Tampilkan postingan dengan label Al-Quran & Tafsir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Al-Quran & Tafsir. Tampilkan semua postingan

Minggu, 06 Oktober 2024

๐Ÿ’ Kaum Musyrikin Itu Najis Menurut Al-Quran

Kaum Musyrikin Itu Najis - Tafsir At Taubah Ayat 28

Oleh : Adam Mostafa EL Prembuny


☆Referensi saya :

๐Ÿ“•Tafsir Quran Al Munir
๐Ÿ‘ณ‍♂️Syaikh DR. Wahbah Zuhaili

~

▪︎ Thoharoh atau Bersuci, itu ada 2 jenis :


1. Bersuci secara hissi/inderawi (tampak).

Yakni membersihkan diri dari najis-najis hissy seperti bekas kotoran, kencing, darah, nanah dan bangkai.
Cara bersucinya yakni dengan mengalirkan & membasuhnya dengan air yang suci dan mensucikan.

Najis hissy adalah benda-benda yang secara umum dianggap kotor menurut syariat Islam seperti yang sudah disebutkan di atas.

2. Bersuci secara maknawi/majazi (abstrak).

Yang dimaksud bersuci secara maknawi adalah seseorang yang membersihkan diri dari najis-najis maknawi seperti kesyirikan, kefasikan, kemaksiyatan dan kekufuran dan perbuatan dosa lainnya.
Cara bersucinya dengan cara bertaubat kepada Allah dan menjauhi hal-hal terlarang yang telah disebutkan tadi.
 
Dan najis maknawi adalah najis i'tiqod/keyakinan serta perbuatan yang bersifat kesyirikan, kekufuran, kefasikan dan kemaksiatan.

Najis maknawi adalah salah satu najis yang dimaksud dalam ayat Al-Qur'an :
"ูŠَุง ุฃَูŠُّู‡َุง ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุขู…َู†ُูˆุง ุฅِู†َّู…َุง ุงู„ْู…ُุดْุฑِูƒُูˆู†َ ู†َุฌَุณٌ "
"..innamal musyrikuuna najasun...".

~

▪︎ Tafsir dan Penjelasan


"Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul Nya, sesungguhnya orang-orang musyrik adalah Najis, aqidah mereka rusak serta bergelimang dalam najis. Mereka orang-orang yang najis karena buruknya bagian dalam tubuh mereka dan kerusakan aqidah mereka karena menyembah berhala-berhala dan patung-patung atau karena mereka bersama dengan kemusyrikan.
Mereka adalah seperti najis yang harus dijauhi atau karena mereka tidak bersuci, tidak mandi junub dan tidak menjauhi najis-najis yang tampak. Jika mereka orang-orang yang najis, janganlah mereka memasuki Masjidil Harom, jangan pula thowaf dalam keadaan telanjang.
Ini adalah larangan kepada orang-orang mukmin agar tidak mengizinkan orang-orang musyrik memasuki Masjidil Harom setelah tahun ke 9 H. 

Firman Allah : (Innamal musyrikuna najasun} menunjukkan pembatasan makna. Maksudnya, tidak ada yang najis kecuali orang Musyrik. Yang dimaksud dengan orang-orang musyrik menurut pendapat mayoritas ulama adalah para penyembah berhala. Sekelompok ulama berpendapat bahwa ayat ini mencakup semua orang kafir dengan dalil firman Allah :

"Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) karena mempersekutukan-Nya (syirik), dan Dia mengampuni opa (dosa) yang selain (syirik) itu bagi siapa yang Dia kehendaki." ๐Ÿ“šAn Nisaa' : 48

Ini adalah pendapat yang paling unggul dan yang tampak dari ayat tersebut yang dimaksud dengan najis di situ adalah Najis Maknawi, yakni najis i'tiqod (keyakinan). 
Imam Az Zamakhsyari meriwayatkan dari Ibnu Abbas RA bahwa orang-orang musyrik itu Najis sebagaimana najisnya anjing dan babi, sesuai makna dzohir dari ayat tersebut. Namun mayoritas ulama Fuqoha' sepakat bahwa mereka berbeda dengan pendapat pertama tersebut, mereka berpendapat bahwa Badan mereka (orang-orang Musyrik) itu suci.

