Tampilkan postingan dengan label Sejarah & Kisah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah & Kisah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 05 Oktober 2024

💠Kisah Sayidina Ali Dan Kaum Khowarij

Sayyidina Ali *VS* 10 Orang Khowarij Yang Bertanya Mana Dalilnya

Oleh : Adam Mostafa EL Prembuny

☆Referensi saya :

📕Al Mawa'idzh al Ushfuriyyah
👳‍♂️Syaikh Abu Bakar al Masyhur



Dari Ibrahim, dari ‘Alqomah, dari Abdulloh bin Mas’ud, berkata: Rasululloh  ﷺ bersabda: “Barangsiapa yg mempelajari satu bab dari ilmu yg bermanfaat bagi dunianya dan akhiratnya maka Allah memberinya yg lebih baik baginya dari 7000 umur dunia yg siangnya digunakan utk berpuasa dan menghidupkan malamnya yg ibadah tersebut diterima dan tidak ditolak”.

Dari Ibrahim, dari ‘Alqomah dari Abdulloh berkata, Rasululloh ﷺ bersabda: “Membaca al quran adalah pekerjaan orang2 yg berkecukupan, Sholat adalah pekerjaan orang yg lemah, Puasa adalah pekerjaan orang2 fakir, Bertasbih adalah pekerjaan para wanita, Sedekah adalah pekerjaan para dermawan, Berfikir adalah pekerjaan orang yg miskin, maukah aku tunjukkan pada kalian pekerjaan para pahlawan?”, “Wahai Rasululloh, apa pekerjaan para pahlawan?” Beliau menjawab: “Menuntut ilmu, karena ilmu adalah cahaya orang beriman di dunia dan akhirat”.

وقال النبي صلى الله عليه وسلم : أنا مدينة العلم وعلي بابها.
Nabi ﷺ bersabda : “Aku adalah kota ilmu dan 'Ali adalah pintunya”. ~HR. Al Hakim

Ketika kaum Khowarij mengetahui hadits ini, mereka iri tehadap Sayyidina Ali, kemudian sepuluh orang pembesar khowarij berkumpul, mereka berkata :

“Sesungguhnya kita akan bertanya ke Ali satu pertanyaan dan kita akan lihat gimana dia akan jawab ke kita, kalo dia jawab kpd masing2 kita dgn jawaban yg lain maka kita akan tahu bahwa dia adalah orang berilmu sprti telah disabdakan oleh Nabi ﷺ ”.

Kemudian datanglah salah satu dari mereka dan bertanya “Wahai Ali, lebih utama ilmu atau harta?”, Sayyidina Ali menjawab “Ilmu lebih utama daripada harta”, dia bertanya “Mana dalilnya?”, beliau menjawab “Ilmu adalah warisan para Nabi sedangkan harta adalah warisan Qorun, Syadad, Firaun dll.”,
Kemudian orang pertama pergi dgn jawaban ini.

Dan datanglah orang ke 2, lalu ia bertanya seperti yg ditanyakan oleh orang pertama, Sayyidina Ali menjawab “Ilmu lebih utama daripada harta”, dia bertanya “Mana dalilnya?”, beliau menjawab “Ilmu akan menjagamu, sdgkn harta, kamu malah akan menjaganya”,
Orang kedua kemudian pergi dgn jawaban ini,

Datanglah orang ke 3, kemudian bertanya seperti yg ditanyakan orang pertama dan kedua, Sayyidina Ali menjawab “Ilmu lebih utama daripada harta”, dia bertanya “Mana dalilnya?”, beliau menjawab “Pemilik harta memiliki banyak musuh sdgkn pemilik ilmu memiliki banyak teman”,
Kemudian orang ketiga pergi dgn jawaban ini,

Datanglah orang ke 4, dia bertanya “Lebih utama ilmu atau harta?”, Sayidina Ali menjawab “Ilmu lebih utama”, dia bertanya “Mana dalilnya?”, beliau menjawab “Jika engkau menggunakan harta maka harta tersebut akan berkurang sdgkn jika engkau menggunakan ilmu, maka ilmu tersebut akan bertambah”,
Kemudian orang ke 4 pergi dgn jawaban ini,

