Sabtu, 30 November 2024

💠Benarkah Imam Syafi'i Melarang Dzikir Jahr Setelah Sholat?

Benarkah Imam Syafii Melarang Dzikir Jahr? – Apakah Dzikir Jahr Ba'da Shalat Tidak Sesuai Dengan Amaliyah Madzhab Syafi'i?

Oleh : Adam Mostafa EL Prembuny


Narasi sebagian pihak yang menyatakan bahwa amaliyah dzikir jahr ba'da shalat yang dilakukan sebagian masyarakat di Indonesia adalah tidak sesuai dengan pendapat dalam madzhab Syafii, lalu dikatakan pula bahwa Imam Syafii justru melarangnya.

🤔Benarkah demikian?

➡️Kalau kita baca langsung pendapat Imam Syafi'i dalam kitab Al-Umm sebagaimana dikutip oleh Syaikh Dr. Mustafa Dieb al-Bugha bahwa menurut Imam Syafii setelah menukil riwayat tentang dzikir jahr dari sahabat Abdullah bin Zubair.

[قال الشافعي عن عبد الله بن الزبير يقول كان رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا سلم من صلاته يقول بصوته الاعلى ” لا إله إلا الله وحده لا شريك له له الملك وله الحمد وهو على كل شئ قدير ولا حول ولا قوة إلا بالله ولا نعبد إلا إياه له النعمة وله الفضل وله الثناء الحسن لا إله إلا الله مخلصين له الدين ولو كره الكافرون]

Imam Syafii berkata, dari Abdullah bin Zubair, ia berkata: “Adalah Rasulullah ﷺ yang apabila beliau salam dari shalatnya, maka beliau berkata dengan suaranya yang TINGGI (keras) : –laa ilaaha ilallallaah wahdahu laa syariika lah lahul mulku walahul hamdu wahuwa ‘ala kulli syay’in qadiir walaa haula wala quwwata illa billaah wala a’budu illa iyyaah lahun ni’matu walahul fahdlu walahu al-tsana’ul hasan laa ilaaha illallaah mukhlishiin lahuddiin walau karihal kaafiruun–.”

قال الشافعي رحمه الله تعالى في [الأم] : وهذا من المباح للإمام وغير المأموم، قال: وأي إمام ذكر الله بما وصفت جهراً أو سراً أو بغير  فحسن، وأختار للإمام والمأموم أن يذكر الله بعد الانصراف في الصلاة ويخفيان الذكر، إلا أن يكون إماماً يجب أن يتعلم منه فيجهر حتى يرى أنه قد تعلم منه، ثم يسر،

"Imam Syafii berkata dalam kitab Al-Umm : 

Hal ini (mengeraskan bacaan dzikir) dibolehkan bagi imam dan selain makmum. Ia berkata: Setiap imam yang berdzikir kepada Allah sebagaimana yang telah kujelaskan, baik dengan suara keras, dengan suara lirih, maupun dengan cara lain, maka itu adalah hal yang BAIK. Dan aku memilih bagi imam dan makmum yang berdzikir kepada Allah setelah selesai salat, mereka melakukannya dengan memelankan suara dzikir. 

KECUALI, jika imam tersebut harus mengajarkan kepada jamaah. Dalam hal ini, ia perlu membaca dengan suara keras hingga jelas dirasa bahwa jamaah telah belajar darinya, kemudian ia melirihkan kembali."

📕Ifadah al-Roghibin Syarah wa Adillatu Minhajut Tholibin.

=

✅Dari ibarah di atas bisa difahami, Imam Syafii mengatakan bahwa baik dzikir jahr dan dzikir sir adalah hal yang baik/bagus. Dan beliau punya pilihan yang menurutnya adalah lebih bagus lagi, yakni dzikir jahr ba'da shalat dalam rangka ta'lim (pengajaran) kepada jamaah itu dilakukan oleh Imam, dan jika para jamaah dirasa sudah bisa semua dalam arti terbiasa dan hafal, maka Imam mengembalikan ke sirr (lirih) lagi. 

