Tampilkan postingan dengan label Psikologi & Relasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Psikologi & Relasi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 05 Maret 2026

💠Mengapa Wanita Bersikap Keras Kepala Kepada Pria

Mengapa Wanita Di Dalam Rumah Tangga Bisa Bersikap Keras Kepala Kepada Pria?

Oleh : Adam Mostafa EL Prembuny


Mengutip dari buku :
كيف تكون الحياة الزوجية سعيدة – عالم من زجاج
Karya Ustadzah Sayidah 'Aisyah Ahmad Musa al-Abdali.

Yang jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia adalah "Dunia Dari Kaca - Membangun Kehidupan Pernikahan Yang Bahagia". 

👉 Mengapa wanita bisa bersikap keras kepala kepada pria dalam konteks hubungan relasi? Apa saja penyebabnya? Apakah memang dari sononya begitu? 😄

لماذا تلجأ الزوجة إلى العناد ؟ 
1- عناد الزوجة قد يكون طبعاً فيها يضرب بجذوره إلى مراحل حياتها الأولى، نتيجة تربية خاطئة في الطفولة.
2 - تسلط الزوج وعدم استشارته للزوجة في أمور المعيشة وتحقير رأيها أحياناً والاستهزاء به.. يدفع الزوجة إلى طريق العناد فهناك بعض الأزواج لديهم أفكار خاطئة عن خيبة وفساد رأي المرأة وأن مشورتها تجلب خراب البيوت، وهذه الأفكار فوق أنها حمقاء فهي بعيدة عن هدي الإسلام الحنيف.
3- الشعور بالنقص : وقد يكون هذا الشعور لدى المرأة قبل الزواج نتيجة المعاملة الأسرية لها من أهلها، والتي لم تتسم بالاحترام والتقدير، وبعث الثقة في النفس، وقد تكون وليدة ظروف الزواج فمعاملة الزوج زوجته معاملة قاسية وعدم وضعها في مكان التقدير والاحترام كإنسانة لها حاجات نفسية واجتماعية يجب أن تلبي، وقد يكون ذلك من أسباب الشعور بالنقص عند المرأة، فتلجأ لوسيلة العناد للتغلب على هذا الإحساس، وللشعور بالذات وبالأنا.
4- عدم التكيف مع الزوج العناد يأتي نتيجة لعدم التكيف مع الزوج والشعور باختلاف الطباع وتقلبها وعدم تنازل الزوج عما لا يعجب زوجته وتمسكه بعادات غير صحيحة، فيكون العناد صورة من صور التعبير عن رفض الزوجة سلوك زوجها جملة وتفصيلاً، وكذا تعبيراً عن عدم انسجامها معه في حياتهما الزوجية.
-5- تقليد الأم وأخيراً قد يأتي العناد من قبل الزوجة تقليداً لسلوك أمها مع أبيها ؛ فالمرأة التي نشأت وترعرعت في بيت تتحكم فيه الأم وتسير دفته، تحاول أن تحذو الحذو نفسه في بيتها ومع زوجها، بل وربما تختار الزوج حين تختاره بحيث يكون ضعيف الشخصية، حتى يسهل لها ما تريد .
~

Mengapa Wanita Bersikap Keras Kepala?

1️⃣ Bawaan Sejak Kecil:

Sikap keras kepala istri bisa jadi merupakan sifat alami yang berakar kuat sejak masa-masa awal hidupnya akibat pola asuh yang salah di masa kecil.

2️⃣ Sikap Dominan Dari Sang Suami:

Keputusan Suami yang tidak melibatkan istri dalam urusan rumah tangga, serta terkadang meremehkan dan mengejek pendapat istrinya, hal ini mendorong istri ke arah sikap keras kepala. 
Beberapa suami memiliki pandangan keliru bahwa argumen wanita itu ngawur dan kacau, dan bahwa masukan dari istri bisa membawa kehancuran rumah tangga. Pandangan ini, selain konyol, juga jauh dari petunjuk Islam yang lurus.

3️⃣ Perasaan Rendah Diri: 

Perasaan ini mungkin ada pada istri sebelum menikah akibat perlakuan keluarganya yang tidak memberikan rasa hormat, penghargaan, dan kepercayaan diri. Hal ini juga bisa timbul karena kondisi pernikahan, seperti perlakuan kasar suami, yang menyebabkan istri menggunakan sikap keras kepala untuk mengatasi perasaan tersebut.

