Sabtu, 31 Januari 2026

💠Disunnahkan Berdoa Dan Sholat Sunnah Ketika Terjadi Bencana Alam

Disunnahkan Berdoa dan Mendirikan Sholat Sunnah Saat Terjadi Bencana

Oleh : Adam Mostafa EL Prembuny

Disunnahkan berdoa lalu mendirikan shalat sunnah ketika terjadi bencana alam, tapi tidak perlu berjamaah.

Imam Abul Abbas Syihabuddin Al-Qostholani dalam kitabnya, beliau menjelaskan tentang kesunnahan berdoa dan mendirikan shalat sunnah ketika atau setelah terjadi bencana alam jika memungkinkan. Untuk mencegah kekhawatiran dan ketakutan berlebih sebagai upaya berserah diri kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Jika tidak memungkinkan untuk dilaksanakan, ya tidak perlu memaksakan diri, sebab ini syariat kesunnahan, bukan kewajiban.

Imam Al-Qostholani juga menjelaskan bahwa sebaiknya berdoa dan shalat tersebut dilakukan di rumah secara sendirian, tidak dilakukan berjamaah. Karena, ketika sedang sendirian, seseorang akan lebih khusyuk dan fokus dalam berdoa memohon perlindungan.

Berikut teks arabnya :
 
ويستحب لكل أحد أن يتضرع بالدعاء ونحوه عند الزلازل ونحوها كالصواعق والريح الشديدة و الخسف وأن يصلي منفردا لئلا يكون غافلا لأن عمر رضي الله عنه حث على الصلاة في زلزلة ولا يستحب فيها الجماعة
 
Artinya, "Disunnahkan bagi setiap orang untuk berdoa dan sebagainya ketika terjadi gempa bumi, petir, angin kencang, dan tanah longsor. Dan hendaknya ia mendirikan shalat (sunnah) secara sendiri agar tidak menjadi (hamba yang) lalai. Hal ini karena Sayidina Umar bin Khattab RA telah menganjurkan untuk shalat (sunnah) ketika terjadi gempa bumi, dan tidak dianjurkan untuk berjama'ah dalam shalat tersebut." 

📕Irsyadus Sariy, Syarh Shahih Bukhari, jilid 3 halaman 63. Cet. Darul Kutub Ilmiyah.

~

Lafadz doa yang bisa dibaca setelah shalat sunnah atau ketika terjadi bencana alam :

  اللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيْهَا وَخَيْرَ مَا أَرْسَلْتَ بِهِ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا فِيْهَا وَشَرِّ مَا أَرْسَلْتَ بِهِ

Allahumma innii as-aluka khoirohaa wa khoiro maa fiihaa, wa khoiro maa arsaltabihi wa a'uudzubika min syarrihaa wa syarri maa fiihaa wa syarrimaa arsaltabihi

🤲“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kehadirat-Mu kebaikan atas apa yang terjadi, dan kebaikan apa yang di dalamnya, dan kebaikan atas apa yang Engkau kirimkan dengan kejadian ini. Dan aku memohon perlindungan kepada-Mu dari keburukan atas apa yang terjadi, dan keburukan atas apa yang terjadi didalamnya, dan aku juga memohon perlindungan kepada-Mu atas apa-apa yang Engkau kirimkan.”

===

👨‍🏭Adam Mostafa EL Prembuny

#bencanalam #gempabumi #shalatsunnah #doa

💠Pertanyaan Seputar Sholat Gerhana

Beberapa Pertanyaan Seputar Sholat Gerhana 

Oleh : Adam Mostafa EL Prembuny

1. Selesai Sholat Kusuf, Gerhana Masih Berlangsung, Bolehkah Melakukannya Lagi? 
2. Baru Dapat 1 Rakaat, Gerhana Selesai. Apakah Sholat Jadi Batal? 
3. Bolehkah Meringkas Sholat Kusuf?

🤷‍♂️Selesai melaksanakan sholat kusuf, tapi gerhana masih berlangsung, boleh menambah sholat lagi atau tidak? 

✅Jawab :

Tidak dianjurkan dan tidak perlu menambah atau melakukannya lagi. 

🤷‍♂️Ketika sedang sholat kusuf, dan baru mendapat 1 rakaat atau masih dalam posisi sholat, tiba-tiba gerhana selesai dan bulatan Bulan/Matahari kembali utuh. Apakah sholat kita menjadi batal? 