Orang Musyrik atau orang kafir itu bukanlah Najis secara fisik dan zat, sebab Allah telah menghalalkan makanan yang diberikan Ahlul kitab (non muslim) untuk kaum Muslimin."


๐Ÿ“•Tafsir Quran, Al Munir fil Aqidati wa Syari'ati wal Manhaji, Jilid 5, Surah at Taubah : 28, halaman 516, Cet. Darul Fikr.


○○○



Jumat, 27 September 2024

๐Ÿ’ Hukum Jual Beli Saat Masuk Waktu Jumat

Rincian Lengkap dan Penjelasan Hukum Jual Beli Saat Tiba Pelaksanaan Sholat Jumat

Oleh : Adam Mostafa EL Prembuny


☆Referensi saya :

๐Ÿ“•Al Hawi al Kabir, 
๐Ÿ‘ณ‍♂️Imam al Mawardi

๐Ÿ“•Tafsir Al Jami' li Ahkamil Qur'an
๐Ÿ‘ณ‍♂️Imam al Qurthubi

๐Ÿ“•Tafsir Al Qur'anil 'Adzhim
๐Ÿ‘ณ‍♂️Imam Ibnu Katsir

๐Ÿ“•Al Muhadzdzab
๐Ÿ‘ณ‍♂️Imam Asy Syairozi

๐Ÿ“•Al Mu'tamad fil Fiqhi asy Syafii
๐Ÿ‘ณ‍♂️Syaikh Muhammad Az Zuhaili




 Firman Allah Ta’ala,

ูŠٰุٓงَูŠُّู‡َุง ุงู„َّุฐِูŠْู†َ ุงٰู…َู†ُูˆْุٓง ุงِุฐَุง ู†ُูˆْุฏِูŠَ ู„ِู„ุตَّู„ٰูˆุฉِ ู…ِู†ْ ูŠَّูˆْู…ِ ุงู„ْุฌُู…ُุนَุฉِ ูَุงุณْุนَูˆْุง ุงِู„ٰู‰ ุฐِูƒْุฑِ ุงู„ู„ّٰู‡ِ ูˆَุฐَุฑُูˆุง ุงู„ْุจَูŠْุนَۗ ุฐٰู„ِูƒُู…ْ ุฎَูŠْุฑٌ ู„َّูƒُู…ْ ุงِู†ْ ูƒُู†ْุชُู…ْ ุชَุนْู„َู…ُูˆْู†َ 

“Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum’at, Maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”(QS. Al Jumu’ah : 9)

☆Hukum asal dari transaksi jual beli adalah 
diperbolehkan, kecuali kalo ada praktek
tertentu yang dilarang syariat, maka hukum transaksinya menjadi terlarang alias Haram.

Salah satu contoh dari praktek jual beli yang 
terlarang (Haram) adalah ketika transaksinya dilakukan pada saat adzan jumat telah/sedang dikumandangkan.


1. Apakah larangan hanya berlaku pada akad jual beli aja?

Menurut Ulama Syafiiyah, Keharaman ini gak terbatas pada jual beli aja, tapi termasuk di dalam nya semua akad yang bisa memalingkan/mengalihkan seseorang dari mengingat Allah dan mendengar khutbah Jum’at seperti akad nikah, sewa-menyewa dan akad lain.

Imam al Mawardi di dlm kitab ๐Ÿ“•Al Hawi al Kabir (16/147 ), beliau menjelaskan :

ููƒุงู† ู…ุนู†ู‰ ู†ู‡ูŠู‡ ุนู† ุงู„ุจูŠุน ุฃู†ู‡ ุดุงุบู„ ุนู† ุญุถูˆุฑ ุงู„ุฌู…ุนุฉ ، ููƒุง ู†ุช ุนู‚ูˆุฏ ุงู„ู…ุงูƒุญ ูˆุงู„ุฅุฌุงุฑุงุช ูˆุณุงุฆุฑ ุงู„ุฃุนู…ุงู„ ูˆุงู„ุตู†ุงุฆุน ู‚ูŠุงุณุง ุนู„ู‰ ุงู„ุจูŠุน ، ู„ุฃู†ู‡ ุดุงุบู„ ุนู† ุญุถูˆุฑ ุงู„ุฌู…ุนุฉ .