4️⃣ Tidak Sanggup Menyesuaikan Diri Dengan Suami:

Sikap keras kepala muncul akibat ketidakmampuan beradaptasi dengan suami, perbedaan karakter, dan ketidakmauan suami untuk melepaskan kebiasaan buruk, yang diartikan oleh istri sebagai penolakan total terhadap perilaku suaminya.

5️⃣ Meniru Sifat Ibunya: 

Sikap keras kepala bisa muncul sebagai peniruan perilaku istri terhadap ibunya, terutama jika ia tumbuh di rumah yang didominasi oleh sang ibu, sehingga ia mencoba menerapkan pola yang sama dalam rumah tangganya sendiri.

▪︎

📕'Alamun Min Zujajan – Kaifa Takunu al-Hayatu al-Zawjiyatu Sa'idatan, halaman 19-20, Maktabah al-'Ubaikan.

===

👨‍🏭Adam Mostafa EL Prembuny

#istri #wanita #keraskepala #rumahtangga #suami

Foto Halaman Buku :




===

Selasa, 10 Februari 2026

💠Psikologi Karakter; Jenis-Jenis Kebohongan Manusia

Apa Saja Jenis-Jenis Kebohongan Yang Dilakukan Oleh Manusia?

Oleh : Adam Mostafa EL Prembuny


Dikutip dari buku Kasyf al-Kadzib, karya seorang spesialis body language & self development asal Saudi Arabia, sidi Khalid bin Muhammad al-Musaihij. Ada 3 jenis kebohongan yang biasa dilakukan manusia terhadap dirinya sendiri dan terhadap orang lain, dilihat berdasarkan tujuan, subjek dan ukur kebohongannya.

Jenis-jenis bohong ini juga terdapat penjabarannya lagi secara spesifik sebagai berikut :

▪︎

🔷️A. Kebohongan Berdasarkan Tujuan.

1. Kebohongan Yang Diizinkan.

Memiliki beberapa bentuk, seperti kebohongan suami kepada istrinya, kebohongan istri kepada suaminya *(Note: Kebohongan ini tidak sepenuhnya boleh, tetapi hanya diizinkan, dan ada perbedaan antara izin dan kebolehan mutlak)*. Kemudian ada berbohong (taktik muslihat) kepada musuh perang, dan berbohong untuk mendamaikan pihak yang berselisih. Ini hanyalah kasus-kasus yang diizinkan, selain itu maka termasuk dalam larangan. 

2. Kebohongan Imajinatif.

Yaitu menyusun cerita dari imajinasi, termasuk menulis cerita dan novel yang tidak berakar pada kenyataan, tujuannya adalah untuk memberikan suasana hiburan dan kesenangan. 

3. Kebohongan Klaim.

Dicirikan dengan seseorang mengklaim apa yang tidak ada padanya, baik itu status keilmuan, jabatan, kelas sosial, atau kelebihan lainnya, dan tujuan dari jenis kebohongan ini adalah untuk menyembunyikan perasaan rendah diri, insecure, atau rasa malu akan realitanya. 

4. Kebohongan Preventif.

Jenis kebohongan ini digunakan untuk mencegah hukuman, celaan, atau rasa malu, dan yang paling banyak melakukannya adalah anak-anak dan orang yang bersalah. 

5. Kebohongan Yang Disengaja.

Paling sering digunakan oleh anak-anak, seperti seorang anak yang berpura-pura ingin pinjam buku catatan dari temannya yang tinggal di sebelah rumahnya, padahal dia pergi ke warung untuk beli sebuah permen yang dilarang orang tuanya. 

6. Kebohongan Dendam (Permusuhan).

Ini adalah salah satu jenis kebohongan terburuk, karena melibatkan kerugian bagi orang lain, di mana seseorang menggunakan kebohongan untuk menyebarkan perkataan atau tindakan palsu tentang orang lain, karena membencinya, atau keinginan untuk membalas dendam padanya, dan merugikannya, dan terkadang karena kecemburuan dan iri hati.