Hadirlah orang ke 5 lalu bertanya seperti pertanyaan mereka sebelumnya, “Lebih utama ilmu atau harta?”, Sayidina Ali menjawab “Ilmu lebih utama daripada harta”, dia bertanya “Mana dalilnya?”, Sayidina Ali menjawab “Pemilik harta dipanggil dgn julukan pelit sdgkn pemilik ilmu dipanggil dgn julukan yg agung dan mulia”
Kemudian orang ke 5 pergi dgn jawaban ini.

Hadirlah orang ke 6 lalu bertanya ttg hal tersebut, dia bertanya “Lebih utama ilmu atau harta?”, Sayidina Ali menjawab “Ilmu lebih utama”, dia bertanya “Mana dalilnya?”, Sayidina Ali menjawab “Harta dijaga dari pencuri sdgkn ilmu tidak perlu dijaga dari pencuri”, Kemudian orang ke 6 pergi dgn jawaban ini.

Hadirlah orang ke 7, lalu bertanya ttg hal tersebut, Sayidina Ali menjawab "Lebih utama ilmu dprd Harta" , dia bertanya “Mana dalilnya?”, Sayidina Ali menjawab “Pemilik harta dihisab pada hari kiamat sdgkn pemilik ilmu akan diberi syafaat pada hari kiamat”, Maka orang ke 7 pergi dgn jawaban ini.

Dan datanglah orang ke 8, dia bertanya “Lebih utama ilmu atau harta?”, Sayidina Ali menjawab “Ilmu lebih utama daripada harta”, dia bertanya “Mana dalilnya?”, Sayidina Ali menjawab “Harta akan habis seiring waktu dan zaman sdgkn ilmu tidak akan habis oleh waktu dan zaman” Pergilah dia orang ke 8 dgn jawaban ini.

Dan datanglah orang ke 9, dia bertanya “Lebih utama ilmu atau harta?”, Sayidina Ali menjawab “Ilmu lebih utama”, dia bertanya “Mana dalilnya?”, Sayidina Ali menjawab “Harta mengeraskan hati sdgkn Ilmu akan menyinari hati”, Pergilah orang kesembilan dgn jawaban ini.

Datanglah orang ke 10, dia bertanya ttg hal tersebut “Lebih utama ilmu atau harta?”, Sayidina Ali menjawab “Ilmu lebih utama daripada harta”, dia bertanya “Mana dalilnya?”, Sayidina Ali menjawab “Pemilik harta akan mengaku Tuhan sebab hartanya sdgkn pemilik ilmu akan mengaku sbg Hamba,
Andaikan mereka menanyaiku ttg hal ini pasti aku akan menjawab dgn jawaban yg lain juga selama mereka hidup.

Maka mereka datang dan masuk islam semuanya.


📕Al Mawa'idzh al 'Ushfuriyyah halaman 10 - 11, Cet. DKI (darul kutub ilmiyah).




عن إبراهيم عن علقمة عن عبد الله بن مسعود رضي الله تعالى عنهم قال :

قال رسول الله صلى الله تعالى عليه وسلم : « من تعلم بابا من العلم ينتفع به في آخرته ودنياه أعطاه الله خيرا له من عمر الدنيا سبعة آلاف سنة صيام نهارها وقيام لياليها مقبولا غير مردود » ( * )

عن إبراهيم عن علقمة عن عبد الله رضي عنهم قال، قال : قال رسول اللہ ﷺ

: « قراءة القرآن أعمال المكفيين والصلاة أعمال الأعاجز ، والصوم أعمال الفقراء ، والتسبيح أعمال النساء ، والصدقة أعمال الأسخياء ، والتفكر أعمال الضعفاء ، ألا أدلكم على أعمال الأبطال ، قيل : يا رسول الله وما أعمال الأبطال ، قال : طلب العلم فإنه نور المؤمن في الدنيا والآخرة » .