👉Imam Syafi’i menggunakan lafaz "Akhtaaru" (aku memilih), dalam ilmu fiqih ini adalah lafaz yang digunakan untuk menunjukkan apa yang dipilih seorang ahli fiqih di antara banyaknya pendapat-pendapat yang berbeda, dalam istilah fiqih disebut dengan shighot tarjih. Dalam arti lain ada pendapat lain yang berbeda dengan pendapat imam Syafi’i tersebut, dan beliau lebih memilih pendapat yang diutarakannya itu. Artinya beliau masih memberi kebebasan kepada yang lainnya untuk berbeda pendapat dari beliau. Bukan menyalahkan apalagi membid’ahkan.

👉Menurut Imam Syafii, dzikir jahr yang dipimpin Imam ba'da shalat itu dianjurkan berdasarkan hajat (kebutuhan) untuk pengajaran kepada jamaah supaya jamaah bisa dan terbiasa melakukannya masing-masing. Pilihan Imam Syafii ini kemudian diikuti banyak ulama-ulama Syafiiyah setelahnya, semisal Imam An-Nawawi rh.

👉Maka anggapan bahwa Imam Syafii katanya melarang apalagi membidahkan dzikir jahr itu jelas tidak benar. Beliau hanya memiliki pilihan yang menurut beliau itu jauh lebih bagus lagi. Jika beliau melarang, maka sudah pasti beliau katakan dengan sharih tentang larangannya dan kemutlakkan tentang keharamannya.

✅Kebolehan dzikir jahr dalam shalat adalah sama-sama pendapat yang diakui dalam madzhab Syafi'i sebagaimana dzikir sirr. Artinya, sebagian ulama dalam madzhab syafi'i ini ada yang menganjurkan dan ada yang tidak menganjurkan. Di antara ulama besar yang terkenal dalam mengunggulkan kesunnahan dzikir jahr ini adalah Imam al-Adzro'iy dan Imam Jalaludin as-Suyuthi.

Namun kini, banyak juga ulama Syafi'iyah yang tetap menganjurkan untuk melanggengkan dzikir jahr ini, sebab beberapa hajat dan udzur.

➡️Di antaranya adalah :

1. Sebagian orang dalam jamaah masa kini adalah orang awam dan kaum abangan yang tidak begitu mempedulikan kesunnahan berdzikir ba'da sholat,

2. Sebagian orang dalam jamaah itu enggan berdzikir sendiri, serta sebagiannya langsung beranjak dari tempatnya setelah selesai sholat,

3. Kadangkala ada warga baru dalam jamaah yang butuh pengajaran, serta ghiroh sebagian orang islam untuk berdzikir itu fluktuatif,

4. Jumlah kaum muslimin selalu bertambah, baik mukallafnya maupun muallafnya.

Maka hajat (kebutuhan) untuk melaksanakan dzikir jahr dengan dipimpin oleh Imam memang selalu ada dan mesti disyi`arkan. Sehingga kaum muslimin senantiasa termotivasi untuk ikut berdzikir bersama-sama.

📛Yang perlu diperhatikan Imam yakni menyesuaikan volume suara agar tidak menganggu sebagian jamaah yang masbuq dan yang sedang berdzikir munfarid.

=

Syaikh Dr. Mustafa Dieb al-Bugha setelah mengutip pendapat Imam Syafii, beliau menjelaskan bahwa,

والذي يبدو لي - والله تعالى أعلم - أن الأدلة التي ذكرت للسر في ذلك ليست صريحة، وأن حديث ابن عباس رضي الله عنهما أصرح منها في الجهر، وإذا كان المراد به التعليم كما قاله الشافعي رحمه الله تعالى - فالظاهر أن الحاجة إلى التعليم ما زالت قائمة، ولاسيما في أيامنا هذه التي كثرت فيها الغفلة ومبادرة الناس عقب الانصراف من الصلاة إلى الخروج من المسجد لاشتغالهم في الدنيا، فلا حرج أن يكون الذكر والدعاء جماعة وجهراً، والله تعالى أعلم

"Dalil-dalil yang disebutkan untuk berdzikir secara lirih (Sirr) dalam masalah itu tidak tegas (laisata shorihat), dan hadits dari sahabat Ibnu Abbas ra. (tentang berdzikir Jahr) adalah lebih tegas (Ashrah) darinya dalam masalah mengeraskan dzikir. 