✅Jawab : 

Tidak batal. Dan tetap harus menyelesaikan proses sholat sampai salam. Selesainya proses gerhana itu tidak membatalkan shalat.

🤷‍♂️Sholat Kusuf itu 2 kali ruku' dan 2 kali berdiri; untuk 1 rakaat. Demi menyesuaikan dengan durasi gerhana yang hanya sebentar saja, bolehkah kita mencukupkan diri dengan 1 ruku' dan 1 berdiri; untuk 1 rakaat? 

✅Jawab : 

Kalau ikut pendapat ulama yang membolehkan menambah ruku' ke-3, ke-4, dst. , maka Boleh juga menguranginya menjadi 1 ruku saja tiap rakaatnya.

Jika ikut pendapat ulama yang hanya menetapkan 2 ruku' dan 2 berdiri; untuk 1 rakaat, maka ruku' tidak boleh dikurangi. Jadi tetap laksanakan 2 ruku' dan 2 kali berdiri; untuk 1 rakaat.

=

🔰Telah dijelaskan secara rinci oleh Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Majmu' Syarh al-Muhadzdzab, beliau menjelaskan sebagai berikut : 

ولو كان في القيام الأول فانجلى الكسوف لم تبطل صلاته وله أن يتمها على هيئتها المشروعة بلا خلاف، 

"Apabila proses gerhana sudah usai saat shalat baru dapat satu rakaat, shalat tetap tidak batal, maka harus meneruskan shalat dengan tatacaranya seperti yang disyariatkan hingga selesai. Tidak ada ikhtilaf ulama dalam hal ini."

وهل له أن يقتصر على ركوع واحد وقيام واحد في كل ركعة؟ فيه وجهان؛ بناء على الوجهين في جواز الزيادة للتمادي : إن جوزناها جاز النقصان بحسب مدة الكسوف، وإلا فلا. 

"Dan apakah boleh membatasi diri hanya satu kali ruku' dan satu kali berdiri untuk setiap rakaat? 

Ada dua pendapat tentang hal ini, berdasarkan dua pendapat tentang kebolehan menambah ruku' untuk melanjutkan shalat : Jika ikut pendapat yang diperbolehkan, maka boleh pula dikurangi sesuai durasi gerhana, jika ikut pendapat yang tidak, maka tidak boleh dikurangi. (Maksudnya : Tetap laksanakan 2 rukuk 2 berdiri per 1 rakaat)."

ولو سلم من صلاة الكسوف - والكسوف باق - فهل له استفتاح صلاة الكسوف مرة أخرى؟ فيه وجهان خرجهما الأصحاب على جواز زيادة الركوع، والصحيح المنع من الزيادة والنقص ومن استفتاح الصلاة ثانيا، والله أعلم 

"Apabila shalat kusuf telah ditunaikan, namun proses gerhana masih berlangsung, bolehkah melakukan shalat kusuf lagi? 

Ada dua riwayat pendapat dalam hal ini, oleh ashab kami didasarkan pada masalah bolehnya menambah bilangan rukuk. Menurut pendapat yang shahih, TIDAK BOLEH menambah ataupun mengurangi, atau melakukan shalat kusuf lagi. Wallahu a'lam".

• 

📕Majmu' Syarah al Muhadzab, jilid 6 halaman 85, Cet. Darul Kutub Ilmiyah.

===

👨‍🏭Adam Mostafa EL Prembuny 

#shalatgerhana #fiqih #shalatkusuf #shalatkhusuf #shalatsunnah

💠Jaga Perasaan Istri Dengan Tidak Bercanda Poligami

Jaga Perasaan Istri Dengan Tidak Bercanda Poligami dan Tidak Menyebut Wanita Lain di Hadapannya

Oleh : Adam Mostafa EL Prembuny


Wahai para suami, jagalah perasaan istri, jangan suka bercanda poligami atau menyebut kebaikan wanita lain di hadapannya.

Penulis kitab berkata : "الزواج بأخرى .. جده جد وهزله جد"  yang berarti, jika kamu berbicara kepada Istrimu tentang rencana "Menikah lagi (dengan wanita lain)...", maka oleh istrimu benar-benar akan ditanggapi dengan serius, dan andai kamu hanya berniat bercanda pun tetap akan dianggap serius 😄, berhati-hatilah kalian wahai suami.