“Maksud dari dilarangnya jual-beli, karena jual-beli itu memalingkan seseorang dari mendatangi shalat Jum’at, makanya seluruh akad pernikahan  dan sewa-menyewa, serta setiap bentuk kegiatan dan kerajinan disamakan dgn jual beli, karena semuanya memalingkan seseorang dari menghadiri shalat Jum’at.“


2. Batas Waktu yg Mulai Diharamkan.

Mayoritas ulama menyatakan bahwa KEHARAMAN
untuk jual beli dimulai pas Muadzin mengumandangkan Adzan dan Khotib sedang/sudah naik ke mimbar. (Kalo di madzhab Syafii itu pas adzan kedua, kalo masih adzan pertama masih boleh yagesyaa, tapi makruh.. ๐Ÿ˜)

ูˆููŠ ูˆู‚ุช ุงู„ุชุญุฑูŠู… ู‚ูˆู„ุงู† ؛ุงู„ุฃูˆู„ : ุฃู†ู‡ ู…ู† ุจุนุฏ ุงู„ุฒูˆุงู„ ุฅู„ู‰ ุงู„ูุฑุงุบ ู…ู† ุงู„ุตู„ุงุฉ ، ู‚ุงู„ู‡ ุงู„ุถุญุงูƒ ، ูˆุงู„ุญุณู† ูˆุงู„ุนุทุงุกุงู„ุซุงู†ูŠ : ู…ู† ูˆู‚ุช ุฃุฐุงู† ุงู„ุฎุทุจุฉ ุฅู„ู‰ ูˆู‚ุช ุงู„ุตู„ุงุฉ ، ู‚ุงู„ู‡ ุงู„ุดุงูุนูŠ

“Terkait detail waktu keharaman jual beli, ada dua pendapat :

Yang Pertama, dimulai sejak Zawal (matahari tergelincir dari tengah hari) sampai sholat Jumat selesai. Ini adalah pendapat Imam ad Dhohhak, Hasan dan Atho’. 
Yang kedua, dimulai sejak dikumandangkan adzan khutbah (Adzan yg kedua) sampai dengan waktu shalat Jumat. Ini adalah pendapat Imam Syafii.”

ู…ู†ุน ุงู„ู„ู‡ ุนุฒ ูˆุฌู„ ู…ู†ู‡ ุนู†ุฏ ุตู„ุงุฉ ุงู„ุฌู…ุนุฉ ، ูˆุญุฑู…ู‡ ููŠ ูˆู‚ุชู‡ุง ุนู„ู‰ ู…ู† ูƒุงู† ู…ุฎุงุทุจุง ุจูุฑุถู‡ุง.

Allah melarang jual-beli ketika shalat Jum’at, dan diharamkan untuk melakukan transaksi tersebut pada waktu (shalat Jum’at ) bagi siapa yg terkena kewajiban Jum’at. “

๐Ÿ“•Tafsir Imam al Qurthubi : 18/107.


ูˆู„ู‡ุฐุง ุงุชูู‚ ุงู„ุนู„ู…ุงุก ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ู… ุนู„ู‰ ุชุญุฑูŠู… ุงู„ุจูŠุน ุจุนุฏ ุงู„ู†ุฏุงุก ุงู„ุซุงู†ูŠ

"(Firman Allah:  ูˆَุฐَุฑُูˆุง ุงู„ْุจَูŠْุนَ  yaitu; bersegeralah untuk mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli jika telah diseru untuk shalat)  

Dan oleh karenanya para ulama telah bersepakat akan haramnya jual beli setelah adzan kedua”.

๐Ÿ“•Tafsir Imam Ibnu Katsir: 8/122


2. Status Jual Beli.

Ketika ada yg melakukan transaksi jual beli saat 
adzan jumat sudah/sedang dikumandangkan, maka 
bagaimana hukumnya?

"Jual Beli tetap Sah tapi Berdosa".  Pendapat ini disampaikan oleh ulama dari mazhab Syafi’i dan kalangan ulama madzhab Hanafi yg beralasan bahwa larangan jual beli di sini gak terkait dgn transaksi jual belinya, tapi larangan tersebut mengarah pada akibat dari jual belinya, yaitu gak ndengerin khutbah. 