Dan jika yang dimaksud dengannya adalah pengajaran sebagaimana yang dikatakan oleh Imam Syafi'i rh. maka jelas nampak bahwa kebutuhan (hajat) akan pengajaran masih selalu ada, terutama di zaman kita sekarang ini di mana kelalaian telah banyak terjadi dan orang-orang segera keluar dari masjid setelah selesai sholat karena kesibukan mereka dalam urusan dunia. Maka tidak apa-apa dzikir dan doa dilakukan secara berjamaah dan dijahr-kan. Wallahu a'lam."

📕Ifadah al-Roghibin Syarah wa Adillatu Minhajut Tholibin.

===

👨‍🏭Adam Mostafa EL Prembuny

#dzikir #dzikirbadashalat #madzhabsyafii #dzikirjahr #dzikirsir #dzikirberjamaah

💠Nazhor; Melihat Calon Pasangan Berkali-kali

Nazhor; Melihat Calon Pasangan Dengan Saksama) Boleh Berkali-kali Sampai Yakin. Tapi Niatnya Untuk Menikahi dan Siap Melangsungkan Pernikahan, Bukan Untuk Nafsu dan Penasaran Doang.

Oleh : Adam Mostafa EL Prembuny


Dalam bahasa Arab, نظر "nazhor" dan رأى "ro-a" keduanya artinya "melihat", tapi punya nuansa makna yang berbeda.

"Nazhor" lebih menekankan pada proses melihat dengan mata kepala dan juga bisa berarti merenungkan atau mempertimbangkan dengan fokus dan saksama. 
Sementara "Ro-a" lebih umum dan bisa berarti melihat dalam berbagai konteks.

Nazhor menekankan pada tahapan melihat dan proses berpikir yang menyertainya. Dan Nazhor calon istri yakni memandang dengan tatapan saksama dan penuh pertimbangan terhadap wajah dan telapak tangannya guna meyakinkan diri untuk memperistrinya itu boleh dilakukan berkali-kali bahkan tanpa sepengetahuan si wanita tersebut.

Kalau zaman sekarang, boleh dengan melihat videonya atau fotonya yang tertutup auratnya dengan niat untuk memperistri dan kondisi diri sudah siap melangsungkan pernikahan. TIDAK diperkenankan niat untuk memuaskan syahwat atau kesenangan saja.

Kalau ada halangan untuk nazhor sendiri secara langsung, bisa minta bantuan wanita lain untuk ditugaskan agar nanti bisa menceritakan kepadanya tentang ciri fisik dan perangainya si wanita tersebut.


Imam An-Nawawi dalam kitabnya, beliau berkata :

 "إذا رغب في نكاحها استحب أن ينظر إليها لئلا يندم ، وفي وجه : لا يستحب هذا النظر بل هو مباح ، والصحيح الأول للأحاديث ، ويجوز تكرير هذا النظر بإذنها وبغير إذنها ، فإن لم يتيسر النظر بعث امرأة تتأملها وتصفها له.

 والمرأة تنظر إلى الرجل إذا أرادت تزوجه ، فإنه يعجبها منه ما يعجبه منها. ثم المنظور إليه الوجه والكفان ظهراً وبطناً ، ولا ينظر إلى غير ذلك

Jika ingin menikahi seorang wanita, maka mustahab (disunnahkan) untuk nazhor agar tidak menyesal. 

Ada pendapat kedua yang mengatakan nazhor di sini bukan Sunnah, tapi mubah. Namun yang benar adalah pendapat pertama dengan berdasarkan berbagai hadits. 

Dan boleh mengulang nazhor kepada si wanita tersebut baik dengan izinnya ataupun tidak. Jika tidak memungkinkan untuk nazhor, maka boleh mengutus wanita lain untuk memperhatikan wanita tersebut dan mendeskripsikan untuknya. 

Dan wanita boleh nazhor ke si pria jika ia ingin menikah dengannya. Karena sesungguhnya seorang wanita tertarik kepada seorang pria sebagaimana seorang pria tertarik kepada seorang wanita.  Kemudian yang boleh dilihat dari fisik si pria yaitu wajah dan dua telapak tangan yang luar maupun dalam. Dan tidak boleh melihat kepada selain itu. 