Syaikh Dr. Abdul Qodir al-Banuri menulis di dalam kitabnya 📕"اتحاف الأحبة بالتعليق على أحاديث العشرة الطيبة مع المرأة" halaman 202-203, Cetakan Darul Kutub Ilmiyah.

Kitab "Ithaf al-Ahibbah bi Ta'liq 'Ala Ahadits al-'Asyrah at-Thayyibah ma'al Mar`ah" jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, artinya "Hadiah untuk Kekasih: Ulasan Hadits-Hadits tentang Berhubungan Baik Dengan Wanita". 

Di dalam pembahasan ini, beliau menekankan pentingnya kepekaan suami terhadap perasaan istri, terutama dalam hal menyebut atau memuji wanita ajnabi lain di hadapannya, bahkan jika wanita tersebut sudah meninggal sekalipun. 

Suami juga dianjurkan untuk berhati-hati dan tidak bercanda atau menyinggung topik poligami di depan istrinya, karena istri itu sensitif dan akan menganggap hal tersebut adalah serius sehingga dapat menimbulkan masalah dalam rumah tangga.  

Seorang suami yang baik harus menjaga perasaan pasangannya, menghindari ucapan atau tindakan yang menyakiti hati istri, terutama yang berkaitan dengan wanita ajnabi lain. 

Syekh Al-Banuri juga mengutip hadis riwayat Imam Ahmad, di mana Sayidah 'Aisyah kesal dan cemburu ketika Rasulullah sering menyebut Sayidah Khadijah. Rasulullah memuji Khadijah sebagai satu-satunya wanita yang beriman kepada beliau di saat orang lain berada dalam kekufuran, membenarkan beliau di saat orang lain mendustakan, dan membantu beliau dengan harta yang dimilikinya. 

Syekh Al-Banuri menggambarkan Istri sebagai makhluk yang sangat peka dan cerdas dalam mengamati perilaku suaminya, sehingga dapat mengartikan setiap gerakan, pandangan, atau situasi tertentu dari suaminya sebagai pertanda bahwa suaminya tersebut sudah tidak sayang lagi dengannya. Terutama jika ada wanita lain di sekitarnya atau di wanita di media sosial yang sedang diperhatikan oleh sang suami. 

Maka wajar sekali jika ini yang membuat sebagian kaum istri masih sering menanyakan ke suaminya, apakah ia masih menyayanginya atau tidak 🤭.

=== 

👨‍🏭Adam Mostafa EL Prembuny 

#suamiistri #poligami #rumahtangga #jagaperasaan
#cemburu #sensitif #istri #wanita #menikah 

Teks Arab :

الزواج بأخرى .. جده جد وهزله جد
أيها الزوج الوفي: من نبل المعاملة، الحرص على مشاعر من تعاشره، فلا تحرجه أو تؤذيه أو تصرف لا يليق أو يخدش الأحاسيس، ومن أهم هذه الأمور بالنسبة لأي امرأة، وخاصة الزوجة، ذكر محاسن امرأة أخرى، حتى ولو كانت أم الزوج أو كانت التي تمدح ميتة، فقالت عائشة رضي الله عنها : « كان رسول الله
إذا ذكر خديجة أثنى فأحسن الثناء ، قالت : فغرت يوماً فقلت: ما أكثر ما تذكر حمراء الشدقين قد أبدلك الله خيراً منها . قال ما أبدلني الله خيراً منها، قد آمنت بي إذ كفر الناس، وصدقتني إذ كذبني الناس، وواستني بمالها إذ حرمني الناس، ورزقني الله أولادها وحرمني أولاد الناس (115) رواه أحمد وإسناده حسن. ومعنى حمراء الشدقين أي عجوز.

* أيها الزوج العاقل : إياك ثم إياك، بل أرجوك لا تذكر أمام زوجتك موضوع الزواج بأخرى ولو كنت مازحاً ، فهذه المسألة أصبحت عقدة عند نساء هذا العصر، فزوجتك لا تنسى أبداً أنك ترغب في الزواج من غيرها، ومزاحك في هذا الموضوع جده جدّ وهزله جد عندها، وسوف تفسر كل موقف وحركة ونظرة على أنك لم تعد تكتفي بها ، وأنك سوف تتزوج لا محالة. وإذا ذكر أمامك أحد

أنه تزوج بأخرى فلا تظهر موافقتك أو تأييدك له. وإذا سألتك زوجتك عمن سوف تتزوجها إن ماتت هي ، وغالباً كل زوجة تحرص على هذا السؤال، فلا تخبرها أنك ستفعل بذلك، والحذر كل الحذر أن تسمّي لها امرأة في هذا الشأن. كما أنصحك ألا تتحدث أمام زوجتك عن موضوعات أو مشاكل الزميلات لك في العمل حتى لو كانت هي السائلة عن ذلك، فسؤالها لك عن ذلك له معنى خاص عندها لتتوصل لقصدها.