Larangannya gak ada hubungannya sama
inti akad dan syarat sah akad. Jadi jual belinya tetap sah, tapi pelakunya berdoza yagesya.. ๐Ÿ˜
Imam asy Syairozi dlm kitab ๐Ÿ“•Al Muhadzdzab, beliau berkata :

ูˆู„ุงูŠุจุทู„ ุงู„ุจูŠุน ู„ุฃู† ุงู„ู†ู‡ูŠ ู„ุง ูŠุฎุชุต ุจุงู„ุนู‚ุฏ ูู„ู… ูŠู…ู†ุน ุงู„ุตู„ุงุฉ ูƒุง ู„ุตู„ุงุฉ ููŠ ุงู„ุฃุฑุถ ุงู„ู…ุบุตูˆุจุฉ

“Tidak membatalkan akad jual beli (akadnya sah), 
karena sesungguhnya larangan tersebut gak 
dikhususin pada akad, sementara akad tidak 
menghalangi sholat, sehingga seperti (hukum) 
shalat di bumi yg dighoshob (berdosa).”
"Sah" berarti terjadi perpindahan kepemilikan dan tidak bisa dibatalkan lagi.


3. Gimana rincian hukum jual belinya?

Dalam kitab ๐Ÿ“•Al Mu’tamad Fil Fiqhi Asy Syafi’i, karya Syaikh Muhammad az Zuhaili, beliau menjelaskan rincian tentang hukum jual beli saat tiba pelaksanaan sholat Jumat, dibagi dlm beberapa kondisi :