▪︎

📕Roudhotut Tholibin wa 'Umdatul Muftin, jilid 5, halaman 355-356, Cet. Darul Kutub Ilmiyah.

===

👨‍🏭 Adam Mostafa EL Prembuny 

#nikah #nazhor #khitbah #istri #suami #fiqih #sunnah

💠Ibnu Sayyar al-Warraq - Chef Terkenal Abad Pertengahan

Syekh Ibnu Sayyar al Warroq (350H), Seorang Chef, Koki, Ahli Kuliner Sekaligus Penulis Resep Masakan Terkenal Dari Abad Pertengahan 

Oleh : Adam Mostafa EL Prembuny

☆ 

Pada masa kejayaan Islam, tidak hanya melahirkan para ilmuwan hebat di bidang Iptek saja. Di bidang Kuliner atau seni masakan juga mendapat perhatian begitu besar dari para peneliti muslim. Beraneka ragam masakan dan hidangan berkembang pada masa kejayaan Islam. Seni kuliner punya posisi yang cukup penting dalam lahirnya peradaban islam.

Ada satu sosok terkenal di abad pertengahan yang punya jasa besar dalam bidang Kuliner. Dia adalah Syekh Ibnu Sayyar Al Warroq. Terkenal dengan nama Al-Warroq. Nama lengkapnya adalah Abu Muhammad Al-Mudzhoffar bin Nashr bin Sayyar Al-Warroq. Beliau adalah seorang penulis Arab dari Baghdad serta penyusun buku resep masak pada abad 3-4 Hijriyah (Abad 10 M).

Syekh Ibnu Sayyar adalah seorang Chef sekaligus Koki (juru masak) yang sangat pupuler di ibu kota pemerintahan Islam, Baghdad, Irak. Beliau berjasa mengembangkan seni kuliner khas Timur Tengah. Bahkan beliau berhasil membukukan setiap resep masakan dalam sebuah kitab yang sangat terkenal yang bahkan menjadi buku resep masakan tertua. 

Karyanya yang terkenal adalah kitab 📕At-Thobikh Wa Ishlah Al-Aghdziyah Al-Ma’kulat Wa Thiybah al-Ath'imah al-Mashnu'atu Mimma Istakhroja min Kutub al-Thubbi wa Alfadzh al-Thuhati wa Ahl al-Lub

📕(كتاب الطبيخ وإصلاح الاغذية المأكولات وطيبة الأطعمة المصنوعات مما استخرج من كتب الطب وألفاظ الطهاة وأهل اللب)

Kalau diterjemahkan artinya, "Kitab Memasak dan Mengolah Hidangan Bergizi serta Penyajian Cita Rasa Makanan, yang Diambil dari Buku-buku Kedokteran dan Perkataan Para Koki serta Orang-orang yang Berpengetahuan".

Ini adalah buku resep masakan Timur Tengah yang paling awal diketahui. Terdapat lebih dari 600 resep masakan dan terbagi menjadi 132 bab, kitab At-Thobikh ini merupakan salah satu buku masak tertua yang masih ada. Berbagai resep dalam buku ini seperti Asida, bubur dengan pemanis kurma yang berasal dari semenanjung Arab. Buku ini juga berisi semur mewah dengan nama persia. Serta ada pembahasan tentang semur hangat asal Nabath, Yordania. 

Syekh Ibnu Sayyar lahir pada akhir abad ketiga hijriyah (sekitar awal abad 9 masehi) dan beliau hampir menghabiskan sebagian hidupnya di Baghdad. Ketrampilannya dalam memasak membuat beliau dipercaya menjadi pemimpin dan pengawas dapur di Istana. Beliau banyak bereksperimen dalam menciptakan resep baru atau menambah cita rasa dan bumbu aroma baru dari masakannya. 

Resep yang dikumpulkannya adalah menu-menu hidangan favorit beberapa orang khalifah Abbasiyah, seperti Al-Mutawakkil dan Al-Ma'mun serta para pejabat istana. Syekh Ibnu Sayyar menyusun ratusan resep untuk hidangan, makanan penutup, dan minuman. Juga mengumpulkan berbagai resep hidangan dari para koki terdahulu. Tak lupa beliau juga menyertakan resep untuk mereka yang berpuasa dan makanan yang cocok untuk orang sakit. Bahkan beliau memberikan informasi gizi dan saran tentang jenis makanan yang sesuai untuk setiap musim dan jenis makanan yang bermanfaat agar mendapatkan tidur yang bagus.