=

🔷️B. Kebohongan Berdasarkan Subjek.

1. Kebohongan yang Berfokus pada Diri Sendiri.

Ini adalah kebohongan seseorang tentang aspek dan hal-hal yang berkaitan dengan dirinya secara pribadi, seperti berbohong tentang status sosialnya, pekerjaannya, atau tingkat finansialnya. Ini mencakup segala sesuatu yang berkaitan dengan penampilan palsu seperti mobil mewah, aksesoris, atau perhiasan dan merek tiruan yang tidak mencerminkan tingkat kenyataan orang yang menggunakan penampilan palsu ini.  

Ini juga mencakup hal-hal yang berkaitan dengan tingkat produktivitas kerja, atau pencapaian khayalan yang diklaim telah dicapai oleh seseorang, atau sikap heroik atau positif yang diperankan olehnya. Jenis ini adalah yang paling umum di antara jenis kebohongan. Jenis ini juga mencakup pernyataan atau informasi yang diberikan seseorang untuk membebaskan dirinya dari tuduhan yang ditujukan kepadanya, tanpa menimpakan tuduhan tersebut kepada orang lain. 

2. Kebohongan Yang Berfokus Pada Orang Lain.

Jenis kebohongan ini mencakup aspek positif dan negatif. Aspek positif berkaitan dengan memperindah citra orang lain demi tujuan tertentu, termasuk kebohongan yang diizinkan untuk memperbaiki hubungan antar manusia, misalnya seseorang berkata kepada salah satu pihak yang berselisih: "Si Fulan mencintaimu, memujimu, dan heran mengapa kamu bersikap seperti ini kepadanya," kemudian dia menyampaikan hal yang sama kepada pihak lawan, dengan tujuan menghilangkan sisa-sisa perselisihan yang timbul di antara mereka. 

Adapun aspek negatif berkaitan dengan fitnah terhadap orang lain, menisbatkan sifat atau perbuatan yang tidak ada pada mereka, atau menukil perkataan yang tidak mereka ucapkan, termasuk di dalamnya ghibah (menggunjing), namimah (adu domba), menuduh dengan sifat atau perbuatan tercela, atau mencemarkan nama baik. Aspek ini adalah yang paling berbahaya di antara semua jenis kebohongan dari segi sosial, karena merusak hubungan antar manusia dan berkontribusi pada perpecahan masyarakat.

=

🔷️C. Kebohongan Berdasarkan Ukuran.

1. Kebohongan Total. 

Di sini, seluruh perkataan bertentangan dengan kenyataan, artinya perubahan total terhadap fakta, dan pemalsuan terhadapnya, sehingga tidak terkait dengan kenyataan sedikit pun, baik dari dekat maupun dari jauh, baik dari segi waktu, tempat, peristiwa, atau kejadian, yang berarti sepenuhnya karangan dari pikiran pembicara, dan tidak diragukan lagi ini adalah yang terbesar ukurannya, dan yang termudah dalam hal kemampuan untuk dideteksi. 

2. Kebohongan Parsial.

Jenis kebohongan ini menyebutkan beberapa fakta, yang diselingi dengan peristiwa atau kejadian yang tidak nyata, baik terkait waktu, tempat, peristiwa, atau pembenaran yang mendorong tindakan yang dilakukan. Pembohong tidak memberikan kebenaran sepenuhnya, melainkan memberikan sebagian darinya, lalu mengarang bagian lainnya. Jumlah kebohongan pun bervariasi sesuai situasi. 

3. Melebih-lebihkan dan Membesar-besarkan.

Di sini, pembicara menyebutkan fakta yang benar, tetapi melebih-lebihkan beberapa bagiannya dan membesar-besarkan peristiwanya, baik terkait dengan dirinya sendiri maupun orang lain. Misalnya, seseorang berbicara tentang kerugian finansialnya, dan kerugian itu memang terjadi, tetapi tidak sebesar jumlah yang dia sebutkan, atau dia menjelaskan pencapaiannya, dan pencapaian itu benar, tetapi tidak sebesar yang dia laporkan. 