وقال النبي ﷺ : « أنا مدينة العلم وعلي بابها » ،

فلما سمع الخوارج هذا الحديث حسدوا عليا واجتمع عشرة أنفار من كبارهم وقالوا : إنا نسأل منه مسألة واحدة ونرى كيف يجيب لنا فلو أجاب لكل واحد منا جوابا آخر نعلم أنه عالم كما قال النبي ﷺ

1 فجاء واحد منهم وقال : يا علي العلم أفضل أم المال ؟
فأجاب علي فقال : العلم أفضل من المال،
فقال : بأي دليل ؟
قال : العلم ميراث الأنبياء .والمال ميراث قارون وشداد وفرعون وغيرهم . فذهب بهذا الجواب .

2 فجاء الآخر فسأل كما سأل الأول فأجاب علي رضي الله عنه وقال : العلم أفضل من المال ،
فقال : بأي دليل ؟
فقال : العلـم يحرسك والمالتحرسه . فذهب بهذا الجواب .

3 وجاء واحد منهم وسأل كما سأل الأول والثاني ،
فأجاب علي رضي الله عنه وقال : العلم أفضل من المال ،
فقال : بأي دلیل ؟
فقال : لصاحب المال عدو كثير ولصاحب العلم صديق كثير . فذهب بهذا الجواب .

4 وجاء آخر فقال : العلم أفضل أم المال ؟
فقال : العلم أفضل ، فقال : بأي دليل ؟
قال : إذا صرفت من المال فإنه ينقص وإذا صرفت من العلم يزيد . فذهب بهذا الجواب .

5 وحضر آخر فسأل كما سألوا فقال : العلم أفضل أم المال ؟
فقال : العلم المال ، فقال : بأي دليل ؟
قال : صاحب المال يدعى باسم البخل أفضل من واللؤم وصاحب العلم يدعى باسم العظام والكرام . فذهب بهذا الجواب .

6 وحضر آخر وسأل عن ذلك ،فقال : العلم أفضل من المال ،
فقال : بأي دلیل ؟
قال : المال يحفظ من السارق والعلم لا يحفظ من السارق . فذهب بهذا الجواب .

7 وحضر آخر وسأل عن ذالك ،فقال : العلم أفضل أم المال
فقال : بأي دليل ؟
قال : صاحب المال يحاسب يوم القيامة وصاحب العلم يشفع يوم القيامة . فذهب بهذا الجواب .

8 وجاء آخر وقال : العلم أفضل أم المال ؟
فقال : العلم أفضل من المال ،
فقال : بأي دليل ؟
قال : المال يندرس بطول المكث ومرور الزمان والعلم لا يندرس ولا يبلى . فذهب بهذا الجواب .

9 وحضر آخر وسأل فقال : العلم أفضل أم المال ؟
فقال : العلم أفضل ،
فقال : بأي دليل ؟
فقال : المال يقسي القلب والعلم ينور القلب . فذهب بهذا الجواب .

10 وحضر آخر فسأل عن ذلك فقال : العلم أفضل أم المال ؟
فقال : العلم ،
فقال : بأي دليل ؟
قال : صاحب المال يدّعي الربوبية بسبب المال ،
أفضل من المال ويدعي صاحب العلم العبودية ، فلو سألوني عن هذا لأجبت جوابا آخر ما دمت حيا ، فجاؤوا وأسلموا كلهم .


●●●

Rabu, 02 Oktober 2024

💠Abu Muslim al Khoulani dan Istrinya

Kisah Teladan Abu Muslim al Khaulani dan Istrinya

Oleh : Adam Mostafa EL Prembuny

☆Referensi saya :

📕Hilyatul Auliya`wa Thobaqotul Ashfiya'
👳‍♂️Imam Abu Nuaim al Asfahani



Sayyidina Abu Muslim al Khaulani (W 62H), nama aslinya Abdullah bin Tsaub, berasal dari Yaman, seorang tabiin senior yang doanya tak pernah tertolak. Ia beriman sejak masa Rasulullah tapi gak sempet ketemu dengan beliau.

