Sabtu, 30 November 2024

💠Wanita; Tulang Rusuk Yang Bengkok

Wanita; Tulang Rusuk Yang Bengkok - Si Tukang Ngambek dan Anjuran Kesabaran Untuk Pria 

Oleh : Adam Mostafa EL Prembuny

☆ 

Hadits Nabi Muhammad ﷺ :

"Sesungguhnya wanita itu diciptakan dari tulang rusuk yang mana kamu tidak akan dapat meluruskannya dengan hanya mengandalkan satu cara. Jika kamu ingin bersenang-senang dengannya, maka kamu bisa bersenang-senang dengannya dalam keadaan tetap bengkok. Dan jika kamu ingin meluruskannya, maka itu berarti kamu harus mematahkannya, dan mematahkannya berarti menceraikannya." 

📜HR. Imam Muslim

Menurut Syaikh Dr. Muhammad Abu Syuqqah, Hadits tersebut mengandung beberapa penjelasan penting sebagai berikut : 

~

1️⃣. Memberikan wasiat (nasihat yang baik) kepada wanita dalam sabda Rasulullah اسْتَوْصُوا بالنساء . Ada juga yang mengatakan bahwa maknanya adalah تَوَاصَوْا بِهِنَّ yakni : 

"Saling berwasiatlah kalian dengan mereka". 

Huruf "Ba" dalam hadits itu adalah Ba ta'adiyah dan istif'aal الاسْتِفْعَالُ dalam hadits sama dengan الإفعال seperti halnya الإجابة yang berarti الاستجابة. 

2️⃣. Wasiat ini dikaitkan dengan masalah yang ada hubungannya dengan penciptaan wanita dalam sabda Rasulullah ﷺ : 

[[فَإِنَّ الْمَرْأَةَ خُلِقَتْ مِنْ ضِلْعِ وَإِنْ أَعْوَجَ مَا فِي الضّلْعِ أَعْلَاهُ]] 

Maka, wanita yang pertama kali berbeda dengan laki-laki adalah dari segi penciptaan, yaitu pada diri wanita ada beberapa hal yang bengkok. Rasulullah tidak menjelaskan sejauh mana tingkat kebengkokan sesuatu tersebut. Beliau hanya mengisyaratkan pengaruh ciptaan yang bengkok itu terhadap beberapa perilaku wanita yang mungkin merepotkan kaum pria.

Berdasarkan fakta yang dapat kita saksikan, bisakah kita menafsirkan bahwa makna bengkok itu adalah cepat emosi, sangat sensitif, dan perasaan yang suka berubah-ubah? Bengkok itu pada dasarnya adalah lawan dari lurus. Jika keseimbangan dan kestabilan emosi diartikan sebagai lurus, maka moodian dan gampang marah dapat diartikan sebagai bengkok. Dan jika seseorang dapat mengontrol perasaannya diartikan sebagai lurus, maka orang yang dikalahkan oleh perasaannya juga dapat diartikan sebagai bengkok. 

Wanita mudah dikalahkan oleh perasaannya sehingga mereka banyak yang kehilangan sikap bijaksananya dalam mengambil suatu keputusan, atau darinya muncul ucapan dan perbuatan yang tidak pantas. Akibat dari cepat emosi tersebut, perasaan wanita sering berubah-ubah (moodyan).
Benarlah apa yang disabdakan Rasulullah ﷺ : 

"Kamu tidak akan dapat meluruskannya dengan mengandalkan satu cara." 

Sikap dan bawaan wanita yang berubah-ubah itulah yang sering mengganggu pikiran kaum pria dan memancing amarahnya. Penafsiran ini berdasarkan sabda Rasulullah ketika beliau memberikan nasihat kepada kaum wanita : 
"تُكْثِرْنَ اللَّعْنَ وَتَكْفُرْنَ الْعَشِيرِ " 

"Kalian banyak mencaci dan mengingkari kebaikan suami." 

Perilaku begitu biasanya sering terjadi ketika marah karena terlalu sensitif dan luapan emosi yang berlebihan. 

3️⃣. Di dalam hadits tersebut terdapat tuntunan untuk kaum pria agar bersabar terhadap perilaku wanita yang disebabkan oleh kebengkokan tersebut, Rasulullah bersabda : 

“Dan jika kamu berusaha meluruskannya, niscaya kamu akan merusaknya, dan merusaknya sama dengan menceraikannya.” 

