Jumat, 20 September 2024

๐Ÿ’ Malam Nisfu Sya'ban Adalah Lebarannya Para Malaikat

Ternyata, Malam Nisfu Sya'ban Adalah Salah Satu Lebarannya Para Malaikat selain Malam Lailatul Qodar

Oleh : Adam Mostafa EL Prembuny


๐Ÿ“šAl Ghunyah li Tholibi Thoriqul Haq
๐Ÿ‘ณ‍♂️Syaikh Abdul Qodir al Jilani


~ Malaikat kalau mereka lebaran itu ngapain aja di atas langit sana? 

Yang pasti bukan acara makan2 opor ketupat, pake baju baru, silaturahmi dari rumah ke rumah, dapet angpao, apalagi nyalain mercon dan semisalnya. Ya kali, ente ada-ada aja kalo nanya ๐Ÿ˜„.

Tapi maksudnya, para Malaikat Allah sedang ramai-ramai, berkumpul bersama mendoakan dan mengaminkan kaum muslimin mukminin yang menghidupkan 2 malam tersebut dengan beribadah dan beramal sholih.

Sayang banget bukan, kalau dah tau para malaikat lagi ngumpul, tapi kitanya ngga make kesempatan itu untuk banyakin ibadah di malem itu ๐Ÿ˜

Dikutip dari Kalender Hijriah Indonesia terbitan Kementerian Agama RI, Nisfu Syaban jatuh pada tanggal 15 Syaban 1445 Hijriah, yang dalam kalender Masehi bertepatan dgn 25 Februari 2024. Maka, malam Nisfu Syaban sendiri jatuh pada tgl 24 Februari 2024 pas malemnya yagesya, alias malem minggu besok.


Syaikh Abdul Qodir al Jilani berkata dlm kitabnya :

ุฅู† ู„ู„ู…ู„ุงุฆูƒุฉ ู„ูŠู„ุชูŠ ุนูŠุฏ ููŠ ุงู„ุณู…ุงุก، ูƒู…ุง ุฃู† ู„ู„ู…ุณู„ู…ูŠู† ูŠูˆู…ูŠ ุนูŠุฏ ููŠ ุงู„ุฃุฑุถ، ูุนูŠุฏ ุงู„ู…ู„ุงุฆูƒุฉ ู„ูŠู„ุฉ ุงู„ุจุฑุงุกุฉ ูˆู„ูŠู„ุฉ ุงู„ู‚ุฏุฑ، ูˆุนูŠุฏ ุงู„ู…ุคู…ู†ูŠู† ูŠูˆู… ุงู„ูุทุฑ ูˆูŠูˆู… ุงู„ุฃุถุญู‰، ูˆุนูŠุฏ ุงู„ู…ู„ุงุฆูƒุฉ ุจุงู„ู„ูŠู„ ู„ุฃู†ู‡ู… ู„ุง ูŠู†ุงู…ูˆู†، ูˆุนูŠุฏ ุงู„ู…ุคู…ู†ูŠู† ุจุงู„ู†ู‡ุงุฑ ู„ุฃู†ู‡ู… ูŠู†ุงู…ูˆู†. 

“Sesungguhnya para Malaikat itu punya dua hari lebaran di langit sana, sprti halnya manusia yg punya dua hari lebaran di Bumi. Hari lebaran nya malaikat adalah Lailatul Baro-ah (nisfu sya’ban) dan malam Lailatul Qodar, sedangkan hari lebaran nya kaum mu'minin itu adalah hari Idul Fitri dan Idul Adha. 

Hari lebaran nya para Malaikat dilaksanakan pada malam hari, karena Malaikat itu tidak tidur, kalau hari lebaran nya Manusia itu dilaksanakan pada siang hari, karena manusia perlu tidur (di waktu malamnya).” 


๐Ÿ“•Al Ghunyah li Tholibi Thoriq al Haq, Juz 1 halaman 348, Cet. DKI (darul kutub 'ilmiyah)


~ Lalu, kenapa Malam Lailatul Qodar itu dirahasiakan oleh Allah, sedangkan Malam Nisfu Sya'ban diketahui dan ditetapkan tanggalnya?

