Aaaaa
•• Blog yang memuat berbagai artikel tentang ilmu-ilmu keislaman dan pengetahuan umum ••
Tema
- Al-Quran & Tafsir (4)
- Aqidah & Filsafat (2)
- Fadhilah & Faidah (17)
- Fiqih & Syari'ah (16)
- Hadits & Syarah (6)
- Lughoh & Nahwu (1)
- Medis & Kesehatan (3)
- Parenting & Tarbiyah (2)
- Sejarah & Kisah (4)
- Tajwid & Tahsin (1)
- Tasawuf & Keruhanian (5)
- X'Qomus (1)
Sabtu, 30 November 2024
๐ Aaaa
Minggu, 06 Oktober 2024
๐ Kaum Musyrikin Itu Najis Menurut Al-Quran
Kaum Musyrikin Itu Najis - Tafsir At Taubah Ayat 28
Oleh : Adam Mostafa EL Prembuny
๐Tafsir Quran Al Munir
๐ณ♂️Syaikh DR. Wahbah Zuhaili
~
▪︎ Thoharoh atau Bersuci, itu ada 2 jenis :
1. Bersuci secara hissi/inderawi (tampak).
Yakni membersihkan diri dari najis-najis hissy seperti bekas kotoran, kencing, darah, nanah dan bangkai.
Cara bersucinya yakni dengan mengalirkan & membasuhnya dengan air yang suci dan mensucikan.
2. Bersuci secara maknawi/majazi (abstrak).
Yang dimaksud bersuci secara maknawi adalah seseorang yang membersihkan diri dari najis-najis maknawi seperti kesyirikan, kefasikan, kemaksiyatan dan kekufuran dan perbuatan dosa lainnya.
Dan najis maknawi adalah najis i'tiqod/keyakinan serta perbuatan yang bersifat kesyirikan, kekufuran, kefasikan dan kemaksiatan.
Najis maknawi adalah salah satu najis yang dimaksud dalam ayat Al-Qur'an :
"َูุง ุฃََُّููุง ุงَّูุฐَِูู ุขู َُููุง ุฅَِّูู َุง ุงْูู ُุดْุฑَُِููู َูุฌَุณٌ "
"..innamal musyrikuuna najasun...".
~
▪︎ Tafsir dan Penjelasan
"Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul Nya, sesungguhnya orang-orang musyrik adalah Najis, aqidah mereka rusak serta bergelimang dalam najis. Mereka orang-orang yang najis karena buruknya bagian dalam tubuh mereka dan kerusakan aqidah mereka karena menyembah berhala-berhala dan patung-patung atau karena mereka bersama dengan kemusyrikan.
Mereka adalah seperti najis yang harus dijauhi atau karena mereka tidak bersuci, tidak mandi junub dan tidak menjauhi najis-najis yang tampak. Jika mereka orang-orang yang najis, janganlah mereka memasuki Masjidil Harom, jangan pula thowaf dalam keadaan telanjang.
Ini adalah larangan kepada orang-orang mukmin agar tidak mengizinkan orang-orang musyrik memasuki Masjidil Harom setelah tahun ke 9 H.
"Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) karena mempersekutukan-Nya (syirik), dan Dia mengampuni opa (dosa) yang selain (syirik) itu bagi siapa yang Dia kehendaki." ๐An Nisaa' : 48
Ini adalah pendapat yang paling unggul dan yang tampak dari ayat tersebut yang dimaksud dengan najis di situ adalah Najis Maknawi, yakni najis i'tiqod (keyakinan).
Imam Az Zamakhsyari meriwayatkan dari Ibnu Abbas RA bahwa orang-orang musyrik itu Najis sebagaimana najisnya anjing dan babi, sesuai makna dzohir dari ayat tersebut. Namun mayoritas ulama Fuqoha' sepakat bahwa mereka berbeda dengan pendapat pertama tersebut, mereka berpendapat bahwa Badan mereka (orang-orang Musyrik) itu suci.
Orang Musyrik atau orang kafir itu bukanlah Najis secara fisik dan zat, sebab Allah telah menghalalkan makanan yang diberikan Ahlul kitab (non muslim) untuk kaum Muslimin."
