus lima ribu lima puluh dua) kata. 

Penyebab dari kekayaan kata bahasa arab ini adalah karena banyaknya sinonim di dalamnya, yang merupakan sisa-sisa bahasa kabilah-kabilah di arab, dan sifat akar katanya dalam menghasilkan kata-kata baru dengan memindahkan akar-akar kata tersebut." 


📕Al Mufasholu fi Tarikhil 'Arob Qoblal Islam, Juz 8 halaman 535, Cet. Sa'adat Jami'ah Baghdad Ala Thob'i wan Nasyri.

=

🔹️Salah Satu Keistimewaan Bahasa Arab.

Bahasa Arab mampu menciptakan kosa kata baru dengan makna yang berbeda-beda, dan selalu berkembang lebih banyak dibandingkan bahasa lainnya.  Bahasa Arab memiliki banyak kosakata karena punya beragam akar kata dan adanya kata-kata dengan bentuk yang mirip tapi memiliki makna yang berbeda.  Kosakata dalam bahasa Arab disebut mufrodat dan terbagi menjadi 3 yaitu : Isim (k. benda), Fi'il (k. kerja), dan Harf (huruf). 

Menurut lembaga Pusat Pengembangan dan Perlindungan Bahasa dan Sastra, jumlah kosakata dalam bahasa Indonesia yang telah tercatat dalam buku 📘KBBI edisi ke 5, sekitar 127.036 bentuk kata. 

Sedangkan bahasa Inggris dalam buku kamus 📘Oxford English Dictionary memiliki 273.000 kata utama ; 171.476 di antaranya masih digunakan saat ini, 47.156 kata yang sudah tidak digunakan lagi , dan sekitar 9.500 kata turunan disertakan sebagai sub-entri.  Kamus ini berisi 157.000 kombinasi dan turunan, dan 169.000 frasa dan kombinasi, sehingga total jumlahnya lebih dari 600.000 bentuk kata.

🔹️Serapan Bahasa Arab Dalam Bahasa Indonesia.

Menurut Badan Pengembangan Bahasa & Perbukuan" di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia, jumlah kosakata serapan Arab yang ada dalam bahasa Indonesia berjumlah 1495 kata.

Kata-kata serapan bahasa Arab dalam bahasa Indonesia bisa dibagi jadi 4 macam, yaitu: 

1. Kata yang ucapan dan maknanya masih sama.
Contoh : Abadi أبدي , Wajib وجب , Musibah مصيبة , Hakim حاكم , Maut موت , Daftar دفتر , Halal حلال

2. Kata yang ucapannya berubah, tapi maknanya tetap.
Contoh : Lafal لفظ , Rezeki رزق , Sekarat سكرة , Kabar خبر , Senin إسنين , Rabu أربعاء , Mungkin يمكن

3. Kata yang ucapan sama, tapi maknanya berubah.
Contoh : Kalimat كلمة, Siasat سياسة

4. Kata yang ucapan dan maknanya berubah.
Contoh : Perlu فرض , Petuah فتوى , Laskar عسكر , Logat لهجة , Naskah نسخة

===

👨‍🏭Adam Mostafa EL Prembuny

#kamus #arab #kamusarab #kosakata #serapan #islam #alquran #faedah #khazanah #sejarah #algoritma #up #news #kitab #rekomendasi

Jumat, 04 Oktober 2024

💠Tingkatan Mujtahid Fiqih Dalam Islam

Tingkatan Mujtahid Fiqh Dalam Islam Menurut Syaikh Wahbah Zuhaili

Oleh : Adam Mostafa EL Prembuny



☆Referensi saya :

📕Fiqhul Islamiy wa Adillatuhu
👳‍♂️Syaikh Wahbah az Zuhaili


Menurut kitab Fiqhul Islamiy wa Adillatuhu karya Syaikh Wahbah az Zuhali al Hanafiy, beliau menuliskan tingkatan Mujtahid (Ahli Ijtihad) fikih menjadi beberapa tingkatan :


■1. Mujtahid Muthlaq yg Berijtihad Sendiri (Mujtahid Mustaqil)

Adalah mujtahid yg mampu membuat kaidah sendiri. Ia membina fikih di atas kaidah2 tersebut. Yg termasuk dlm tingkatan mujtahid paling tinggi ini adalah para Imam mazhab empat (Imam Abu Hanifah, Imam Maliki, Imam Syafi’i dan Imam Ahmad).

