•• Blog yang memuat berbagai artikel tentang ilmu-ilmu keislaman dan pengetahuan umum ••
Sabtu, 30 November 2024
💠Benarkah Imam Syafi'i Melarang Dzikir Jahr Setelah Sholat?
💠Nazhor; Melihat Calon Pasangan Berkali-kali
💠Ibnu Sayyar al-Warraq - Chef Terkenal Abad Pertengahan
💠Banyak Alasan Tanda Sedang Berbohong
💠Wanita; Tulang Rusuk Yang Bengkok
💠Aqidah Imam Abul Hasan al-Asy'ari; Allah Ada Tanpa Tempat
Oleh : Adam Mostafa EL Prembuny
☆
Dalam kitab "Risalah Ila Ahl Tsaghr" karya Imam Abul Hasan al-Asyari, ada penjelasan beliau mengenai pembahasan sifat Mustahil bagi Allah. Termasuk salah satunya ialah "Mustahil Dzat Allah berada pada tempat tertentu selain tempat-tempat yang ada". Ini menunjukkan bahwa keyakinan Allah ada tanpa tempat memang dinash-kan langsung oleh Imam Abul Hasan dalam kitabnya sendiri.
Penjelasan ini dan selanjutnya akan menjadi prinsip-prinsip muhkamat yang beliau gunakan dalam mensucikan Allah dari sifat-sifat makhluk. Sayangnya, sebagian kalangan tertentu hanya menukil sebagian potongan-potongan perkataan beliau dari kitab ini dan kitab lainnya yang ihtimal lalu dinarasikan sesuai kepentingan si penukilnya. Sehingga timbul narasi bahwa aqidah kaum Asy'ariyah itu berbeda dengan aqidah Imam Abul Hasan al-Aay'ari sendiri.
Apakah anggapan ini benar? Kita akan bahas secara tuntas dan tegas.
Di dalam kitab ini, beliau menggunakan diksi "لا يجب - Tidak Wajib" yang mana di dalam pembahasan Teologi artinya Mustahil atau Tidak boleh disandarkan. Sebab, dalam sifat Wajib bagi Allah, ada lawannya yakni sifat Mustahil bagi-Allah.
💠Berikut penjelasannya :
1️⃣. Mustahil Sifat Allah Itu Muhdats
ولا يجب إذا أثبتنا هذه الصفات له عزّ وجل على ما دلت العقول واللغة والقرآن والإجماع عليها أن تكون محدثة ، لأنه تعالى لم يزل موصوفاً بها،
"Dan TIDAK WAJIB apabila kita tetapkan sifat-sifat ini bagi-Nya Azza wa Jalla berdasarkan apa yang telah ditunjukkan oleh akal, bahasa, Al-Qur'an, dan ijma' bahwa sifat-sifat itu adalah muhdats (baru), karena Allah Ta'ala senantiasa (lam yazal) disifatkan dengan sifat-sifat itu."
✅ Imam Abul Hasan menjelaskan bahwa sifat-sifat Allah yang telah ditetapkan berdasarkan Al-Quran dan Ijma', serta berdasarkan bahasa dan secara Akal; adalah TIDAK BOLEH diyakini sebagai sifat yang baru ada/diadakan.
Allah senantiasa memiliki sifat-sifat tersebut sejak azaliy. Jika sifat-sifat-Nya baru ada, maka itu akan menunjukkan adanya permulaan bagi Dzat-Nya, yang mana ini akan bertentangan dengan ke-esaan dan ke-azaliyan Allah.
=
2️⃣. Mustahil Sifat Allah Berupa A'radh
ولا يجب أن تكون أعراضاً لأنه عز وجل ليس بجسم ، وإنما توجد الأعراض في الأجسام ، ويدل بأعراضها فيها وتعاقبها عليها على حدثها ،
~📕Risalah Ila Ahl Tsaghr, halaman 218.
✅ Imam Abul Hasan menjelaskan bahwa Allah Ta'ala bukanlah jism (benda) sehingga sifat-sifat–Nya bukanlah 'aradh (sifat benda). 'Aradh adalah kondisi atau gejala yang melekat dan bisa mengalami perubahan pada benda tersebut. Contoh 'aradh : Keadaan fisik, kemampuan fisik, ukuran, warna, bentuk, tekstur, suhu, posisi, siklus dan sebagainya.
'Aradh hanya ada pada Jism, dan keberadaan 'aradh pada sesuatu adalah menunjukkan kebaharuan sesuatu tersebut sebab menunjukkan adanya permulaan. Oleh karena itu, sifat-sifat Allah seperti 'Uluw/'Aliy (Tinggi), Akbar/Kabir (Besar), Hayyan (Hidup), Sama' (Mendengar), Bashar (Melihat), Kalam (Berfirman), dan semisalnya; termasuk Yad/Ain/Wajh, Nuzul/'Ityan, Istiwa`, Ghadhab/Ridha/Hubb –Nya; Ini semua tidak boleh dikategorikan sebagai 'Aradh.
Sebab dalam sifat Allah, 'Uluw/'Aliy bukanlah dalam jenis posisi, jarak dan tempat. Akbar/Kabir bukanlah dalam hal bentuk dan ukuran. Hayyan bukan dalam hal keadaan fisik dan siklus. Sama'–Bashar–Kalam ini bukanlah dalam jenis kemampuan fisik yang butuh mekanisme. Serta semua sifat khabariyah-Nya bukanlah sifat-sifat yang ada pada jisim.
Sebagaimana Yad/Ain/Wajh–Nya bukanlah susunan jarihah (organ), Nuzul/Maji`/'Ityan-Nya bukanlah perpindahan posisi, Istiwa`-Nya bukanlah bertempat, Ghadab/Ridha/Hubb–Nya bukanlah perubahan emosi, dan lain-lain.
=
3️⃣. Mustahil Sifat-Sifat–Nya Terpisahkan Dari Dzat-Nya
ولا يجب أن تكون غيره عز وجل لأن غير الشيء هو ما يجوز مفارقة صفاته له من قبل أن في مفارقتها له ما يوجب حدثه وخروجه عن الألوهية،
"Dan TIDAK WAJIB bahwa sifat-sifat itu adalah selain diri-Nya Azza wa Jalla, karena sesuatu yang lain adalah apa yang boleh terpisah sifatnya darinya, sehingga dalam terpisahnya sifat-sifat itu dari-Nya mengharuskan kebaruan-Nya dan mengeluarkan-Nya dari keilahian."