4. Mengurangi dan Mengecilkan.

Jenis ini kebalikan dari yang sebelumnya, di mana seseorang mencoba mengurangi besarnya hasil peristiwa atau kejadian, atau kekuatannya, atau konsekuensi yang diakibatkannya. Misalnya, menjadi penyebab kerugian finansial, lalu dia menggambarkan kerugian tersebut lebih kecil dari nilai sebenarnya, atau ukuran aktualnya.

▪︎

📕Al-Marja'usy Syamil fi Kasyfil Kadzib, halaman 9-12, Cetakan Madar al-Fikr.

===

👨‍🏭Adam Mostafa EL Prembuny
#bohong #kebohongan #dusta #kadzb #kedustaan #psikologi #kejiwaan #jujur #sifat #karakter #watak #kepribadian #manusia #psikologi

Teks Arab :

أقسام الكذب وأنواعه 
🔷️أولاً: وفقًا للأهداف 
١ - الكذب المرخص به
وله عدة أشكال، كذب الرجل على زوجته (هذا الكذب ليس مشروعاً على إطلاقه، إنما مرخصا، وهناك فرق ما بين الترخيص، والإباحة)، وكذب الزوجة على زوجها، والكذب على العدو، والكذب في الإصلاح ما بين المتخاصمين، هذه فقط الحالات التي رخص الكذب فيها، وما عدا ذلك فهو يدخل ضمن التحريم.
٢ - الكذب الخيالي
وهو نسج قصص من الخيال، ويدخل فيه تأليف القصص والروايات التي لا أصل لها في الواقع، وهدفه إضفاء جو من التسلية، والمرح.
 ٣ - الكذب الادعائي
ويتمثل بادعاء الشخص ما ليس فيه، سواء أكان ذلك مكانة علمية، أو وظيفية، أو طبقة اجتماعية، أو أي ميزة أخرى، ويهدف من هذا النوع من الكذب إلى إخفاء ما يشعر المرء به من دونية، أو نقص ثقة بالنفس، أو خجل من واقعه.
٤ - الكذب الوقائي
وهذا النوع من الكذب يلجأ إليه للوقاية من عقوبة، أو لوم، أو حرج، وأكثر من يتجه إليه الأطفال، والمذنبون.
٥ - الكذب العنادي
وأكثر من يلجأ إليه الأطفال، كأن يدعي طفل رغبته في الحصول على كراسة من زميله الذي يسكن في الجوار، بينما يذهب إلى الدكان، ليشتري الحلوى التي نهاه أبواه عن تناولها.
٦ - الكذب الانتقامي (العدائي)
وهو من أسوأ أنواع الكذب، لكونه ينضوي على إضرار بالآخرين، حيث يلجأ شخص ما إلى نقل كلام، أو تصرف كذبًا ، وبهتانا عن شخص آخر، بسبب بغضه له، أو رغبة في الانتقام منه، وإلحاق الضرر به، وأحيانا بسبب الغيرة، والحسد. 
🔷️ثانيا : وفقًا للموضوع 
النوع الأول: الكذب المتركز على الذات