ุงู„ุจูŠุน ูˆู‚ุช ุตู„ุงุฉ ุงู„ุฌู…ุนุฉ:
ู‚ุงู„ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰: ( ูŠุฃูŠู‡ุง ุงู„ุฐูŠู† ุกุงู…ู†ูˆุง ุฅุฐุง ู†ูˆุฏูŠ ู„ู„ุตู„ูˆุฉ ู…ู† ูŠูˆู… ุงู„ุฌู…ุนุฉ ูุงุณุนูˆุง ุฅู„ู‰ ุฐูƒุฑ ุงู„ู„ู‡ ูˆุฐุฑูˆุง ุงู„ุจูŠุน ุฐู„ูƒู… ุฎูŠุฑ ู„ูƒู… ุฅู† ูƒู†ุชู… ุชุนู„ู…ูˆู†﴾ [ุงู„ุฌู…ุนุฉ : ูฉ]. ูุงู„ุจูŠุน ููŠ ูŠูˆู… ุงู„ุฌู…ุนุฉ ู„ู‡ ุชูุตูŠู„ :
ูก ู€ ุฅุฐุง ูƒุงู† ุงู„ุจูŠุน ู‚ุจู„ ุงู„ุฒูˆุงู„ ุฌุงุฒ، ูˆู„ู… ูŠูƒุฑู‡ ู„ู„ุฌู…ูŠุน ูƒุณุงุฆุฑ ุงู„ุฃูˆู‚ุงุช .
ูข ู€ ูˆูƒุฐู„ูƒ ู„ุง ูŠูƒุฑู‡ ุงู„ุจูŠุน ุจุนุฏ ุงู†ุชู‡ุงุก ุตู„ุงุฉ ุงู„ุฌู…ุนุฉ، ู„ู‚ูˆู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰: ﴿ ูุฅุฐุง ู‚ุถูŠุช ุงู„ุตู„ูˆุฉ ูุงู†ุชุดุฑูˆุง ููŠ ุงู„ุฃุฑุถ ูˆุงุจุชุบูˆุง ู…ู† ูุถู„ ุงู„ู„ู‡ ูˆุงุฐูƒุฑูˆุง ุงู„ู„ู‡ ูƒุซูŠุฑุง ู„ุชู„ูƒ ุชูู„ุญูˆู†﴾ [ุงู„ุฌู…ุนุฉ : 10] .
ูฃ ู€ ุฅุฐุง ุชุจุงูŠุน ุฑุฌู„ุงู† ู„ูŠุณุง ู…ู† ุฃู‡ู„ ูุฑุถ ุงู„ุฌู…ุนุฉ ู„ู… ูŠุญุฑู… ุงู„ุจูŠุน ูˆู„ู… ูŠูƒุฑู‡ ุทูˆุงู„ ุงู„ูŠูˆู…، ูˆุญุชู‰ ุฃุซู†ุงุก ุตู„ุงุฉ ุงู„ุฌู…ุนุฉ .
ูค ู€ ุฅุฐุง ูƒุงู† ุงู„ู…ุชุจุงูŠุนุงู† ู…ู† ุฃู‡ู„ ูุฑุถู‡ุง، ุฃูˆ ุฃุญุฏู‡ู…ุง ู…ู† ุฃู‡ู„ ูุฑุถู‡ุง، ูˆูƒุงู† ุงู„ุจูŠุน ุจุนุฏ ุงู„ุฒูˆุงู„ ูˆู‚ุจู„ ุธู‡ูˆุฑ ุงู„ุฅู…ุงู…، ุฃูˆ ู‚ุจู„ ุฌู„ูˆุณู‡ ุนู„ู‰ ุงู„ู…ู†ุจุฑ، ูˆู‚ุจู„ ุดุฑูˆุน ุงู„ู…ุคุฐู† ููŠ ุงู„ุฃุฐุงู† ุจูŠู† ูŠุฏูŠ ุงู„ุฎุทูŠุจ ، ูƒุฑู‡ ุงู„ุจูŠุน ูƒุฑุงู‡ุฉ ุชู†ุฒูŠู‡ .
ู‡ ู€ ุฅุฐุง ูƒุงู† ุงู„ุจูŠุน ุจุนุฏ ุฌู„ูˆุณ ุงู„ุฅู…ุงู… ุนู„ู‰ ุงู„ู…ู†ุจุฑ ูˆุดุฑูˆุน ุงู„ู…ุคุฐู† ููŠ ุงู„ุฃุฐุงู† ุญุฑู… ุงู„ุจูŠุน ุนู„ู‰ ุงู„ู…ุชุจุงูŠุนูŠู† ุฌู…ูŠุนุงً، ูˆุฃุซู…ุง، ู„ู„ุขูŠุฉ ุงู„ูƒุฑูŠู…ุฉ
 . ูˆูƒุฐู„ูƒ ูŠุญุฑู… ุงู„ุจูŠุน ุฅุฐุง ูƒุงู† ุฃุญุฏ ุงู„ู…ุชุจุงูŠุนูŠู† ู…ู† ุฃู‡ู„ ูุฑุถ ุงู„ุฌู…ุนุฉ، ูˆุงู„ุขุฎุฑ ู„ูŠุณ ู…ู† ุฃู‡ู„ ูุฑุถ ุงู„ุฌู…ุนุฉ، ูˆูŠุฃุซู…ุงู† ุฌู…ูŠุนุงً، ู„ุฃู† ุงู„ุฃูˆู„ ุชูˆุฌู‡ ุนู„ูŠู‡ ุงู„ูุฑุถ، ูุงุดุชุบู„ ุนู†ู‡ ، ูˆุงู„ุขุฎุฑ ุดุบู„ู‡ ุนู† ุงู„ูุฑุถ، ูˆูŠุญุตู„ ุงู„ุฅุซู… ุจู…ุฌุฑุฏ ุดุฑูˆุน ุงู„ู…ุคุฐู† ููŠ ุงู„ุฃุฐุงู† ู„ุธุงู‡ุฑ ุงู„ุขูŠุฉ ุงู„ูƒุฑูŠู…ุฉ .
 ูฆ ู€ ุฅุฐุง ุฃุฐู† ุงู„ู…ุคุฐู† ู‚ุจู„ ุฌู„ูˆุณ ุงู„ุฅู…ุงู… ุนู„ู‰ ุงู„ู…ู†ุจุฑ ูƒุฑู‡ ุงู„ุจูŠุน ูˆู„ู… ูŠุญุฑู….
ูง ู€ ุฅุฐุง ุณู…ุน ู…ู† ูˆุฌุจุช ุนู„ูŠู‡ ุงู„ุฌู…ุนุฉ ุงู„ู†ุฏุงุก، ูู‚ุงู… ููŠ ุงู„ุญุงู„ ู‚ุงุตุฏุงً ุงู„ุฌู…ุนุฉ ، ูุชุจุงูŠุน ููŠ ุทุฑูŠู‚ู‡، ูˆู‡ูˆ ูŠู…ุดูŠ، ูˆู„ู… ูŠู‚ู، ุฃูˆ ู‚ุนุฏ ููŠ ุงู„ุฌุงู…ุน ูุจุงุน، ูู„ุง ูŠุญุฑู…، ูˆู„ูƒู†ู‡ ูŠูƒุฑู‡ ، ู„ุฃู† ุงู„ู…ู‚ุตูˆุฏ ููŠ ุงู„ุขูŠุฉ ุฃู† ู„ุง ูŠุชุฃุฎุฑ ุนู† ุงู„ุณุนูŠ ุฅู„ู‰ ุงู„ุฌู…ุนุฉ . ูˆุฎุต ุงู„ุจูŠุน ู„ุฃู†ู‡ ูˆุฑุฏ ููŠ ุงู„ู‚ุฑุขู† ุงู„ูƒุฑูŠู…، ูˆูŠู‚ุงุณ ุนู„ูŠู‡ ุบูŠุฑู‡ ู…ู† ูƒู„ ู…ุง ูŠุดุบู„ ุนู† ุงู„ุณุนูŠ ู„ุตู„ุงุฉ ุงู„ุฌู…ุนุฉ ، ูƒุณุงุฆุฑ ุงู„ุนู‚ูˆุฏ ูˆุงู„ุตู†ุงุฆุน ูˆุงู„ุฃุนู…ุงู„