Syaikh Abdul Qodir al Jilani melanjutkan :

 ุฅู† ุงู„ุญูƒู…ุฉ ููŠ ุฃู† ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ ุฃุธู‡ุฑ ู„ูŠู„ุฉ ุงู„ุจุฑุงุกุฉ ูˆุฃุฎูู‰ ู„ูŠู„ุฉ ุงู„ู‚ุฏุฑ، ู„ุฃู† ู„ูŠู„ุฉ ุงู„ู‚ุฏุฑ ู„ูŠู„ุฉ ุงู„ุฑุญู…ุฉ ูˆุงู„ุบูุฑุงู† ูˆุงู„ุนุชู‚ ู…ู† ุงู„ู†ูŠุฑุงู†، ุฃุฎูุงู‡ุง ุงู„ู„ู‡ ุนุฒ ูˆุฌู„ ู„ุฆู„ุง ูŠุชูƒู„ูˆุง ุนู„ูŠู‡ุง، ูˆุฃุธู‡ุฑ ู„ูŠู„ุฉ ุงู„ุจุฑุงุกุฉ ู„ุฃู†ู‡ุง ู„ูŠู„ุฉ ุงู„ุญูƒู… ูˆุงู„ู‚ุถุงุก، ูˆู„ูŠู„ุฉ ุงู„ุณุฎุท ูˆุงู„ุฑุถุง، ู„ูŠู„ุฉ ุงู„ู‚ุจูˆู„ ูˆุงู„ุฑุฏ ูˆุงู„ูˆุตูˆู„ ูˆุงู„ุตุฏ، ู„ูŠู„ุฉ ุงู„ุณุนุงุฏุฉ ูˆุงู„ุดู‚ุงุก ูˆุงู„ูƒุฑุงู…ุฉ ูˆุงู„ู†ู‚ุงุก. 

ููˆุงุญุฏ ููŠู‡ุง ูŠุณุนุฏ ูˆุงู„ุขุฎุฑ ููŠู‡ุง ูŠุจุนุฏ، ูˆูˆุงุญุฏ ูŠุฌุฒู‰ ูˆูˆุงุญุฏ ูŠุฎุฒู‰، ูˆูˆุงุญุฏ ูŠูƒุฑู… ูˆุขุฎุฑ ูŠุญุฑู…، ูˆูˆุงุญุฏ ูŠุคุฌุฑ ูˆุขุฎุฑ ูŠู‡ุฌุฑ.  


“Sesungguhnya, Hikmah kenapa Allah memberitahukan malam Lailatul Baro-ah (Malam Nisfu Sya’ban), dan Allah menyembunyikan malam Lailatul Qodar adalah karena pada malam itu adalah malam rahmat, ampunan, dibebaskannya dari neraka. Maka Allah menyembunyikan malam Lailatul Qodar, agar manusia tidak nggampangin (dalam beribadah/bertobat) 

Dan kenapa Malem Lailatul Baro-ah (Nisfu Syaban) Allah tampakkan ke kita, karna pada malam ini adalah diputuskannya hukum dan keputusan, malam keridhoan atau malam kemarahan, malam penerimaan atau penolakan, malam yg tersampaikan atau tidak, malam bahagia atau yg celaka.  

Jadi Allah hendak memberitahukan yg membahagiakan dan menjauhkan, karna ada saatnya satu dibalas kebaikannya dan satu lagi tidak. Ada juga yg satu dimuliakan, tapi lainnya dihinakan. Dan ada lagi yg diberi kesempatan cari pahala, dan lainnya tidak”. 