Abu Muslim juga hidup sepanjang pemerintahan Kholifah Muawiyah dan ia sangat disegani oleh Muawiyah karna kezuhudan nya, kesholihan nya dan kemustajaban doanya.

Ada kisah penuh hikmah dari beliau yang bisa kita ambil faedahnya, diriwayatkan di dalam kitab Hilyatul Auliya karya Imam Abu Nuaim al Asfahani  :


"Telah mengabarkan kpd kami Muhammad bin Ahmad bin Muhammad, dia berkata, Telah mengabarkan kpd kami Abu Zur'ah, dia berkata, Telah mengabarkan kpd kami Said bin Asad, dia berkata, Telah mengabarkan kpd kami Dhomroh, dari Ustman bin 'Atho dari Ayah nya, berkata :

(Untuk terjemahan, saya konversi ke bahasa gaul agar lebih mudah difahami)

Abu Muslim Al Khaulani selalu terbiasa mengucap takbir ketika masuk rumah setelah ia pulang dari Masjid. Begitu sampai di ruang tengah, ia bertakbir dan istrinya pun menjawabnya dgn bertakbir.

Suatu malam, sesampainya di rumah, ia bertakbir seperti biasanya. Tapi gak ada yang menjawab takbirnya. Biasanya sang istri juga menyambutnya dan menghidangkan makanan. Tapi kali ini malah tidak.

Apa yang terjadi? Abu Muslim al Khaulani melihat istrinya lagi termenung galau sambil mainan ranting kayu.

🤵Abu Muslim : “Dek, Ada apa denganmu?” tanya Abu Muslim kpd istrinya.

🧕Istri : “Mas... , Orang-orang pada hidup kaya raya, punya pembantu. Sedangkan kita? Padahal Mas Abdul deket lho sama Khalifah Muawiyah. Cobalah dateng ke sana, bilang sama Khalifah biar dia mau kasih bantuan ke kita.”

Abu Muslim terkejut mendengar perkataan istrinya itu. Gak biasanya sang istri mengeluh. Tapi malam ini istrinya justru pengin bantuan lebih dengan menyuruh suaminya mendatangi penguasa utk minta dikasi Pembantu. Akhirnya Abu Muslim berdoa.

🤵 Abu Muslim : “Ya Allah, siapapun yang telah merusak istriku, butakanlah matanya,”

Tiba-tiba doa itu keluar dari lisan Abu Muslim.

Saat itu malam hari di sebuah rumah, sedang duduk seorang wanita. Tiba-tiba seisi ruangan menjadi gelap.

👩‍🦱: “Lah? Kok kalian matiin lampu?” tanya wanita tersebut kepada anggota keluarganya.

👨‍👦‍👦“Gak ada yg matiin lampu. Lampunya kan masih nyala.”

👩‍🦱“Trus, kenapa semua gelap? Ya Allah… apa aku buta…?”

Betapa terkejutnya ia menyadari bahwa matanya tiba-tiba gak bisa melihat.

Sambil ia mengingat-ingat apa yg udah membuatnya tiba-tiba buta. Adakah dosa yg dilakukannya sebelum ini. Akhirnya ia tersadar, sebelumnya Ia sudah ngomporin istrinya Abu Muslim Al Khaulani dgn berkata,

👩‍🦱“Eh, Suamimu itu deket lho sama Kholifah Muawiyah. Kalau dia minta bantuan ke Muawiyah pasti akan dibantu. Bujuk aja suamimu biar minta bantuan sama Muawiyah.”

Sambil nangis, wanita itu datang kepada Abu Muslim al Khaulani. Ia minta didoakan agar matanya disembuhkan Allah. Abu Muslim pun mendoakannya. Dengan izin Allah, mata wanita itu pun sembuh seperti semula. Ia kembali bisa melihat."


📕Hilyatul Auliya' Wa Thobaqotul Ashfiya, jilid 2 halaman 104, Cet. Darul Fikr.