واعلم أن زوجتك تكون شديدة الملاحظة لك وبذكاء فطري عند وجود امرأة أخرى معك أو حتى أثناء السير معها في الطريق، بل عند مشاهدة الصور في المجلات أو مشاهدة التليفزيون.

===

💠Bangunan Runtuh Menimbulkan Kerugian, Apakah Pemilik Wajib Ganti Rugi?

Kecelakaan Bangunan Runtuh, Apakah Pemilik Wajib Ganti Rugi?

Oleh : Adam Mostafa EL Prembuny

Kecelakaan bangunan runtuh memakan korban jiwa dan harta benda, apakah pemiliknya wajib membayar ganti rugi?

Syaikh Dr. Wahbah al-Zuhaili dalam kitab Fiqhul Islamiy wa Adillatuh telah menjelaskan rincian hukumnya secara mendetail dalam Jilid 6, Bab Jinayat, Pasal 4, Pembahasan Ke-2, tentang "Kecelakaan Bangunan atau Tembok Runtuh".

⛔Jika ada kejadian musibah bangunan runtuh atau tembok ambruk, lalu menyebabkan kerugian harta, tubuh, dan jiwa. Maka ada hal-hal yang perlu diperhatikan tentang konsekuensi bagi mutasabbib.

▪︎ Mutasabbib adalah pelaku tidak langsung, dalam hal ini adalah pimpinan, pemilik, pengurus, serta segenap penanggung jawab suatu proyek atau fasilitas.

▪︎ Sedangkan Mubasyir adalah pelaku secara langsung yang menyebabkan terjadinya kecelakaan (accident). Contohnya; Pekerja lapangan, teknisi, tukang, kuli.

Telah kami (Penulis) pelajari dari penjelasan Syaikh Wahbah dan kami simpulkan sebagai berikut :

=

🏘 Bangunan yang runtuh dan menimbulkan kerugian harta, tubuh dan jiwa. Disebabkan oleh 2 hal :

1️⃣. Terdapat defect (cacat) sejak awal atau kesalahan prosedur ketika sedang proses pengerjaannya, atau tidak mengikuti peraturan yang berlaku, atau kelalaian dalam perawatan serta pemeliharaan.

2️⃣. Karena ada defect (cacat) baru di kemudian hari atau disebabkan hal-hal lainnya di luar otoritas pemilik.

▪︎ Jika setelah diselidiki/investigasi, ternyata yang nomer 1, menurut kesepakatan Fuqaha, maka :

Sang pemilik (Mutasabbib) wajib bertanggungjawab membayar Diyat (Uang tebusan nyawa/tubuh) jika ada korban jiwa dan cacat/luka, serta Ta'widh (ganti rugi harta) jika ada kerugian materiil.

=

▪︎ Namun jika setelah diselidiki/investigasi, ternyata yang nomer 2, maka ada dua pendapat Fuqaha :

A. Dalam madzhab Syafi'i dan Hanbali :

~ Pemilik tidak wajib bertanggungjawab bayar Diyat ataupun Ta'widh, apapun keadaannya.

B. Dalam madzhab Hanafi dan Maliki, ada 2 perincian :

~ Jika sang pemilik sudah mendapat peringatan, perintah atau himbauan untuk melakukan perbaikan/pembongkaran lebih awal, namun malah tidak segera dilakukan, maka jika terjadi kecelakaan, sang Pemilik wajib bayar denda Diyat dan Ta'widh.

~ Jika sang pemilik tidak atau belum mendapat peringatan, perintah, atau himbauan untuk melakukan pembongkaran/perbaikan lebih awal, maka jika terjadi kecelakaan, sang Pemilik tidak wajib bayar denda.