~📕Risalah Ila Ahl Tsaghr, halaman 218.
✅Imam Abul Hasan menjelaskan perbedaan Allah dengan makhluk ciptaan-Nya. Makhluk memiliki sifat-sifat yang bisa berubah, hilang atau terpisah dari dzatnya. Dari yang sebelumnya ada menjadi tiada, dan dari tiada menjadi ada.
Jika sifat-sifat Allah ini dapat berpisah dari-Nya, maka akan menunjukkan bahwa Allah adalah dzat yang diadakan atau bisa berubah keadaan. Kehilangan atau perubahan sifat akan menjadikannya tidak layak menyandang gelar ke-ilahi-annya.
=
4️⃣. Mustahil Sifat-Sifat Allah Berupa Jisim, Jauhar, Terbatas dan Bertempat.
وهذا يستحيل عليه كما لا يجب أن تكون نفس الباري عز وجل جسماً أو جوهراً ، أو محدوداً ، أو في مكان دون مكان ، أو في غير ذلك مما لا يجوز عليه من صفاتنا لمفارقته لنا ، فلذلك لا يجوز على صفاته ما يجوز على صفاتنا
"Dan ini MUSTAHIL bagi-Nya sebagaimana TIDAK WAJIB bahwa Al-Bari Azza wa Jalla adalah jisim, atau penyusun jisim, atau terbatas, atau berada di suatu tempat selain tempat yang ada, atau berada pada sesuatu yang lain yang tidak diperbolehkan bagi-Nya dari sifat-sifat kita karena Dia berbeda dari kita. Oleh karena itu, apa yang diperbolehkan bagi sifat-sifat kita adalah tidak diperbolehkan bagi sifat-sifat-Nya."
~📕Risalah Ila Ahl Tsaghr, halaman 218-219, Cet. Maktabah al-'Ulum wal Hikam.
✅ Imam Abul Hasan secara tegas menolak dan menyatakan kemustahilan jika Allah adalah jism (benda), jauhar (sesuatu yang menyusun sebuah jisim), mahdud (sesuatu yang terbatas atau memiliki batas), atau fii makaan duwna makaan (berada di suatu tempat tertentu).
Kalimat في مكان دون مكان - (fii makaan duwna makaan) artinya berada pada suatu tempat tertentu selain tempat-tempat yang ada, atau berada pada hal-hal lain yang menunjukkan keterbatasan dan kemiripan dengan sifat makhluk. Itu semua adalah tanda-tanda atau ciri-ciri dzat yang memiliki batasan, yang mana itu mustahil dan tidak boleh ada pada Allah sebab Allah berbeda dengan makhluk-Nya. Sifat-sifat yang mengindikasikan keterbatasan yang dimiliki makhluk tidak boleh disematkan kepada Allah Ta'ala.
🧏♂️Kalau kita cermati, ternyata semua prinsip-prinsip yang dipegang Imam Abul Hasan ini tidak jauh beda dengan kitab-kitab aqidah karya ulama Asy'ariyah hingga saat ini. Artinya bahwa tuduhan aqidah Asy'ariyah berbeda dengan aqidah Imam Abul Hasan al-Asy'ari adalah tidak benar.
📌Sehingga dari semua penjelasan panjang tadi, bisa disimpulkan yakni Imam Abul Hasan memiliki keyakinan bahwa keberadaan Allah senantiasa tanpa bertempat dan tanpa batasan. Dan sifat-sifat–Nya adalah bukan yang muhdats, bukan jisim, bukan jauhar bukan pula 'aradh.
===
👨🏭 Adam Mostafa EL Prembuny
#abulhasanalasyari #risalahilaahltsaghr #aqidah #ilmukalam
—
💠Hukum Malpraktik dan Sangsinya
☆
Malpraktik adalah pelanggaran tindakan medis yang mencakup perilaku yang dilarang dalam merawat pasien, seperti tidak melakukan prosedur yang seharusnya, lalai dalam mendiagnosis dengan tepat, dan memberikan obat yang tidak sesuai standar medis.
Malpraktik menyalahi prinsip-prinsip Ilmiah (Mukholafatul Ushul al ‘Ilmiyyah). Prinsip ilmiah adalah dasar-dasar dan kaidah-kaidah yang telah baku dan biasa dipakai oleh para dokter, baik secara teori maupun praktek, dan harus dikuasai oleh dokter saat menjalani profesi kedokteran.
Malpraktik kedokteran adalah kejahatan (jarimah) atau jinayah. Malpraktek dalam hukum pidana Islam termasuk jarimah qishos diyat, namun jika dilihat dari tinjauan maslahat, sanksi yang dijatuhkan bisa berupa Ta’zir, Ketentuan ta’zir merupakan kewenangan Ulil Amri (pemerintah). Dalam hal ini, hakimlah yang menentukan sanksi terhadap pelaku sesuai UU yang berlaku.
Para ulama telah menjelaskan kewajiban para dokter untuk mengikuti prinsip-prinsip ilmiyyah dan bila dokter melakukan malpraktik, maka ia harus bertanggung jawab atas perbuatannya.
● Imam Abu Sulaiman al-Khoththobi setelah membawakan hadits Nabi tentang malpraktik,
مَنْ تَطَبَّبَ وَلَمْ يُعْلَمْ مِنْهُ طِبٌّ قَبْلَ ذَلِكَ، فَهُوَ ضَامِنٌ
“Barang siapa yang menjadi dokter dan sebelumnya tidak diketahui memiliki keahlian, maka ia harus bertanggung jawab”. 📜HR. Imam Abu Dawud :1224)
Beliau menjelaskan :
لا أعلم خلافا في أن المعالج إذا تعدى، فتلف المريض كان ضامنا، والمتعاطي علما أو عملا لا يعرفه متعد، فإذا تولد من فعله التلف ضمن الدية، وسقط عنه القود، لأنه لا يستبد بذلك بدون إذن المريض، وجناية المتطبب في قول عامة الفقهاء على عاقلته.
"Kami tidak mengetahui adanya perbedaan pendapat Fuqoha bahwa seorang tenaga medis melakukan keteledoran lalu menyebabkan pasien celaka. maka ia bertanggungjawab. Dokter yang mempraktikkan suatu ilmu atau tindakan medis yang tidak diketahuinya, kalau karena perbuatannya menyebabkan pasien celaka (meninggal), ia harus membayar diyat, dan digugurkan darinya hukum qishos. Karena ia tidak akan melakukan pekerjaannya tanpa seizin pasien. Dan tindakan malpraktek tersebut menurut mayoritas Fuqaha juga masih jadi tanggung jawab aqilahnya."