Dari jenis-jenis roti saja, kitab ini menyebutkan 15 jenis, merinci bahan-bahan dan metode pembuatannya masing-masing. Di antara makanan manisan tersebut adalah Qatayif (kue manis dengan topping), yang masih memiliki nama yang sama di Suriah dan Mesir hingga saat ini, dan beberapa makanan pembuka yang disajikan dengan minuman tersebut. Setiap hidangan memiliki efek khusus pada kondisi kejiwaan orang yang memakannya. Mengenai minuman, beliau secara khusus menyebutkan bir non-alkohol, anggur manis, atau minuman manis, yang diyakini dapat membantu pencernaan setelah makan dan beberapa minuman yang tidak boleh dikonsumsi bersama makanan tersebut. 

Dalam kitab ini, Syekh Ibnu Sayyar al Warroq menyediakan satu bab khusus untuk membahas adab makan, peralatan dapur yang tepat, kiat-kiat untuk menghilangkan bau makanan setelah dimasak, menyikat gigi setelah makan, dan manfaat kesehatan dari setiap jenis makanan serta dampaknya terhadap kesehatan. Beliau menekankan standar kebersihan yang ketat. Mungkin bagian-bagian yang paling seru dari kitab ini adalah syair, peribahasa, anekdot, dan semua cerita dari malam-malam ketika begadang dan mengobrol di istana sultan. 

Di antara nasihat beliau dalam kitab ini di antaranya adalah makan buah sebelum menyantap hidangan, bukan sesudahnya. Dan bergerak/berolahraga sebelum makan, dan tidur sebentar setelah makan, dengan syarat tidak tidur terlalu lama, karena tidur yang lama setelah baru saja makan itu dapat membahayakan tubuh.

Kitabnya telah diberi tanggal penulisan antara tahun 940-960 M berdasarkan nama-nama orang yang disebutkan di dalamnya. Ini adalah pendekatan yang diadopsi oleh salah satu pentahqiq kitab tersebut yakni Dr. Nawal Nashrallah untuk menentukan tahun lahirnya pada akhir abad kesembilan dan karyanya pada abad kesepuluh. Dalam kitabnya, Syekh Ibnu Sayyar merujuk pada nama Khalifah 'Ali al-Muktafi (295 H/908 M) dan Khalifah Ja'far al-Muqtadir (320 H/932 M).

Dari julukannya "Al-Warroq (kertas)" yang dinisbahkan kepadanya, Syekh Ibnu Sayyar juga menjalankan kegiatan pekerjaan lain yang berkaitan dengan perbukuan, menyalin dan menyusun manuskrip serta memperjualbelikan buku. Tidak banyak catatan hidup tentang Ibnu Sayyar, namun diketahui, beliau meninggal sekitar tahun 961 Masehi (sekitar tahun 350 H).  Keahliannya dalam bidang kuliner menjadikan karyanya sebagai ilmu abad pertengahan yang masih relevan hingga saat ini.

Sumber :

📕At-Thobikh Wa Ishlah Al-Aghdziyah Al-Ma’kulat Wa Thiybah al-Ath'imah al-Mashnu'at, Cet. Dar Shodr

📕Mi-atu Kitabun Wa Kitabun Kutubin 'Arobiyyah Atsrot al 'Alam, halaman 137-139, Cet. Hai-ah Abu Dzhobi Li Siyahah Wa al-Tsaqofah.

🌐https://web.archive.org/web/20180813072225/https://raseef22.com/culture/2015/11/07/the-imaginary-banquets-of-haroun-al-rashed/                                           
===

👨‍🏭Adam Mostafa EL Prembuny

#chefabadpertengahan #ilmuan #khazanahislam

💠Banyak Alasan Tanda Sedang Berbohong

Banyak Ngomong Dan Mengucapkan Berbagai Macam Alasan Tanda Bahwa Ia Sedang Berbohong

Oleh : Syaikh Muataq al-Harbi


Mengutip pepatah arab :

إن المعاذير يشوبها الكذب

"Sesungguhnya, alasan-alasan itu biasanya tercampur dengan kebohongan". 