1. Jika jual belinya dilakukan sebelum Zawal (matahari geser dikit setelah tengah hari), 》Maka hal itu diperbolehkan, dan tidak makruh utk semua orang, sebagaimana pada waktu-waktu lainnya.

 2. Demikian juga setelah selesai sholat Jumat, 》Maka tidak makruh, sesuai dgn firman Allah taala : 
""Apabila shalat telah dilaksanakan, maka bertebaranlah kamu di bumi; carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak agar kamu beruntung“".
(QS: Al Jumu'ah - 10).

3 - Jika ada dua laki-laki yg gak termasuk orang yg wajib melaksanakan Sholjum, 》Maka transaksinya tidak diharamkan dan tidak dimakruhkan sepanjang hari itu, bahkan pada saat sholat Jumat sekalipun.

 4. Jika kedua belah pihak yg berjualan termasuk yg wajib Sholjum, atau salah satu di dari mereka termasuk yg wajib, dan transaksinya dilakukan setelah Zawal dan sebelum Imam hadir atau sebelum Imam duduk di mimbar, dan sebelum Muadzin mulai mengumandangkan adzan (kedua) di hadapan Khotib, 》Maka jual beli/transaksi tersebut hukumnya Makruh.  Makruh tanzih.

 5. Jika jual beli dilakukan setelah Imam duduk di mimbar dan Muadzin mengumandangkan Adzan kedua, 》Maka jual beli tersebut diharamkan bagi semua pihak  yg bertransaksi, dan termasuk berdosa berdasarkan ayat Karimah (QS: Al Jumu'ah - 9). 

Dan begitu pula Haram melakukan transaksi apabila salah satu pihak adalah orang yg wajib sholat jum’at dan pihak yg kedua tidak diwajibkan melaksanakan sholat jum’at. 
Keduanya tetap berdosa, karena pihak yg pertama mempunyai kewajiban untuk shalat jum’at tapi dia melalaikannya sebab melakukan jual beli. 
Dan pihak kedua pun berdosa karna terlibat dlm hal melalaikan kewajiban sholat Jum’at pihak yg pertama. Dosa tersebut terjadi ketika adzan kedua dikumandangkan berdasarkan apa yg tersirat dari ayat Karimah (QS: Al Jumu’ah - 9).

 6. Jika Muadzin mengumandangkan adzan (pertama) sebelum Imam duduk di mimbar, 》Maka transaksi jual beli tersebut Makruh dan tidak Haram.

7. Jika orang yg dikenai kewajiban sholat Jum'at itu mendengar adzan, lalu segera berdiri, berniat menunaikan sholat Jumat, dan melakukan transaksi jual-beli dlm perjalanannya sambil terus berjalan dan gak berhenti, atau ngga duduk di perkumpulan transaksinya, 》 Maka hukumnya Tidak Haram, tapi Makruh,

Karena yang dimaksud dlm ayat tersebut adalah tidak boleh menunda/mengakhirkan dlm menunaikan sholat Jumat dan tidak boleh mengutamakan jual beli, sebab telah disebutkan dlm Al Qur’an, dan sprti yg selainnya, termasuk segala sesuatu yg mengalihkan perhatian seseorang dari sholat Jumat, seperti semua akad, jual beli, dan pekerjaan lainnya (tanpa udzur).