๐Tafsir Quran, Al Munir fil Aqidati wa Syari'ati wal Manhaji, Jilid 5, Surah at Taubah : 28, halaman 516, Cet. Darul Fikr.
○○○
Jumat, 27 September 2024
๐ Hukum Jual Beli Saat Masuk Waktu Jumat
Rincian Lengkap dan Penjelasan Hukum Jual Beli Saat Tiba Pelaksanaan Sholat Jumat
Oleh : Adam Mostafa EL Prembuny
๐Al Hawi al Kabir,
Firman Allah Ta’ala,
ٰูุٓงََُّููุง ุงَّูุฐَِْูู ุงٰู َُْููุٓง ุงِุฐَุง ُْููุฏَِู ِููุตَّٰููุฉِ ู ِْู َّْููู ِ ุงْูุฌُู ُุนَุฉِ َูุงุณْุนَْูุง ุงِٰูู ุฐِْูุฑِ ุงِّٰููู َูุฐَุฑُูุง ุงْูุจَْูุนَۗ ุฐُِٰููู ْ ุฎَْูุฑٌ َُّููู ْ ุงِْู ُْููุชُู ْ ุชَุนَْูู َُْูู
☆Hukum asal dari transaksi jual beli adalah
diperbolehkan, kecuali kalo ada praktek
tertentu yang dilarang syariat, maka hukum transaksinya menjadi terlarang alias Haram.
Salah satu contoh dari praktek jual beli yang
terlarang (Haram) adalah ketika transaksinya dilakukan pada saat adzan jumat telah/sedang dikumandangkan.
●
1. Apakah larangan hanya berlaku pada akad jual beli aja?
Menurut Ulama Syafiiyah, Keharaman ini gak terbatas pada jual beli aja, tapi termasuk di dalam nya semua akad yang bisa memalingkan/mengalihkan seseorang dari mengingat Allah dan mendengar khutbah Jum’at seperti akad nikah, sewa-menyewa dan akad lain.
Imam al Mawardi di dlm kitab ๐Al Hawi al Kabir (16/147 ), beliau menjelaskan :
ููุงู ู ุนูู ูููู ุนู ุงูุจูุน ุฃูู ุดุงุบู ุนู ุญุถูุฑ ุงูุฌู ุนุฉ ، ููุง ูุช ุนููุฏ ุงูู ุงูุญ ูุงูุฅุฌุงุฑุงุช ูุณุงุฆุฑ ุงูุฃุนู ุงู ูุงูุตูุงุฆุน ููุงุณุง ุนูู ุงูุจูุน ، ูุฃูู ุดุงุบู ุนู ุญุถูุฑ ุงูุฌู ุนุฉ .
“Maksud dari dilarangnya jual-beli, karena jual-beli itu memalingkan seseorang dari mendatangi shalat Jum’at, makanya seluruh akad pernikahan dan sewa-menyewa, serta setiap bentuk kegiatan dan kerajinan disamakan dgn jual beli, karena semuanya memalingkan seseorang dari menghadiri shalat Jum’at.“
●
2. Batas Waktu yg Mulai Diharamkan.
Mayoritas ulama menyatakan bahwa KEHARAMAN
untuk jual beli dimulai pas Muadzin mengumandangkan Adzan dan Khotib sedang/sudah naik ke mimbar. (Kalo di madzhab Syafii itu pas adzan kedua, kalo masih adzan pertama masih boleh yagesyaa, tapi makruh.. ๐)
ููู ููุช ุงูุชุญุฑูู ูููุงู ؛ุงูุฃูู : ุฃูู ู ู ุจุนุฏ ุงูุฒูุงู ุฅูู ุงููุฑุงุบ ู ู ุงูุตูุงุฉ ، ูุงูู ุงูุถุญุงู ، ูุงูุญุณู ูุงูุนุทุงุกุงูุซุงูู : ู ู ููุช ุฃุฐุงู ุงูุฎุทุจุฉ ุฅูู ููุช ุงูุตูุงุฉ ، ูุงูู ุงูุดุงูุนู
Yang Pertama, dimulai sejak Zawal (matahari tergelincir dari tengah hari) sampai sholat Jumat selesai. Ini adalah pendapat Imam ad Dhohhak, Hasan dan Atho’.
