Tampilkan postingan dengan label Tasawuf & Mauidzoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tasawuf & Mauidzoh. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 30 November 2024

💠Banyak Alasan Tanda Sedang Berbohong

Banyak Ngomong Dan Mengucapkan Berbagai Macam Alasan Tanda Bahwa Ia Sedang Berbohong

Oleh : Syaikh Muataq al-Harbi


Mengutip pepatah arab :

إن المعاذير يشوبها الكذب

"Sesungguhnya, alasan-alasan itu biasanya tercampur dengan kebohongan". 

Syaikh Mu'ataq al Harbi menjelaskan bahwa ungkapan ini adalah pepatah Arab zaman dahulu yang diketahui dari kehidupan keseharian mereka. Inti dari pepatah ini adalah siapapun yang mengucapkan banyak alasan, ia cenderung berbohong.

~ Kalo bahasa gaulnya, kebanyakan alibi & ngeles 😄

Oleh karena itu, orang-orang Arab membenci banyak alasan dan menganggapnya sebagai pembuka jalan untuk berbohong, yang merupakan sifat tercela yang dibenci oleh orang-orang jahiliyah. Dan Islam pun kemudian datang untuk menjelaskan hukumnya. 

Rasulullah ﷺ bersabda :

عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى الْبِرِّ وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِي إِلَى الْجَنَّةِ وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ وَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ صِدِّيقًا وَإِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ فَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِي إِلَى الْفُجُورِ وَإِنَّ الْفُجُورَ يَهْدِي إِلَى النَّارِ وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَكْذِبُ وَيَتَحَرَّى الْكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ كَذَّابًا (رواه مسلم)
“Kalian harus jujur, karena kejujuran itu akan membimbing kepada kebaikan. Dan kebaikan itu akan membimbing ke surga. Seseorang yang senantiasa berlaku jujur dan memelihara kejujuran, maka ia akan dicatat sebagai orang yang jujur di sisi Allah. Dan hindarilah dusta, karena kedustaan itu akan menggiring kepada kemaksiatan, dan kemaksiatan itu akan menjerumuskan ke neraka. Seseorang yang senantiasa berbohong dan memelihara kebohongan, maka ia akan dicatat sebagai pendusta di sisi Allah.” 

📜[HR. Imam Muslim]

Rasulullah ﷺ menafikan kemungkinan orang mukmin berbohong. Di antara alasan-alasan yang terkontaminasi kebohongan adalah alasan-alasan yang menyesatkan, karena tidak melaksanakan kewajiban, seperti tidak dilaksanakannya tugas oleh seorang pekerja. 

Dan ketika dia ditanya, maka Anda akan mendapati derasnya berbagai macam alasan yang tidak jauh dari kebohongan, kecuali alasan-alasan yang disertai dengan petunjuk yang benar. Namun pembahasan kita tidak ditujukan kepada mereka yang jujur, melainkan ditujukan kepada mereka yang tidak masuk kerja, dan mengaku sakit padahal mereka sehat, dan mereka yang melalaikan tugas pekerjaan, dan mereka yang mengaku tertekan dengan beban pekerjaan padahal mereka sibuk membaca media sosial.

Dan kebohongan dalam hal analisa statistik olahraga, panggilan telepon, dan yang semisalnya seperti lalai dalam menunaikan hak-hak keuangan (seperti gaji dan hutang-piutang, barang titipan), dsb.
Seseorang tidak berbohong kecuali karena kehinaan atau kebiasaan yang buruk, atau karena minimnya adab.

Allah Ta'ala berfirman : 
يُنَبَّؤُا۟ ٱلْإِنسَٰنُ يَوْمَئِذٍۭ بِمَا قَدَّمَ وَأَخَّرَ
بَلِ ٱلْإِنسَٰنُ عَلَىٰ نَفْسِهِ بَصِيرَةٌ
وَلَوْ أَلْقَىٰ مَعَاذِيرَهُ
"Manusia akan diberitakan pada hari itu apa yang telah diperbuatnya dan apa yang telah ditinggalkannya. Bahkan manusia menjadi saksi atas dirinya sendiri, meskipun dia mengemukakan alasan-alasannya."

📚{QS. Al Qiyamah : 13-15}

Dan Allah Ta'ala berfirman :
يَوْمَ لَا يَنفَعُ ٱلظَّٰلِمِينَ مَعْذِرَتُهُمْ
 “(Yaitu) pada hari (ketika alasan-alasan orang-orang yang dzolim itu tidak berguna bagi mereka).”

📚{QS. Ghafir : 52}

Saudaraku, barangsiapa yang terbiasa berbohong, maka hukumannya di dunia itu langsung, yakni tidak akan dipercaya lagi oleh orang lain, walaupun di kemudian hari ia berkata jujur. Maka, dengan kejujuran itulah terdapat jalan keselamatan. 

Sebagai penutup, kami berpesan kepada setiap ayah dan para pendidik, baik laki-laki dan perempuan, agar mendidik anak-anak dan murid-muridnya dengan kejujuran. 

Aku berdoa agar Allah menjadikan diriku dan kalian termasuk dari orang-orang yang jujur ​​dalam perkataan dan perbuatan. Semoga sholawat dan salam senantiasa dilimpahkan kepada Ash-Shodiqul Mashduq Nabiyullah Muhammad ﷺ beserta keluarga dan para sahabatnya semuanya.


~ Oleh : Syekh Mu'ataq bin Awadh Al-Harbi

📍Sumber : 
https://www.sauress.com/ajl/1003639

===

Kamis, 14 November 2024

💠Peringatan Kepada Kaum Anti Madzhab

Syaikh Muhammad Zahid al-Kautsari (Ulama Besar Akhir Era Turki Utsmani) - Menanggapi Ajakan Anti Madzhab 

Oleh : Adam Mostafa EL Prembuny


Syaikh Muhammad Zahid al-Kautsari dalam kitabnya, beliau mengkisahkan :

فمذاهب تكون بهذا التأسيس وهذا التدعيم إذا لقيت في آخر الزمن متزعما في الشرع يدعو إلى نبذ التمذهب باجتهاد جديد يقيمه مقامها، محاولا تدعيم إمامته باللامذهبية بدون أصل يبني عليه غير شهوة الظهور، تبقى تلك المذاهب وتابعوها في حيرة بماذا يحق أن يلقب من عنده مثل هذه الهواجس والوساوس، أهو مجنون مكشوف الأمر، غلط من لم يقده إلى مستشفى المجاذيب، أم مذبذب بين الفريقين يختلف أهل العقول في عدِّه من عقلاء المجانين، أو مجانين العقلاء؟!. 

Maka terbentuknya sebuah Mazhab (fiqih) yang menjadi dasar dan dukungan yang menopang Madzhab-madzhab besar hingga dapat bertahan hingga sekarang. Lalu bagaimana bisa pada akhir zaman seperti sekarang muncul sekelompok orang yang mengajak manusia untuk meninggalkan Mazhab-mazhab tersebut, lalu mengadakan ijtihad-ijtihad baru yang katanya sesuai dengan masa kini mencoba menciptakan Mazhab baru yaitu "Mazhab tanpa Mazhab" dimana di dalamnya tidak ada landasan dan pijakan metodologi yang jelas, melainkan hanya kesimpulan-kesimpulan hukum yang dibuat untuk menyesuaikan dengan hawa nafsu mereka sendiri.

Maka ketahuilah bahwa Mazhab tanpa Mazhab tersebut beserta pengikutnya akan selamanya berada dalam kekacauan berfikir. Perkataan-perkataan semacam itu lebih layak disebut dengan igauan atau racauan belaka. Apakah mereka sedang menebarkan sebuah pemikiran gila? Atau mereka sedang terayun ayun tidak tentu arah dalam kelompok yang bertentangan dengan akal sehat, mereka menyatakan diri mereka ada dalam salah satu dua kelompok, orang-orang gila yang berakal atau orang² berakal yang gila.
 
بدأنا منذ مدة نسمع مثل هذه النعرة من أناس في حاجة شديدة على ما أرى إلى الكشف عن عقولهم بمعرفة الطبيب الشرعي.
قبل الالتفات إلى مزاعمهم في الاجتهاد الشرعي القاضي - في زعمهم - على اجتهادات المجتهدين، فعلى تقدير ثبوت أن عندهم بعض عقل، فلا بد أن يكونوا من صنائع أعداء هذا الدين الحنيف، ممن لهم غاية ملعونة إلى تشتيت اتجاه الأمة الإسلامية في شؤون دينهم ودنياهم، تشتيتا يؤدي بهم إلى التناحر والتنابذ والتشاحن والتنابز يوما بعد يوم، بعد إخاء مديد استمر بينهم منذ بزغت شمس الإسلام إلى اليوم. 

Ketika kami mendengar keangkuhan yang merendahkan Mazhab semacam itu di kalangan sebagian orang, kami merasa pihak tersebut harus memeriksa kewarasan akal mereka terlebih dahulu, sebelum masuk dalam arena yang mereka sebut sebagai ijtihad baru tersebut. Jika memang mereka itu waras, maka sungguh apa yang mereka lakukan itu adalah upaya mencerai-beraikan umat Islam dalam perkara agama dan dunia mereka. Apa yang mereka lakukan itu telah memantik api perpecahan dan permusuhan di tengah umat Islam, merusak ikatan persatuan yang telah terbangun semenjak awal mula matahari Islam terbit di ufuk dunia.

فالمسلم الرزين لا ينخدع بمثل هذه الدعوة، فإذا سمع نعرة الدعوة إلى الانفضاض من حول أئمة الدين الذين حرسوا أصول الدين الإسلامي وفروعه من عهد التابعين إلى اليوم، كما توارثوه من النبي - صلى الله عليه وسلم - وأصحابه - رضي الله عنهم أجمعين - أو طرق سمعه نعيق النَّيْل من مذاهب أهل الحق، فلا بد له من تحقيق مصدر هذه النعرة واكتشاف وكر هذه الفتنة، وهذه النعرة لا يصح أن تكون من مسلم صميم درس العلوم الإسلامية حق الدراسة، بل إنما تكون من متمسلم مندس بين علماء المسلمين أخذ بعض رؤوس مسائل من علوم الإسلام بقدر ما يظن أنها تؤهله لخدمة صنائعه ومرشحيه، فإذا دقق ذلك المسلم الرزين النظرَ في مصدر تلك النعرة بنوره الذي يسعى بين يديه، يجده شخصا لا يشارك المسلمين في آلامهم وآمالهم إلا في الظاهر، بل يزامل ويصادق إناسا لا يتخذهم المسلمون بطانة، ويلفيه يجاهر بالعداء لكل قديم وعتيق إلا العتيق المجلوب من مغرب شمس الفضيلة، ويراه يعتقد أن رطانته تؤهله - عند أسياده - لعمل كل ما يعمل، فعندما يطلع ذلك المسلم على جلية الأمر يعرف كيف يخلص نيئة الإسلام من شرور هذا النعيق المنكر بإيقاف أهل الشأن على حقائق الأمور، والحق يعلو ولا يعلى عليه. 

Seorang muslim yang tenang tidak akan tertipu dengan ajakan-ajakan untuk tidak bermazhab. Seandainya ia mendengar keangkuhan dari orang-orang yang tanpa Mazhab tersebut, yang mencoba merusak tatanan yang telah dibentuk oleh para Imam dalam perkara agama dan cabang² nya, sejak zaman tabi'in sampai saat ini, sebagaimana yang diwarisi oleh nabi Muhammad dan para sahabatnya, maka dakwah² dan ajakan (anti madzhab) tersebut harus diluruskan dan dibongkar kedoknya. 

Seorang muslim yang mempelajari agama Islam dengan tahapan dan metode yang benar tidak akan mudah mengikuti ajakan-ajakan sombong agar tidak bermazhab tersebut. Pikiran semacam itu pasti muncul dari orang² yang menyusup di antara para ulama, yang belajar sepotong-potong ilmu lalu merasa bahwa ia sudah menjadi Ahli di dalamnya, untuk memposisikan dirinya sebagai ahli dan master di dalam ilmu tersebut. 

Jika kita memeriksa lebih jauh apa yang menjadi dasar berpikir mereka, kita akan temukan bahwa mereka adalah orang² yang tidak ingin menyatu bersama kaum muslimin dalam suka maupun duka kecuali hanya dzohirnya saja yang seperti itu, bahkan mereka justru cenderung lebih dekat dengan orang² yang tidak bersahabat dengan umat Islam. Kita akan dapati bahwa orang² yang menyebarkan pemahaman semacam itu justru adalah orang² yang menampakkan api permusuhan terhadap umat Islam dan ulama-ulama pendahulu sebelumnya. 