📕Ma'alim as Sunan, Juz 4 halaman 35, Cet. Darul Kutub Ilmiyah.
=
✔Maka dapat difahami bahwa para ulama sepakat (ijma') jika seseorang tidak memiliki keahlian medis kemudian mengobati pasien dan malah memperburuk kondisinya, dia harus bertanggung jawab dan membayar kerugian yang dialami pasien.
✔Jika si dokter punya keahlian medis namun terjadi kesalahan atas penanganannya, menurut pendapat ulama fiqh, ia harus membayar diyat (ganti rugi) dan diyat ini juga ditanggung oleh 'aqilahnya yakni pihak keluarga pelaku. ‘Aqilah dilibatkan dalam rangka meringankan beban musibah.
✔Dokter terbebas dari hukuman qishas mati bila pasien meninggal akibat keteledoran-nya. Kecuali bila si dokter tahu letak kesalahannya tapi malah sengaja dilakukan, maka bisa dijatuhi qishas mati menurut Imam Kholil bin Ishaq dari madzhab Maliki.
Setelah terjadi kecelakaan akibat malpraktek tersebut, selain membayar diyat, apakah si Dokter tetap mendapat upah dari pekerjaannya?
● Imamuna Asy-Syafi’i rahimahullah menjelaskan dalam kitabnya :
مسإ لة الحجام والخاتن والبيطار
أخبرنا الربيع قال : قال الشافعي الله : وإذ أمر الرجلُ الرجل أن يحجمه ، أو يختن غلامه ، أو يبيطر دابته ، فتلفوا من فعله ؛ فإن كان فعل ما يفعل مثله مما فيه الصلاح للمفعول يه عند أهل العلم بتلك الصناعة فلا ضمان عليه ، وإن كان فعل ما لا يفعل مثله أراد الصلاح وكان عالماً به فهو ضامن وله أجر ما عمل في الحالين في من السلامة والعطب
قال أبو محمد رحمه الله : وفيه قول آخر : أنه إذا فعل ما لا يفعل فيه مثله فليس له من الأجر شيء ؛ لأنه متعد ، والعمل الذي عمله لم يؤمر به فهو ضامن ولا أجر له وهذا أصح القولين ، وهو معنى قول الشافعي رحمة الله عليه
▪︎Masalah Ahli Bekam, Dokter Khitan dan Dokter Hewan
Telah mengabarkan kepada kami, Imam Robi' bin Sulaiman, dia berkata, telah berkata Imam Syafii :
"Apabila seseorang menyuruh dokter untuk membekamnya atau mengkhitankan anaknya, atau mengobati ternaknya, lalu mereka celaka karena perbuatan si dokter, bila si dokter sudah melakukan penanganan sudah sesuai prosedur medis, maka si dokter tidak perlu bertanggung jawab.
Tapi bila si dokter bertindak TIDAK sesuai prosedur medis, padahal si dokter mengetahui hal itu, maka dia harus bertanggung jawab (membayar ganti rugi). Dan dia berhak atas upah untuk dua keadaan ini, baik pasien itu selamat ataupun tidak."
Abu Muhammad (Imam Robi' bin Sulaiman) berkata,
"Dalam hal ini, ada pendapat lain yang menyatakan bahwa si dokter tidak berhak mendapatkan upahnya karena dia melakukan tindakan dengan sengaja, jika tindakan yang dilakukannya tidak diperintahkan (Tidak sesuai instruksi/prosedur), maka dia bertanggung jawab atas tindakannya dan si dokter TIDAK berhak mendapatkan upahnya. Ini pendapat yang lebih shohih, dan inilah maksud dari penjelasan Imam Asy Syafi'i."
~
📕Al 'Umm lil Imam Asy-Syafi'i, jilid 7 halaman 428, Cet. Darul Wafaa`
===
👨🏭Adam Mostafa EL Prembuny
#malpraktik #malpraktek #dokter #obat #mengobati #imamsyafii #imamalkhottobi #maalimus_sunan #al_umm #medis #jarimah #jinayah #qishos #diyat
—
💠Praktik Ibadah Nabi Sebelum Diangkat Rasul
A). Ulama Hanafiyah, Hanabilah, Imam Ibnu Hajib al Maliki dan Imam al Baidhowi asy Syafii mengatakan bahwa Nabi Muhammad ﷺ sebelum menjadi Rasul masih terikat dengan syariat sebelumnya. Alasan mereka adalah :
1. Setiap rasul Allah diseru untuk mengikuti syariat Rasul-rasul sebelumnya. Nabi Muhammad juga termasuk ke dalam seruan ini.
2. Banyak sekali riwayat yang menunjukkan bahwa Muhammad SAW sebelum menjadi Rasul telah melakukan perbuatan/amalan tertentu yang sumbernya bukan akal semata, seperti ia melaksanakan shalat, haji, umrah, mengagungkan Ka'bah dan Thowaf di sekelilingnya dan menyembelih binatang.
▪︎Sebagian ulama berpendapat syariatnya Adam AS, karena dialah syariat yang pertama kali.
▪︎Pendapat lainnya adalah syariat Nabi Nuh AS, sesuai dengan QS Asy Syu'aro : 13.
▪︎Ada juga ulama yang berpendapat syariat Nabi Ibrohim AS, sesuai dengan QS Ali Imron : 68 dan An Nahl : 123.
▪︎Ada juga yang berpendapat syariat Nabi Musa AS, dan Nabi 'Isa karena yang paling dekat masanya dengan Nabi ﷺ dan sebagai penghapus syariat sebelumnya.
Berarti dapat difahami kekhususan Syariat Nabi Ibrohim pada Nabi Muhammad ﷺ. Maka ibadah beliau sebelum diangkat jadi Rasul adalah mengikuti syariat Nabi Ibrohim AS.
📕Ushul Fiqh al Islamiy, jilid 2 halaman 839, Cetakan Darul Fikr
👨🏭Adam Mostafa EL Prembuny
💠Menguasai Bahasa Arab Wajib Bagi Mujtahid
☆
Syaikh Abdul Fattah al-Yafi'i dalam kitabnya, beliau menuliskan salah satu syarat Mujtahid dan hukum belajar bahasa Arab sebagai berikut :
"Imam al-Mawardi berkata, "Pengetahuan tentang bahasa Arab itu hukumnya FARDHU bagi setiap muslim, baik yang mujtahid dan yg bukan mujtahid.