Pelajaran yg bisa diambil dari kisah tadi :

1. Selalu bersyukur dgn nikmat yg telah Allah anugerahkan apapun kondisinya dan berapapun jumlahnya.
2. Tidak boleh mengganggu dan ikut campur rumah tangga orang lain.
3. Ucapkan lah kalimat2 dzikir dan salam sebelum memulai sesuatu terutama masuk rumah atau masuk ruangan.
4. Apapun provokasi dari orang asing, jangan sampai mempengaruhi keharmonisan hubungan dgn pasangan kita. Tetap jaga keutuhan rumah tangga kita.


حدثنا محمد بن أحمد بن محمد ، قال : ثنا أبو زرعة ، قال : ثنا سعيد بن أسد ، قال : ثنا ضمرة ، عن عثمان بن عطاء ، عن أبيه ، قال : كان أبو مسلم الخولاني إذا انصرف إلى منزله من المسجد كبر على باب منزله فتكبر امرأته ، فإذا كان في صحن داره [ ص: 130 ] كبر فتجيبه امرأته ، وإذا بلغ باب بيته كبر فتجيبه امرأته ، فانصرف ذات ليلة فكبر عند باب داره فلم يجبه أحد ، فلما كان في الصحن كبر فلم يجبه أحد ، فلما كان عند باب بيته كبر فلم يجبه أحد ، وكان إذا دخل بيته أخذت امرأته رداءه ونعليه ثم أتته بطعامه ، قال : فدخل البيت فإذا البيت ليس فيه سراج ، وإذا امرأته جالسة في البيت منكسة تنكت بعود معها ، فقال لها : ما لك ؟ قالت : أنت لك منزلة من معاوية وليس لنا خادم فلو سألته فأخدمنا وأعطاك ، فقال : اللهم من أفسد علي امرأتي فأعم بصرها ، قال : وقد جاءتها امرأة قبل ذلك ، فقالت لها : زوجك له منزلة من معاوية فلو قلت له يسأل معاوية يخدمه ويعطيه عشتم ، قال : فبينا تلك المرأة جالسة في بيتها إذ أنكرت بصرها ، فقالت : ما لسراجكم طفئ ؟ قالوا : لا ، فعرفت ذنبها ، فأقبلت إلى أبي مسلم تبكي وتسأله أن يدعو الله عز وجل لها أن يرد عليها بصرها ، قال : فرحمها أبو مسلم فدعا الله لها فرد عليها بصرها .

Jumat, 20 September 2024

💠Kisah Abu Utsman al Hiri - Menjaga Perasaan Istri

Menjaga Perasaan Pasangan Lebih Utama Daripada Menuruti Ego Diri Sendiri - Kisah Abu Utsman al Hiri

Oleh : Adam Mostafa EL Prembuny


☆Referensi saya :

📚Tarikh Baghdad
👳‍♂️Imam Khotib al Baghdadi


~ Syaikh Abu Utsman al Hiri adalah salah satu ulama salafusholih yang menjaga sholat dan amalan sholih lainnya. Ternyata beliau menyimpulkan bahwa amalan yang menolongnya di hadapan Allah bukanlah hal itu, tapi usahanya dalam menjaga perasaan dan membahagiakan hati sang istri, walau Abu Utsman sendiri tidak begitu nyaman dengan kondisi fisik istrinya yang cacat dan beliau pun harus ninggalin banyak majelis ilmu demi setia nemenin istrinya tersebut.
Bisa dibilang, beliau termasuk pria yang cintanya gak mandang fisik, jadi jangan pernah anggap semua cowo itu mandang fisik ya ughtea 😁.

Inilah kisah beliau yang bisa kita ambil pelajaran darinya, Imam al Khotib al Baghdadi meriwayatkan kisahnya sebagai berikut :