Mereka bahkan merasa sebagai orang² yang paling Ahli dalam ilmu ini sehingga bebas untuk melakukan apapun yang menurut mereka benar. Jika kita memahami hakikat keadaan semacam ini, sungguh cara untuk melawan pemikiran angkuh mereka itu adalah dengan menyerahkan suatu perkara kepada Ahlinya. Karena pada hakikatnya kebenaran itu pasti unggul dan tidak mungkin diungguli oleh yang lain. 

فإذا تم لدعاة النعرة الحديثة في قصر الاجتهاد على شخص واحد من أبناء العهد الحديث – بمؤهلات غير معروفة – وتمكنوا من إبادة المذاهب المدونة في الإسلام لهؤلاء الأئمة الأعلام ، ومن حمل الجماهير على الانصياع لآراء ذلك الشخص يتم لهم ما يريدون . 

لكن الذي يتغنى بحرية الرأي على الإطلاق بكل وسيلة كيف يستقيم له منح الطامحين من أبناء الزمن مثله إلى الاجتهاد من الاجتهاد ، أم كيف يجيز إملاء ما يريد أن يمليه من الآراء على الجماهير مرغمين فاقدي الحرية ، أم كيف يبيح داعي الحرية المطلقة حرما الجماهير المساكين المقلدين حرية تخير مجتهد يتابعونه باعتبار تعويلهم عليه في دينه وعلمه في عهد النور!!؟ . ولم يسبق لهذا الحجر مثيل في عهد الظلمات !!! وهذا مما لا أستطيع الجواب عنه . 

Sungguh amat jelas bahwa perkataan sombong sebagian kalangan pada zaman ini, yang mencoba merendahkan Mazhab-mazhab yang sudah ada, lalu membatasi ijtihad pada satu orang Ulama yang mereka anggap pemilik kebenaran tunggal, padahal kepakaran dan kefaqihan mereka itu belum diakui sebagaimana para imam Mazhab. Mereka bertujuan untuk memberangus semua Mazhab yang telah terbentuk dan tertulis dalam Islam, kemudian membelokkan umat Islam agar hanya mengikuti pendapat satu orang Ulama yang dikatakan sebagai satu-satunya representasi dari ajaran Islam yang mereka yang murni. 

Bahkan terkadang pengusung (anti madzhab) itu menyatakan kebebasan berpendapat secara mutlak, ijtihad dapat dilakukan hanya dengan sarana dan kemampuan berpikir yang terbatas? Kemudian di sisi lain justru memaksakan ijtihad mereka kepada seluruh umat Islam? Bukankah ini dua hal yang bertentangan? Mereka mengatakan tidak perlu bermazhab artinya mereka sedang menyuarakan kebebasan berpendapat, tetapi kenyataannya justru mereka amat sangat memaksakan pendapat mereka seolah olah merupakan satu-satunya kebenaran, hal ini justru menafikan prinsip kebebasan berpendapat yang mereka usung pada awalnya. Mereka malah mengatakan bertaqlid pada satu Mazhab itu haram, padahal para Imam Mazhab itu diikuti karena faktor ketinggian ilmu dan agama mereka. Sungguh kerancuan berfikir mereka adalah sesuatu yang tidak sanggup dimengerti.

~

📕Al-Laa Madzhabiyyah Qontoroh al-Laa Diniyyah. Halaman 6 - 10, Cet. Maktabah al Azhariyah lit Turots 

===

👨‍🏭Adam Mostafa EL Prembuny

#madzhab #fiqih #bermadzhab #madzhabfiqih


Sabtu, 05 Oktober 2024

💠Amaliyah Ba'da Salam Sholat Jumat

Amaliyah Jumat, Doa Setelah Salam Sholat Jumat), Sebelum Merubah Posisi Kaki (Masih Posisi Tahiyat Akhir) 

Oleh : Adam Mostafa EL Prembuny 


Amaliyah ba'da salam sholat Jumat, sebelum merubah posisi kaki (kaki masih posisi Tahiyat akhir) :

فائدة : ورد أن من قرأ الفاتحة والإخلاص والمعوذتين سبعاً سبعاً عقب سلامه من الجمعة قبل أن يثني رجليه غفر له ما تقدم من ذنبه وما تأخر ، وأعطي من الأجر بعدد من آمن بالله ورسوله، ويوعد من السوء إلى الجمعة الأخرى، وفي رواية زيادة وقبل أن يتكلم حفظ له دينه ودنياه وأهله وولده ويقول بعدها أربع مرات : اللهم يا غني يا حمید، با مبدىء یا معید، يا رحيم يا ودود، أغنني بحلالك عن حرامك، وبطاعتك عن معصيتك، وبفضلك عمن سواك، ام باعشن. ونقل عن أبي الصيف أن من قال هذا الدعاء يوم الجمعة سبعين
اهـ
بغية المسترشدين ص: 106 


Faidah wirid

"Barangsiapa yg membaca surat Al Fatihah, Al Ikhlas dan surat Al Mu'awwidzatain (An Nas & Al Falaq) masing2 tujuh kali setelah ia salam dari shalat Jumat, sebelum dia melipat kedua kakinya dgn artian posisi kakinya tetap seperti tahiyat akhir.

Maka Allah ampuni dosa yg telah berlalu dan yg akan datang, dan Allah berikan pahala sebanyak jumlah orang yg beriman pada Allah dan rosul Nya, dan Allah janji akan menjauhkan dia dari kejelekan sampai Jumat berikutnya.

Dalam riwayat yg lainnya, "Kalo dibaca sebelum dia berbicara/berucap (kata2 lain), maka Allah akan menjaga agamanya, dunianya, keluarganya dan anak2 nya dan setelah itu bacalah doa ini :

اللهم يا غني يا حميد يا مبدئ يا معيد يا رحيم يا ودود أغنني بحلا لك عن حرامك وطاعتك عن معصيتك وبفضلك عمن سواك   

Allohumma Ya Ghoniyyu Ya Hamid, Ya Mubdi’u Ya Mu’id, Ya Rohimu Ya Wadud, Aghnini bihalalika an haromika, wa bi tho’atika an ma’shiyatika, wa bifadhlika 'amman siwaka.

Ya Allah, Wahai Dzat yg Maha Kaya, Maha Terpuji, Maha Pencipta,  Maha Mengembalikan, Maha Penyayang, Maha Pengasih, Maha penuh Cinta, kami memohon kepada Mu, jadikanlah kami kaya dgn apa yg telah Kau halalkan dari yg Kau haramkan, dan dgn ketaatan pada Mu dari bermaksiat pada Mu, dan karunia Mu dari pihak selain diri Mu."


📕Bughyatul Mustarsyidin, halaman 106, Cet. Darul Kutub 'Ilmiyah.


===

👨‍🏭Adam Mostafa EL Prembuny

#jumat #harijumat #amalan #dzikir #doa

💠Husnudzhon Bila Doamu Belum Dikabulkan

Jangan Khawatir Bila Doa Belum Dikabulkan - Imam Al Jauzi 

Oleh : Adam Mostafa EL Prembuny


Saya (Imam Ibnu al-Jauzi) melihat keanehan ketika seorang mukmin berdoa sama Allah tapi belum juga dikabulkan. Dia mengulang2 doanya sampe sekian lama , tapi gak juga dateng tanda2 jawaban dari Allah . 
Harusnya kan dia tau kalo hal itu adalah cobaan yg butuh kesabaran . Dia gak boleh khawatir selama nunggu terkabulnya doa , karna kekhawatiran itu adalah penyakit yg harus disembuhkan . Saya (Imam Ibnu Al Jauzi) juga pernah ngalamin yg begitu . 

Ketika itu , saya ditimpa musibah maka saya berdoa dgn sungguh2. Tapi gak juga dateng tanda2 jawabannya . Mulailah Iblis nebar perangkap tipu daya. Suatu saat dia berkata dlm bisikan di jiwa saya.

👹 :  "Kedermawanan itu sangatlah luas dan Allah tidaklah kikir, lalu apa artinya kalo jawaban dari doa2 mu malah ditunda sama Allah? " 

👳‍♂️Saya jawab : "Diamlah wahai makhluk yg terkutuk, Aku gak butuh nasehatmu" 
👳‍♂️Saya kemudian merenungkan diri. Kepada jiwa ini saya berkata :  "Hapuslah kegelisahanmu , wahai jiwaku,  Allah tidak menunda kecuali ingin menguji ketabahanmu dlm menghadapi musuhmu (masalahmu) , agar kamu menjadi tangguh." 

💙Jiwa saya berbisik menjawab  " Hiburlah aku yg sedang dirundung duka menunggu terkabulnya doa ini . " 

👳‍♂️Saya menjelaskan bbrp nasihat kepada jiwa saya ini : 

●Pertama , telah tsabit dgn bukti bahwa Allah aza wa jalla sang Maharaja, Raja yg memiliki kekuasaan dan wewenang untuk memberi ataupun tidak memberi. Maka , gak ada alasan buat kita untuk menentang Nya . 

●Kedua , hikmah2 Nya telah tsabit dgn jelas lewat dalil2 yg qoth'i . Mungkin kamu menilai sesuatu itu baik untukmu , tapi sebenernya di balik itu ada hikmah yg gak kamu ketahui . Lihat seorang dokter yg memberikan resep yg gak kamh ketahui hikmahnya, karena secara dzohir, obat adalah pahit . Hal itu bisa kamu bandingin dgn hikmah Allah . 

●Ketiga , bisa aja pengabulan doa ditunda demi suatu maslahat , sementara kalo doa segera dikabulkan malah akan timbul bahaya . Rasulullah pernah bersabda, "Seseorang akan berada dlm kebaikan selama dia gak tergesa2 berkata , saya -berdoa namun tak kunjung dikabulkan- ". 

●Keempat , bisa aja doamu tertolak , wahai jiwaku , karena aib yg kamu simpan dlm dirimu . Mungkin aja dlm makananmu ada sesuatu yg syubhat atau hatimu lalai saat berdoa . Mungkin aja karna kamu gak sungguh2 bertaubat sama Allah , karna gak segera meninggalkan perbuatan dosa . Itulah siksaan yg kamu alami wahai jiwaku. Wahai jiwaku, hendaknya kamu melihat, di mana letak kekuranganmu. " 

●Kelima , yg harus dilakukan olehmu dlm persoalan ini, wahai jiwaku, adalah berusaha memandang segala sesuatu dgn jernih. Mungkin dgn terkabulnya apa yg kamu inginkan malah akan bertambah juga dosa2 mu . Atau bisa jadi, hal itu akan ngurangi derajat amalmu dlm kebaikan , maka dgn gak langsung dikabulkan doa2 mu saat itu, maka akan bermanfaat baik buat kamu . 

●Keenam, wahai jiwaku, mungkin aja apa yg gak engkau capai itu merupakan rahmat agar engkau tetap dekat dgn pintu Nya. Selain itu, keberhasilanmu dikhawatirkan malah akan menjauhkanmu dari pintu harapan kpd Nya , dgn dalil bahwa misalnya kamu gak tertimpa musibah , mungkin engkau gak akan terlalu dekat dgn Nya. " 

Allah Maha tahu apa yg harus dilakukan Nya terhadap para hamba. Gak jarang, pas seorang hamba mendapat nikmat , ia malah sangat disibukkan dgn nikmat itu. Maka, di tengah2 nikmat itu datanglah cobaan yg membuat kamu kembali menuju pintu Nya dan memohon pertolongan kepada Nya . Itu adalah contoh sebuah nikmat yg dibungkus dgn musibah dan cobaan . 

Cobaan yg sebenarnya adalah cobaan yg ngingetin kamu untuk kembali kpd Allah ketika kamu terlalu sibuk dgn apa yg kamu alami . Di situlah kamu akan dapat keindahannya yg tiada tara.


📕Shoidul Khotir, halaman 66-68, Cet. Darul Kutub 'Ilmiyah.