وهو الذي يتعلق بكذب الإنسان بجوانب، وأمور تخصه هو شخصيا، كأن يكذب بشأن مركزه الاجتماعي، أو الوظيفي، أو مستواه المادي، وهذا يدخل فيه كل ما يتعلق بالمظاهر الكاذبة كالسيارات الفارهة، والإكسسوارات، أو المجوهرات والعلامات التجارية المقلدة التي لا تعكس المستوى الواقعي للشخص الذي يلجأ إلى هذه المظاهر الكاذبة، ويدخل فيه - أيضًا - ما يتعلق بمستوى الإنتاجية الوظيفية، أو الإنجازات الوهمية، التي يدعي الشخص تحقيقها، أو المواقف البطولية، أو الإيجابية، التي يتقمص أدوارها. وهذا النوع هو الأكثر انتشارًا بين أنواع الكذب. كما يدخل في هذا النوع ما يدلي به الشخص من أقوال، أو معلومات لتبرئة نفسه من التهم التي تنسب إليه، دون أن يلقي تلك التهم على أحد.
 الأنوع الثاني: الكذب المتركز على الآخر
وهذا النوع من الكذب يدخل فيه الجانب الإيجابي، والجانب السلبي، فالإيجابي يتعلق بتجميل صورة الآخرين كانت الغاية، ومن ذلك الكذب المباح في سبيل الإصلاح بين الناس، كأن يقول شخص لأحد المتخاصمين: إن فلانا يحبك، ويثني عليك، ويستغرب أن تقف منه هذا الموقف، ثم ينقل نفس الكلام إلى الخصم الآخر، بهدف إزالة ترسبات الخلاف التي نشأت بينهما.
أما الجانب السلبي فهو المتعلق بالافتراء على الآخرين، ونسبة صفات، أو أفعال ليست فيهم، أو نقل أقوال لم يتفوهوا بها، ويدخل في ذلك الغيبة، والنميمة، والقذف بالصفات، أو الأفعال الذميمة، أو الطعن بالأعراض، وهذا الجانب هو الأخطر بين أقسام الكذب كلها من الناحية الاجتماعية؛ لأنه يفسد العلاقات بين الناس، ويسهم في تفكيك المجتمع. 
🔷️ثالثا: وفقًا لحجم الكذب 
النوع الأول: الكذب التام
وهنا يكون الكلام كله مخالفًا للواقع، أي أنه تغيير تام للحقائق، وتزييفا لها، ومن ثم فإنه لا يرتبط بالواقع بأي صلة، لا من قريب ولا من بعيد، لا من حيث الزمان ولا المكان، ولا الوقائع، أو الأحداث، بمعنى أنه تأليف - بالكامل - من عقل المتحدث، وبلا شك هذا هو الأكبر حجمًا، والأسهل من حيث القدرة على اكتشافه.
النوع الثاني: الكذب الجزئي
وهذا النوع من الكذب يذكر فيه بعض الحقائق، وتتداخل معها أحداث، أو وقائع غير حقيقية، سواء ارتبط ذلك بالزمان، أو المكان، أو الأحداث، أو المبررات الباعثة على التصرف الذي قام به، فالكاذب لا يعطي الحقيقة كاملة، وإنما يعطي أجزاء منها، ثم يؤلف أجزاء أخرى. وتختلف كمية الكذب بحسب الحال.
النوع الثالث : المبالغة والتضخيم
وهنا يذكر المتحدث الوقائع صحيحة، لكنه يبالغ في بعض أجزائها، ويضخم أحداثها، سواء أكانت متعلقة بشخصه، أم بأشخاص آخرين، كأن يتحدث أحدهم عن خسائره المادية، والخسارة بالفعل وقعت، ولكنها ليست بهذا الكم الذي يذكره أو يصف إنجازاته، وهذه الإنجازات صحيحة، لكنها ليست بالحجم الذي يورده.
النوع الرابع: التقليل والتحجيم
هذا النوع عكس السابق، حيث يحاول الشخص التقليل من حجم نتائج الحدث أو الواقعة، أو قوتها، أو الآثار المترتبة عليها، كأن يكون سببًا في حصول خسائر مادية فيقوم بوصف تلك الخسائر بأقل من قيمتها الحقيقية، أو حجمها الواقعي.