Imam Asy-Syafi'i mengatakan bahwa setiap muslim WAJIB mempelajari bahasa Arab sebatas kemampuannya agar bisa melaksanakan amalan-amalan fardhunya.
Beliau berkata di kitab Al-Qowathi', "Mengetahui bahasa Arab hukumnya FARDHU secara umum bagi semua mukallaf (baligh & berakal). Hanya saja bagi mujtahid, ia wajib mengetahui lafadzh-lafadzh dan makna-maknanya. Dan untuk selain mujtahid, cukup baginya bahasa Arab yang berhubungan dengan praktik ibadah seperti bacaan Al Qur'an dan dzikir dalam sholat karena sholat tidak boleh dikerjakan dengan selain bahasa Arab.
Mungkin ada yg bertanya, "Pengetahuan tentang bahasa Arab secara menyeluruh bagi mujtahid aja gak mungkin bisa dicapai karena tidak ada satupun orang Arab yang mampu mengetahui semua kosakata bahasa mereka. Lalu gimana kita bisa menguasainya secara menyeluruh?"
Kami jawab bahwa, meskipun bahasa Arab tidak bisa dikuasai secara menyeluruh oleh satu orang Arab, tapi semua orang Arab secara kolektif bisa mengetahuinya secara menyeluruh.
~Seperti pertanyaan yang disampaikan kepada seorang Ulama, "Siapa yang bisa menguasai setiap ilmu?"
~Ia menjawab, "Semua manusia."
Adapun yang wajib bagi mujtahid adalah menguasai sebagian besarnya lalu mengembalikan hal-hal yang luput dari pengetahuannya kepada mujtahid lain, seperti yang berlaku dalam Sunnah.
Sebagian dari mereka tergelincir karena mengabaikan kaidah bahasa Arab seperti riwayat kelompok ulama madzhab Imamiyah berupa hadits "ma taroknahu shodaqotan" dengan nashab (akhiran fathah) pada kata "Shodaqotan" .
(Sehingga maknanya menjadi : "Kami tidak meninggalkannya sbg sedekah").
Juga seperti riwayat kelompok Qadariyah berupa hadits "fa hajja Adama Musa" dengan nashob (akhiran fathah) pada kata "Adama".
(Sehingga maknanya menjadi : "Lalu Musa mengalahkan argumentasi Adam").
Termasuk kategori penguasaan bahasa Arab adalah ilmu Tashrif, karena hal itu sangat menentukan dalam memahami bentuk kata dan perbedaan di antaranya, seperti dalam bab mujmal dari kata mukhtar dan semisalnya. Apakah kata ini merupakan kata benda (Isim), pelaku (Fa'il).""
▪︎
📕At-Tamadzhub Dirosah Ta`shiliyah Muqoronah lil Masail al-Muta'alliqoh bi al-Tamadzhabi, halaman 52, Cet. Markaz al Huryat li Dirosah wan Nasyr.
قال الماوردي : ومعرفة لسانه فرض على كل مسلم من مجتهد وغيره ، وقد قال الشافعي رحمه الله : على كل مسلم أن يتعلم من لسان العرب ما يبلغه جهده في أداء فرضه .
وقال في القواطع : معرفة لسان العرب فرض على العموم في جميع المكلفين ، إلا أنه في حق المجتهد على العموم في إشرافه على العلم بألفاظه ومعانيه أما في حق غيره من الأمة ففرض فيما ورد التعبد به في الصلاة من القراءة والأذكار ، لأنه لا يجوز بغير العربية .
فإن قيل : إحاطة المجتهد بلسان العرب تتعذر ، لأن أحداً من العرب لا يحيط بجميع لغاتهم ، فكيف نحيط نحن ؟
قلنا : لسان العرب وإن لم يحط به واحد من العرب فإنه يحيط به جميع العرب ، كما قيل
لبعض أهل العلم : من يعرف كل العلم ؟ قال : كل الناس .
والذي يلزم المجتهد أن يكون محيطاً بأكثره ويرجع فيهما عزب عنه إلى غيره ، كالقول في السنة ، وقد زل كثير بإغفالهم العربية ، كرواية الإمامية : { ما تركناه صدقة ) بالنصب ،
والقدرية : { فحج آدم موسى } بنصب آدم ، ونظائره .
ويلحق بالعربية التصريف ، لما يتوقف عليه من معرفة أبنية الكلم ، والفرق بينها ، كما في باب المجمل من لفظ ( مختار ) ونحوه فاعلاً ومفعولاً) اهـ .
💠Para Sahabat Nabi Yang Ahli Fiqih
"Di antara para sahabat Rosululloh ﷺ yang terkenal pandai di bidang fiqih dan fatwa adalah :
Ummul Mukminin Sayidah 'Aisyah,
Sayidina 'Umar bin Khoththob,
Sayidina Abdulloh bin Umar,
Sayidina Ali bin Abi Tholib,
Sayidina Abdulloh bin Abbas,
Sayidina Abdulloh bin Mas'ud,
Sayidina Zaid bin Tsabit,
Sayidina Anas bin Malik,
Sayidina Abu Bakar Ash Shiddiq,
Sayidina Mu'adz bin Jabal,
Sayidina Jabir bin Abdulloh,
Sayidina Abu Huroiroh,
Dan masih banyak lagi yang lainnya.""
Lalu Syaikh Musthofa al Khin menukil penjelasan Imam Abu Ishaq Asy-Syairozi dari kitab Thobaqotul Fuqoha, beliau berkata :
"Ketahuilah bahwa mayoritas para sahabat Rasulullah yang berkawan dan menemani beliau adalah Para Ahli Fiqih. Demikian itu, bahwa metode fiqih para sahabat adalah khithob (perintah) Alloh dan Rosululloh serta apa saja yang dipahami dari keduanya, juga perbuatan- perbuatan Rosululloh ﷺ dan apa saja yang dipahami darinya.
Yang dimaksud dengan khithob Allah adalah Al Qur'an. Allah menurunkan nya dengan bahasa mereka berdasarkan sebab-sebab yang mereka ketahui dan kisah-kisah mereka di dalamnya. Sehingga, mereka mengetahuinya, baik secara tertulis, tersirat, tersurat, dan pemahamannya. Maka dari itu, Imam Abu Ubaidah (110H) dalam kitab Al Majazul Qur`an, beliau berkata, "Tidak ada nukilan bahwa satu orang pun dari sahabat Rosululloh dalam memahami sesuatu dari Al Qur'an merujuk kepada Rosululloh."