===

👨‍🏭Adam Mostafa EL Prembuny

#muhasabah #doa #terkabul #husnudzhan #sabar


Teks Arab :

لا تجزع إذا تأخرت إجابة الدعاء 
رأيت من البلاء أن المؤمن يدعو فلا يجاب ، فيكرر الدعاء وتطول المدة ، ولا يرى أثراً للإجابة ، فينبغي له أن يعلم أن هذا من البلاء الذي يحتاج إلى الصبر . 
وما يعرض للنفس من الوسواس في تأخير الجـواب مرض يحتاج إلى طب ، ولقد عرض لي من هذا الجنس . فإنه نزلت بي نازلة ، فدعوت ، فلم أر الإجابة ، فأخذ إبليس يجول في حلبات کیده . 
فتارة يقول : الكلام واسع والبخل معدوم ، فما فائدة تأخير الجواب ؟ فقلت له : إخسأ يا لعين ، فما أحتاج إلى تقاضي ، ولا أرضاك وكيلا . 
ثم عدت إلى نفسي فقلت : إياك ومساكنة وسوسته ، فإنه لو لم يكن في تأخير الإجابة إلا أن يبلوك المقدر في محاربة العدو لكفي في الحكمة . قالت : فسلني عن تأخير الإجابة في مثل هذه النازلة . 
فقلت : قد ثبت بالبرهان أن الله عز وجل مالك ، وللمالك التصرف بالمنع والعطاء ، فلا وجه للاعتراض عليه . 
والثاني : أنه قد ثبتت حكمته بالأدلة القاطعة ، فربما رأيت الشيء مصلحة والحكمة لا تقتضيه ، وقد يخفى وجه الحكمة فيما يفعله الطبيب ، من أشياء تؤذي في الظاهـر يقصـد بهـا المصلحة ، فلعل هذا من ذاك . 
والثالث : أنه قد يكون التأخير مصلحة ، والاستعجال مضرة ، وقد قال النبي ﷺ : « لا يزال العبد في خير ما لم يستعجل ، يقول دعوت فلم يستجب لي ». 
: أنه قد يكون امتناع الإجابة لأنة فيك فربما يكون في مأكولك شبهة ، أو قلبك 
الرابع : وقت الدعاء في غفلة ، أو تزاد عقوبتك في منع حاجتك لذنب ما صدقت في التوبة منه . 
فسئل عن تلك الحال فقال : « كان عنـدي منكر ، فمنعني الكلب ، فلمـا عـدت تبت من ذلك ، فكان ما رأيتم » . 
والخامس : أنه ينبغي أن يقع البحث عن مقصودك بهذا المطلوب ، فربما كان في حصوله زيادة إثم ، أو تأخير عن مرتبة خير ، فكان المنع أصلح . 
وقد روي عن بعض السلف أنه كان يسأل الله الغزو ، فهتف به هاتف : « إنك إن غزوت أسرت ، وإن أسرت تنصرت » . 
والسادس : أنه ربما كان فقد ما فقدته سبباً للوقوف على الباب واللجأ وحصـوله سببا للاشتغال به عن المسؤول . 
وهذا الظاهر بدليل أنه لولا هذه النازلة ما رأيناك على باب اللجا . فالحق عز وجل من الخلق اشتغالهم بالبر عنه ، فلذعهم في خلال النعم بعـوارض تدفعهم إلى بابه ، يستغيثون به ، فهذا من النعم في طي البلاء . 
وإنما البلاء المحض ، ما يشغلك عنه ، فأما ما يقيمك بين يديه ، ففيه جمالك.

===

💠Cara Mengetahui Kekurangan Diri - Al Jauzi

Cara Mengetahui Kekurangan Dan Kelemahan Diri Menurut Imam Ibnu Al Jauzi

Oleh : Adam Mostafa EL Prembuny


☆Referensi saya :

📕Thib al Ruhani 
👳‍♂️Imam Abul Faroj Ibnu al Jauzi



CARA MENGENALI KEKURANGAN DIRI SENDIRI

Diri kita ini adalah sesuatu yang sangat dicintai sampe kekurangannya pun gak akan keliatan jelas bagi org yg mencintainya. Di antara manusia ada yg kuat perhatian dan perlawanannya terhadap diri sendiri. 
Diri ditempatkannya pada posisi musuh yg harus dilawan sehingga kekurangannya menjadi nampak jelas.

lyas ibn Mu'awiyah pernah berkata:

"Manusia yg tidak mengenali kekurangan dirinya adalah manusia bodoh." 
Lalu Iyas ditanya seseorang : "Kekuranganmu sendiri apa?" 
Dia menjawab: "Banyak omong."

Iyas paham bahwa kekurangan yg ada pada dirinya adalah suka banyak ngomong. 
Jawaban model begini jarang ada, karna umumnya manusia akan selalu nyembunyiin kekurangan dirinya, tapi bukan berarti dia buta terhadap kekurangannya itu karena manusia yg berakal akan tahu setiap kekurangan yg dia lakukan. Kekurangan yg akan dibahas pengobatannya di sini adalah kekurangan yg bersifat batin atau samar.

Kekurangan yg bersifat batin gak beda kayak penyakit yg karna kesamarannya sulit diketahui oleh seorang dokter. Tapi dokter tetep ngasih resep obat walaupun penyakitnya itu gak menunjukan gejala2 nya. 
Kecintaan menusia terhadap dirinya sendiri akan menghalanginya dari kemampuan melihat kekurangannya yg samar sbg kekurangan yg nyata.

Sebagaimana seorang penyair berkata: "Mata kepuasan akan suram terhadap segala kekurangan, tapi mata kebencian akan awas terhadap setiap kekurangan." 
Sebab ada cerita tentang dua sahabat. Suatu hari, pas mereka akan berpisah, salah seorang bertanya kepada sahabatnya tersebut: 

"Coba bilang padaku, apa kekuranganku?" 
Sahabatnya menjawab: 
"Tanyain aja ke orang lain, karna aku selalu melihatmu dgn mata kesenangan." 
Ada tujuh cara untuk mengetahui kekurangan2 tersembunyi yg tidak terasa sbg kekurangan: 

1. Pertama, pilihlah seorang sahabat yg paling dewasa dan mengerti,  lalu minta sama dia utk jelasin tentang kekurangan2 dirimu, tapi kamu harus nunjukin sikap gembira dan bukan sedih, pas dengarin penjelasannya biar dia merasa nyantai dan terbuka dalam mengungkapkan kekurangan dirimu. 
Katakan padanya: "Bro kalo kamu nyembunyiin sesuatu dariku, brarti kamu juga penipu."

2. Kedua, kamu perhatiin apa yg dikatakan tetangga, saudara, dan semua orang yg berhubungan dgn mu tentang dirimu.

3. Ketiga, perhatiin apa yg dikatakan oleh musuhmu, karna musuh akan selalu memperhatikan kekuranganmu. 
Dari sisi ini seorang musuh dapat memberi manfaat yg tidak dapat diberikan seorang sahabat kepadamu. Hal itu karena musuh akan senantiasa mencari2 dan menyebut2 kekurangan, kalo sahabat biasanya selalu nutup-nutupi. Kalo manusia mengetahui kekurangan melalui musuhnya, dia pasti akan menjauhi kekurangannya itu.

4. Keempat, bayangin perbuatan2 mu terjadi pada orang lain. Maka lakukanlah apa yg dianggap baik dan tinggalkan apa yg dianggap buruk.

5. Kelima, memikirkan akibat dari kekuranganmu sehingga kamu bisa melihat akibat buruk dari suatu keburukan, serta akibat baik dari suatu kebaikan, karena berpikiran yg benar itu suatu kecerdikan.

6. Keenam, perlihatkan amal perbuatanmu kepada orang yg mengerti, tempatkan di atas ukuran syara', dan letakkan di atas timbangan2 keadilan, maka pasti kamu akan dapat melihat mana yg utama dan mana yg hina.

7. Ketujuh, lihatlah para pelaku amal sholih, lalu bandingin amal perbuatanmu dgn amal perbuatan mereka, maka kamu akan melihat bahwa bekas dari kekurangan adalah aib sehingga kamu akan menjauhinya.


📕Thib Al Ruhani lil Imam Ibnu al Jauzi, halaman 53-54, Cet. Maktabah Tsaqofatud Diniyah.


الباب الثالث والعشرون في تعريف الرجل عيوب نفسه 
اعلم أن النفس محبوبة وعيوب المحبوب قد تخفى على المحب ، وفى الناس من يقوى نظره وجهاده للنفس فينزلها منزلة العدو في المخالفة فيظهر له عيوبها . قال إياس بن معاوية « من لم يعرف عيب نفسه فهو أحمق » فقيل له فما عيبك قال « كثرة الكلام ، وهذا أمر نادر والعمل على الغالب ، فإن الغالب أن يخفى الإنسان عيوب نفسه ولسنا نريد لايعرف عيباً فإن العاقل إذا أتى عيباً عرفه ، وإنما غرضنا العيوب الباطنة ، فإنها كالأمراض الباطنة التي لايعلم بها الطبيب فيصف لها دواء ، ولا عليها إمارة ، ومحبة الإنسان لنفسه تمنعه أن يرى العيب الخفى عيباً كما قال أنه الشاعر :
وعين الرضا عن كل عيب كليلة ولكن عين السخط تبدى المساويا 
وقد روى أن رجلاً صحب رجلاً فلما أراد أن يفارقه قال له أخبرني عن عيوبى فقال سل غيرى فإنى كنت أراك بعين الرضا . 
فإن قيل فإذا كانت العيوب باطنة والإنسان لايراها عيوباً فكيف الطريق إلى تعرفها فالجواب إن لذلك سبع طرق : 
الطريق الأول : أن يتخير صديقاً من أعقل مخالطيه ويسأله إبانة
:
مايرى من قبيحة ويعرفه أن ذلك منة منه عليه ، فإذا أخبره ابتهج بما سمع منه ، ولم يظهر له الحزن على ذلك لئلا يقصر في شرح الأمور ، ويقول له متی کتمتنى شيئاً عددتك غاشاً
.
والطريق الثاني : أن يبحث عما يقوله فيه جيرانه وإخوانه ومعاملوه وبماذا يمدحونه أو يذمونه 
والطريق الثالث : أن يتطلع إلى مايقول فيه الأعداء ؛ فإن العدو
،
بحاث عن العيوب ، ومن هذا الوجه ينتفع الإنسان بعدوه ما لا ينتفع بصديقه لأن العدو يذكر النقص والصديق يستر الخلل ، فإذا عرف الإنسان من طريق عدوه نقصه اجتنبه 
والطريق الرابع : أن يصور أفعاله في غيره ثم يستعمل منها مايستحسن ويترك مايستقبح 
والطريق الخامس : أن يعمل فكره في عواقب خلاله وثمراتها فيرى عيب العيب وحسن الحسن ، فإن الفكر الصادق نافذ .
.
والطريق السادس : أن يعرض أعماله على محك الشرع ويريها نافذ العقل ويضعها في موازين العدل ، فإنه يرى الأرجح والأدون 
والطريق السابع : أن ينظر في سير العاملين ثم يقيس أفعاله بأفعالهم فيرى حينئذ أن آثار النقص عيب فيجتنبه فضلاً عن فعل القبيح

📕Thib al Ruhani


●●●

💠Makna Dan Nasehat Kemerdekaan

Makna dan Nasehat Kemerdekaan - Spesial HUT RI 

Oleh : Adam Mostafa EL Prembuny


Nasihat Syaikh Musthofa al-Ghalayini :

Sesungguhnya setiap bangsa itu memiliki waktu kematian , dan kematian setiap umat ini adalah hari lenyapnya kemerdekaan umat atau bangsa itu sendiri . 
Kemerdekaan adalah karunia nya Allah , Tuhan Yang Maha Pencipta kpd makhluk Nya , yg diharapkan makhluk itu bisa memanfaatkan dgn baik untuk dirinya sendiri dan orang lain . 
Hurriyyah (kemerdekaan) dlm bahasa , berarti " pembebasan dari segala ikatan .Al Hurru ( orang yg merdeka) adalah lawan dari Al ' Abdu ( hamba/budak) , sebab dia bebas dari ikatan perbudakan . Al Hurru juga berarti "Pilihan" . Bisa berarti " baik " , jika digabung dgn kata "Ath Thin" atau "Ar Romlu" . Romlatun Hurrun artinya " Pasir yg bagus ditanami ". Ardhum Hurrun artinya "tanah yg bagus " . 

Dari penjelasan makna kata Al Hurriyyah tersebut , bisa dipahami bahwa kata Al Hurriyyah menunjukkan pengertian suci , bersih , bagus dan sesuatu yg murni sesuatu dari hal2 yg mengotori dan menodainya . 
Orang yg merdeka adalah orang yg murni pendidikannya , bersih jiwanya , berpegang teguh pada sifat2 terpuji , menjauhkan diri dari sifat2 tercela , melepaskan diri dari segala bentuk ikatan perbudakan dan melaksanakan kewajiban yg menjadi kewajibannya.