๐Ÿ“•Al Mu’tamad Fil Fiqhi Asy Syafi’i juz 1 hlm 500 cet. Darul Qolam.


●●●

Jumat, 20 September 2024

๐Ÿ’ Tafsir Surah Asy Syu'aro Ayat 224 – 227

Tafsir Surah Asy Syu'aro Ayat 224-227 Penyair Yang Tercela dan Yang Terpuji

Oleh : Adam Mostafa EL Prembuny


๐Ÿ“šKitab : Al Quran dan Tafsirnya Edisi Depag RI 


ูˆَุงู„ุดُّุนَุฑَุงุกُ ูŠَุชَّุจِุนُู‡ُู…ُ ุงู„ْุบَุงูˆُูˆู†َ (224) ุฃَู„َู…ْ ุชَุฑَ ุฃَู†َّู‡ُู…ْ ูِูŠ ูƒُู„ِّ ูˆَุงุฏٍ ูŠَู‡ِูŠู…ُูˆู†َ (225) ูˆَุฃَู†َّู‡ُู…ْ ูŠَู‚ُูˆู„ُูˆู†َ ู…َุง ู„َุง ูŠَูْุนَู„ُูˆู†َ (226) ุฅِู„ุง ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุขู…َู†ُูˆุง ูˆَุนَู…ِู„ُูˆุง ุงู„ุตَّุงู„ِุญَุงุชِ ูˆَุฐَูƒَุฑُูˆุง ุงู„ู„َّู‡َ ูƒَุซِูŠุฑًุง ูˆَุงู†ْุชَุตَุฑُูˆุง ู…ِู†ْ ุจَุนْุฏِ ู…َุง ุธُู„ِู…ُูˆุง ูˆَุณَูŠَุนْู„َู…ُ ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุธَู„َู…ُูˆุง ุฃَูŠَّ ู…ُู†ْู‚َู„َุจٍ ูŠَู†ْู‚َู„ِุจُูˆู†َ (227) 


"Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang-orang yang sesat. Tidakkah kamu melihat bahwa mereka mengembara di tiap-tiap lembah dan bahwa mereka suka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakannya? kecuali orang-orang (penyair-penyair) yang beriman dan beramal saleh dan banyak menyebut Allah dan mendapat kemenangan sesudah menderita kezaliman. Dan orang-orang yang zalim itu kelak akan mengetahui ke tempat mana mereka akan kembali." 

●{Ayat ke 224}

Ayat ini menerangkan bahwa para penyair pada waktu itu sering diikuti orang2 yg sesat dan menyimpang dari jalan yg lurus serta 
cenderung kepada perbuatan yg merusak. Sedangkan para pengikut Nabi Muhammad bukanlah yg demikian. Mereka banyak beribadah terutama sholat dan selalu bersikap zuhud. 

●{Ayat ke 225-226}

Ayat ini menerangkan jalan-jalan sesat yg telah ditempuh oleh para penyair dlm menyusun syairnya, yaitu: 

1. Para penyair itu membuat syair tanpa tujuan yg jelas. Kadang2 mereka memuji sesuatu yg pernah mereka cela, mengagungkan sesuatu yg pernah mereka hina, dan mengakui sesuatu yg pernah mereka ingkari kebenarannya. 

Hal ini membuktikan bahwa tujuan mereka membuat syair bukan untuk mencari kebenaran atau menyatakan sesuatu yg benar. Dlm menyusun syair2 itu, mereka hanya berpegang pada hayalan. Semakin banyak khayalan dan angan2 mereka, semakin baik pula syair yg mereka buat. Kesesatan ahli syair itu hanya diikuti oleh orang2 yg sesat pula, tidak akan diikuti oleh orang2 yg suka mencari kebenaran. 

2. Para ahli syair itu sering mengatakan apa yg tidak mereka lakukan. Mereka menganjurkan agar manusia pemurah dan suka memberi, tetapi 
mereka sendiri pelit dan kikir. Mereka sering mengarang syair untuk menyinggung kehormatan orang lain, seperti mencela, mencaci-maki, dan sebagainya, karena sesuatu sebab yg kecil saja. 
Sebaliknya, mereka sering pula mengagungkan dan memuji-muji seseorang karena sebab yg kecil pula. 