Khithob Rosululloh ﷺ juga menggunakan bahasa mereka. Mereka mengetahui maknanya, memahami makna tersirat, dan maksudnya. Perbuatan-perbuatan yang dilakukan beliau, berupa ibadah, muamalah, perjalanan, dan politik, semuanya disaksikan oleh mereka, berlangsung secara terus menerus serta dicari-cari oleh mereka.""
Syaikh Musthofa al Khin mengatakan bahwa tidak ada perbedaan dalam permasalahan fiqih pada zaman Rosululloh. Ini karena Rosululloh ﷺ adalah rujukan utama bagi mereka terkait hukum-hukum dan permasalahan mereka. Akan tetapi, hampir para sahabat Rosululloh tidak berpindah dari tempat duduknya yang mulia, sampai mereka melihat diri mereka dihadapkan pada persoalan besar yang tidak ada jawaban nash yang jelas dari Al Qur'an dan sunnah.
📕Ab-hats Haula 'Ilm Ushul Fiqh - Tarikhuhu wa Tathowuruhu, halaman 35, Cet. Darul Kalimi Thoyyib
===
Teks Arab :
وممن اشتهر بالفقه والفتوى من الصحابة : عائشة أم المؤمنين ، وعمر بن الخطاب ، وابنه عبد الله ، وعلي بن أبي طالب ، وعبد الله بن عباس ، وعبد الله بن مسعود ، وزيد بن ثابت ، وأنس بن مالك ، وأبو بكر الصديق ، ومعاذ بن جبل ، وجابر بن عبد الله ، وأبو هريرة ، وغيرهم كثير (۱)
قال أبو إسحاق الفيروزبادي الشيرازي في كتابه « طبقات الفقهاء (۲) : اعلم أن أكثر أصحاب رسول الله الله الذي صحبوه ولازموه كانوا فقهاء ، وذلك أن طريق الفقه في حق الصحابة خطاب الله عز وجل ، و خطاب رسوله وما عقل منهما، وأفعال رسول الله ﷺ وما عقل منها، فخطاب الله عز وجل هو القرآن ، وقد أنزل ذلك بلغتهم على أسباب عرفوها ، وقصص كانوا فيها ، فعرفوها مسطورة ومفهومه ومنطوقه ومعقوله ، ولهذا قال أبو عبيدة في كتاب ( المجاز » : لم ينقل أن أحداً من الصحابة رجع في معرفة شيء من القرآن إلى رسول الله ﷺ ، وخطاب رسول الله ﷺ أيضاً بلغتهم ، يعرفون معناه ويفهمون منطوقه وفحواه ، وأفعاله التي فعلها من العبادات والمعاملات والسير والسياسات، وقد شاهدوا ذلك كله وعرفوه ، وتكرر عليهم وتحرّوه » .
لم يكن هناك خلاف في المسائل الفقهية على عهد رسول الله ﷺ ؛ لأنه عليه الصلاة والسلام كان هو المرجع لهم في أحكامهم وقضاياهم، ولكن لم يكد أصحاب رسول الله الله يفرغون من وضعه في مرقده المطهر ، حتى رأوا أنفسهم أمام مسائل كثيرة لم يرد في الإجابة عنها نص صريح من كتاب أو سنة
💠Ada 6 Jenis Keringanan Dalam Syariat
☆
Dalam kitab Asybah wan Nadzhoir halaman 82, Cet. DKI, karya Imam As-Suyuthi, ada tambahan lagi yang disebutkan oleh Imam al 'Alaa-i, untuk yang ke 7️⃣, yakni Takhfif Taghyir (mengubah). Misalnya, Perubahan bentuk gerakan sholat menjadi lebih simpel, akibat rasa khawatir.
[Contohnya sholat ketika sedang berperang, khawatir diserang musuh secara dadakan, maka ada beberapa gerakan sholat yang diubah agar menjadi ringkas, efisien dan aman].
Syaikhul Imam 'Izzudin bin Abdul Aziz bin 'Abdissalam dalam kitabnya, beliau menuliskan pembagian rukhsoh berdasarkan jenisnya :
1️⃣. Takhfif isqoth, yaitu keringanan berupa pengguguran. Hukumnya menjadi tidak wajib, seperti tidak wajib sholat jumat, haji dan umroh bagi yang punya udzur yang telah diketahui.
[Contoh Udzur : Tidak mampu secara fisik ataupun finansial, sedang haid ataupun nifas]
2️⃣. Takhfif tanqish, yaitu keringanan berupa pengurangan. Contohnya :
1. Sholat qoshor dua rakaat;
2. Mengurangi perbuatan sholat yang tidak mampu dilakukan oleh orang sakit, seperti rukuk, sujud, dan lain-lain sebatas kemudahan darinya.
3️⃣. Takhfif ibdal, yaitu keringanan berupa penggantian. Contohnya :
1. Wudhu dan mandi wajib diganti dengan tayamum;
2. Berdiri ketika sholat diganti dengan duduk;
3. Yang tidak sanggup duduk diganti dengan berbaring;
4. Yang tidak sanggup berbaring diganti dengan menggerakkan tangan;
5. Mengganti hukuman dengan berpuasa;
6. Mengganti puasa dengan memberi makan orang lain, bagi orang tua sepuh yang tidak sanggup berpuasa;
7. Mengganti sebagian kewajiban haji dan umroh dengan kafarot.
4️⃣. Takhfif taqdim, yaitu keringanan dengan cara didahulukan. Contohnya :
1. Menjamak taqdim ashar pada dzuhur;
2. Jamak taqdim isya pada magrib pada saat Safar dan saat terjebak hujan lebat;
3. Mendahulukan mengeluarkan zakat sebelum haul (batas waktu 1 tahun);
4. Membayar kafarot bagi yang melanggar sumpah.
5️⃣. Takhfif ta'khir, yaitu keringanan dengan cara diakhirkan. Contohnya :
1. Sholat jamak ta'khir;
2. Mengakhirkan puasa Romadhon di bulan berikutnya.
6️⃣. Takhfif tarkhish, yaitu keringanan karena rukhshoh. Contohnya :
1. Sholatnya orang yang bertayamum dengan kondisi berhadats;
2. Sholatnya orang yang bersuci dengan air sisa embun;
3. Memakan sesuatu yang najis untuk pengobatan;
4. Minum khomer saat kondisi darurat;
5. Mengucapkan kata-kata kufur karena mendapat tekanan (berupa ancaman keselamatan).
~
📕Qowa'idil Ahkam fi Ishlahil Anam (Qowa'idul Kubro), juz 2 halaman 12, Cet. Darul Qolam
Teks Arab :
وهي أنواع :
فصل في بيان تخفيفات الشرع
(منها) تخفيف الإسقاط : كإسقاط الجمعات والصوم والحج والعمرة
بأعذار معروفات .