Sesungguhnya manusia diciptakan oleh Allah bukan untuk jadi budak atau hambanya orang lain . Tidak untuk jadi bola yg bisa ditendang ke sana kemari semau gue , dijadiin permainan para penguasa , dipermainkan oleh nafsu jahat kaum bangsawan. Tetapi, manusia diciptakan oleh Allah agar dia bekerja dan beramal , baik secara individu atau bersama , sesuai hukum Allah yg berlaku , yakni kebebasan/kemerdekaan.

Anugerah Allah yg besar berupa kemerdekaan ini gak akan dicabut oleh Allah kecuali disebabkan oleh rusaknya jiwa dan mental mereka yg dibuat oleh orang2 yg dzolim . Mereka yg dzolim itu gak akan mbiarin org2 yg dijajah bisa mencurahkan hatinya dgn ilmu pengetahuan . Soalnya mereka tau, bahwa ilmu pengetahuan yg benar itu justru akan menunjukkan kpd mereka utk mengetahui hak2 yg mereka punya.

Ilmu yg benar itu ibarat percikan api yg mengobarkan cita2 utk membebaskan diri dlm jiwa mereka dan membuat orang yg berakal menjadi peka pas mereka diperalat oleh kekuasaan yg bertindak sewenang2. 
Sayidina Umar bin Khotob bertanya kpd 'Amr bin Ash (gubernur Mesir) , ketika anaknya 'Amr berani mukulin seorang warga Mesir.

متى استعبدتم الناس وقد ولدتهم أمهاتهم أحرارا 

"Sejak kapan engkau memperbudak orang2 yg dilahirkan oleh ibu-ibu mereka dlm keadaan bebas? 
Ingat , seseorang itu belum bisa dianggap merdeka , kecuali kalo :

1.  Jiwanya udah mendapatkan pendidikan yg sempurna,
2. Tumbuh dlm hatinya tekad yg keras , memiliki ilmu yg ngga sedikit lalu berani membebaskan diri dari cengkeraman orang yg menguasainya dgn kekuatan dan kesungguhan . 
Buat siapapun yg belum bisa seperti itu , maka orang itu belom bisa dikatakan sbg orang yg merdeka, soalnya antara dia dan kebebasan masih terhalang oleh hamparan hutan lebat yg sangat mengerikan. 


Gak bisa disebut orang merdeka yakni : 

1. Orang yg menjadikan kemerdekaan sebagai kesempatan melakukan perbuatan yang hina,
2. Jalan menuju kerusakan , atau menjadikannya pedang untuk melenyapkan sikap menahan diri.
3. Menggunakannya sbg tombak untuk menusuk sifat2 keutamaan atau memanfaatkannya sbg anak panah untuk merusak kehormatan orang . 
Bukanlah kemerdekaan , jika perbuatan seseorang bisa bikin bahaya utk dirinya sendiri dan orang lain , misalnya menghamburkan harta , melecehkan sifat kemanusiaan, melakukan perbuatan mungkar , melakukan pengerusakan tatanan masyarakat dgn perbuatan2 yg nyakitin hati orang lain, ngadu domba , ngomongin org, bermusuhan dan perbuatan buruk lainnya yg gak sesuai dgn akhlak mulia.

Sebenarnya , banyak orang yg ngaku sbg orang merdeka , tapi masih memakai pakaian budak , dia menjadi tawanan nafsunya , budak pemimpin atau penguasa , dan budak hawa nafsu amarah , yg mendorongnya berbuat kerusakan , selalu melakukannya. Jika nafsu amarah itu mempengaruhinya agar gemar memfitnah dan mengancam orang lain , maka dgn cepat itu akan terpenuhi perbuatannya.

Tapi kalo akal sehatnya mendorongnya untuk mengerjakan hal2 yg dapat menghidupkan nya , dan orang yg tajam pikirannya menganjurkan agar melakukan sesuatu yg dapat mengangkat derajatnya serta kalo para pahlawan mengajaknya agar bangkit bersama rakyat dan mendukungnya . 
Maka, dia pasti akan berpura2 gak ndengerin seruan itu , atau bahkan dia malah ambil sikap bermusuhan dgn orang yg menyerukan hal baik tersebut . Kemudian dia mengklaim dirinya sbg orang yg merdeka .

Kemanusiaan dan kebebasan gak lain adalah dua faktor utama , kemakmuran dan dua unsur pokok kehidupan masyarakat yg harmonis . Bangsa mana pun yg ingin mencapai puncak peradaban yg tinggi dan kemakmuran yg merata , maka harus bekerja keras mendidik setiap warganya utk memahami arti kebebasan dan kemerdekaan yg sebenarnya , harus mengajarkan kpd putra putrinya dgn nilai2 luhur bangsa yg bersih dan murni.

Wahai generasi muda , bangkitkan perjuangan untuk mencapai kemerdekaan yg sejati , yg bebas dari campur tangan orang2 munafik dan para pengkhianat , karena kemerdekaan yg murni itulah jalan satu-satunya utk mencapai kejayaan . Kemerdekaan yg sejati adalah jalan menuju kehidupan yg bahagia .


📕'Idzhotun Nasyi `in, halaman 83 - 86, Cet. Darul Mi'roj.



===

👨‍🏭Adam Mostafa EL Prembuny

#nasihat #merdeka #kemerdekaan #bersyukur

Teks Arab :

الحرية 
إن للأمم آجالا . وأجل كل أمة يوم تفقد حريتها . الخزية هبة من الخالق للمخلـوق ، يصرفها فيما يعود على نفسه وعلى غيره بالسعادة والخيرة . وتدل في اللغة على معنى الخلـوص ؛ فالخر خلاف العبد ، لخلوصه من الزق . وخز كل شيء خياره . والخر من الطين والزمل هو الطيب منهما . وزملـة خرة ، أي صالحـة للإنبات . وخز كل أرض أطيبها . 
فأنت تـرى أن هذه المادة تدل على الظهـارة والجودة وخلوص الشيء مما يكدر صفاءة وجودته . 
والخرُ ـ بالمعنى المدني الصحيح ـ من كان خالص التربية ، نقي النفس ، متمسكا بالفضائل ، نافرًا من الرذائل ، كاسرا عنه قيود العبودية ، عاملا بما يطلبه منه الواجب . 
الآجال : جمع أجل ، وهو مدة الشيء ووقته الذي يحل فيه وينتهي إليه . الجودة بضم الجيم : الصلاح .
○ 
إن الانسـان لم يخلق ليكون عبد غيـره ، ولا ليكون كرة تتقاذفهـا الأهواء ، وتعمـل على تحريكها أيـدي الزعماء  ، وتصرفها حسب رغائبها نفوس الكبراء ؛ بل خلق ليعمل منفردا ومجتمعا بمقتضى الشئة الإلهية العامة ، وهي الحرية . ولم تُسلب هذه النعمة الربانية الكبرى من كثير من الناس إلا بسبب ما أفشـده الظالمون من نفوسـهم ؛ فلم يدعوا إلى تنوير أذهانهم بالعلم سبيلا ؛ لأن الظالميـن يعلمون يقينـا أن العلم الصحيح يهدي إلى معرفة الحقوق ؛ فهو الشرارة التي توقد في النفوس الهمم ؛ وتربأ بالعاقل أن يكون آلة تديرها المحركات الاستبدادية . 
وقد قال عمر بن الخطاب لعمرو بن العاص ، يوم ضرب ولده القبطي : « متى استعبدتم الناس ، وقد ولدتهم أمهاتهم أحرارا ! » . ألا إن الخر لا يكون خرا إلا إذا تهذبت نفسـه ، ونمت فيها ملكة الإرادة ، وحظي من العلم الصحيح بحظ غير قليل ؛ ثم أقدم على تحرير نفسه من ربق من يملكها بالقوة والجبروت . فمن 

لم يكن كذلك فقد شسعت بينه وبين الحرية المساوف ؛ وكان بينهما مفاوز جمة المخاوف  . 
ليس بالخر من اتخذ الحرية عنوانا للرذائل ، وطريقا للمفاسد ، وسيفا يجتاب به أردية العفة ، ورمخا يطعن به الفضيلة ، وسهما يمزق أعراض الناس . 
وليس من الحرية أن يفعل الإنسـان ما يضر به وبغيره : من إسراف في الأموال ، وإضاعة للإنسانية ، وإباحـة للمنكرات ، وسعي في إفساد الهيئة الاجتماعية ، بما يأتيه من ضروب الإيذاء والنّميمة والغيبة والعدوان ، وغير ذلك من نقائص الأخلاق . 
إن كثيرا من النـاس يدعي الحرية ، وقد لبـس لبوس العبودية . فهو أسير لشهواته ، عبد لزعمائه وأمرائه ، مملوك لنفسه الأمارة ؛ تدفعـه إلى الموبقات فيجيب ؛ وتخفزة إلى الشـعاية بغيره والضرر به ، فيهـرع إلى تلبيتها . وإن دعاة داعي العقل 
○ 
إلى ما يحييه ، وأهات به حـادي الوجدان إلى ما يعليه ، وناداه منادي الشهامة إلى ما ينهض بشعبه ويقويه ، تصام عن النداء ، أو سلك طريق المراء  . ثم هو بعد ذلك يدعي أنه إنسان خر . وما الإنسانية والحرية إلا عاملان للعمران ، وركنان للاجتماع . أية أمة أرادت أن تكون في ذروة من الحضارة سـامية ، ومكانة من السعادة عالية ، فعليها أن تربي أفرادها على الحرية الصحيحة ، وتغذي أبناءها بدرها  . الظهور الخالص . 
فانهضوا ، أيها الناشئون ، إلى الحرية الخالصة ، الخالية من شوائب المدلسين  ؛ فإنها سبيل النجاح ؛ وهي الحياة الشعيدة . 

===

💠Menerima Atau Menolak Hadiah Dari Penguasa?

Haruskah Kita Menerima Atau Menolak Hadiah Dari Penguasa? 

Oleh : Adam Mostafa EL Prembuny

Nasihat dan pesan bijak dari Imam al-Habib Muhammad bin Abdullah al-Aydrus kepada kita jika seorang pejabat memberikan uang kepada kita.

(Awal kutipan)

Menolak atau Menerima Pemberian dari Penguasa?

~Di jaman ini ada beberapa orang terpandang (secara agama) yg menolak suatu pemberian penguasa.
Sikap ini sebenarnya muncul dari pemikiran yg lemah , ilmu yg dangkal dan jiwa yg buruk.

Mereka berbuat begitu demi menjaga kehormatan dan demi memperolehi pujian dari masyarakat awam . Mereka berpendapat bahwa hadiah pemberian penguasa itu akan membuat mereka hina dan dgn menolaknya maka akan membuat mereka jadi mulia . 
Hawa udah bikin nafsunya menyukai kemulian. Manusia mengira bahwa dgn menolak pemberian penguasa tersebut, ia telah bersikap Zuhud , padahal enggak samasekali. 

~Dugaan orang2 ini makin kuat setelah mereka mengetahui org2 awam yg meyakini bahwa dengan menolak pemberian adalah sikap mulia. Sikap inilah salah! Orang yg berakal tidak sepantasnya mengamalkan urusan agamanya dgn cara begitu . Ini adalah sikap orang2 yg sangat bodoh karna kebanyakan org2 awam suka sama kebatilan. Nabi ﷺ melarang Sayidina Umar untuk menolak sebuah pemberian.

~Menolak pemberian (yg padahal bisa ngasih manfaat di sisi Allah) demi mempertahankan harga diri dan mengharapkan pujian orang2 awam 》itu bukanlah sikap orang2 mulia.

Kaum 'Arifin lebih mengutamakan keridhoan Allah , gak peduli perbuatanya itu bakal meninggikan atau merendahkan harga diri mereka di mata masyarakat  atau engga. Sebab , dlm pandangan mereka, yg terpenting adalah menjaga pandangan Allah.

~Misalnya , jika ada seorang Sultan ngasih hadiah kpd seseorang dgn tujuan agar Sang Sultan tersebut terkenal dan namanya disebut2 masyarakat , maka orang yg menerima hadiah tersebut tetep lebih utama mengambilnya . Ia bisa make hadiah itu untuk memenuhi keperluannya jika memang dia bener2 butuh. Kalo dia gak butuh, ia bisa memberikannya kpd kaum fakir miskin . Kalo ada yg bilang :

“Kadang seseorang menolak hadiah karna hawatir harta itu haram , sebab sebagian besar hartanya Sultan (penguasa) itu haram” . 
~Menurut pandanganku (Al Habib Muhammad bin Abdullah al Aydrus) , harta Seorang Sultan/Penguasa yg haram jelas gak bisa diketahui (mungkin karna dah nyampur sama yg halal), dan gak mungkin dapat dikembalikan kpd pemiliknya yg haq, jadi wajib diberikan kpd orang2 yg benar2 memerlukan , yaitu kaum Fakir Miskin . Dan gak sepantasnya hadiah itu dihilangkan atau dibuang ke laut . Jadi gak ada cara lain kecuali nerima hadiah tersebut.