Syaikh Mu'ataq al Harbi menjelaskan bahwa ungkapan ini adalah pepatah Arab zaman dahulu yang diketahui dari kehidupan keseharian mereka. Inti dari pepatah ini adalah siapapun yang mengucapkan banyak alasan, ia cenderung berbohong.

~ Kalo bahasa gaulnya, kebanyakan alibi & ngeles 😄

Oleh karena itu, orang-orang Arab membenci banyak alasan dan menganggapnya sebagai pembuka jalan untuk berbohong, yang merupakan sifat tercela yang dibenci oleh orang-orang jahiliyah. Dan Islam pun kemudian datang untuk menjelaskan hukumnya. 

Rasulullah ﷺ bersabda :

عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى الْبِرِّ وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِي إِلَى الْجَنَّةِ وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ وَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ صِدِّيقًا وَإِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ فَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِي إِلَى الْفُجُورِ وَإِنَّ الْفُجُورَ يَهْدِي إِلَى النَّارِ وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَكْذِبُ وَيَتَحَرَّى الْكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ كَذَّابًا (رواه مسلم)
“Kalian harus jujur, karena kejujuran itu akan membimbing kepada kebaikan. Dan kebaikan itu akan membimbing ke surga. Seseorang yang senantiasa berlaku jujur dan memelihara kejujuran, maka ia akan dicatat sebagai orang yang jujur di sisi Allah. Dan hindarilah dusta, karena kedustaan itu akan menggiring kepada kemaksiatan, dan kemaksiatan itu akan menjerumuskan ke neraka. Seseorang yang senantiasa berbohong dan memelihara kebohongan, maka ia akan dicatat sebagai pendusta di sisi Allah.” 

📜[HR. Imam Muslim]

Rasulullah ﷺ menafikan kemungkinan orang mukmin berbohong. Di antara alasan-alasan yang terkontaminasi kebohongan adalah alasan-alasan yang menyesatkan, karena tidak melaksanakan kewajiban, seperti tidak dilaksanakannya tugas oleh seorang pekerja. 

Dan ketika dia ditanya, maka Anda akan mendapati derasnya berbagai macam alasan yang tidak jauh dari kebohongan, kecuali alasan-alasan yang disertai dengan petunjuk yang benar. Namun pembahasan kita tidak ditujukan kepada mereka yang jujur, melainkan ditujukan kepada mereka yang tidak masuk kerja, dan mengaku sakit padahal mereka sehat, dan mereka yang melalaikan tugas pekerjaan, dan mereka yang mengaku tertekan dengan beban pekerjaan padahal mereka sibuk membaca media sosial.

Dan kebohongan dalam hal analisa statistik olahraga, panggilan telepon, dan yang semisalnya seperti lalai dalam menunaikan hak-hak keuangan (seperti gaji dan hutang-piutang, barang titipan), dsb.
Seseorang tidak berbohong kecuali karena kehinaan atau kebiasaan yang buruk, atau karena minimnya adab.

Allah Ta'ala berfirman : 
يُنَبَّؤُا۟ ٱلْإِنسَٰنُ يَوْمَئِذٍۭ بِمَا قَدَّمَ وَأَخَّرَ
بَلِ ٱلْإِنسَٰنُ عَلَىٰ نَفْسِهِ بَصِيرَةٌ
وَلَوْ أَلْقَىٰ مَعَاذِيرَهُ
"Manusia akan diberitakan pada hari itu apa yang telah diperbuatnya dan apa yang telah ditinggalkannya. Bahkan manusia menjadi saksi atas dirinya sendiri, meskipun dia mengemukakan alasan-alasannya."

📚{QS. Al Qiyamah : 13-15}

Dan Allah Ta'ala berfirman :
يَوْمَ لَا يَنفَعُ ٱلظَّٰلِمِينَ مَعْذِرَتُهُمْ
 “(Yaitu) pada hari (ketika alasan-alasan orang-orang yang dzolim itu tidak berguna bagi mereka).”