===

Gambar kitab :




















Sabtu, 31 Januari 2026

💠Jaga Perasaan Istri Dengan Tidak Bercanda Poligami

Jaga Perasaan Istri Dengan Tidak Bercanda Poligami dan Tidak Menyebut Wanita Lain di Hadapannya

Oleh : Adam Mostafa EL Prembuny


Wahai para suami, jagalah perasaan istri, jangan suka bercanda poligami atau menyebut kebaikan wanita lain di hadapannya.

Penulis kitab berkata : "الزواج بأخرى .. جده جد وهزله جد"  yang berarti, jika kamu berbicara kepada Istrimu tentang rencana "Menikah lagi (dengan wanita lain)...", maka oleh istrimu benar-benar akan ditanggapi dengan serius, dan andai kamu hanya berniat bercanda pun tetap akan dianggap serius 😄, berhati-hatilah kalian wahai suami.

Syaikh Dr. Abdul Qodir al-Banuri menulis di dalam kitabnya 📕"اتحاف الأحبة بالتعليق على أحاديث العشرة الطيبة مع المرأة" halaman 202-203, Cetakan Darul Kutub Ilmiyah.

Kitab "Ithaf al-Ahibbah bi Ta'liq 'Ala Ahadits al-'Asyrah at-Thayyibah ma'al Mar`ah" jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, artinya "Hadiah untuk Kekasih: Ulasan Hadits-Hadits tentang Berhubungan Baik Dengan Wanita". 

Di dalam pembahasan ini, beliau menekankan pentingnya kepekaan suami terhadap perasaan istri, terutama dalam hal menyebut atau memuji wanita ajnabi lain di hadapannya, bahkan jika wanita tersebut sudah meninggal sekalipun. 

Suami juga dianjurkan untuk berhati-hati dan tidak bercanda atau menyinggung topik poligami di depan istrinya, karena istri itu sensitif dan akan menganggap hal tersebut adalah serius sehingga dapat menimbulkan masalah dalam rumah tangga.  

Seorang suami yang baik harus menjaga perasaan pasangannya, menghindari ucapan atau tindakan yang menyakiti hati istri, terutama yang berkaitan dengan wanita ajnabi lain. 

Syekh Al-Banuri juga mengutip hadis riwayat Imam Ahmad, di mana Sayidah 'Aisyah kesal dan cemburu ketika Rasulullah sering menyebut Sayidah Khadijah. Rasulullah memuji Khadijah sebagai satu-satunya wanita yang beriman kepada beliau di saat orang lain berada dalam kekufuran, membenarkan beliau di saat orang lain mendustakan, dan membantu beliau dengan harta yang dimilikinya. 

Syekh Al-Banuri menggambarkan Istri sebagai makhluk yang sangat peka dan cerdas dalam mengamati perilaku suaminya, sehingga dapat mengartikan setiap gerakan, pandangan, atau situasi tertentu dari suaminya sebagai pertanda bahwa suaminya tersebut sudah tidak sayang lagi dengannya. Terutama jika ada wanita lain di sekitarnya atau di wanita di media sosial yang sedang diperhatikan oleh sang suami. 

Maka wajar sekali jika ini yang membuat sebagian kaum istri masih sering menanyakan ke suaminya, apakah ia masih menyayanginya atau tidak 🤭.

=== 

👨‍🏭Adam Mostafa EL Prembuny 

#suamiistri #poligami #rumahtangga #jagaperasaan
#cemburu #sensitif #istri #wanita #menikah 

Teks Arab :

الزواج بأخرى .. جده جد وهزله جد
أيها الزوج الوفي: من نبل المعاملة، الحرص على مشاعر من تعاشره، فلا تحرجه أو تؤذيه أو تصرف لا يليق أو يخدش الأحاسيس، ومن أهم هذه الأمور بالنسبة لأي امرأة، وخاصة الزوجة، ذكر محاسن امرأة أخرى، حتى ولو كانت أم الزوج أو كانت التي تمدح ميتة، فقالت عائشة رضي الله عنها : « كان رسول الله
إذا ذكر خديجة أثنى فأحسن الثناء ، قالت : فغرت يوماً فقلت: ما أكثر ما تذكر حمراء الشدقين قد أبدلك الله خيراً منها . قال ما أبدلني الله خيراً منها، قد آمنت بي إذ كفر الناس، وصدقتني إذ كذبني الناس، وواستني بمالها إذ حرمني الناس، ورزقني الله أولادها وحرمني أولاد الناس (115) رواه أحمد وإسناده حسن. ومعنى حمراء الشدقين أي عجوز.

* أيها الزوج العاقل : إياك ثم إياك، بل أرجوك لا تذكر أمام زوجتك موضوع الزواج بأخرى ولو كنت مازحاً ، فهذه المسألة أصبحت عقدة عند نساء هذا العصر، فزوجتك لا تنسى أبداً أنك ترغب في الزواج من غيرها، ومزاحك في هذا الموضوع جده جدّ وهزله جد عندها، وسوف تفسر كل موقف وحركة ونظرة على أنك لم تعد تكتفي بها ، وأنك سوف تتزوج لا محالة. وإذا ذكر أمامك أحد

أنه تزوج بأخرى فلا تظهر موافقتك أو تأييدك له. وإذا سألتك زوجتك عمن سوف تتزوجها إن ماتت هي ، وغالباً كل زوجة تحرص على هذا السؤال، فلا تخبرها أنك ستفعل بذلك، والحذر كل الحذر أن تسمّي لها امرأة في هذا الشأن. كما أنصحك ألا تتحدث أمام زوجتك عن موضوعات أو مشاكل الزميلات لك في العمل حتى لو كانت هي السائلة عن ذلك، فسؤالها لك عن ذلك له معنى خاص عندها لتتوصل لقصدها.