~Imam Hasan al Bashri adalah seorang yg benar2 bertaqwa , alim dan memiliki kedudukan tinggi , meskipun demikian beliau mau menerima hadiah dari Hajjaj bin Yusuf Ats-Tsaqofi (Gubernur Irak). Diriwayatkan juga bahwa sayidina Abdullah ibnu Umar mau menerima hadiah dari seorang Raja . 
Beliau berkata , " Aku tidak meminta sesuatu dari manusia , tetapi aku tidak akan menolak rezki yg Allah berikan ".

~Kalo ada orang yg berkata : "Kaum Sholihin pada masa generasi salaf, mereka menolak menerima hadiah yg diberkan Sultan". 
Maka menurutku , mereka menolak karna tempat dan keadaan yg mengharuskan berbuat demikian dan mereka mau menerimanya juga karna tempat dan keadaan yg membuat mereka harus menerimanya.

~Imam Syafi'i pernah menolak hadiah dari Sultan Harun ar Rosyid , karna hadiah tersebut diberikan pada saat yg gak tepat . Jadi waktu itu Imam Syafi'i menasihati Sultan Harun ar Rasyid sampe hatinya Sultan menjadi luluh, dan suasana majelis Sultan sangat khusyu serta banyak membahas urusan akhirat.

Tetapi di luar majelis , Imam Syafi'i mau nerima hadiah dari Sultan Harun ar Rasyid karna tempatnya baik dan keadaannya tepat . Peristiwa2 itu terjadi dlm keadaan yg berbeda . Dulu kaum sholihin menolak hadiah Sultan kerana kehidupan zaman itu mudah dan rezeki melimpah . Tapi di jaman kita ini , masyarakat mengalami kesempitan hidup.

~Zaman kita jauh beda dgn zaman orang2 Salaf dulu . Sekiranya orang2 dulu yg menolak menerima pemberian itu dan membagikannya kpd kaum fakir miskin dan orang2 yg mengalami kesulitan hidup itu karna keadaan dan waktu gak berpihak ke mereka . Sesungguhnya gak ada amalan yg lebih utama daripada usaha untuk memperhatikan kaum fakir miskin dan membahagiakan anak2 mereka.

~Hati2 juga , jangan sampe kamu tertipu oleh Syaithonirrojim sehingga kamu gak bisa melihat kebenaran . Jangan kamu nolak pemberian org lain biar kamu dipandang mulia oleh masyarakat. Sebab nolak pemberian akan menyebabkan dirimu merasa sombong dan tinggi. Dan perbuatan itu sama sekali gak ada manfaatnya di sisi Allah.

~Mana yg lebih kamu suka, dapet kedudukan yg mulia di sisi Allah atau hadi mulia di pandangan kaum awam? 
Manakah yg lebih utama bagi orang yg berakal dan berpandangan jernih , menolak? atau menerima hadiah lalu untuk dibagikan utk fakir miskin? Hanya orang yg berakal tentu yakin , bahwa membagikan pemberian tersebut kpd orang2 yg memerlukan dan tidak berharta adalah LEBIH UTAMA . 

(Akhir kutipan)

📕Idhohul Asror 'Ulumil Muqorrobin, halaman 74-76, Cet. Darul Hawi.

===

👨‍🏭Adam Mostafa EL Prembuny

#hadiahdaripejabat #diberiuangolehpejabat #nasihat

Teks Arab :

فينبغي له أن يخفض من نفسه ، وأن يعامل الله تعالى بكسر شيء من وجاهته ، فيساعد الناس على ضروراتهم ومصالحهم ، فيشفع للمنكسرين ، ويكون وصلة للفقراء إلى الأغنياء ، وإن ذهب شيء من وجاهته عوضه الله تعالى بما هو خير له ، ومما نحن فيه أن قوماً ينسبون إلى الصلاح ، وتحسن ظنون الناس فيهم يردون الفتوح التي يتواصلون بها ، وهذا منهم ضعف رأي وقلة علم ، وسوء دخيلة حفظاً للناموس ، ومراعاة لمدح العوام ، لأن في الأخذ كشراً ، وفي الامتناع منه ترفعاً وتعززاً . والهـوى يخلب النفس ويغلظها ، فلميل النفس إلى الترفع ، يتوهم الإنسان أن امتناعه من الأخذ زهداً ، وليس كذلك ! ويقوي هذا الوهم على هذه الطائفة استحسان العوام للامتناع من الأخذ ، وذلك غلط لا ينبغي للعاقل أن يبني عليه أمر دينه .. فهو من حماقات الجهال ، لأن العوام أكثر ميلهم مع الباطل . . ونهي النبي ﷺ لعمر - رضي الله عنه حين أعطاه فرد ، معلوم . فقال له : « یا عمر ! إذا آتاك الله شيئاً من هذا المال من غير مسألة فخذه ، فإن كنت محتاجاً إليه فتموله ، وإن لم تكن محتاجاً إليه فاصرفه إلى غيرك » ! وليس من شيم الأخيار ترك ما ينفع عند مولاهم حفظاً للناموس ، ومراعاة لمدح العوام ، لأن شأن العارفين إيثار مرضاته تعالى سواء كان في ذلك إعزاز لجانبهم ، أو كسرهم وهـوانـهـم في أعين الناس ، لأنهم يرون الأهم مراعاة جانب المولى تعالى ، فالسلاطين مثلا إذا أعطوا أحداً شيئاً للشهرة والذكر بين الناس ، فالأولى أخذه ، لأنه إن كان محتاجاً إليه 

٧٤ 

فليصرفه في ضروراته ، وإن كان غنياً عنه فليصرفه إلى الفقراء والمساكين ، فإنهم مستحقون دون غيرهم . فإن قال قائل : قد يكون رده من جهة خوف حرمته ، فإن أموال السلاطين الغالب عليها الحرمة . قلنا : هذه الأموال الحرام التي في أيدي السلاطين مجهولة ، ولا يمكن ردها إلى أربابها ؛ فيجب صرفها إلى أرباب الضرورات من الفقراء والمساكين .. إذ لا سبيل إلى غير ذلك ، ولا ينبغي إتلافها ورميها في البحار ، فهذا الرجل الصالح إذا حصل بيده شيء من أموال السلاطين ، فإن كان من الحرام الذي تقدم ذكره ، فينبغي لهذا الصالح أن لا يفوته ؛ بل يقبله ويصرفه إلى أربابه من هؤلاء المستضعفين الهلكي ، الذين يتعذر عليهم القوت ، إذ من المعلوم أنه إذا ردّ هذا المال فإنه يذهب على هؤلاء الضعفاء الذين هم مستحقوه . وقد كان الحسن البصري - رحمة الله عليه ـ مع رسوخ قدميه ، وجلالة قدره يقبل صلة الحجاج ، وعلم الحسن معلوم ، وقد روي عن ابن عمر - رضي الله عنهما ـ أنه كان يقبل صلة السلطان ويقول : لا أسأل أحد شيئاً ، ولا أرد ما رزقني الله ! فإن قال قائل : فالأولون قد ردوا صلات السلاطين .. قلنا : ردوا في موضع الرد ، وأخذوا في موضع الأخذا فإن الشافعي - رحمة الله عليه ـ رد صلة الرشيد حيث كان المجلس غير لائق بالأخذ ، فإن الشافعي وعظ الرشيد فلان قلب الرشيد ورق ، وكان الغالب على المجلس أمر الآخرة خشوعاً ورقة ، فما كان الأخذ لائقاً ، وقد قبل الشافعي من الرشيد في غير ذلك المجلس .. حيث كان الأخذ لائقاً . 

٧٥ 

فإن الأحوال تختلف ، وأيضاً فإن ذلك الرد كان في أزمان الرخاء ، وسعة الأرزاق .. إذ كان في الناس رمق ، ولم تكن أزمان الأولين كأزماننا هذه في ضيق الأرزاق وقلة الفوائد ، ولو كان الأولون الذين ردوا صلات السلاطين في أزماننا هذه لأخذوا الأموال ، وتفقدوا بها ضرورات هؤلاء المستضعفين اليوم ، الذين قد أضرت بهم الأحوال ، ومالت عليهم الأزمان ، فلا شيء أفضل من النظر في أحوال هذه الخليقة المقهورة ، وتفريح صغارهم ، فاحذر أيها الأخ أن يلبس عليك الشيطان ، فيخفى عليك وجه الصواب ، أو تقصد قصداً سيئاً فتراعي جانب المخلوقين إيثاراً لحسن اعتقادهم فيك ، ليقال إن فلاناً ردّ جائزة السلطان ؛ لأن الرد والامتناع من الأخذ يكسب النفس تجبراً وعلواً لا حاصل له عند الله تعالى ، إذ المعول عليه عند العارفين أصحاب الصدق والتحقيق ما ينفع عند المولى تعالى ، وإن جر ذلك عليهم طعناً في جانبهم ، وكشراً لوجاهتهم ، وكذا العادة فيما خلص من أعمال البر أن يكسر أربابها وتوحشهم في نظر العوام ، ولكنها ترفعهم عند الله تعالى ! فأيما أحب إلى العبد أن يرفع عند الله جلت عظمته أو في نظر العوام ؟ فليت شعري إذا فتح للعبد مائة دينار ، فألهمه الله أن افتقد بها مائة بيت من هؤلاء المساكين المحرومين ، فشرهم ووسع عليهم ، وفرح صغارهم . فأيما أفضل وأولى عند العقلاء ذوي النظر الصحيح ردها والامتناع من قبولها أو صرفها إلى هؤلاء المساكين ؟ لا يشك عاقل أن صرفها إلى هؤلاء المحاويج المحرومين أولى 

٧٦ 

===

Jumat, 04 Oktober 2024

💠Cara Mengenali Kekurangan Diri - Al Ghozali

Cara Mengenali Kekurangan Dan Kekurangan Diri Menurut Imam Al Ghozali

Oleh : Adam Mostafa EL Prembuny


☆Referensi saya :

📕Ihya` 'Ulumuddin
👳‍♂️Imam al Ghozali



Biasanya kita kalau baca lewat google nyari tips-tips psikologi pasti dari artikel/website yang bertemakan kesehatan.

Kali ini saya mau menyampaikan petuah dari salah satu ulama kita tentang cara mengetahui kelemahan dan kekurangan yang ada pada diri kita.

● Imam al Ghozali dalam kitab Ihya` Ulumuddin pada sub kitabnya yakni Riyadhotun Nafs Wa Tahdzibul Khuluq.


CARA MENGETAHUI KELEMAHAN DIRI SENDIRI

Tahu gak sih, ketika Allah menghendaki kebaikan utk hamba Nya, Dia bakal menunjukkan kepada hamba Nya tentang kekurangan2 yg ada pada diri hamba2 nya. Maka, barangsiapa yg penglihatan mata hatinya cukup tajam, maka kekurangan2 yg ada pada dirinya gak akan tersembunyi darinya. Dan jika sudah mengetahuinya, maka dia mampu berusaha untuk menghilangkannya.

Tapi kebanyakan orang gak tahu kekurangan yg ada pada diri mereka. Sering sekali menampakkan debu di mata saudaranya, sementara gunung di pelupuk matanya sendiri tak nampak baginya.

Oleh Karna itu, siapa yg pengin tau kelemahan pada dirinya sendiri, ada empat cara:

1. Pertama, dgn duduk menemui seorang Guru/Syaikh yg paham ttg permasalahan jiwa dan batin. Selain punya pengetahuan yg banyak tentang penyakit2 hati yg tersembunyi. Kepada Guru nyalah hendaknya dia serahkan kendali atas dirinya, sambil mematuhi perintah2 nya dlm rangka mujahadah nya.

Begitulah seharusnya keadaan seorang yg berjalan menuju akhirat bersama Guru/syaikhnya, atau seorang murid bersama gurunya. Maka, Syaikh/Gurunya itu akan menunjukkan kpd nya apa saja penyakit hati yg dideritanya, serta gimana cara pengobatan yg harus dilakukan nya. Tapi dlm kenyataannya di zaman sekarang, sungguh sangat sulit nyari seorang syaikh seperti itu.