Dan jika pemilik sudah menerima peringatan dan akan melakukan proses perbaikan, namun gedung malah ambruk sesaat sebelum dilaksanakan, maka pemilik juga tidak wajib bayar denda jika terdapat kerugian, sebab ia sudah berupaya melakukan pencegahan.



📕Fiqhul Islamiy wa Adillatuhu, jilid 6 halaman 379-382, Cetakan Darul Fikr.

===

🧑‍🏭Adam Mostafa EL Prembuny

#fiqihjinayat #bangunanruntuh #bangunanambruk #diyat #dhoman #gantirugi #kecelakaan #k3 #accident #fiqhulislamiywaadillatuh #wahbahzuhaili



Teks Arab :

المبحث الثاني ـ جناية الحائط المائل ونحوه مما يحدثه الرجل في]
[الطريق ـ سقوط البناء أو الجدار

يجب في الجملة في حالة سقوط البناء الضمان على المتسبب في إحداث الضرر، إما لأنه يمكن الاحتراز عنه، أو بسبب تقصيره وإهماله. وإذا حدث موت، فالدية تجب على عاقلة مالك البناء، لأنه متسبب. لكن لا تجب عليه الكفارة ولا يحرم من الميراث والوصية عند الحنفية، كما هو المقرر عندهم في حالة القتل بالتسبب، وعلى هذا إذا كانت الجناية على نفس فالواجب هو الدية، وإذا كانت على ما دون النفس فالواجب بها الأرش على العاقلة إن بلغ عند الحنفية نصف عشر دية الرجل وعشر دية الأنثى. وإن كانت الجناية على المال فيجب التعويض في مال المتسبب.

[المطلب الأول ـ سقوط البناء أو الجدار بسبب خلل أصلي فيه]

لا خلاف بين الفقهاء في وجوب ضمان الضرر الحادث بسبب سقوط البناء أو الجدار الذي بناه صاحبه مائلا إلى الطريق العام أو إلى ملك غيره؛ لأنه متعد بفعله، فإنه ليس لأحد الانتفاع بالبناء في هواء ملك غيره، أو هواء مشترك، ولأنه ببنائه المشتمل على الخلل يعرضه للوقوع على غيره في غير ملكه (٢).
ومثله: ما تولد من جناح (٣) إلى شارع، سواء أكان يضر أم لا، أذن فيه الإمام أم لا، أو ما يتلف بالميازيب المخرجة إلى الشارع أو بما سال من مائها؛ لأنه ارتفاق بالشارع، والارتفاق بالشارع مشروط بسلامة العاقبة، فكل ما يحدث يكون صاحبه ضامنا.
ومثله أيضا: لو طرح ترابا بالطريق ليطين به سطحه، أو وضع حجرا أو خشبة أو متاعا فزلق به إنسان، ضمنه. وكذلك لو طرح قمامات (كناسة) وقشور بطيخ في طريق، أو صب ماء في الطريق، فتلف بفعله شيء، أو قعد في الطريق للاستراحة أو لمرض فعثر به عابر، فوقع فمات أو وقع على غيره فقتله، يكون مضمونا؛ لأن الانتفاع بالطريق مشروط بسلامة العاقبة؛ ولأن فيه ضررا على المسلمين.

ومن حفر بئرا عدوانا كحفرها في ملك غيره بغير إذنه، أو في شارع ضيق أو واسع لمصلحة نفسه بغير إذن الإمام: ضمن ما تلف فيها من آدمي أو غيره (١). والمراد بالضمان: الدية ـ دية شبه عمد في القتل، والتعويض المالي في الإتلافات المالية. وكل ما ذكر ضمان بالتسبب، والقاعدة تقول: «يضاف الفعل إلى المتسبب ما لم يتخلل واسطة».
ودليل الضمان في تلك الحالات وأمثالها هو قوله عليه الصلاة والسلام: «لا ضرر ولا ضرار في الإسلام

[المطلب الثاني ـ سقوط البناء أو الجدار بسبب خلل طارئ عليه]

إذا بنى الشخص بناءه أو حائطه مستويا أو مستقيما، ثم مال إلى الطريق أوإلى دار إنسان، أو تشقق بالعرض لا بالطول، فسقط على شيء فأتلفه، ففي ضمان الشيء المتلف رأيان للفقهاء:
١ - مذهب الشافعية والراجح عند الحنابلة (٣): لا ضمان به في هذه الحالة؛ لأن صاحبه تصرف في ملكه، والميل لم يحصل بفعله، فأشبه ما إذا سقط بلا ميل، سواء أمكنه هدمه وإصلاحه أم لا، وسواء طولب بالنقض أم لا.
٢ - مذهب الحنفية والمالكية (٤): في الأمر تفصيل:

===

أAـ إن لم يطالب بنقضه، حتى سقط على إنسان، فقتله، أو على مال فأتلفه، فلا ضمان؛ لأنه بناه في ملكه، والميل حادث بغير فعله، فأشبه ما لو وقع قبل ميله، كثوب ألقته الريح في يده، فما تولد منه، لا يؤاخذ به.

بB ـ وأما إن طولب بنقضه، فلم يفعل، ثم سقط بعدئذ يمكنه فيها نقضه، فهو ضامن ما تلف به من نفس أو مال؛ لأنه حينئذ يصبح متعديا، كما لو امتنع عن تسليم (أو رد) ثوب ألقت به الريح في دار إنسان، وطولب به، فهلك، يضمن. ولأن للناس حق المرور دون ضرر، وليس لأحد منعهم منه.
أما إذا لم يفرط في نقضه، وذهب حتى يستأجر عاملا يهدمه، فسقط، فأفسد شيئا، فلا شيء عليه؛ لأن الواجب عليه فقط إزالة الضرر بقدر الإمكان.
والمطالبة بالنقض أو الإصلاح هو المعروف بشرط التقدم، والتقدم: هو التنبيه والتوصية أولا بدفع وإزالة مضرة مظنونة

فقه الإسلامي وأدلته📕

===

Sabtu, 30 November 2024

💠Benarkah Imam Syafi'i Melarang Dzikir Jahr Setelah Sholat?

Benarkah Imam Syafii Melarang Dzikir Jahr? – Apakah Dzikir Jahr Ba'da Shalat Tidak Sesuai Dengan Amaliyah Madzhab Syafi'i?

Oleh : Adam Mostafa EL Prembuny


Narasi sebagian pihak yang menyatakan bahwa amaliyah dzikir jahr ba'da shalat yang dilakukan sebagian masyarakat di Indonesia adalah tidak sesuai dengan pendapat dalam madzhab Syafii, lalu dikatakan pula bahwa Imam Syafii justru melarangnya.

🤔Benarkah demikian?

➡️Kalau kita baca langsung pendapat Imam Syafi'i dalam kitab Al-Umm sebagaimana dikutip oleh Syaikh Dr. Mustafa Dieb al-Bugha bahwa menurut Imam Syafii setelah menukil riwayat tentang dzikir jahr dari sahabat Abdullah bin Zubair.

[قال الشافعي عن عبد الله بن الزبير يقول كان رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا سلم من صلاته يقول بصوته الاعلى ” لا إله إلا الله وحده لا شريك له له الملك وله الحمد وهو على كل شئ قدير ولا حول ولا قوة إلا بالله ولا نعبد إلا إياه له النعمة وله الفضل وله الثناء الحسن لا إله إلا الله مخلصين له الدين ولو كره الكافرون]

Imam Syafii berkata, dari Abdullah bin Zubair, ia berkata: “Adalah Rasulullah ﷺ yang apabila beliau salam dari shalatnya, maka beliau berkata dengan suaranya yang TINGGI (keras) : –laa ilaaha ilallallaah wahdahu laa syariika lah lahul mulku walahul hamdu wahuwa ‘ala kulli syay’in qadiir walaa haula wala quwwata illa billaah wala a’budu illa iyyaah lahun ni’matu walahul fahdlu walahu al-tsana’ul hasan laa ilaaha illallaah mukhlishiin lahuddiin walau karihal kaafiruun–.”

قال الشافعي رحمه الله تعالى في [الأم] : وهذا من المباح للإمام وغير المأموم، قال: وأي إمام ذكر الله بما وصفت جهراً أو سراً أو بغير  فحسن، وأختار للإمام والمأموم أن يذكر الله بعد الانصراف في الصلاة ويخفيان الذكر، إلا أن يكون إماماً يجب أن يتعلم منه فيجهر حتى يرى أنه قد تعلم منه، ثم يسر،

"Imam Syafii berkata dalam kitab Al-Umm : 

Hal ini (mengeraskan bacaan dzikir) dibolehkan bagi imam dan selain makmum. Ia berkata: Setiap imam yang berdzikir kepada Allah sebagaimana yang telah kujelaskan, baik dengan suara keras, dengan suara lirih, maupun dengan cara lain, maka itu adalah hal yang BAIK. Dan aku memilih bagi imam dan makmum yang berdzikir kepada Allah setelah selesai salat, mereka melakukannya dengan memelankan suara dzikir. 