واعلم أن زوجتك تكون شديدة الملاحظة لك وبذكاء فطري عند وجود امرأة أخرى معك أو حتى أثناء السير معها في الطريق، بل عند مشاهدة الصور في المجلات أو مشاهدة التليفزيون.

===

Sabtu, 30 November 2024

💠Wanita; Tulang Rusuk Yang Bengkok

Wanita; Tulang Rusuk Yang Bengkok - Si Tukang Ngambek dan Anjuran Kesabaran Untuk Pria 

Oleh : Adam Mostafa EL Prembuny

☆ 

Hadits Nabi Muhammad ﷺ :

"Sesungguhnya wanita itu diciptakan dari tulang rusuk yang mana kamu tidak akan dapat meluruskannya dengan hanya mengandalkan satu cara. Jika kamu ingin bersenang-senang dengannya, maka kamu bisa bersenang-senang dengannya dalam keadaan tetap bengkok. Dan jika kamu ingin meluruskannya, maka itu berarti kamu harus mematahkannya, dan mematahkannya berarti menceraikannya." 

📜HR. Imam Muslim

Menurut Syaikh Dr. Muhammad Abu Syuqqah, Hadits tersebut mengandung beberapa penjelasan penting sebagai berikut : 

~

1️⃣. Memberikan wasiat (nasihat yang baik) kepada wanita dalam sabda Rasulullah اسْتَوْصُوا بالنساء . Ada juga yang mengatakan bahwa maknanya adalah تَوَاصَوْا بِهِنَّ yakni : 

"Saling berwasiatlah kalian dengan mereka". 

Huruf "Ba" dalam hadits itu adalah Ba ta'adiyah dan istif'aal الاسْتِفْعَالُ dalam hadits sama dengan الإفعال seperti halnya الإجابة yang berarti الاستجابة. 

2️⃣. Wasiat ini dikaitkan dengan masalah yang ada hubungannya dengan penciptaan wanita dalam sabda Rasulullah ﷺ : 

[[فَإِنَّ الْمَرْأَةَ خُلِقَتْ مِنْ ضِلْعِ وَإِنْ أَعْوَجَ مَا فِي الضّلْعِ أَعْلَاهُ]] 

Maka, wanita yang pertama kali berbeda dengan laki-laki adalah dari segi penciptaan, yaitu pada diri wanita ada beberapa hal yang bengkok. Rasulullah tidak menjelaskan sejauh mana tingkat kebengkokan sesuatu tersebut. Beliau hanya mengisyaratkan pengaruh ciptaan yang bengkok itu terhadap beberapa perilaku wanita yang mungkin merepotkan kaum pria.

Berdasarkan fakta yang dapat kita saksikan, bisakah kita menafsirkan bahwa makna bengkok itu adalah cepat emosi, sangat sensitif, dan perasaan yang suka berubah-ubah? Bengkok itu pada dasarnya adalah lawan dari lurus. Jika keseimbangan dan kestabilan emosi diartikan sebagai lurus, maka moodian dan gampang marah dapat diartikan sebagai bengkok. Dan jika seseorang dapat mengontrol perasaannya diartikan sebagai lurus, maka orang yang dikalahkan oleh perasaannya juga dapat diartikan sebagai bengkok. 

Wanita mudah dikalahkan oleh perasaannya sehingga mereka banyak yang kehilangan sikap bijaksananya dalam mengambil suatu keputusan, atau darinya muncul ucapan dan perbuatan yang tidak pantas. Akibat dari cepat emosi tersebut, perasaan wanita sering berubah-ubah (moodyan).
Benarlah apa yang disabdakan Rasulullah ﷺ : 

"Kamu tidak akan dapat meluruskannya dengan mengandalkan satu cara." 