أخبرني محمد بن أحمد بن يعقوب، أخبرنا محمد بن نعيم الضبي قال: سمعت أمي تقول: سمعت مريم امرأة أبي عثمان تقول: صادفت من أبي عثمان خلوة فاغتنمتها، فقلت: يا أبا عثمان أي عملك أرجى عندك؟ فقال: يا مريم لما ترعرعت وأنا بالري، وكانوا يريدونني على التزويج فأمتنع، جاءتني امرأة فقالت: يا أبا عثمان قد أحببتك حبا ذهب بنومي وقراري، وأنا أسألك بمقلب القلوب، وأتوسل به إليك أن تتزوج بي. قلت: ألك والد؟ قالت: نعم فلان الخياط في موضع كذا وكذا فراسلت أباها أن يزوجها مني ففرح بذلك، وأحضرت الشهود فتزوجت بها، فلما دخلت بها وجدتها عوراء، عرجاء مشوهة الخلق، فقلت: اللهم لك الحمد على ما قدرته لي، وكان أهل بيتي يلومونني على ذلك فأزيدها برا وإكراما، إلى أن صارت بحيث لا تدعني أخرج من عندها، فتركت حضور المجالس إيثارا لرضاها وحفظا لقلبها. ثم بقيت معها على هذه الحال خمس عشرة سنة، وكأني في بعض أوقاتي على الجمر وأنا لا أبدى لها شيئا من ذلك إلى أن ماتت، فما شئ أرجى عندي من حفظي عليها ما كان في قلبها من جهتي.


■ Telah mengabarkan kepada ku, Muhammad bin Ahmad bin Ya'qub, dia berkata : Telah mengabarkan kepada kami, Muhammad bin Nuaim ad Dhobi, Dia berkata : Aku mendengar Ibuku telah berkata : Aku mendengar Maryam istri Abu Utsman, dia berkata  :

Suatu hari, aku sedang berduaan dengan Abu Utsman, (Maryam adalah salah satu istri beliau setelah istri yang pertama wafat)

Aku (Maryam) berkata : 

“Wahai Abu Utsman, amalan apa yang kamu harapkan sebagai bekal menghadap Allah dari apa yang telah kamu lakukan selama ini?”

Abu Utsman lalu berkata :

"Waktu saya tinggal di kota Rai, para penduduknya mendesak saya agar segera menikah, tapi saya menolak. 

Di kemudian hari, datanglah seorang wanita yg menyatakan kpd ku, “Wahai Abu Utsman, aku jatuh cinta sama kamu sampe aku susah tidur. Dan aku mutusin utk memohon sama Allah agar aku bisa nikah sama kamu.”

Saya (Abu Utsman) bertanya, “Kamu masih punya bapak?”

Wanita itu menjawab, “Ya, dan bapakku adalah seorang tukang jahit.”

Akhirnya, saya berjanji bakal menikahinya dan dia pun senang. Kemudian dilakukanlah akad nikah dengan para saksinya. Tapi setelah resmi jadi pasangan sah lalu saya melihat fisiknya dia, saya akhirnya baru tahu bahwa salah satu mata istri saya buta dan kakinya pincang, serta memiliki wajah yang jelek.

Saat itu saya mengucapkan, “Ya Allah, segala puji bagi Mu atas apa yang engkau takdirkan kepada ku.”

Keluarga saya mencela saya atas keputusan saya telah menikahi wanita itu, “Tapi saya tetep berusaha bahagiain wanita itu. Sampai suatu saat dia menginginkan agar aku tetap bersamanya.

Wanita : "Jangan tinggalin aku ya mas, aku pengin kita sama-sama terus 🥺".

Maka saya rela ninggalin banyak majelis ilmu demi menemani dia dan untuk menjaga perasaannya.
Kehidupan yang sprti demikian itu saya jalani sampe 15 tahun dan kadang saya ngerasa tersiksa sama keadaaan yang seperti itu. Tapi saya sama sekali nggak pernah ngeluh ke dia, sampe akhirnya dia pun wafat.”

Abu Utsman lalu berkata ke Maryam :

“Maka dari amalanku, yang aku harap bisa menjadi bekal di hadapan Allah adalah usahaku untuk menjaga perasaan nya (istri pertama).” 


📕Tarikh Baghdad, juz 9 halaman 103. Cet. DKI (darul kutub 'ilmiyah)

●●●

👋 Panduan Membaca

💠Penjelasan Tema Artikel

                  Tema  & Isi Pembahasannya   • Aqidah & Filsafat Memuat tulisan-tulisan pembahasan tentang ilmu kalam, teologi, pe...