(ومنها) تخفيف التنقيص : كقصر الصلوات، وتنقيص ما عجز عنه المريض من أفعال الصلوات كتنقيص الركوع والسجود وغيرهما إلى القدر الميسور من ذلك.
(ومنها) تخفيف الإبدال : كإبدال الوضوء والغسل بالتيمم، وإبدال
القيام في الصلاة بالقعود والقعود بالاضطجاع والاضطجاع بالإيماء وإبدال العتق بالصوم، وإبدال الصيام بالإطعام في حق الشيخ الكبير الذي يشق عليه الصيام، وكإبدال بعض واجبات الحج والعمرة بالكفارات عند قيام الأعذار .
(ومنها) تخفيف التقديم : كتقديم العصر إلى الظهر، والعشاء إلى المغرب في السفر والمطر، وكتقديم الزكاة على حولها، والكفارة على حنثها .
(ومنها) تخفيف التأخير : كتأخير الظهر إلى العصر، والمغرب إلى العشاء، ورمضان إلى ما بعده.
(ومنها) تخفيف الترخيص : كصلاة المتيمم مع الحدث، وصلاة المُسْتَجْمِر مع فضلة النجو، وكأكل النجاسات للمداواة، وشرب الخمر للغصة، والتلفظ بكلمة الكفر عند الإكراه. ويُعبر عن هذا بالإطلاق مع قيام المانع، أو بالإباحة مع قيام الحاظر .
💠Ada 5 Macam Rukhshoh dalam Syariat
☆
Imam Jalaluddin as-Suyuthi dalam kitabnya, beliau menuliskan pembagian rukhshoh berdasarkan hukumnya :
1️⃣. Rukhshoh Wajib. Contohnya:
1. Memakan bangkai karena darurat kelaparan,
2. Berbuka puasa karena khawatir akan memperburuk sakit karena kondisi wabah kelaparan,
3. Menghilangkan kehausan yang parah dengan meminum khomer.
▪︎️[Jika ia tidak makan atau minum saat itu juga bisa menyebabkan kematian, maka dalam keadaan ini melakukan 3 hal tadi yang hukum asalnya Haram itu bisa berubah menjadi Wajib karena darurat].
2️⃣. Rukhshoh Sunnah. Contohnya :
1. Sholat qoshor bagi seorang musafir (yang sudah mencapai 2 marhalah),
2. Berbuka puasa bagi orang yang sakit atau musafir yang mengalami masyaqqoh (kesulitan) jika melanjutkan puasa,
▪︎️[Namun bagi musafir ataupun orang sakit yang tidak mengalami masyaqqoh, maka tidak disunnahkan untuk berbuka].
3. Menunda sholat dzhuhur sampai hawanya sejuk;
4. Ketika memandang calon tunangan.
▪︎[️Disunnahkan memandang wajah dan telapak tangan calon istri ketika melamar].
1. Akad transaksi salam
▪︎️[Akad salam : Jual beli pesanan dengan uang yang dibayarkan duluan sebelum ada barangnya), hukumnya asalnya sih gak boleh, karena dianggap membeli barang yang tidak berwujud (bai'ul ma'dum), tapi karena sangat dibutuhkan dan sudah menjadi 'urf/tradisi, maka hukumnya berubah menjadi mubah].
4️⃣. Rukhshoh Khilaful Aula (lebih utama ditinggalkan). Contohnya :
▪︎[Maka lebih utama jika ia melepas sepatunya agar kakinya bisa terbasahi air wudhu, dan lebih utama jika ia melanjutkan puasa jika tidak mengalami kondisi darurat].
2. Bertayamum bagi orang yang telah menemukan air, tapi air tersebut harus dibeli dengan harga di atas standar, padahal dia mampu untuk membelinya.
▪︎[Maka lebih utama jika dia membeli air tersebut secukupnya untuk berwudhu.]
1. Mengqoshor sholat dalam perjalanan yang belum mencapai tiga marhalah (135 KM menurut madzhab Hanafi)
▪︎️[Atau dua marhalah 80,64 KM menurut mazhab Syafi'i atau 88,704 KM menurut mayoritas ulama].
▪︎[Kemakruhan ini disebabkan oleh adanya ketentuan jarak tempuh dalam safar yang syarat minimalnya 2 sampai 3 marhalah].
~
📕Al Asybah wan Nadzhoir lil Imam as Suyuthi, halaman 82, Cet. Darul Kutub Ilmiyah.
===
الرخص أقسام :
الفائدة الثالثة
▪︎ما يجب فعلها ، كأكل الميتة للمضطر ، والفطر من خاف الهلاك بغلبة الجوع والعطش وإن كان مقيما صحيحا ، وإسافة الغصة بالخمر :
▪︎وما يندب ، كالقصر في السفر والفطر لمن يشق عليه الصوم في سفر ، أو مرض . والابراد بالظهر ، والنظر إلى المخطوبة .
▪︎وما يباح ، كالسلم :
▪︎وما الأولى تركها : كالمسح على الخف ، والجمع ، والفطر لمن لا يتضرر ، والتيمم لمن وجد الماء يباع بأكثر من ثمن المثل ، وهو قادر عليه :
▪︎وما يكره فعلها ، كالقصر في أقل من ثلاثة مراحل :
💠Jumlah Kosakata Bahasa Arab
☆
Seorang Ulama sekaligus Sejarawan asal Irak, Syaikh Jawad 'Ali al-'Iroqi, beliau menyebutkan bahwa jumlah kosa kata Arab mencapai 12,3 juta. Lebih tepatnya 12.305.052 kata. Ini menjadikan bahasa Arab sebagai bahasa dengan kosakata terkaya dalam sejarah.