KECUALI, jika imam tersebut harus mengajarkan kepada jamaah. Dalam hal ini, ia perlu membaca dengan suara keras hingga jelas dirasa bahwa jamaah telah belajar darinya, kemudian ia melirihkan kembali."

📕Ifadah al-Roghibin Syarah wa Adillatu Minhajut Tholibin.

=

✅Dari ibarah di atas bisa difahami, Imam Syafii mengatakan bahwa baik dzikir jahr dan dzikir sir adalah hal yang baik/bagus. Dan beliau punya pilihan yang menurutnya adalah lebih bagus lagi, yakni dzikir jahr ba'da shalat dalam rangka ta'lim (pengajaran) kepada jamaah itu dilakukan oleh Imam, dan jika para jamaah dirasa sudah bisa semua dalam arti terbiasa dan hafal, maka Imam mengembalikan ke sirr (lirih) lagi. 

👉Imam Syafi’i menggunakan lafaz "Akhtaaru" (aku memilih), dalam ilmu fiqih ini adalah lafaz yang digunakan untuk menunjukkan apa yang dipilih seorang ahli fiqih di antara banyaknya pendapat-pendapat yang berbeda, dalam istilah fiqih disebut dengan shighot tarjih. Dalam arti lain ada pendapat lain yang berbeda dengan pendapat imam Syafi’i tersebut, dan beliau lebih memilih pendapat yang diutarakannya itu. Artinya beliau masih memberi kebebasan kepada yang lainnya untuk berbeda pendapat dari beliau. Bukan menyalahkan apalagi membid’ahkan.

👉Menurut Imam Syafii, dzikir jahr yang dipimpin Imam ba'da shalat itu dianjurkan berdasarkan hajat (kebutuhan) untuk pengajaran kepada jamaah supaya jamaah bisa dan terbiasa melakukannya masing-masing. Pilihan Imam Syafii ini kemudian diikuti banyak ulama-ulama Syafiiyah setelahnya, semisal Imam An-Nawawi rh.

👉Maka anggapan bahwa Imam Syafii katanya melarang apalagi membidahkan dzikir jahr itu jelas tidak benar. Beliau hanya memiliki pilihan yang menurut beliau itu jauh lebih bagus lagi. Jika beliau melarang, maka sudah pasti beliau katakan dengan sharih tentang larangannya dan kemutlakkan tentang keharamannya.

✅Kebolehan dzikir jahr dalam shalat adalah sama-sama pendapat yang diakui dalam madzhab Syafi'i sebagaimana dzikir sirr. Artinya, sebagian ulama dalam madzhab syafi'i ini ada yang menganjurkan dan ada yang tidak menganjurkan. Di antara ulama besar yang terkenal dalam mengunggulkan kesunnahan dzikir jahr ini adalah Imam al-Adzro'iy dan Imam Jalaludin as-Suyuthi.

Namun kini, banyak juga ulama Syafi'iyah yang tetap menganjurkan untuk melanggengkan dzikir jahr ini, sebab beberapa hajat dan udzur.

➡️Di antaranya adalah :

1. Sebagian orang dalam jamaah masa kini adalah orang awam dan kaum abangan yang tidak begitu mempedulikan kesunnahan berdzikir ba'da sholat,

2. Sebagian orang dalam jamaah itu enggan berdzikir sendiri, serta sebagiannya langsung beranjak dari tempatnya setelah selesai sholat,

3. Kadangkala ada warga baru dalam jamaah yang butuh pengajaran, serta ghiroh sebagian orang islam untuk berdzikir itu fluktuatif,

4. Jumlah kaum muslimin selalu bertambah, baik mukallafnya maupun muallafnya.

Maka hajat (kebutuhan) untuk melaksanakan dzikir jahr dengan dipimpin oleh Imam memang selalu ada dan mesti disyi`arkan. Sehingga kaum muslimin senantiasa termotivasi untuk ikut berdzikir bersama-sama.