Maka hendaklah seorang suami mengetahui, jika ia masih saja berusaha mempertahankan egonya terhadap setiap kesalahan istrinya karena emosi istrinya yang meluap-luap dengan cara si suami yang menyalahkan dan membentaknya, maka hal itu tidak akan menghasilkan apapun, kecuali hanya menambah keretakan dan perselisihan. Akibatnya, perpisahan dan perceraianlah yang akan terjadi.
Dan hendaknya si suami ingat bahwa istrinya mempunyai keutamaan dan sifat-sifat baik yang dapat menutupi kekurangannya itu. 


📕Tahrirul Mar`ah fil 'Ashr al Risalah, jilid 1, halaman 288-289, Cet. Darul Qalam 

===

👨‍🏭 Adam Mostafa EL Prembuny

#tulangrusuk #wanita #hadits #nasihat #syarah

💠Eeeeeeeee

 Rdvbhfcbj

💠Dddddddddd

 Dddddddd

💠Bbbbbb

 Bbbbbbbb

💠Aqidah Imam Abul Hasan al-Asy'ari; Allah Ada Tanpa Tempat

Benarkah Pemahaman "Allah Ada Tanpa Tempat" Itu Tidak Bersumber Dari Imam Abul Hasan al-Asyari? 

Oleh : Adam Mostafa EL Prembuny


Dalam kitab "Risalah Ila Ahl Tsaghr" karya Imam Abul Hasan al-Asyari, ada penjelasan beliau mengenai pembahasan sifat Mustahil bagi Allah. Termasuk salah satunya ialah "Mustahil Dzat Allah berada pada tempat tertentu selain tempat-tempat yang ada". Ini menunjukkan bahwa keyakinan Allah ada tanpa tempat memang dinash-kan langsung oleh Imam Abul Hasan dalam kitabnya sendiri. 

Penjelasan ini dan selanjutnya akan menjadi prinsip-prinsip muhkamat yang beliau gunakan dalam mensucikan Allah dari sifat-sifat makhluk. Sayangnya, sebagian kalangan tertentu hanya menukil sebagian potongan-potongan perkataan beliau dari kitab ini dan kitab lainnya yang ihtimal lalu dinarasikan sesuai kepentingan si penukilnya. Sehingga timbul narasi bahwa aqidah kaum Asy'ariyah itu berbeda dengan aqidah Imam Abul Hasan al-Aay'ari sendiri.

Apakah anggapan ini benar? Kita akan bahas secara tuntas dan tegas.

Di dalam kitab ini, beliau menggunakan diksi "لا يجب - Tidak Wajib" yang mana di dalam pembahasan Teologi artinya Mustahil atau Tidak boleh disandarkan. Sebab, dalam sifat Wajib bagi Allah, ada lawannya yakni sifat Mustahil bagi-Allah. 

💠Berikut penjelasannya : 

1️⃣. Mustahil Sifat Allah Itu Muhdats 

ولا يجب إذا أثبتنا هذه الصفات له عزّ وجل على ما دلت العقول واللغة والقرآن والإجماع عليها أن تكون محدثة ، لأنه تعالى لم يزل موصوفاً بها،

"Dan TIDAK WAJIB apabila kita tetapkan sifat-sifat ini bagi-Nya Azza wa Jalla berdasarkan apa yang telah ditunjukkan oleh akal, bahasa, Al-Qur'an, dan ijma' bahwa sifat-sifat itu adalah muhdats (baru), karena Allah Ta'ala senantiasa (lam yazal) disifatkan dengan sifat-sifat itu." 

~📕Risalah Ila Ahl Tsaghr, halaman 218.

✅ Imam Abul Hasan menjelaskan bahwa sifat-sifat Allah yang telah ditetapkan berdasarkan Al-Quran dan Ijma', serta berdasarkan bahasa dan secara Akal; adalah TIDAK BOLEH diyakini sebagai sifat yang baru ada/diadakan. 

Allah senantiasa memiliki sifat-sifat tersebut sejak azaliy. Jika sifat-sifat-Nya baru ada, maka itu akan menunjukkan adanya permulaan bagi Dzat-Nya, yang mana ini akan bertentangan dengan ke-esaan dan ke-azaliyan Allah. 


2️⃣. Mustahil Sifat Allah Berupa A'radh 

ولا يجب أن تكون أعراضاً لأنه عز وجل ليس بجسم ، وإنما توجد الأعراض في الأجسام ، ويدل بأعراضها فيها وتعاقبها عليها على حدثها ، 

"Dan TIDAK WAJIB bahwa sifat-sifat itu adalah aradh-aradh, karena Allah Azza wa Jalla bukanlah jisim, dan sesungguhnya aradh-aradh itu berada pada jisim, dan aradh-aradh itu di dalamnya dan urutannya kepada mereka menunjukkan penciptaan mereka."