■2. Mujtahid Muthlaq yg Tidak Berijtihad Sendiri (Mujtahid Muthlaq Ghoiru Mustaqil)

Adalah mujtahid yg memiliki syarat2 berijtihad yg dimiliki mujtahid mustaqil, tetapi ia tidak menciptakan kaidah2 sendiri, tapi mengikuti cara salah seorang dari para imam mujtahid.

Jadi, mereka adalah Muntasib (mengikuti) bukan mustaqil.

Contoh Mujtahid Muntasib adalah murid2 para imam madzhab empat tadi, di antaranya Qodhi Abu Yusuf dan Zufar dari golongan Hanafi.

Kemudian Ibnul Qosim, Al Asyhab, dan Asad Ibnul Furot dari mazhab Maliki.

Imam al Buwaithi dan Imam al Muzani dari mazhab Syafi’i

Imam Abu Bakar al Marwazi dari mazhab Hambali.

Jadi, mereka kadang berbeda pendapat dgn guru mereka, tetapi mereka mengikutinya dlm kaidah2 yg utama.

Kedua tingkatan ini (Mustaqil dan Muntashib) sudah habis dan tidak ada lagi.

■3. Mujtahid Muqoyyad

Disebut juga dgn mujtahid dlm masalah2 yg gak ada nash dari para Imam madzhab atau Mujtahid Takhrij. Contohnya seperti :

Imam al Khoshof, Imam At Thohawi, Imam al Karkhi, Imam al Hilwani, Imam as Sarakhsi, Imam al Bazdawi dan Imam Qodhi Khan 》dari madzhab Hanafi.

Imam al Abhari dan Imam Ibnu Abi Zaid al Qairuwani 》dari madzhab Maliki.

Imam Abi Ishaq Asy Syirazi, Imam al Marwazi, Imam Muhammad bin Jabir, Imam Abu Nashr, dan Imam Ibnu Khuzaimah 》 dari mazhab Syafi’i.

Imam Qodhi Abu Ya’la dan Imam Qodhi Abu 'Ali bin Abi Musa 》dari madzhab Hanbali.

Mereka Semua dinamakan Ashhabul wujuh, sebab melahirkan hukum2 yg tidak dinashkan oleh para imam. Perbuatan mereka dinamakan satu wajah dlm mazhab atau satu pendapat dlm mazhab.
Pendapat2 ini dinisbatkan kpd para imam ini, bukan kpd imam pencetus mazhab. Hal ini banyak terjadi dlm madzhab Syafi’i dan Hanbali.

■4. Mujtahid Tarjih

Adalah mujtahid yg mampu menguatkan pendapat  imam mazhab dgn pendapat2 yg lain. Atau yg mampu merojihkan di antara apa yg dikatakan oleh imam, dan apa yg dikatakan oleh murid2 nya ataupun oleh para imam yg lain. Jadi, ia berusaha menguatkan sebagian riwayat yg lain.

Yg termasuk dlm kategori ini yakni Imam Al Qoduri dan Imam al Marghinani (sohibul kitab Al Hidayah) 》dari madzhab Hanafi.

Seperti Imam al Kholid 》dari madzhab Maliki.

Seperti Imam ar Rofi’iy dan Imam An Nawawi 》dari madzhab Syafi’i.

Dan seperti Imam Al Qodhi Alauddin al Mardawi, Imam Abul Khothob Mahfudz al Baghdadi 》dari madzhab Hanbali.

■5. Mujtahid Fatwa

Adalah mujtahid yg berpegang kuat dgn madzhab, ia menerima dan menyampaikannya kpd orang lain, serta memberi penjelasan dlm perkara2 yg jelas dan dlm perkara2 yg musykil/sulit.