واللغة العربية اليوم، هي من أعظم اللغات السامية الباقية، بكثرة من يتكلم ويكتب بها، وبكثرة ما ألف ودون بها. وهي تستعمل اليوم قلمًا اشتق من قلم سامي شمالي، وكان لها في الماضي قلم قديم كان مستعملًا عند العرب من أيام ما قبل الميلاد إلى ظهور الإسلام، مات بسبب اتخاذ الإسلام القلم الجزم قلمًا للوحي، دون به القرآن الكريم، فصار بذلك القلم الشرعي الرسمي، وأمات بذلك الأقلام الجاهلية الأخرى المشتقة من القلم "المسند".
ونجد في المعاجم اللغوية مئات الألوف من الألفاظ المعبرة عن معان، وقد قدر بعض العلماء عدد ألفاظ العربية بنحو من "١٢٣٠٥٠٥٢" كلمة٣. ويعود سبب غناها في الألفاظ إلى كثرة وجود المترادفات فيها، التي هي من بقايا لغات قبائل، وإلى خاصية جذور الكلم فيها في توليد الألفاظ الجديدة بتحريك هذه الجذور.
📕جواد علي العراقي : المفصل في تاريخ العرب قبل الإسلام
Penyebab dari kekayaan kata bahasa arab ini adalah karena banyaknya sinonim di dalamnya, yang merupakan sisa-sisa bahasa kabilah-kabilah di arab, dan sifat akar katanya dalam menghasilkan kata-kata baru dengan memindahkan akar-akar kata tersebut."
📕Al Mufasholu fi Tarikhil 'Arob Qoblal Islam, Juz 8 halaman 535, Cet. Sa'adat Jami'ah Baghdad Ala Thob'i wan Nasyri.
=
🔹️Salah Satu Keistimewaan Bahasa Arab.
Menurut lembaga Pusat Pengembangan dan Perlindungan Bahasa dan Sastra, jumlah kosakata dalam bahasa Indonesia yang telah tercatat dalam buku 📘KBBI edisi ke 5, sekitar 127.036 bentuk kata.
Sedangkan bahasa Inggris dalam buku kamus 📘Oxford English Dictionary memiliki 273.000 kata utama ; 171.476 di antaranya masih digunakan saat ini, 47.156 kata yang sudah tidak digunakan lagi , dan sekitar 9.500 kata turunan disertakan sebagai sub-entri. Kamus ini berisi 157.000 kombinasi dan turunan, dan 169.000 frasa dan kombinasi, sehingga total jumlahnya lebih dari 600.000 bentuk kata.
🔹️Serapan Bahasa Arab Dalam Bahasa Indonesia.
Menurut Badan Pengembangan Bahasa & Perbukuan" di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia, jumlah kosakata serapan Arab yang ada dalam bahasa Indonesia berjumlah 1495 kata.
Kata-kata serapan bahasa Arab dalam bahasa Indonesia bisa dibagi jadi 4 macam, yaitu:
Contoh : Abadi أبدي , Wajib وجب , Musibah مصيبة , Hakim حاكم , Maut موت , Daftar دفتر , Halal حلال
2. Kata yang ucapannya berubah, tapi maknanya tetap.
Contoh : Lafal لفظ , Rezeki رزق , Sekarat سكرة , Kabar خبر , Senin إسنين , Rabu أربعاء , Mungkin يمكن
3. Kata yang ucapan sama, tapi maknanya berubah.
Contoh : Kalimat كلمة, Siasat سياسة
4. Kata yang ucapan dan maknanya berubah.
Contoh : Perlu فرض , Petuah فتوى , Laskar عسكر , Logat لهجة , Naskah نسخة
#kamus #arab #kamusarab #kosakata #serapan #islam #alquran #faedah #khazanah #sejarah #algoritma #up #news #kitab #rekomendasi
Kamis, 14 November 2024
💠Peringatan Kepada Kaum Anti Madzhab
Oleh : Adam Mostafa EL Prembuny
فمذاهب تكون بهذا التأسيس وهذا التدعيم إذا لقيت في آخر الزمن متزعما في الشرع يدعو إلى نبذ التمذهب باجتهاد جديد يقيمه مقامها، محاولا تدعيم إمامته باللامذهبية بدون أصل يبني عليه غير شهوة الظهور، تبقى تلك المذاهب وتابعوها في حيرة بماذا يحق أن يلقب من عنده مثل هذه الهواجس والوساوس، أهو مجنون مكشوف الأمر، غلط من لم يقده إلى مستشفى المجاذيب، أم مذبذب بين الفريقين يختلف أهل العقول في عدِّه من عقلاء المجانين، أو مجانين العقلاء؟!.
Maka ketahuilah bahwa Mazhab tanpa Mazhab tersebut beserta pengikutnya akan selamanya berada dalam kekacauan berfikir. Perkataan-perkataan semacam itu lebih layak disebut dengan igauan atau racauan belaka. Apakah mereka sedang menebarkan sebuah pemikiran gila? Atau mereka sedang terayun ayun tidak tentu arah dalam kelompok yang bertentangan dengan akal sehat, mereka menyatakan diri mereka ada dalam salah satu dua kelompok, orang-orang gila yang berakal atau orang² berakal yang gila.
بدأنا منذ مدة نسمع مثل هذه النعرة من أناس في حاجة شديدة على ما أرى إلى الكشف عن عقولهم بمعرفة الطبيب الشرعي.
قبل الالتفات إلى مزاعمهم في الاجتهاد الشرعي القاضي - في زعمهم - على اجتهادات المجتهدين، فعلى تقدير ثبوت أن عندهم بعض عقل، فلا بد أن يكونوا من صنائع أعداء هذا الدين الحنيف، ممن لهم غاية ملعونة إلى تشتيت اتجاه الأمة الإسلامية في شؤون دينهم ودنياهم، تشتيتا يؤدي بهم إلى التناحر والتنابذ والتشاحن والتنابز يوما بعد يوم، بعد إخاء مديد استمر بينهم منذ بزغت شمس الإسلام إلى اليوم.
Ketika kami mendengar keangkuhan yang merendahkan Mazhab semacam itu di kalangan sebagian orang, kami merasa pihak tersebut harus memeriksa kewarasan akal mereka terlebih dahulu, sebelum masuk dalam arena yang mereka sebut sebagai ijtihad baru tersebut. Jika memang mereka itu waras, maka sungguh apa yang mereka lakukan itu adalah upaya mencerai-beraikan umat Islam dalam perkara agama dan dunia mereka. Apa yang mereka lakukan itu telah memantik api perpecahan dan permusuhan di tengah umat Islam, merusak ikatan persatuan yang telah terbangun semenjak awal mula matahari Islam terbit di ufuk dunia.