~📕Risalah Ila Ahl Tsaghr, halaman 218.

✅ Imam Abul Hasan menjelaskan bahwa Allah Ta'ala bukanlah jism (benda) sehingga sifat-sifat–Nya bukanlah 'aradh (sifat benda). 'Aradh adalah kondisi atau gejala yang melekat dan bisa mengalami perubahan pada benda tersebut. Contoh 'aradh : Keadaan fisik, kemampuan fisik, ukuran, warna, bentuk, tekstur, suhu, posisi, siklus dan sebagainya. 

'Aradh hanya ada pada Jism, dan keberadaan 'aradh pada sesuatu adalah menunjukkan kebaharuan sesuatu tersebut sebab menunjukkan adanya permulaan. Oleh karena itu, sifat-sifat Allah seperti 'Uluw/'Aliy (Tinggi), Akbar/Kabir (Besar), Hayyan (Hidup), Sama' (Mendengar), Bashar (Melihat), Kalam (Berfirman), dan semisalnya; termasuk Yad/Ain/Wajh, Nuzul/'Ityan, Istiwa`, Ghadhab/Ridha/Hubb –Nya; Ini semua tidak boleh dikategorikan sebagai 'Aradh. 

Sebab dalam sifat Allah, 'Uluw/'Aliy bukanlah dalam jenis posisi, jarak dan tempat. Akbar/Kabir bukanlah dalam hal bentuk dan ukuran. Hayyan bukan dalam hal keadaan fisik dan siklus. Sama'–Bashar–Kalam ini bukanlah dalam jenis kemampuan fisik yang butuh mekanisme. Serta semua sifat khabariyah-Nya bukanlah sifat-sifat yang ada pada jisim.

Sebagaimana Yad/Ain/Wajh–Nya bukanlah susunan jarihah (organ), Nuzul/Maji`/'Ityan-Nya bukanlah perpindahan posisi, Istiwa`-Nya bukanlah bertempat, Ghadab/Ridha/Hubb–Nya bukanlah perubahan emosi, dan lain-lain.

=

3️⃣. Mustahil Sifat-Sifat–Nya Terpisahkan Dari Dzat-Nya

ولا يجب أن تكون غيره عز وجل لأن غير الشيء هو ما يجوز مفارقة صفاته له من قبل أن في مفارقتها له ما يوجب حدثه وخروجه عن الألوهية، 

"Dan TIDAK WAJIB bahwa sifat-sifat itu adalah selain diri-Nya Azza wa Jalla, karena sesuatu yang lain adalah apa yang boleh terpisah sifatnya darinya, sehingga dalam terpisahnya sifat-sifat itu dari-Nya mengharuskan kebaruan-Nya dan mengeluarkan-Nya dari keilahian."

~📕Risalah Ila Ahl Tsaghr, halaman 218.

✅Imam Abul Hasan menjelaskan perbedaan Allah dengan makhluk ciptaan-Nya. Makhluk memiliki sifat-sifat yang bisa berubah, hilang atau terpisah dari dzatnya. Dari yang sebelumnya ada menjadi tiada, dan dari tiada menjadi ada. 

Contohnya manusia, bisa kehilangan sifat-sifat tertentu seperti kondisi fisik, ukuran, dan kemampuan. Lalu malaikat yang bisa mengalami perubahan posisi keberadaan dzatnya dan berpindah tempat dari ketinggian menuju tempat yang lebih rendah atau dari satu tempat ke tempat lain, serta bisa berubah wujud menjadi manusia.

Jika sifat-sifat Allah ini dapat berpisah dari-Nya, maka akan menunjukkan bahwa Allah adalah dzat yang diadakan atau bisa berubah keadaan. Kehilangan atau perubahan sifat akan menjadikannya tidak layak menyandang gelar ke-ilahi-annya.


4️⃣. Mustahil Sifat-Sifat Allah Berupa Jisim, Jauhar, Terbatas dan Bertempat. 

وهذا يستحيل عليه كما لا يجب أن تكون نفس الباري عز وجل جسماً أو جوهراً ، أو محدوداً ، أو في مكان دون مكان ، أو في غير ذلك مما لا يجوز عليه من صفاتنا لمفارقته لنا ، فلذلك لا يجوز على صفاته ما يجوز على صفاتنا 

"Dan ini MUSTAHIL bagi-Nya sebagaimana TIDAK WAJIB bahwa Al-Bari Azza wa Jalla adalah jisim, atau penyusun jisim, atau terbatas, atau berada di suatu tempat selain tempat yang ada, atau berada pada sesuatu yang lain yang tidak diperbolehkan bagi-Nya dari sifat-sifat kita karena Dia berbeda dari kita. Oleh karena itu, apa yang diperbolehkan bagi sifat-sifat kita adalah tidak diperbolehkan bagi sifat-sifat-Nya." 