Ia membuat perbedaan di antara pendapat yg paling kuat, yg kuat, yg lemah, yg rajih (dikuatkan), dan yg marjuh (dilemahkan). Tapi ia punya kelemahan dlm menguraikan dalil dan mengemukakan bandingannya (qiyasnya).

Mereka terdiri atas para penulis kitab pada zaman mutakhir seperti pengarang kitab Al Kanz, pengarang kitab Durul Mukhtar, pengarang kitab Al Wiqoyah, pengarang kitab Majma’ ul Anhar 》dari madzhab Hanafi.

Seperti Imam ar Romli dan Ibnu Hajar al Haitami 》dari madzhab Syafi’i.

■6. Thobaqot Muqollidin

Muqollid adalah ulama yg tidak mempunyai kemampuan untuk membuat perbedaan antara pendapat yg lemah dan yg kuat, serta tidak dapat membedakan antara yg rajih dan yg marjuh.

~Qultu : "Muqollid" adalah ulama yg menyandarkan ketentuan hukum suatu tindakan berdasarkan fatwa seorang Mujtahid tertentu, oleh karena itu amalan mereka disebut pula sbg amalan taqlid.

Selain itu, jumhur ulama tidak membedakan antara mujtahid muqoyyad dgn mujtahid takhrij, tapi Imam Ibnu ‘Abidin al Hanafiy meletakkan thobaqot Mujtahid Takhrij di tempat yg ke empat setelah mujtahid Muqoyyad dgn memberi contoh sprti : Imam al Jashosh al Hanafiy dan ulama2 yg setingkat dengannya.

📕Fiqhul Islamiy wa Adillatuhu, juz 1 halaman 47 - 48, Cet. Darul Fikr.


~Qultu : Makna "Thobaqot" menurut bahasa, adalah suatu kaum yang memiliki kesamaan dalam suatu sifat. Lebih simple nya bisa disebut kumpulan biografi orang-orang yang sejenis.

Secara istilah, adalah suatu kaum yang hidup dalam satu masa dan memiliki keserupaan dalam umur dan sanad, yakni pengambilan hadis dari para guru.

○○○

مراتب الفقهاء

لابد للمفتي أن يعلم حال يفتي بقوله, فيعرف درجته في الرواية وفي الدراية, وطبقته بين طبقات الفقهاء, ليميز بين الآراء المتعارضة, ويرجح أقواها

1. المجتهد المستقل : وهو الذي استقل بوضع قواعده لنفسه, يبني عليها الفقه, كأئمة المذاهب الأربعة. وسمى ابن عابدين هذه .الطبقة : طبقة المجتهدين في الشرع

٢. المجتهد المطلق غير المستقل : وهو الذي وجدت فيه شروط الاجتهاد التي اتصف بها المجتهد المستقل, لكنه لم يبتكر قواعد لنفسه, بل سلق طريق إمام من أئمة المذاهب في الاجتهاد, فهو مطلق منتسب, لا مستقل, مثل تلامذة الأئمة السابق ذكرهم كأبي يوسف محمد وزفر من الحنفية, وابن القاسم وأثهب وأسد بن الفرات من المالكية, والبويطى والمزني من الشافعية, وأبي بكر الأثرم, وأبي بكر المروذي من الحنابلة. وسمى ابن عابدين هذه الطبقة : طبقة المجتهدين في المذهب : وهم القادرون .على استخراج الأحكام من الأدلة الفروع, لكن يقلدونه في قواعد الأصول. وهاتان المرتبتان قد فقدتا من زمان

3. المجتهد المقيد, أو مجتهد المسائل التي لا نص فيها عن صاحب المذهب أو مجتهد التخريج, كالخصاف والطحاوي والكرخي والحلواني والسرخسي والبزدوي وقاضي خان من الحنفية, وأبي إسحاق الشيرازي والروزي ومحمد بن جرير وأبي نصر وابن خزيمة من الشافعية, والقاضي أبي يعلى والقاضي أبي علي بن أبي موسى من الحنابلة. وهؤلاء يسمون أصحاب .الوجوه, لأنهم يخرجمن ما لم ينص عليه على أقوال الإمام, ويسمى ذلك وجها في المذهب, أو قولا فيه