2. Kedua, dgn mencari teman yg tulus, pandai dan menjaga baik2 setiap aturan agama untuk dijadikannya sbg pengawas baginya, dan mengamati semua perilakunya.

Sehingga, setiap kali dia melihat sesuatu di antara akhlak ataupun tindakannya yg tidak sesuai di hatinya, atau suatu cacat lahir batin, semua itu pasti akan ditegur oleh teman tersebut.

Seperti itulah yg biasa dilakukan oleh para tokoh dan pemimpin agama yang bijak dan cakap. Sayidina Umar pernah berkata, "Rahmat Allah semoga tercurah atas siapa yang menunjukkan kepadaku segala cacat diriku."

3. Yg Ketiga adalah mengambil manfaat dari ucapan2 para pembenci.

Sebab (seperti kata seorang penyair), "... mata yang membenci akan menonjolkan segala keburukan....”

Dan, mungkin yg dapat dimanfaatkan dari seorang musuh yg keras hati, dlm mengingatkan seseorang pada kelemahan2 dirinya, adalah lebih besar daripada apa yg dapat dimanfaatkan dari seorang teman yg bermulut manis, yg bisanya cuma muji2 dan nyembunyiin kelemahan yg ada pada temannya yg lain.

Walaupun begitu, watak manusia selalu nganggep sepele apa yg diucapkan oleh musuh nya, nganggep nya musuhnya mengucapkan hal itu karena terdorong oleh kedengkiannya pd dirinya. Tapi, seorang yg bijak dan waspada, pasti gak akan mengabaikan manfaat dari ucapan musuh2 nya tentang dirinya, karna justru dari musuhlah akan terungkap keburukan2 nya melalui lidah mereka.

4. Keempat, bergaul dengan masyarakat luas.

Apa aja yg dinilainya jelek di antara perbuatan mereka, harusnya dia mempertanyakannya ttg hubungan nya sama dirinya, lalu menuntut juga pertanggungjawabannya. Karna, seorang mukmin adalah cermin bagi mukmin lainnya. Agar dia pun dapat melihat kelemahan2 dirinya sendiri, dgn melihat cacat orang2 selain dirinya. Dan menyadari juga bahwa watak manusia dlm mengikuti hawa nafsu, semuanya hampir sama.

Apa yg terdapat pada diri seseorang, pasti gak akan terlepas sama sekali pada diri teman2 dekatnya. Mungkin sama, atau lebih banyak lagi, atau lebih sedikit. Karena itu, harusnya dia melihat dirinya sendiri, lalu membersihkannya dari segala cacat atau aib yg sama seperti yg dilihatnya pada orang lain.


📕Ihya' Ulumuddin, sub kitab : Riyadhotun Nafs Wa Tahdzibul Khuluq, halaman 28-30. Tanpa penerbit


بيان الطريق الذي يعرف به الإنسان عيوب نفسه

اعلم أن الله عز وجل إذا أراد بعبد خيراً بصره بعيوب نفسه فمن كانت بصيرته نافذة لم تخف عليه عيوبه فإذا عرف العيوب أمكنه العلاج ولكن أكثر الخلق جاهلون بعيوب أنفسهم يرى أحدهم القذى في عين أخيه ولا يرى الجذع في عين نفسه.

فمن أراد أن يعرف عيوب نفسه فله أربعة طرق: الأول: أن يجلس بين يدي شيخ بصير بعيوب النفس مطلع على خفايا الآفات ويحكمه في نفسه ويتبع إشارته في مجاهدته.

وهذا شأن المريد مع شيخه والتلميذ مع أستاذه فيعرفه أستاذه وشيخه عیوب نفسه ويعرفه طريق علاجه. وهذا قد عز في الزمان وجوده.

الثاني: أن يطلب صديقاً صدوقا بصيراً متديناً فينصبه رقيباً على نفسه ليلاحظ أحوالها وأفعاله فما كره من أخلاقه وأفعاله وعيوبه الباطنة الظاهرة ينبهه عليه.

فهكذا كان يفعل كان عمر رضي الله عنه يقول: رحم الله امرأ أدهى إلى عيوبي.

وكان يسأل سلمان عن عيوبه فلما قدم عليه قال له: ما الذي بلغك عني مما تكرهه فاستعفى فألح عليه فقال: بلغني أنك جمعت بين إدامين على مائدة وأن لك حلتين حلة بالنهار وحلة بالليل قال: وهل بلغك غير هذا قال: لا فقال: أما هذان فقد كفيتهما.

الطريق الثالث: أن يستفيد معرفة عيوب نفسه من ألسنة أعدائه فإن عين السخط تبدي المساويا.

ولعل انتفاع الإنسان بعدو مشاحن يذكره عيوبه أكثر من انتفاعه بصديق مداهن يثني عليه ويمدحه ويخفي عنه عيوبه إلا أن الطبع مجبول على تكذيب العدو وحمل ما يقوله على الحسد ولكن البصير لا يخلو عن الانتفاع بقول أعدائه فإن مساويه لا بد وأن تنتشر على ألسنتهم.

الطريق الرابع: أن يخالط الناس فكل ما رأه مذموما فيما بين الخلق فليطالب نفسه به وينسبها إليه فإن المؤمن مرآة المؤمن فيرى من عيوب غيره عيوب نفسه ويعلم أن الطباع متقاربة في اتباع الهوى.

فما يتصف به واحد من الأقران لا ينفك القرن الآخر عن أصله أو عن أعظم منه أو عن شيء منه فليتفقد نفسه ويطهرها من كل ما يذمه من غيره وناهيك بهذا تأديبا فلو ترك الناس
كلهم ما يكرهونه من غيرهم لاستغنوا عن المؤدب.

قيل لعيسى عليه السلام: من أدبك قال ما أدبني أحد رأيت جهل الجاهل شينا فاجتنبيه.

وهذا كله حيل من فقد شيخاً عارفاً ذكياً بصيراً بعيوب النفس مشفقاً ناصحاً في الدين فارغاً من تهذيب نفسه مشتغلاً بتهذيب عباد الله تعالى ناصحاً لهم فمن وجد ذلك فقد وجد الطبيب فليلازمه فهو الذي يخلصه من مرضه وينجيه من الهلاك الذي هو بصدده.

Riyadhotun Nafs (kitab Al Ihya')📕



●●●

💠Etika Bersosial Masyarakat Dalam Islam

Etika Bersosial Masyarakat Yang Dianjurkan Dalam Agama Islam

Oleh : Adam Mostafa El Prembuny


☆Referensi saya :

📕Risalah al Muawanah
👳‍♂️Imam al Habib Abdulloh al Haddad


Al Imam Abdulloh al Haddad dalam kitabnya yakni Risalah al Muawanah, beliau menuliskan hal-hal penting yang dianjurkan dalam agama Islam tentang etika bersosial masyarakat terutama kepada sesama muslim.

Di antaranya :

1. -Hendaknya kamu- beri salam kpd setiap muslim yg kamu kenal dan yg nggak kamu kenal.

2. Kalo kamu beri salam kpd salah seorang dari mereka lalu dia nggak njawab salammu, maka jangan buru2 prasangka buruk kpd nya, dan katakan dlm hatimu, mungkin dia nggak denger atau mungkin dia udah njawab cuma akunya aja yg nggak denger.

3. Kalo kamu masuk rumahmu, ucapkanlah salam kpd keluargamu. Kalo kamu masuk masjid atau rumah yg nggak ada orang di dalem nya, maka ucapkanlah:  السلام علينا وعلى عباد الله الصالحين
"Salam sejahtera bagi kita dan kpd para hamba Allah yg sholih."

4. Kalo kamu ketemu seorang muslim usahain kamu duluan yg mulai kasih salam sebelum dia memberi salam sama kamu.

5. -Hendaknya kamu- doain orang yg bersin. Kalo dia udah baca Alhamdulillah, kalo dia belum membaca Alhamdulillah, coba ingetin dia dgn ucapanmu: "Alhamdulillah".

6. Janganlah kamu masuk rumah orang lain sebelum kamh minta ijin dulu. Kalo kamu udah minta ijin sebanyak 3 kali, tapi masih belum diijinkan masuk, maka kamu jangan minta ijin lagi supaya dibolehin masuk.

7. Kalo ada seorang muslim yg memanggilmu, maka jawablah dgn ucapan labbaika (Ya, aku penuhi panggilanmu)
[bahasa mudahnya ~"Ya, saya kesitu"]

8. Kalo ada yg ngundang kamu untuk dateng ke jamuan makan, maka jangan kamu tolak kecuali ada udzur yg syar'i.

9. Kalo dia bersumpah minta kamu untuk melakukan sesuatu atau meninggalkan sesuatu, maka lakukanlah sumpahnya selama bukan perbuatan dosa.

10. Kamu jangan minta sesuatu dari seseorang dgn memakai nama Allah, tapi kalo kamu dimintai sesuatu dgn memakai nama Allah, jangan pernah kamu tolak.

Rosulullah ﷺ bersabda:
ملعون من سئل بالله فلم يعط
Artinya: "Terlaknatlah seseorang yg dimintai dgn nama Allah tetapi ia tidak memberi."

11. -Hendaknya kamu- nengok orang2 yg sakit, nganterin jenazah, dan berkunjung ke saudara2 muslim karena Allah.

12. Setiap kamu rindu sama mereka, jabatlah tangan mereka dan pas ketemu mereka, tanyalah tentang keadaan mereka, dan tanyakanlah tentang orang yg sedang bepergian.

13. Kalo dia sakit, maka tengoklah dia. Kalo dia lagi sibuk, bantu semampu kamu, kalo nggak mampu mbantu, maka berdo'alah untuknya.

14. -Hendaknya kamu- berprasangka baik kpd setiap muslim dan jangan sampe kamu berprasangka buruk terhadap seorangpun dari mereka.

☆Puncak berprasangka baik kepada kaum muslimin adalah :

~Kamu nggak meyakini keburukan dlm perbuatan maupun ucapan mereka sedikitpun.

~Kamu selalu beranggapan baik terhadap nya, kalau memang kamu nggak menemukan anggapan yg baik terhadapnya seperti dlm kemaksiatannya, maka seenggaknya cara kamu prasangka baik terhadap pelakunya adalah kamu larang mereka melakukannya dan menganggap bahwa keimanan mereka akan membawa mereka untuk bertaubat serta menghentikan perbuatan itu dan tidak mengulanginya lagi.

☆Sedangkan puncak prasangka buruk terhadap kaum muslimin adalah

~Kamu nganggep buruk perbuatan dan ucapan mereka yg kelihatannya baik. Diantara contohnya adalah, kamu ngeliat seorang muslim memperbanyak shalat, sedekah, dan membaca Al Qur'an.
Lalu kamu anggep bahwa dia ngelakuin hal itu cuma untuk caper dan pamer ke orang lain, nyari ketenaran dan pengin imbalan harta, dll.

Anggapan buruk ini nggak akan muncul kecuali dari orang yg hatinya buruk dan hal itu termasuk sifat orang2 munafik.

Firman Allah ta'ala :
الذين يلمزون المطوعين من المؤمنين في الصدقت
Artinya: "(Orang2 yg munafik) yaitu orang2 yg mencela orang2 mukmin yg memberi sedekah dgn sukarela." 📚At Taubah : 79

Rosulullah ﷺ bersabda:
أكثروا من ذكر الله حتى يقول المنا فقون إنكم مراءون
Artinya: "Perbanyaklah berdzikir kpd Allah sampe orang2 munafik mengatakan sesungguhnya kalian hanyalah pamer."

15. -Hendaknya kamu- memperbanyak istighfar dan do'a terutama untuk dirimu, sodara dan teman2 mu serta seluruh umat Islam secara umum karena mendo'akan saudara sesama muslim tanpa mereka ketahui adalah mustajab.

16. {Mendoakan Orang Tua}
○Imam Maimun bin Mahran berkata: "Barangsiapa yg memintakan ampun untuk kedua orang tuanya setiap selesai solat wajib, maka ia telah memenuhi terima kasih bagi keduanya.

Firman Allah taala :
في عامين أن أشكر لى ولو لديك إلى المصير
Artinya: "Bersyukurlah kepada Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu." 📚 Luqman : 14

17. Telah diriwayatkan barangsiapa yg memintakan ampun bagi kaum mukminin mukminat setiap harinya sebanyak 27 kali, ia termasuk orang2 yg terkabul do'anya dan termasuk yg karena merekalah para hamba Allah swt diberi rezeki dan diberi hujan, inilah sifat para wali Allah.