Sikap dan bawaan wanita yang berubah-ubah itulah yang sering mengganggu pikiran kaum pria dan memancing amarahnya. Penafsiran ini berdasarkan sabda Rasulullah ketika beliau memberikan nasihat kepada kaum wanita : 
"تُكْثِرْنَ اللَّعْنَ وَتَكْفُرْنَ الْعَشِيرِ " 

"Kalian banyak mencaci dan mengingkari kebaikan suami." 

Perilaku begitu biasanya sering terjadi ketika marah karena terlalu sensitif dan luapan emosi yang berlebihan. 

3️⃣. Di dalam hadits tersebut terdapat tuntunan untuk kaum pria agar bersabar terhadap perilaku wanita yang disebabkan oleh kebengkokan tersebut, Rasulullah bersabda : 

“Dan jika kamu berusaha meluruskannya, niscaya kamu akan merusaknya, dan merusaknya sama dengan menceraikannya.” 

Maka hendaklah seorang suami mengetahui, jika ia masih saja berusaha mempertahankan egonya terhadap setiap kesalahan istrinya karena emosi istrinya yang meluap-luap dengan cara si suami yang menyalahkan dan membentaknya, maka hal itu tidak akan menghasilkan apapun, kecuali hanya menambah keretakan dan perselisihan. Akibatnya, perpisahan dan perceraianlah yang akan terjadi.
Dan hendaknya si suami ingat bahwa istrinya mempunyai keutamaan dan sifat-sifat baik yang dapat menutupi kekurangannya itu. 


📕Tahrirul Mar`ah fil 'Ashr al Risalah, jilid 1, halaman 288-289, Cet. Darul Qalam 

===

👨‍🏭 Adam Mostafa EL Prembuny

#tulangrusuk #wanita #hadits #nasihat #syarah

💠Dddddddddd

 Dddddddd

Sabtu, 21 September 2024

💠Adab Rasulullah Terhadap Anak Kecil

Adab Rasulullah Terhadap Anak Kecil

Oleh : Adam Mostafa EL Prembuny


☆Referensi saya :

📕 Kitab : Aaaaa
👳‍♂️Karya : Aaaaa


A

A

A

A


🔰 Petunjuk Tema & Isi Konten

  • 🔷️ Aqidah & Filsafat : Memuat tulisan-tulisan tentang pembahasan ilmu kalam, teologi, pemikiran, mantiq, dan filsafat.
  • 🔷️Al-Quran & Tafsir : Memuat tulisan-tulisan tentang pembahasan suatu ayat dan tafsirnya, serta ilmu tentang Al-Quran.
  • 🔷️ Fiqih & Syari'ah : Memuat tulisan-tulisan tentang pembahasan ilmu fiqih, ibadah, muamalah, munakahat, dan jinayah.
  • 🔷️Hadits & Syarah : Memuat tulisan-tulisan tentang pembahasan suatu hadits dan syarahnya, serta ilmu tentang hadits.
  • 🔷️Khazanah & Sains : Memuat tulisan-tulisan tentang keajaiban sains, khazanah keislaman, dan ilmu pengetahuan umum.
  • 🔷️Lughoh & Nahwu : Memuat tulisan-tulisan tentang pembahasan ilmu bahasa seperti mufrodat, nahwu, shorof, balaghoh
  • 🔷️Sejarah & Kisah : Memuat tulisan-tulisan tentang pembahasan sejarah Islam & dunia, serta kisah para Nabi dan Ulama.
  • 🔷️Medis & Kesehatan : Memuat tulisan-tulisan pembahasan tentang obat, gizi, kesehatan, penyakit, dan seputar medis.
  • 🔷️Psikologi & Relasi : Memuat tulisan-tulisan tentang pembahasan ilmu psikologi, romansa, parenting, dan relasi sosial.
  • 🔷️Tajwid & Tahsin : Memuat tulisan-tulisan tentang pembahasan tajwid, makhroj, sifat huruf, qiraah, tahsin dan tilawah Al-Qur`an.
  • 🔷️Tasawuf & Mau'idzoh : Memuat tulisan-tulisan tentang pembahasan ilmu akhlaq, pensucian jiwa, dakwah dan nasihat moral.
  • 🔷️Qamus Istilah Umum : Memuat tulisan-tulisan tentang ta'rifat, definisi, makna, serta pengertian suatu kata dan kalimat.