Yang kedua, dimulai sejak dikumandangkan adzan khutbah (Adzan yg kedua) sampai dengan waktu shalat Jumat. Ini adalah pendapat Imam Syafii.”
ู ูุน ุงููู ุนุฒ ูุฌู ู ูู ุนูุฏ ุตูุงุฉ ุงูุฌู ุนุฉ ، ูุญุฑู ู ูู ููุชูุง ุนูู ู ู ูุงู ู ุฎุงุทุจุง ุจูุฑุถูุง.
๐Tafsir Imam al Qurthubi : 18/107.
ูููุฐุง ุงุชูู ุงูุนูู ุงุก ุฑุถู ุงููู ุนููู ุนูู ุชุญุฑูู ุงูุจูุน ุจุนุฏ ุงููุฏุงุก ุงูุซุงูู
๐Tafsir Imam Ibnu Katsir: 8/122
●
2. Status Jual Beli.
Ketika ada yg melakukan transaksi jual beli saat
adzan jumat sudah/sedang dikumandangkan, maka
bagaimana hukumnya?
"Jual Beli tetap Sah tapi Berdosa". Pendapat ini disampaikan oleh ulama dari mazhab Syafi’i dan kalangan ulama madzhab Hanafi yg beralasan bahwa larangan jual beli di sini gak terkait dgn transaksi jual belinya, tapi larangan tersebut mengarah pada akibat dari jual belinya, yaitu gak ndengerin khutbah.
Larangannya gak ada hubungannya sama
inti akad dan syarat sah akad. Jadi jual belinya tetap sah, tapi pelakunya berdoza yagesya.. ๐
Imam asy Syairozi dlm kitab ๐Al Muhadzdzab, beliau berkata :
ููุงูุจุทู ุงูุจูุน ูุฃู ุงูููู ูุง ูุฎุชุต ุจุงูุนูุฏ ููู ูู ูุน ุงูุตูุงุฉ ูุง ูุตูุงุฉ ูู ุงูุฃุฑุถ ุงูู ุบุตูุจุฉ
karena sesungguhnya larangan tersebut gak
dikhususin pada akad, sementara akad tidak
menghalangi sholat, sehingga seperti (hukum)
shalat di bumi yg dighoshob (berdosa).”
"Sah" berarti terjadi perpindahan kepemilikan dan tidak bisa dibatalkan lagi.
●
3. Gimana rincian hukum jual belinya?
Dalam kitab ๐Al Mu’tamad Fil Fiqhi Asy Syafi’i, karya Syaikh Muhammad az Zuhaili, beliau menjelaskan rincian tentang hukum jual beli saat tiba pelaksanaan sholat Jumat, dibagi dlm beberapa kondisi :
ุงูุจูุน ููุช ุตูุงุฉ ุงูุฌู ุนุฉ:
ูุงู ุงููู ุชุนุงูู: ( ูุฃููุง ุงูุฐูู ุกุงู ููุง ุฅุฐุง ููุฏู ููุตููุฉ ู ู ููู ุงูุฌู ุนุฉ ูุงุณุนูุง ุฅูู ุฐูุฑ ุงููู ูุฐุฑูุง ุงูุจูุน ุฐููู ุฎูุฑ ููู ุฅู ููุชู ุชุนูู ูู﴾ [ุงูุฌู ุนุฉ : ูฉ]. ูุงูุจูุน ูู ููู ุงูุฌู ุนุฉ ูู ุชูุตูู :
ูก ู ุฅุฐุง ูุงู ุงูุจูุน ูุจู ุงูุฒูุงู ุฌุงุฒ، ููู ููุฑู ููุฌู ูุน ูุณุงุฆุฑ ุงูุฃููุงุช .
ูข ู ููุฐูู ูุง ููุฑู ุงูุจูุน ุจุนุฏ ุงูุชูุงุก ุตูุงุฉ ุงูุฌู ุนุฉ، ููููู ุชุนุงูู: ﴿ ูุฅุฐุง ูุถูุช ุงูุตููุฉ ูุงูุชุดุฑูุง ูู ุงูุฃุฑุถ ูุงุจุชุบูุง ู ู ูุถู ุงููู ูุงุฐูุฑูุง ุงููู ูุซูุฑุง ูุชูู ุชููุญูู﴾ [ุงูุฌู ุนุฉ : 10] .