٤. مجتهد الترجيح : وهو الذي يتمكن من ترجيح قول لإمام المذهب على قول آخر, أو الترجيح بين ما قاله الإمام وما قاله تلاميذه أو غيره من الأئمة, فشأنه تفضيل بعض الروايات على بعض, مثل القدوري والمرغيناني صاحب الهداية من الحنفية, والعلامة خليل من المالكية, والرفعي والنووي من الشافعية, والقاضي علاء الدين المرداوي منقح مذهب الحنابلة, وأبي الخطاب .محفوظ بن أحمد الكلوذاني البغدادي (510هـ) المجتهد في مذهب الحنابلة

ه. مجتهد الفتيا : وهو أن يقوم بحفظ المذهب ونقله وفهمه في الواضحات والمشكلات, ويميز بين الأقوى والقوى والضعيف, والراجح والمرجوح, ولكن عنده ضعف في تقرير أدلته وتحرير أقيسته, كأصحاب المتون المعتبرة من المتأخرين, مثل صاحب .الكنز, وصاحب الدر المختار, وصاحب الوقاية, وصاحب مجمع الأنهر من الحنفية, والرافعي والنووي من الشافعية

.6. طبقة المقلدين : الذين لا يقدرون على ما ذكر من التمييز بين القوي وغيره, ولا يفرقون بين الغث والسمين

هذا ولم يفرق الجمهور بين المجتهد المقيد, ومجتهد التخريج, وجعل ابن عابدين طبقة مجتهد التخريج مرتبة رابعة بعد المجتهد المقيد, ومثل له بالرازي الجصاص (المتوفى سنة 370هـ) وأمثال


●●●


🔰 Petunjuk Tema & Isi Konten

  • 🔷️ Aqidah & Filsafat : Memuat tulisan-tulisan tentang pembahasan ilmu kalam, teologi, pemikiran, mantiq, dan filsafat.
  • 🔷️Al-Quran & Tafsir : Memuat tulisan-tulisan tentang pembahasan suatu ayat dan tafsirnya, serta ilmu tentang Al-Quran.
  • 🔷️ Fiqih & Syari'ah : Memuat tulisan-tulisan tentang pembahasan ilmu fiqih, ibadah, muamalah, munakahat, dan jinayah.
  • 🔷️Hadits & Syarah : Memuat tulisan-tulisan tentang pembahasan suatu hadits dan syarahnya, serta ilmu tentang hadits.
  • 🔷️Khazanah & Sains : Memuat tulisan-tulisan tentang keajaiban sains, khazanah keislaman, dan ilmu pengetahuan umum.
  • 🔷️Lughoh & Nahwu : Memuat tulisan-tulisan tentang pembahasan ilmu bahasa seperti mufrodat, nahwu, shorof, balaghoh
  • 🔷️Sejarah & Kisah : Memuat tulisan-tulisan tentang pembahasan sejarah Islam & dunia, serta kisah para Nabi dan Ulama.
  • 🔷️Medis & Kesehatan : Memuat tulisan-tulisan pembahasan tentang obat, gizi, kesehatan, penyakit, dan seputar medis.
  • 🔷️Psikologi & Relasi : Memuat tulisan-tulisan tentang pembahasan ilmu psikologi, romansa, parenting, dan relasi sosial.
  • 🔷️Tajwid & Tahsin : Memuat tulisan-tulisan tentang pembahasan tajwid, makhroj, sifat huruf, qiraah, tahsin dan tilawah Al-Qur`an.
  • 🔷️Tasawuf & Mau'idzoh : Memuat tulisan-tulisan tentang pembahasan ilmu akhlaq, pensucian jiwa, dakwah dan nasihat moral.
  • 🔷️Qamus Istilah Umum : Memuat tulisan-tulisan tentang ta'rifat, definisi, makna, serta pengertian suatu kata dan kalimat.