▪︎ Itulah ciri2 penyair yg dicela oleh Allah. Akan tetapi, ada pula penyair yg baik budi pekertinya, dan cukup luas ilmu pengetahuannya. Syairnya mendorong semangat orang lain untuk berbuat baik, dan mengandung butir2 hikmah, nasihat, dan pelajaran. 
Di antaranya adalah syair Umayyah bin Abi Sholt, sebagaimana kisah berikut ini : 

Dari ‘Amr bin asy Syarid, dari bapaknya, bahwa ia berkata, “Pada suatu hari aku memboncengkan Rasulullah, maka beliau menanyakan kepadaku,  ‘Apakah engkau menghafal beberapa bait syair Umayyah bin Abi Sholt?’ Aku menjawab, ‘Ada’. Rasulullah berkata, ‘Bacalah segera’. Maka aku 
membacakan satu bait. Rasulullah berkata, ‘Bacakan lagi’. Maka aku membacakannya satu bait lagi. Rosululloh berkata, ‘Lanjutkanlah’. Aku melanjutkannya hingga seratus bait.” 
๐Ÿ“š(HR. Imam Muslim) 

Sikap Rasulullah terhadap syair Umayyah bin Abi Sholt ini menunjukkan bahwa beliau menyukai syair dan para penyair, asalkan penyair itu orang 
yg berakhlak, bercita2 luhur, dan syair-syairnya banyak mengandung butir2 hikmah. Tidak seperti para penyair dan syair2 yg sifat2 nya disebutkan pada ayat2 yg sebelumnya (ayat 221-226). Karna para penyair dan syair2 seperti itulah yg dicela dan dilarang oleh Rosululloh.

●{Ayat ke 227}

Ayat ini menerangkan bahwa syair dan penyair yang baik dan bermanfaat itu ialah yg mempunyai sifat2 di bawah ini: 

1. Beriman kepada Allah. 
2. Beramal saleh.
3. Menyebut dan mengagungkan nama Allah, sehingga menambah kemantapan imannya kepada kebesaran dan keesaan-Nya.
4. Mendorong orang2 yg beriman untuk berjihad, menegakkan agama Allah, melepaskan diri dari penganiayaan orang2 yg memusuhi mereka dan agama-Nya. 

Diriwayatkan oleh Imam Ibnu Jarir Thobari dan Imam Ibnu Abi Syaibah bahwa ketika ayat di atas turun, datanglah Hasan bin Tsabit, ‘Abdullah bin 
Rowahah, dan Ka‘ab bin Malik, mereka menghadap Rasulullah. Mereka dalam keadaan menangis dan menyesali diri karena mereka termasuk para penyair. Maka Rosululloh membacakan ayat ini (Asy Syu‘aro' : 227) kepada mereka. 
Sejak permulaan surat ini, Allah telah menerangkan dalil2 akal tentang kekuasaan dan kebesaran-Nya melalui kisah para nabi terdahulu dgn umatnya yg dapat menghibur Rosululloh yg saat itu sedang resah karena sikap kaumnya. 
Kisah2 itu juga menerangkan bukti2 kebenaran para nabi yg diutus-Nya, perbedaan tukang ramal dgn Rasulullah, membandingkan para penyair dan syair yg buruk dgn para penyair dan syair yg terpuji.

➡️Aspek kesesatan para Ahli Syair adalah: 

a. Mereka senang memerintahkan sesuatu yg tidak mereka kerjakan.
b. Syairnya berisi pemujaan berhala, kemaksiatan, kemewahan, dll. 

➡️Sedangkan Penyair dan Syair yg benar adalah: 

a. Yg beriman kpd Allah.
b. Syair nya itu mengagungkan Asma Allah.
c. Ia Beramal sholeh.
d. Syair nya itu mengajak orang untuk beriman, beramal, dan berjihad.
4. Memperingatkan manusia agar selalu mengikuti agama yg disampaikan para Rosul.


๐Ÿ“•Al Quran dan Tafsirnya, Departemen Agama RI, Juz 19, Jilid 11. Cet. Widya Cahaya, Jakarta 


○○○

๐Ÿ‘‹ Panduan Membaca

๐Ÿ’ Penjelasan Tema Artikel

                  Tema  & Isi Pembahasannya   • Aqidah & Filsafat Memuat tulisan-tulisan pembahasan tentang ilmu kalam, teologi, pe...