ูฃ ู ุฅุฐุง ุชุจุงูุน ุฑุฌูุงู ููุณุง ู ู ุฃูู ูุฑุถ ุงูุฌู ุนุฉ ูู ูุญุฑู ุงูุจูุน ููู ููุฑู ุทูุงู ุงูููู ، ูุญุชู ุฃุซูุงุก ุตูุงุฉ ุงูุฌู ุนุฉ .
ูค ู ุฅุฐุง ูุงู ุงูู ุชุจุงูุนุงู ู ู ุฃูู ูุฑุถูุง، ุฃู ุฃุญุฏูู ุง ู ู ุฃูู ูุฑุถูุง، ููุงู ุงูุจูุน ุจุนุฏ ุงูุฒูุงู ููุจู ุธููุฑ ุงูุฅู ุงู ، ุฃู ูุจู ุฌููุณู ุนูู ุงูู ูุจุฑ، ููุจู ุดุฑูุน ุงูู ุคุฐู ูู ุงูุฃุฐุงู ุจูู ูุฏู ุงูุฎุทูุจ ، ูุฑู ุงูุจูุน ูุฑุงูุฉ ุชูุฒูู .
ู ู ุฅุฐุง ูุงู ุงูุจูุน ุจุนุฏ ุฌููุณ ุงูุฅู ุงู ุนูู ุงูู ูุจุฑ ูุดุฑูุน ุงูู ุคุฐู ูู ุงูุฃุฐุงู ุญุฑู ุงูุจูุน ุนูู ุงูู ุชุจุงูุนูู ุฌู ูุนุงً، ูุฃุซู ุง، ููุขูุฉ ุงููุฑูู ุฉ
. ููุฐูู ูุญุฑู ุงูุจูุน ุฅุฐุง ูุงู ุฃุญุฏ ุงูู ุชุจุงูุนูู ู ู ุฃูู ูุฑุถ ุงูุฌู ุนุฉ، ูุงูุขุฎุฑ ููุณ ู ู ุฃูู ูุฑุถ ุงูุฌู ุนุฉ، ููุฃุซู ุงู ุฌู ูุนุงً، ูุฃู ุงูุฃูู ุชูุฌู ุนููู ุงููุฑุถ، ูุงุดุชุบู ุนูู ، ูุงูุขุฎุฑ ุดุบูู ุนู ุงููุฑุถ، ููุญุตู ุงูุฅุซู ุจู ุฌุฑุฏ ุดุฑูุน ุงูู ุคุฐู ูู ุงูุฃุฐุงู ูุธุงูุฑ ุงูุขูุฉ ุงููุฑูู ุฉ .
ูฆ ู ุฅุฐุง ุฃุฐู ุงูู ุคุฐู ูุจู ุฌููุณ ุงูุฅู ุงู ุนูู ุงูู ูุจุฑ ูุฑู ุงูุจูุน ููู ูุญุฑู .
ูง ู ุฅุฐุง ุณู ุน ู ู ูุฌุจุช ุนููู ุงูุฌู ุนุฉ ุงููุฏุงุก، ููุงู ูู ุงูุญุงู ูุงุตุฏุงً ุงูุฌู ุนุฉ ، ูุชุจุงูุน ูู ุทุฑููู، ููู ูู ุดู، ููู ููู، ุฃู ูุนุฏ ูู ุงูุฌุงู ุน ูุจุงุน، ููุง ูุญุฑู ، ููููู ููุฑู ، ูุฃู ุงูู ูุตูุฏ ูู ุงูุขูุฉ ุฃู ูุง ูุชุฃุฎุฑ ุนู ุงูุณุนู ุฅูู ุงูุฌู ุนุฉ . ูุฎุต ุงูุจูุน ูุฃูู ูุฑุฏ ูู ุงููุฑุขู ุงููุฑูู ، ูููุงุณ ุนููู ุบูุฑู ู ู ูู ู ุง ูุดุบู ุนู ุงูุณุนู ูุตูุงุฉ ุงูุฌู ุนุฉ ، ูุณุงุฆุฑ ุงูุนููุฏ ูุงูุตูุงุฆุน ูุงูุฃุนู ุงู
2. Demikian juga setelah selesai sholat Jumat, 》Maka tidak makruh, sesuai dgn firman Allah taala :
""Apabila shalat telah dilaksanakan, maka bertebaranlah kamu di bumi; carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak agar kamu beruntung“".