📛Yang perlu diperhatikan Imam yakni menyesuaikan volume suara agar tidak menganggu sebagian jamaah yang masbuq dan yang sedang berdzikir munfarid.

=

Syaikh Dr. Mustafa Dieb al-Bugha setelah mengutip pendapat Imam Syafii, beliau menjelaskan bahwa,

والذي يبدو لي - والله تعالى أعلم - أن الأدلة التي ذكرت للسر في ذلك ليست صريحة، وأن حديث ابن عباس رضي الله عنهما أصرح منها في الجهر، وإذا كان المراد به التعليم كما قاله الشافعي رحمه الله تعالى - فالظاهر أن الحاجة إلى التعليم ما زالت قائمة، ولاسيما في أيامنا هذه التي كثرت فيها الغفلة ومبادرة الناس عقب الانصراف من الصلاة إلى الخروج من المسجد لاشتغالهم في الدنيا، فلا حرج أن يكون الذكر والدعاء جماعة وجهراً، والله تعالى أعلم

"Dalil-dalil yang disebutkan untuk berdzikir secara lirih (Sirr) dalam masalah itu tidak tegas (laisata shorihat), dan hadits dari sahabat Ibnu Abbas ra. (tentang berdzikir Jahr) adalah lebih tegas (Ashrah) darinya dalam masalah mengeraskan dzikir. 

Dan jika yang dimaksud dengannya adalah pengajaran sebagaimana yang dikatakan oleh Imam Syafi'i rh. maka jelas nampak bahwa kebutuhan (hajat) akan pengajaran masih selalu ada, terutama di zaman kita sekarang ini di mana kelalaian telah banyak terjadi dan orang-orang segera keluar dari masjid setelah selesai sholat karena kesibukan mereka dalam urusan dunia. Maka tidak apa-apa dzikir dan doa dilakukan secara berjamaah dan dijahr-kan. Wallahu a'lam."

📕Ifadah al-Roghibin Syarah wa Adillatu Minhajut Tholibin.

===

👨‍🏭Adam Mostafa EL Prembuny

#dzikir #dzikirbadashalat #madzhabsyafii #dzikirjahr #dzikirsir #dzikirberjamaah

🔰 Petunjuk Tema & Isi Konten

  • 🔷️ Aqidah & Filsafat : Memuat tulisan-tulisan tentang pembahasan ilmu kalam, teologi, pemikiran, mantiq, dan filsafat.
  • 🔷️Al-Quran & Tafsir : Memuat tulisan-tulisan tentang pembahasan suatu ayat dan tafsirnya, serta ilmu tentang Al-Quran.
  • 🔷️ Fiqih & Syari'ah : Memuat tulisan-tulisan tentang pembahasan ilmu fiqih, ibadah, muamalah, munakahat, dan jinayah.
  • 🔷️Hadits & Syarah : Memuat tulisan-tulisan tentang pembahasan suatu hadits dan syarahnya, serta ilmu tentang hadits.
  • 🔷️Khazanah & Sains : Memuat tulisan-tulisan tentang keajaiban sains, khazanah keislaman, dan ilmu pengetahuan umum.
  • 🔷️Lughoh & Nahwu : Memuat tulisan-tulisan tentang pembahasan ilmu bahasa seperti mufrodat, nahwu, shorof, balaghoh
  • 🔷️Sejarah & Kisah : Memuat tulisan-tulisan tentang pembahasan sejarah Islam & dunia, serta kisah para Nabi dan Ulama.
  • 🔷️Medis & Kesehatan : Memuat tulisan-tulisan pembahasan tentang obat, gizi, kesehatan, penyakit, dan seputar medis.
  • 🔷️Psikologi & Relasi : Memuat tulisan-tulisan tentang pembahasan ilmu psikologi, romansa, parenting, dan relasi sosial.
  • 🔷️Tajwid & Tahsin : Memuat tulisan-tulisan tentang pembahasan tajwid, makhroj, sifat huruf, qiraah, tahsin dan tilawah Al-Qur`an.
  • 🔷️Tasawuf & Mau'idzoh : Memuat tulisan-tulisan tentang pembahasan ilmu akhlaq, pensucian jiwa, dakwah dan nasihat moral.
  • 🔷️Qamus Istilah Umum : Memuat tulisan-tulisan tentang ta'rifat, definisi, makna, serta pengertian suatu kata dan kalimat.