18. -Ketahuilah- sesungguhnya hak2 seorang muslim atas muslim lainnya banyak sekali, kalo kami pengin melaksanakannya dgn yg sebenar2 nya, maka perlakukanlah kaum muslimin sebagaimana kamu ingin mereka memperlakukanmu, baik pas mereka ada di hadapanmu ataupun sedang nggak ada di hadapanmu.

19. Tanamkanlah dlm hatimu dan berusahalah untuk menginginkan kebaikan utk mereka seperti apa yg kamu inginkan bagi dirimu dan tidak menginginkan keburukan menimpa mereka sebagaimana kamu tidak menginginkannya menimpa dirimu.

○Imam Yahya bin Mu'adz berkata: "Kalo kamu nggak bisa ngasih manfaat buat umat Islam, maka janganlah kamu mencelakai mereka, jika kamu nggak bisa menghibur mereka, maka janganlah nyakitin mereka, jika kamu nggak bisa menggembirakan mereka, maka janganlah nyusahin mereka, kalo kamu nggak bisa memuji mereka, maka janganlah kamu menghina mereka."

○Sayyid Muhyiddin Syaikh Abdul Qodir al Jailani berkata:  "Jadilah kalian bersama Allah, sehingga seakan2 nggak ada makhluk dan bersama makhluk seakan2 nggak ada hawa nafsu."

○Para Salafusholih berkata: "Manusia ada yg diuji dan ada yg diselamatkan, oleh karena itu kasihanilah orang2 yg teruji dan bersyukurlah kpd Allah atas keselamatan itu."

Segala puji hanyalah bagi Allah swt, Tuhan alam semesta.


📕Risalah al Muawanah, halaman 151 - 154 Cet. Darul Hawi.



(وعليك) بإقراء السلام على كل من تعرفه ومن لا تعرفه من المسلمين، وإذا سلمت على أحد منهم فلم يرد عليـك فلا تسيء به الظن، وقل لعله لم يسمع أو لعله ردّ فلم أسمعه . وإذا دخلت بيتك فسلم على أهلك، وإذا دخلت مسجدا أو بينـا وليس فيه أحد فقل: السلام علينا وعلى عباد الله الصالحين، وإذا لقيت مسلما فاجتهد أن تبدأه بالسلام قبل أن يسلم عليك قيل لرسول الله صلى الله عليه وسلم: «إذا لقي المسلم المسلم فأيهما يبدأ بالسلام؟؟ قال أولاهما بالله» وفي الحديث : «يسلم الراكب على الماشي، والقائم على القاعد، والصغير على الكبير، والقليل على الكثير» .

(وعليك) بتشميت العاطس إذا حمد فإن لم يحمـد فذكره بقولك الحمد الله . ولا تدخل على بيت غيرك حتى تستأذن أولا فإن استأذنت ثلاثا فلم يؤذن لك فلا تُعد الاسئذان، وإذا ناداك مسلم فأجبه بالتلبية .

وإذا دعاك إلى طعامه فلا تترك الإجابة إلا لعذر شرعي ،

وإذا أقسم عليك أن تفعل شيئا أو تتركه فبر قسمه ما لم يكن فيه معصية الله . ولا تسأل أحدا بالله شيئا وإن سئلت بالله شيئا، فإياك أن تمنع، قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : «ملعون من سئل بالله فلم يعط» .

(وعليك) بعيادة المرضى، وتشييع الجنائز، وبزيارة إخوانك المسلمين في الله كلما اشتقت إليهم، وبمصافحتهم عند اللقاء، وسؤالهم عن أحولهم، والسؤال عمن غاب منهم ؛ فإن كان مريضا عدته، وإن كان في شغل أعنته إن استطعت وإلا دعوت له .

(وعليك) بحسن الظن بجميع المسلمين واحذر أن تسيء الظن بأحد منهم، قال عليه الصلاة والسلام: خصلتان ليس فوقهما شيء من الخير : حسن الظن بالله وحسن الظن بعباد الله ، وخصلتان ليس فوقهما شيء من الشر، سوء الظن بالله، وسوء الظن بعباد الله » .

وغاية حسن الظن بالمسلمين أن لا تعتقد الشر في شيء من أفعالهم وأقوالهم وأنت تجد له محملا في الخير فإن لم تجد له محملا في الخير كالمعاصي فنهاية حسن الظن بمرتكبيها أن تنهاهم عنها وتظن بهم أن إيمانهم يحملهم على الانتهاء عنها وترك الإصرار عليها بالتوبة منها .

وغاية سوء الظن بالمسلمين أن تعتقد السوء في أفعالهم
وأقوالهم التي ظاهرها الخير (ومثال ذلك) أن ترى مسلما يكثر
الصلاة والصدقة والتلاوة فتظن به أنه ما فعل ذلك إلا مرائيا للناس
وحرصا على المال والجاه وهذا الظن الفاسد لا يصدر إلا من ذي
طوية خبيثة وهو من أخلاق المنافقين وقد قال الله تعالى في
وصفهم: «الذين يلمـزون المـطوعين من المؤمنين في
الصدقات»، أي يرمونهم بالرياء. وقال صلى الله عليه وسلم :
«أكثروا من ذكر الله حتى يقول المنافقون إنكم مراءون» .

(وعليك) بالإكثار من الدعاء والاستغفار لنفسك ولوالديك
وقرابتك وأصحابك خصوصا ولسائر المسلمين عموما فإن دعاء
المسلم لأخيه بظهر الغيب مستجاب . وقال صلى الله عليه وسلم :
«دعوتان ليس بينهما وبين الله حجاب دعوة المظلوم ودعوة المسلم
لأخيه بظهر الغيب» .

وقال عليه السلام : «إذا دعا المسلم لأخيه بظهر الغيب قال
الملك آمين ولك بمثله» وقال ميمون بن مهران رحمه الله
من استغفر لوالديه بعد كل مكتوبة فقد قام بالشكر لهما الذي أمره
الله به في قوله : «أن اشكر لي ولوالديك؟ .

وورد أن من استغفر للمؤمنين والمؤمنات في كل يوم سبعا
وعشرين مرة كان من الذين يستجاب دعاؤهم وبهم يرزق العباد
ويمطرون وهذا وصف الأولياء .

(وعلم) أن حقوق المسلم على المسلم كثيرة فإذا أردت
القيام بها على وجهها فعامل المسلمين في غيبتم وحضورهم
بما تحب أن يعاملوك به وجاهد نفسك ووطن قلبك على أن تحب
لهم من الخير ما تحب لنفسك وتكره لهم من الشر ما تكـره
لنفسك. وقد قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: «لا يؤمن
أحدكم حتى يحب لأخيه ما يحب لنفسه» وقال رسول الله صلى
الله عليه وسلم: «المسلم للمسلم كالبنيان يشد بعضه بعضا،
وكالجسد الواحد إذا اشتكى منه عضو تداعى له سائر الجسد
بالسهر والحمى».

وقال يحيى بن معاذ رحمه الله : إذا لم تستطع أن تنفع
المسلمين فلا تضرهم، وإذا لم تستطع أن تسرهم فلا تسؤهم ،
وإذا لم تستطع أن تفـرحهم فلا تغمهم، وإذا لم تستطع
أن تمدحهم فلا تذمهم، وقال سيدي محيي الدين عبد القادر
الجيلاني رضي الله عنه: كن مع الحق كأن لا خلق وكن
مع الخلق كأن لا نفس، وقال بعض السلف: الناس مبتلى
ومعافى فارحموا أهل البلاء واشكروا الله على العافية

والحمد الله رب العالمين .


●●●

💠Makna Ihsan Dan Penjabarannya

Makna, Penjabaran, dan Jenis-jenis Ihsan

Oleh : Adam Mostafa EL Prembuny


☆Referensi saya :

📕Syajarotul Ma'arif
👳‍♂️Imam Izzudin bin Abdissalam



Kata احسان adalah kata dlm bahasa Arab yg berarti "terbaik" atau "kebaikan".

Ihsan menurut hadits Nabi ﷺ adalah seseorang yg menyembah Allah seolah-olah ia melihat Nya, dan bila ia tidak bisa melihat Nya, karenanyalah orang tersebut menganggap bahwa sesungguhnya Allah melihat semua perbuatannya.

Pelaku Ihsan disebut Muhsin.
Ihsan adalah lawan dari Isaa`ah إساءة (berbuat kejelekan),

Berasal dari fi’il tsulatsi maziid dgn susunan ah sa na (أحسن), makna literalnya adalah “Berbuat baik, melakukan dgn baik, melampaui atau mengetahui dgn baik.”
Dlm wazan fi’il tsulatsi mujarrod (kata kerja dasar) ha su na, arti literalnya "Baik atau Bagus".
Di dlm Alqur’an, kata ini dipergunakan 166 kali, dgn diksi "husnaa, hasanah, hasanaat, ahsana (fi’il), ahsanu (isim tafdhil), husnan, muhsiniin, ahsin (fi’il amar)".

■Menurut Imam Izzudin bin Abdissalam dalam kitabnya, beliau menjelaskan :

كل من أطاع الله فهو محسن إلى نفسه بطاعته، فإن كان في طاعته نفع لغيره فهو محسـن إلى نفسـه وإلى غيره، وإحسانه إلى غيره قد يكون عاما وقد يكون خاصا، والإحسـان عـبارة عن جلب مصالح الدارين أو أحدهما، ودفع مفاسدهما أو مفاسد إحداهما، والمصلحة لذة أو شبهها أو فرحة أو شبهها، والمفسدة ألم أو شبهه، أو غم أو شبهه، فإرادة النفع إحسان لكونها سبب فيه، وإرادة الضر إساءة لأنها سبب فيه، ...

"Setiap orang yg taat kpd Allah sebenarnya dia sudah melakukan ihsan pada dirinya sendiri. Maka jika dlm ketaatan yg dia lakukan bisa ngasi manfaat buat orang lain maka dia telah berlaku baik pada dirinya dan pada orang lain. Dan berbuat baik kpd orang lain itu ada yang umum dan khusus.

Yang dimaksud dgn ihsan adalah melakukan sesuatu utk mendapat maslahat di dunia dan akhirat atau salah satunya dan mencegah dari kerusakan pada keduanya atau salah satunya. Adapun yg dimaksud dgn Maslahat adalah kelezatan atau sebabnya, dan kegembiraan atau sebabnya. Sementara yg dimaksud dgn Mafsadat (kerusakan) adalah rasa sakit atau sebabnya, kegalauan atau sebabnya. Keinginan untuk menimbulkan bahaya adalah kejahatan karna dia adalah penyebabnya. Dst ..."

📕Syajarotul Ma'arif, halaman 112, Cet.DKI (darul kutub ilmiyah)




Imam Izzudin bin Abdissalam juga menjelaskan tentang Ihsan yg dampaknya luas sebagai berikut :


الإحسان المتعدي يتعلق بالقلوب والأبدان،

• فإحسان القلوب بإرادة كـل نفـع للعباد، فإن الإرادة سبب لذلك، وكذلك بالصبر عن المظالم، وبأن تحب لكل مسلم ما تحب لنفسك، وبأن توقر ما يستحق التوقير.

• وإحسان الأبدان أقسام:

》أحدها: بذل المال بالهبات والصدقات .
》الثاني: إباحة المنافع والأعيان؛ كالعواري والضيافات .
》الثالث: الإسقاط: كالعتق، والإبراء من الديون والقصاص والحـدود وسـائر العقوبات.
》الرابع: الإعانة على الطاعات بتعليمها وتفهيمها، والمساعدة على فعلها، والنيابة فيها كالنيابة في الحج وتفريق الصدقات .
》الخامس: الإعانة بكل نفع عاجل أو آجل فعلـي أو قـولي، كالإعانـة بالبنـاء والخياطة، وتحميل الدابة وأن تعين صانعا، أو تصنع لأخرق، وبأن تدل الطريق، وتخدم الصديق /وتعين الرفيق، وتأمر بكل معروف، وتنهى عن  كل منكر، وتفك الأسارى، وترشد الحيارى.
》السادس: حسن الأخلاق كإظهار البشر، وطلاقة الوجه، والتبسـم في وجـوه الإخوان.
》السابع: إحسان الإحسان وهو أن يفعل على أعلى مراتبه خليا من الشبه والأذى والإيذاء والعيوب والإذلال والمنة، فمن العبادات ما هو إحسان بأصـله ووصفه؛ كالزكوات وسائر الصلات، ومنها ما يشتمل على الإحسـان ببعض أصله أو بوصفه، والله أعلم بغيبه .