(QS: Al Jumu'ah - 10).
3 - Jika ada dua laki-laki yg gak termasuk orang yg wajib melaksanakan Sholjum, 》Maka transaksinya tidak diharamkan dan tidak dimakruhkan sepanjang hari itu, bahkan pada saat sholat Jumat sekalipun.
4. Jika kedua belah pihak yg berjualan termasuk yg wajib Sholjum, atau salah satu di dari mereka termasuk yg wajib, dan transaksinya dilakukan setelah Zawal dan sebelum Imam hadir atau sebelum Imam duduk di mimbar, dan sebelum Muadzin mulai mengumandangkan adzan (kedua) di hadapan Khotib, 》Maka jual beli/transaksi tersebut hukumnya Makruh. Makruh tanzih.
5. Jika jual beli dilakukan setelah Imam duduk di mimbar dan Muadzin mengumandangkan Adzan kedua, 》Maka jual beli tersebut diharamkan bagi semua pihak yg bertransaksi, dan termasuk berdosa berdasarkan ayat Karimah (QS: Al Jumu'ah - 9).
Dan begitu pula Haram melakukan transaksi apabila salah satu pihak adalah orang yg wajib sholat jum’at dan pihak yg kedua tidak diwajibkan melaksanakan sholat jum’at.
Keduanya tetap berdosa, karena pihak yg pertama mempunyai kewajiban untuk shalat jum’at tapi dia melalaikannya sebab melakukan jual beli.
Dan pihak kedua pun berdosa karna terlibat dlm hal melalaikan kewajiban sholat Jum’at pihak yg pertama. Dosa tersebut terjadi ketika adzan kedua dikumandangkan berdasarkan apa yg tersirat dari ayat Karimah (QS: Al Jumu’ah - 9).
6. Jika Muadzin mengumandangkan adzan (pertama) sebelum Imam duduk di mimbar, 》Maka transaksi jual beli tersebut Makruh dan tidak Haram.
7. Jika orang yg dikenai kewajiban sholat Jum'at itu mendengar adzan, lalu segera berdiri, berniat menunaikan sholat Jumat, dan melakukan transaksi jual-beli dlm perjalanannya sambil terus berjalan dan gak berhenti, atau ngga duduk di perkumpulan transaksinya, 》 Maka hukumnya Tidak Haram, tapi Makruh,
Karena yang dimaksud dlm ayat tersebut adalah tidak boleh menunda/mengakhirkan dlm menunaikan sholat Jumat dan tidak boleh mengutamakan jual beli, sebab telah disebutkan dlm Al Qur’an, dan sprti yg selainnya, termasuk segala sesuatu yg mengalihkan perhatian seseorang dari sholat Jumat, seperti semua akad, jual beli, dan pekerjaan lainnya (tanpa udzur).
๐Al Mu’tamad Fil Fiqhi Asy Syafi’i juz 1 hlm 500 cet. Darul Qolam.
●●●
Jumat, 20 September 2024
๐ Tafsir Surah Asy Syu'aro Ayat 224 – 227
Tafsir Surah Asy Syu'aro Ayat 224-227 Penyair Yang Tercela dan Yang Terpuji
Oleh : Adam Mostafa EL Prembuny
๐Kitab : Al Quran dan Tafsirnya Edisi Depag RI
َูุงูุดُّุนَุฑَุงุกُ َูุชَّุจِุนُُูู ُ ุงْูุบَุงَُููู (224) ุฃََูู ْ ุชَุฑَ ุฃََُّููู ْ ِูู ُِّูู َูุงุฏٍ َِูููู َُูู (225) َูุฃََُّููู ْ ََُُูููููู ู َุง َูุง َْููุนََُููู (226) ุฅِูุง ุงَّูุฐَِูู ุขู َُููุง َูุนَู ُِููุง ุงูุตَّุงِูุญَุงุชِ َูุฐََูุฑُูุง ุงََّููู َูุซِูุฑًุง َูุงْูุชَุตَุฑُูุง ู ِْู ุจَุนْุฏِ ู َุง ุธُِูู ُูุง َูุณََูุนَْูู ُ ุงَّูุฐَِูู ุธََูู ُูุง ุฃََّู ู ََُْูููุจٍ ََِْููููุจَُูู (227)
cenderung kepada perbuatan yg merusak. Sedangkan para pengikut Nabi Muhammad bukanlah yg demikian. Mereka banyak beribadah terutama sholat dan selalu bersikap zuhud.