📚{QS. Ghafir : 52}

Saudaraku, barangsiapa yang terbiasa berbohong, maka hukumannya di dunia itu langsung, yakni tidak akan dipercaya lagi oleh orang lain, walaupun di kemudian hari ia berkata jujur. Maka, dengan kejujuran itulah terdapat jalan keselamatan. 

Sebagai penutup, kami berpesan kepada setiap ayah dan para pendidik, baik laki-laki dan perempuan, agar mendidik anak-anak dan murid-muridnya dengan kejujuran. 

Aku berdoa agar Allah menjadikan diriku dan kalian termasuk dari orang-orang yang jujur ​​dalam perkataan dan perbuatan. Semoga sholawat dan salam senantiasa dilimpahkan kepada Ash-Shodiqul Mashduq Nabiyullah Muhammad ﷺ beserta keluarga dan para sahabatnya semuanya.


~ Oleh : Syekh Mu'ataq bin Awadh Al-Harbi

📍Sumber : 
https://www.sauress.com/ajl/1003639

===

💠Wanita; Tulang Rusuk Yang Bengkok

Wanita; Tulang Rusuk Yang Bengkok - Si Tukang Ngambek dan Anjuran Kesabaran Untuk Pria 

Oleh : Adam Mostafa EL Prembuny

☆ 

Hadits Nabi Muhammad ﷺ :

"Sesungguhnya wanita itu diciptakan dari tulang rusuk yang mana kamu tidak akan dapat meluruskannya dengan hanya mengandalkan satu cara. Jika kamu ingin bersenang-senang dengannya, maka kamu bisa bersenang-senang dengannya dalam keadaan tetap bengkok. Dan jika kamu ingin meluruskannya, maka itu berarti kamu harus mematahkannya, dan mematahkannya berarti menceraikannya." 

📜HR. Imam Muslim

Menurut Syaikh Dr. Muhammad Abu Syuqqah, Hadits tersebut mengandung beberapa penjelasan penting sebagai berikut : 

~

1️⃣. Memberikan wasiat (nasihat yang baik) kepada wanita dalam sabda Rasulullah اسْتَوْصُوا بالنساء . Ada juga yang mengatakan bahwa maknanya adalah تَوَاصَوْا بِهِنَّ yakni : 

"Saling berwasiatlah kalian dengan mereka". 

Huruf "Ba" dalam hadits itu adalah Ba ta'adiyah dan istif'aal الاسْتِفْعَالُ dalam hadits sama dengan الإفعال seperti halnya الإجابة yang berarti الاستجابة. 

2️⃣. Wasiat ini dikaitkan dengan masalah yang ada hubungannya dengan penciptaan wanita dalam sabda Rasulullah ﷺ : 

[[فَإِنَّ الْمَرْأَةَ خُلِقَتْ مِنْ ضِلْعِ وَإِنْ أَعْوَجَ مَا فِي الضّلْعِ أَعْلَاهُ]] 

Maka, wanita yang pertama kali berbeda dengan laki-laki adalah dari segi penciptaan, yaitu pada diri wanita ada beberapa hal yang bengkok. Rasulullah tidak menjelaskan sejauh mana tingkat kebengkokan sesuatu tersebut. Beliau hanya mengisyaratkan pengaruh ciptaan yang bengkok itu terhadap beberapa perilaku wanita yang mungkin merepotkan kaum pria.

Berdasarkan fakta yang dapat kita saksikan, bisakah kita menafsirkan bahwa makna bengkok itu adalah cepat emosi, sangat sensitif, dan perasaan yang suka berubah-ubah? Bengkok itu pada dasarnya adalah lawan dari lurus. Jika keseimbangan dan kestabilan emosi diartikan sebagai lurus, maka moodian dan gampang marah dapat diartikan sebagai bengkok. Dan jika seseorang dapat mengontrol perasaannya diartikan sebagai lurus, maka orang yang dikalahkan oleh perasaannya juga dapat diartikan sebagai bengkok. 

Wanita mudah dikalahkan oleh perasaannya sehingga mereka banyak yang kehilangan sikap bijaksananya dalam mengambil suatu keputusan, atau darinya muncul ucapan dan perbuatan yang tidak pantas. Akibat dari cepat emosi tersebut, perasaan wanita sering berubah-ubah (moodyan).
Benarlah apa yang disabdakan Rasulullah ﷺ : 

"Kamu tidak akan dapat meluruskannya dengan mengandalkan satu cara." 