"Ihsan yang berdampak luas itu berhubungan dengan hati dan raga.

• Ihsannya hati adalah keinginan utk terus memberikan manfaat pada semua hamba. Karna keinginan adalah sebab untuk itu. Demikian pula sikap sabar atas semua kedzoliman, dan hendaknya kamu mencintai setiap muslim sbg mana kamu mencintai dirimu sendiri dan hendaknya engkau menghormati orang yg memang berhak untuk dihormati.

• Ihsan Raga itu ada beberapa macam:

1. Memindahkan kepemilikan dan bersedekah.

2. Membolehkan menggunakan hal-hal yg bermanfaat dan harta benda. {Seperti pinjaman, dll.}

3. Pengguguran. {Seperti pembebasan budak, pembebasan hutang, qishosh, hudud dan semua sanksi.}

4. Membantu melakukan ketaatan, {Yaitu dgn mengajarkan ketaatan itu, memahamkannya, membantunya utk melakukannya, mewakilinya {seperti mewakili pada saat haji dan membagikan sedekah}.

5. Membantu semua hal yg bermanfaat, baik yg bersifat dunia atau ukhrawi, 'amali atau qouli.

{Seperti membantu mendirikan bangunan, menjahit, membawakan kendaraan. Atau membantu orang yg membantu sesuatu atau membuat sesuatu untuk melubangi, atau menjadi penunjuk jalan, melayani teman, membantu teman, menyuruh pada semua yg baik, mencegah semua yg mungkar, membebaskan tawanan, dan memberikan petunjuk pada orang yg sedang dilanda kebingungan.}

6. Berakhlak baik. {Seperti menampakkan wajah yg ceria dan ramah, murah senyum pada setiap orang.}

7. Ihsanul Ihsan. {Yakni melakukan kebaikan yg paling puncak, jauh dari syubhat, jauh dari sesuatu yg menyakiti, jauh dari pujian atau disebut-sebut. Di antara ibadah2 itu ada yg secara hubungan memang baik dan sifatnya juga baik, seperti zakat dan semua shalat. Di antaranya juga ada yg hanya mencakup kebaikan pada sebagian pokoknya atau sifatnya. Dan Allah Mahatahu tentang semua yg ghoib.} "

📕Syajarotul Maarif, halaman 114, Cet. DKI (darul kutub ilmiyah)



●●●

Selasa, 01 Oktober 2024

💠Tanda Seseorang Memperoleh Cintanya Allah

Tanda-Tanda Orang Yang Memperoleh Cinta Dari Allah

Oleh : Adam Mostafa EL Prembuny


☆Referensi saya :

📕Al Hubb Fil Quran wa Daurul Hub fi Hayatil Insan
👳‍♂️Syaikh Muhammad Said Romadhon al Buthi



Pertanyaan yang terlintas di benak kita, gimana caranya seorang muslim bisa tau kalau dia mendapatkan cinta yang diusahakan nya? Apa tanda2 nya?

Ya, seorang muslim bisa aja tau hal tersebut dgn mudah. Setiap muslim yg jujur dan tulus dlm menjalankan syariat agamanya pasti akan mendapatkan cinta dari Allah subhanahuwataala. Bukankah hidayah dari Allah-lah yg menuntunnya masuk ke dlm Islam adalah bukti cinta Nya yg paling nyata kpd hambanya?

Tanda2 orang yg memperoleh cinta dari Allah bisa kita liat dari keimanannya yg terus bertambah dari waktu ke waktu , ibadah dan ketaatan nya makin meningkat dlm menjalankan syariat agama , lebih peka terhadap larangan2 Nya dan menjauhinya , memperbanyak dzikir kpd Allah , serta senantiasa merasa diawasi oleh Nya, kapan pun dan di mana pun .

Dlm hadis Qudsi disebutkan bahwa Allah Ta'ala berfirman :

 "Seorang hamba akan terus mendekatkan diri kpd Ku dgn amalan2 sunnah sampai Aku mencintainya . Dan ketika Aku mencintainya , Aku akan menjadi pendengarannya yg ia gunakan untuk mendengar , penglihatannya yg ia gunakan untuk melihat , tangannya yg ia gunakan untuk menindak , dan kakinya yg ia gunakan untuk berjalan , "
📜HR. Imam Bukhari

Mungkin ada yg nanya, kenapa ibadah sunnah jadi penyebab cinta nya Allah kpd hambanya , padahal ibadah wajib jauh lebih penting daripada itu , bahkan pahalanya juga jauh lebih banyak daripada ibadah sunnah?

Jawabannya , karena yg bikin kebanyakan orang mengamalkan ibadah wajib itu karna rasa takut dgn siksa kalo meninggalkannya . Sementara itu, yg bikin seseorang melakukan ibadah sunnah bukan karna rasa takut itu, tapi karna dia pengin deket sama Allah dan mendapatkan cinta Nya lebih banyak lagi . Dgn begitu, semua permohonan dan keinginannya akan terpenuhi.

Kalau gitu , apa lagi yg akan jadi penghalang kalo dia sudah mengetahui bahwa Allah mencintainya ?

Dalam suatu riwayat dikisahkan bahwa seorang wanita sholihah menjadi pembantu dlm sebuah rumah . Dia selalu melaksanakan sholat malam. Suatu hari , sang majikan mendengar doa-doa yg ia baca dlm sujudnya . Kata-katanya yg terdengar, " Ya Allah , aku mohon kepada Mu dgn cinta Mu kepadaku agar Engkau memuliakanku dgn bertambahnya ketaqwaan di hatiku dan seterusnya . "

Pas dia selesai sholat , sang majikan bertanya kpd nya ,

"Dari mana kamu tau kalo Allah mencintaimu? Kenapa kamu gak bilang aja ke Allah gini , "Ya Allah , aku mohon kpd Mu dgn cintaku kpd Mu? "

Pembantunya menjawab,

"Wahai tuanku,

Kalo bukan karna cintanya Allah kpd ku, mana mungkin Allah membangunkanku pada waktu2 seperti ini (utk sholat malam dan bermunajat).

Kalo bukan karna cinta Nya kpd ku, mana mungkin Dia membangunkan aku untuk berdiri menghadap Nya .
☆Kalo bukan karna cinta Nya kpd ku , mana mungkin Dia menggerakkan bibirku untuk bermunajat kpd Nya . "

Sekarang aku (Syaikh Said) katakan, " Di antara nikmat cinta yg Allah berikan kpd kita adalah Islam . Kalau bukan karna cinta Nya kpd kita , mana mungkin kita bisa memperoleh nikmat Iman dan Islam . Oleh karena itu , kami mohon kpd Nya semoga Dia menambahkan anugerah ini . "


📕Al Hubbu fil Quran wa Daurul Hubbi fi Hayatil Insan, hlm 30-32, Cet. Darul Fikr


○○○

وإنه ليطوف بذهن أحدنا السؤال التالي : أفيتأتى للإنسان المسلم منا أن يعلم أنه ممن نال شرف هذا الحب الكسبي ، فيجزم بأن الله يحبه ؟ وما العلامات الدالة على ذلك .

والجواب : نعم يتأتى للإنسان هذا ، بل ما من مسلم صادق في إسلامه إلا وله حظ من هذا الحب الكسبي الوافد إليه من الله تعالى ؛ إذ إن الهداية التي أكرمه الله بها إلى الإسلام ، دليل على أن له حظاً - قل أو كثر - من محبة الله له .

ثم إن مؤشرات حب الله له ، تزداد صعوداً ، كلما ازداد تحققاً بإيمانه وسيراً نحو أداء حقوق عبوديته الله عز وجل ، من تطبيق أوامره والابتعاد عن نواهيه ، والإكثار من مراقبته وذكره . دل على ذلك قوله جل جلاله في الحديث القدسي الذي يرويه رسول الله عن ربه ، « ولا يزال عبدي يتقرب إلي بالنوافل حتى أحبه ، فإذا أحببته كنت سمعه الذي يسمع به وبصره الذي يبصر به ويده التي يبطش بها ورجله التي يمشي بها » ( 1 ) .

( ۱ ) هو جزء من حديث قدسي رواه البخاري من حديث أبي هريرة . وأوله : من عادى لي وليا فقد آذنته بالحرب .

محبة الله للإنسان

ولعلك تسأل : فلماذا كان الإقبال إلى النوافل هـو مـصـدر حب الله للمتنفل ، مع أن الفرائض أهم منها ولعل الأجر عليها أوفر ؟

ولعلك تسأل : فلماذا كان الإقبال إلى النوافل هو مصدر حب الله للمتنفل ، مع أن الفرائض أهم منها ولعل الأجر عليها أوفر ؟

والجواب : أن الحامل على أداء الفرائض كثيراً ما يكون الخوف من العقاب المترتب على تركها . أما الحامل على فعل الـنـوافـل والاستزادة منها ، فما ينبغي أن يكون الخوف من العقاب ، إذ إن ترك النوافل لا يستلزم العقاب ، وإنما هو التقرب بها إلى الله ، ونيل المزيد من حبه ، فكان له من قصده هذا ما أراد .

فما المانع إذن من أن يعلم المستزيد من النوافل ، يتقرب بها إلى الله ، أنه سبحانه وتعالى يحبه ؟ .. بل ما المانع من أن يزهى وينتشي بما يعلمه من هذا الحب ؟

وقد رووا أن امرأة صالحة كانت تخدم أسرة في دار ، وكان لها حظ من الصلاة في جوف الليل ، فسمعها سيدها تخاطب الله في سجودها قائلة : اللهم إني أسألك بحبك لي أن تكرمني بمزيد من التقوى .. إلى آخر ما كانت تخاطب الله به .

فلما انتهت من صلاتها ، قال لها سيدها : من أين لك أن الله يحبك ؟ ! .. هلا قلت له : اللهم إني أسألك لك ؟ فقالت له : بحبي يا سيدي ، لولا حبه لي ما أيقظني في هذه الساعة ، ولولا حبه لي ما أوقفني بين يديه ، ولولا حبه لي ما أنطقني بهذه النجوى .

أقول : إن أقل ما يحق لنا أن نزهى به من نعمة الله لنا ، الإسلام الذي أكرمنا به ، فلولا قدر من الحب نالنا منه عز وجل ، لما متعنا بنعمة الإيمان به والإسلام لشرائعه . وإنا لنسأله من فضله المزيد 

📕Al Hubu fil Quran wa Daurul Hubbi fi Hayatil Insan

●●●

🔰 Petunjuk Tema & Isi Konten

  • 🔷️ Aqidah & Filsafat : Memuat tulisan-tulisan tentang pembahasan ilmu kalam, teologi, pemikiran, mantiq, dan filsafat.
  • 🔷️Al-Quran & Tafsir : Memuat tulisan-tulisan tentang pembahasan suatu ayat dan tafsirnya, serta ilmu tentang Al-Quran.
  • 🔷️ Fiqih & Syari'ah : Memuat tulisan-tulisan tentang pembahasan ilmu fiqih, ibadah, muamalah, munakahat, dan jinayah.
  • 🔷️Hadits & Syarah : Memuat tulisan-tulisan tentang pembahasan suatu hadits dan syarahnya, serta ilmu tentang hadits.
  • 🔷️Khazanah & Sains : Memuat tulisan-tulisan tentang keajaiban sains, khazanah keislaman, dan ilmu pengetahuan umum.
  • 🔷️Lughoh & Nahwu : Memuat tulisan-tulisan tentang pembahasan ilmu bahasa seperti mufrodat, nahwu, shorof, balaghoh
  • 🔷️Sejarah & Kisah : Memuat tulisan-tulisan tentang pembahasan sejarah Islam & dunia, serta kisah para Nabi dan Ulama.
  • 🔷️Medis & Kesehatan : Memuat tulisan-tulisan pembahasan tentang obat, gizi, kesehatan, penyakit, dan seputar medis.
  • 🔷️Psikologi & Relasi : Memuat tulisan-tulisan tentang pembahasan ilmu psikologi, romansa, parenting, dan relasi sosial.
  • 🔷️Tajwid & Tahsin : Memuat tulisan-tulisan tentang pembahasan tajwid, makhroj, sifat huruf, qiraah, tahsin dan tilawah Al-Qur`an.
  • 🔷️Tasawuf & Mau'idzoh : Memuat tulisan-tulisan tentang pembahasan ilmu akhlaq, pensucian jiwa, dakwah dan nasihat moral.
  • 🔷️Qamus Istilah Umum : Memuat tulisan-tulisan tentang ta'rifat, definisi, makna, serta pengertian suatu kata dan kalimat.