2. Para ahli syair itu sering mengatakan apa yg tidak mereka lakukan. Mereka menganjurkan agar manusia pemurah dan suka memberi, tetapi
mereka sendiri pelit dan kikir. Mereka sering mengarang syair untuk menyinggung kehormatan orang lain, seperti mencela, mencaci-maki, dan sebagainya, karena sesuatu sebab yg kecil saja.
Sebaliknya, mereka sering pula mengagungkan dan memuji-muji seseorang karena sebab yg kecil pula.
Di antaranya adalah syair Umayyah bin Abi Sholt, sebagaimana kisah berikut ini :
membacakan satu bait. Rasulullah berkata, ‘Bacakan lagi’. Maka aku membacakannya satu bait lagi. Rosululloh berkata, ‘Lanjutkanlah’. Aku melanjutkannya hingga seratus bait.”
๐(HR. Imam Muslim)
yg berakhlak, bercita2 luhur, dan syair-syairnya banyak mengandung butir2 hikmah. Tidak seperti para penyair dan syair2 yg sifat2 nya disebutkan pada ayat2 yg sebelumnya (ayat 221-226). Karna para penyair dan syair2 seperti itulah yg dicela dan dilarang oleh Rosululloh.
●{Ayat ke 227}
Ayat ini menerangkan bahwa syair dan penyair yang baik dan bermanfaat itu ialah yg mempunyai sifat2 di bawah ini:
1. Beriman kepada Allah.
2. Beramal saleh.
3. Menyebut dan mengagungkan nama Allah, sehingga menambah kemantapan imannya kepada kebesaran dan keesaan-Nya.
4. Mendorong orang2 yg beriman untuk berjihad, menegakkan agama Allah, melepaskan diri dari penganiayaan orang2 yg memusuhi mereka dan agama-Nya.
Rowahah, dan Ka‘ab bin Malik, mereka menghadap Rasulullah. Mereka dalam keadaan menangis dan menyesali diri karena mereka termasuk para penyair. Maka Rosululloh membacakan ayat ini (Asy Syu‘aro' : 227) kepada mereka.
Sejak permulaan surat ini, Allah telah menerangkan dalil2 akal tentang kekuasaan dan kebesaran-Nya melalui kisah para nabi terdahulu dgn umatnya yg dapat menghibur Rosululloh yg saat itu sedang resah karena sikap kaumnya.
Kisah2 itu juga menerangkan bukti2 kebenaran para nabi yg diutus-Nya, perbedaan tukang ramal dgn Rasulullah, membandingkan para penyair dan syair yg buruk dgn para penyair dan syair yg terpuji.
➡️Aspek kesesatan para Ahli Syair adalah:
a. Mereka senang memerintahkan sesuatu yg tidak mereka kerjakan.
b. Syairnya berisi pemujaan berhala, kemaksiatan, kemewahan, dll.
➡️Sedangkan Penyair dan Syair yg benar adalah:
a. Yg beriman kpd Allah.
b. Syair nya itu mengagungkan Asma Allah.
c. Ia Beramal sholeh.
d. Syair nya itu mengajak orang untuk beriman, beramal, dan berjihad.
4. Memperingatkan manusia agar selalu mengikuti agama yg disampaikan para Rosul.
○○○
๐ Panduan Membaca
๐ Penjelasan Tema Artikel
Tema & Isi Pembahasannya • Aqidah & Filsafat Memuat tulisan-tulisan pembahasan tentang ilmu kalam, teologi, pe...