فالمسلم الرزين لا ينخدع بمثل هذه الدعوة، فإذا سمع نعرة الدعوة إلى الانفضاض من حول أئمة الدين الذين حرسوا أصول الدين الإسلامي وفروعه من عهد التابعين إلى اليوم، كما توارثوه من النبي - صلى الله عليه وسلم - وأصحابه - رضي الله عنهم أجمعين - أو طرق سمعه نعيق النَّيْل من مذاهب أهل الحق، فلا بد له من تحقيق مصدر هذه النعرة واكتشاف وكر هذه الفتنة، وهذه النعرة لا يصح أن تكون من مسلم صميم درس العلوم الإسلامية حق الدراسة، بل إنما تكون من متمسلم مندس بين علماء المسلمين أخذ بعض رؤوس مسائل من علوم الإسلام بقدر ما يظن أنها تؤهله لخدمة صنائعه ومرشحيه، فإذا دقق ذلك المسلم الرزين النظرَ في مصدر تلك النعرة بنوره الذي يسعى بين يديه، يجده شخصا لا يشارك المسلمين في آلامهم وآمالهم إلا في الظاهر، بل يزامل ويصادق إناسا لا يتخذهم المسلمون بطانة، ويلفيه يجاهر بالعداء لكل قديم وعتيق إلا العتيق المجلوب من مغرب شمس الفضيلة، ويراه يعتقد أن رطانته تؤهله - عند أسياده - لعمل كل ما يعمل، فعندما يطلع ذلك المسلم على جلية الأمر يعرف كيف يخلص نيئة الإسلام من شرور هذا النعيق المنكر بإيقاف أهل الشأن على حقائق الأمور، والحق يعلو ولا يعلى عليه.
فإذا تم لدعاة النعرة الحديثة في قصر الاجتهاد على شخص واحد من أبناء العهد الحديث – بمؤهلات غير معروفة – وتمكنوا من إبادة المذاهب المدونة في الإسلام لهؤلاء الأئمة الأعلام ، ومن حمل الجماهير على الانصياع لآراء ذلك الشخص يتم لهم ما يريدون .
لكن الذي يتغنى بحرية الرأي على الإطلاق بكل وسيلة كيف يستقيم له منح الطامحين من أبناء الزمن مثله إلى الاجتهاد من الاجتهاد ، أم كيف يجيز إملاء ما يريد أن يمليه من الآراء على الجماهير مرغمين فاقدي الحرية ، أم كيف يبيح داعي الحرية المطلقة حرما الجماهير المساكين المقلدين حرية تخير مجتهد يتابعونه باعتبار تعويلهم عليه في دينه وعلمه في عهد النور!!؟ . ولم يسبق لهذا الحجر مثيل في عهد الظلمات !!! وهذا مما لا أستطيع الجواب عنه .
Bahkan terkadang pengusung (anti madzhab) itu menyatakan kebebasan berpendapat secara mutlak, ijtihad dapat dilakukan hanya dengan sarana dan kemampuan berpikir yang terbatas? Kemudian di sisi lain justru memaksakan ijtihad mereka kepada seluruh umat Islam? Bukankah ini dua hal yang bertentangan? Mereka mengatakan tidak perlu bermazhab artinya mereka sedang menyuarakan kebebasan berpendapat, tetapi kenyataannya justru mereka amat sangat memaksakan pendapat mereka seolah olah merupakan satu-satunya kebenaran, hal ini justru menafikan prinsip kebebasan berpendapat yang mereka usung pada awalnya. Mereka malah mengatakan bertaqlid pada satu Mazhab itu haram, padahal para Imam Mazhab itu diikuti karena faktor ketinggian ilmu dan agama mereka. Sungguh kerancuan berfikir mereka adalah sesuatu yang tidak sanggup dimengerti.
~
📕Al-Laa Madzhabiyyah Qontoroh al-Laa Diniyyah. Halaman 6 - 10, Cet. Maktabah al Azhariyah lit Turots
===
👨🏭Adam Mostafa EL Prembuny
#madzhab #fiqih #bermadzhab #madzhabfiqih
—
🔰 Petunjuk Tema & Isi Konten
- 🔷️ Aqidah & Filsafat : Memuat tulisan-tulisan tentang pembahasan ilmu kalam, teologi, pemikiran, mantiq, dan filsafat.
- 🔷️Al-Quran & Tafsir : Memuat tulisan-tulisan tentang pembahasan suatu ayat dan tafsirnya, serta ilmu tentang Al-Quran.
- 🔷️ Fiqih & Syari'ah : Memuat tulisan-tulisan tentang pembahasan ilmu fiqih, ibadah, muamalah, munakahat, dan jinayah.
- 🔷️Hadits & Syarah : Memuat tulisan-tulisan tentang pembahasan suatu hadits dan syarahnya, serta ilmu tentang hadits.
- 🔷️Khazanah & Sains : Memuat tulisan-tulisan tentang keajaiban sains, khazanah keislaman, dan ilmu pengetahuan umum.
- 🔷️Lughoh & Nahwu : Memuat tulisan-tulisan tentang pembahasan ilmu bahasa seperti mufrodat, nahwu, shorof, balaghoh
- 🔷️Sejarah & Kisah : Memuat tulisan-tulisan tentang pembahasan sejarah Islam & dunia, serta kisah para Nabi dan Ulama.
- 🔷️Medis & Kesehatan : Memuat tulisan-tulisan pembahasan tentang obat, gizi, kesehatan, penyakit, dan seputar medis.
- 🔷️Psikologi & Relasi : Memuat tulisan-tulisan tentang pembahasan ilmu psikologi, romansa, parenting, dan relasi sosial.
- 🔷️Tajwid & Tahsin : Memuat tulisan-tulisan tentang pembahasan tajwid, makhroj, sifat huruf, qiraah, tahsin dan tilawah Al-Qur`an.
- 🔷️Tasawuf & Mau'idzoh : Memuat tulisan-tulisan tentang pembahasan ilmu akhlaq, pensucian jiwa, dakwah dan nasihat moral.
- 🔷️Qamus Istilah Umum : Memuat tulisan-tulisan tentang ta'rifat, definisi, makna, serta pengertian suatu kata dan kalimat.