~📕Risalah Ila Ahl Tsaghr, halaman 218-219, Cet. Maktabah al-'Ulum wal Hikam.

✅ Imam Abul Hasan secara tegas menolak dan menyatakan kemustahilan jika Allah adalah jism (benda), jauhar (sesuatu yang menyusun sebuah jisim), mahdud (sesuatu yang terbatas atau memiliki batas), atau fii makaan duwna makaan (berada di suatu tempat tertentu). 

Kalimat في مكان دون مكان - (fii makaan duwna makaan) artinya berada pada suatu tempat tertentu selain tempat-tempat yang ada, atau berada pada hal-hal lain yang menunjukkan keterbatasan dan kemiripan dengan sifat makhluk. Itu semua adalah tanda-tanda atau ciri-ciri dzat yang memiliki batasan, yang mana itu mustahil dan tidak boleh ada pada Allah sebab Allah berbeda dengan makhluk-Nya. Sifat-sifat yang mengindikasikan keterbatasan yang dimiliki makhluk tidak boleh disematkan kepada Allah Ta'ala. 

🧏‍♂️Kalau kita cermati, ternyata semua prinsip-prinsip yang dipegang Imam Abul Hasan ini tidak jauh beda dengan kitab-kitab aqidah karya ulama Asy'ariyah hingga saat ini. Artinya bahwa tuduhan aqidah Asy'ariyah berbeda dengan aqidah Imam Abul Hasan al-Asy'ari adalah tidak benar.

📌Sehingga dari semua penjelasan panjang tadi, bisa disimpulkan yakni Imam Abul Hasan memiliki keyakinan bahwa keberadaan Allah senantiasa tanpa bertempat dan tanpa batasan. Dan sifat-sifat–Nya adalah bukan yang muhdats, bukan jisim, bukan jauhar bukan pula 'aradh.

=== 

👨‍🏭 Adam Mostafa EL Prembuny

#abulhasanalasyari #risalahilaahltsaghr #aqidah #ilmukalam 

🔰 Petunjuk Tema & Isi Konten

  • 🔷️ Aqidah & Filsafat : Memuat tulisan-tulisan tentang pembahasan ilmu kalam, teologi, pemikiran, mantiq, dan filsafat.
  • 🔷️Al-Quran & Tafsir : Memuat tulisan-tulisan tentang pembahasan suatu ayat dan tafsirnya, serta ilmu tentang Al-Quran.
  • 🔷️ Fiqih & Syari'ah : Memuat tulisan-tulisan tentang pembahasan ilmu fiqih, ibadah, muamalah, munakahat, dan jinayah.
  • 🔷️Hadits & Syarah : Memuat tulisan-tulisan tentang pembahasan suatu hadits dan syarahnya, serta ilmu tentang hadits.
  • 🔷️Khazanah & Sains : Memuat tulisan-tulisan tentang keajaiban sains, khazanah keislaman, dan ilmu pengetahuan umum.
  • 🔷️Lughoh & Nahwu : Memuat tulisan-tulisan tentang pembahasan ilmu bahasa seperti mufrodat, nahwu, shorof, balaghoh
  • 🔷️Sejarah & Kisah : Memuat tulisan-tulisan tentang pembahasan sejarah Islam & dunia, serta kisah para Nabi dan Ulama.
  • 🔷️Medis & Kesehatan : Memuat tulisan-tulisan pembahasan tentang obat, gizi, kesehatan, penyakit, dan seputar medis.
  • 🔷️Psikologi & Relasi : Memuat tulisan-tulisan tentang pembahasan ilmu psikologi, romansa, parenting, dan relasi sosial.
  • 🔷️Tajwid & Tahsin : Memuat tulisan-tulisan tentang pembahasan tajwid, makhroj, sifat huruf, qiraah, tahsin dan tilawah Al-Qur`an.
  • 🔷️Tasawuf & Mau'idzoh : Memuat tulisan-tulisan tentang pembahasan ilmu akhlaq, pensucian jiwa, dakwah dan nasihat moral.
  • 🔷️Qamus Istilah Umum : Memuat tulisan-tulisan tentang ta'rifat, definisi, makna, serta pengertian suatu kata dan kalimat.