Sikap dan bawaan wanita yang berubah-ubah itulah yang sering mengganggu pikiran kaum pria dan memancing amarahnya. Penafsiran ini berdasarkan sabda Rasulullah ketika beliau memberikan nasihat kepada kaum wanita : 
"تُكْثِرْنَ اللَّعْنَ وَتَكْفُرْنَ الْعَشِيرِ " 

"Kalian banyak mencaci dan mengingkari kebaikan suami." 

Perilaku begitu biasanya sering terjadi ketika marah karena terlalu sensitif dan luapan emosi yang berlebihan. 

3️⃣. Di dalam hadits tersebut terdapat tuntunan untuk kaum pria agar bersabar terhadap perilaku wanita yang disebabkan oleh kebengkokan tersebut, Rasulullah bersabda : 

“Dan jika kamu berusaha meluruskannya, niscaya kamu akan merusaknya, dan merusaknya sama dengan menceraikannya.” 

Maka hendaklah seorang suami mengetahui, jika ia masih saja berusaha mempertahankan egonya terhadap setiap kesalahan istrinya karena emosi istrinya yang meluap-luap dengan cara si suami yang menyalahkan dan membentaknya, maka hal itu tidak akan menghasilkan apapun, kecuali hanya menambah keretakan dan perselisihan. Akibatnya, perpisahan dan perceraianlah yang akan terjadi.
Dan hendaknya si suami ingat bahwa istrinya mempunyai keutamaan dan sifat-sifat baik yang dapat menutupi kekurangannya itu. 


📕Tahrirul Mar`ah fil 'Ashr al Risalah, jilid 1, halaman 288-289, Cet. Darul Qalam 

===

👨‍🏭 Adam Mostafa EL Prembuny

#tulangrusuk #wanita #hadits #nasihat #syarah

🔰 Petunjuk Tema & Isi Konten

  • 🔷️ Aqidah & Filsafat : Memuat tulisan-tulisan tentang pembahasan ilmu kalam, teologi, pemikiran, mantiq, dan filsafat.
  • 🔷️Al-Quran & Tafsir : Memuat tulisan-tulisan tentang pembahasan suatu ayat dan tafsirnya, serta ilmu tentang Al-Quran.
  • 🔷️ Fiqih & Syari'ah : Memuat tulisan-tulisan tentang pembahasan ilmu fiqih, ibadah, muamalah, munakahat, dan jinayah.
  • 🔷️Hadits & Syarah : Memuat tulisan-tulisan tentang pembahasan suatu hadits dan syarahnya, serta ilmu tentang hadits.
  • 🔷️Khazanah & Sains : Memuat tulisan-tulisan tentang keajaiban sains, khazanah keislaman, dan ilmu pengetahuan umum.
  • 🔷️Lughoh & Nahwu : Memuat tulisan-tulisan tentang pembahasan ilmu bahasa seperti mufrodat, nahwu, shorof, balaghoh
  • 🔷️Sejarah & Kisah : Memuat tulisan-tulisan tentang pembahasan sejarah Islam & dunia, serta kisah para Nabi dan Ulama.
  • 🔷️Medis & Kesehatan : Memuat tulisan-tulisan pembahasan tentang obat, gizi, kesehatan, penyakit, dan seputar medis.
  • 🔷️Psikologi & Relasi : Memuat tulisan-tulisan tentang pembahasan ilmu psikologi, romansa, parenting, dan relasi sosial.
  • 🔷️Tajwid & Tahsin : Memuat tulisan-tulisan tentang pembahasan tajwid, makhroj, sifat huruf, qiraah, tahsin dan tilawah Al-Qur`an.
  • 🔷️Tasawuf & Mau'idzoh : Memuat tulisan-tulisan tentang pembahasan ilmu akhlaq, pensucian jiwa, dakwah dan nasihat moral.
  • 🔷️Qamus Istilah Umum : Memuat tulisan-tulisan tentang ta'rifat, definisi, makna, serta pengertian suatu kata dan kalimat.