 ๐Ÿ“•Al Ghunyah li Tholibi Thoriq al Haq, Juz 1 halaman 348, Cet. DKI (darul kutub 'ilmiyah)


○○○

๐Ÿ’ Sunnah-Sunnah Dalam Puasa Romadhon

Beberapa Kesunnahan Yang Ada Dalam Puasa Romadhon

Oleh: Adam Mostafa EL Prembuny


☆Referensi saya :

๐Ÿ“•Mukhtashor Minhajul Qoshidin
๐Ÿ‘ณ‍♂️Imam Ibnu Qudamah al Maqdisi


[ูก ู€ ูุตู„ ูู‰ ุณู†ู† ุงู„ุตูˆู…]
ูŠุณุชุญุจ ุงู„ุณุญูˆุฑ، ูˆุชุฃุฎูŠุฑู‡، ูˆุชุนุฌูŠู„ ุงู„ูุทุฑ، ูˆุฃู† ูŠูุทุฑ ุนู„ู‰ ุงู„ุชู…ุฑ.
ูˆูŠุณุชุญุจ ุงู„ุฌูˆุฏ ููŠ ุฑู…ุถุงู†، ูˆูุนู„ ุงู„ู…ุนุฑูˆู، ูˆูƒุซุฑุฉ ุงู„ุตุฏู‚ุฉ، ุงู‚ุชุฏุงุก ุจุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุขู„ู‡ ูˆุณู„ู….
ูˆูŠุณุชุญุจ ุฏุฑุงุณุฉ ุงู„ู‚ุฑุขู†، ูˆุงู„ุงุนุชูƒุงู ูู‰ ุฑู…ุถุงู†: ู„ุง ุณูŠู…ุง ูู‰ ุงู„ุนุดุฑ ุงู„ุฃูˆุงุฎุฑ، ูˆุฒูŠุงุฏุฉ ุงู„ุงุฌุชู‡ุงุฏ ููŠู‡.
ูˆูู‰ "ุงู„ุตุญูŠุญูŠู†" ู…ู† ุญุฏูŠุซ ุนุงุฆุดุฉ ุฑุถู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ุง ู‚ุงู„ุช: ูƒุงู† ุงู„ู†ุจู‰ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุขู„ู‡ ูˆุณู„ู… ุฅุฐุง ุฏุฎู„ ุงู„ุนุดุฑ [ูŠุนู†ู‰ ุงู„ุฃุฎูŠุฑ]، ุดุฏ ู…ุฆุฒุฑู‡، ูˆุฃุญูŠุง ุงู„ู„ูŠู„، ูˆุฃูŠู‚ุธ ุฃู‡ู„ู‡. ูˆุฐูƒุฑ ุงู„ุนู„ู…ุงุก ููŠ ู…ุนู†ู‰ ุดุฏ ุงู„ู…ุฆุฒุฑ ูˆุฌู‡ูŠู†:
ุฃุญุฏู‡ู…ุง: ุฃู†ู‡ ุงู„ุฅุนุฑุงุถ ุนู† ุงู„ู†ุณุงุก.
ุงู„ุซุงู†ูŠ: ุฃู†ู‡ ูƒู†ุงูŠุฉ ุนู† ุงู„ุฌุฏ ูˆุงู„ุชุดู…ูŠุฑ ูู‰ ุงู„ุนู…ู„. ู‚ุงู„ูˆุง: ูˆูƒุงู† ุณุจุจ ุงุฌุชู‡ุงุฏู‡ ูู‰ ุงู„ุนุดุฑ ุทู„ุจ ู„ูŠู„ุฉ ุงู„ู‚ุฏุฑ.

ูƒุชุงุจ ู…ุฎุชุตุฑ ู…ู†ู‡ุงุฌ ุงู„ู‚ุงุตุฏูŠู†๐Ÿ“•


■ Di antara kesunnahan di dalam Puasa di bulan Romadhon, adalah :


1. Dianjuran utk mengakhirkan makan sahur, dan mensegerakan diri dlm berbuka, berbuka dgn memakan kurma.

2. Dianjurkan berbuat kebaikan di bulan romadhon, beramal ma'ruf, memperbanyak shodaqoh, dan mengikuti sunnah Rosulullah.

3. Dianjurkan utk mempelajari Al Qur'an, melakukan i'tikaf (di masjid) terutama pada sepuluh hari mlm terakhir, dan menambah mujahadah pada hari2 tersebut.

4. Di dlm kitab Shohih Bukhori dan Muslim, dari Sayidah 'Aisyah rodhiyallohu 'anha, beliau berkata:


"Jika Nabi ๏ทบ memasuki sepuluh hari terakhir pada bulan Romadhon, maka beliau mengencangkan sarungnya dan menghidupkan malam dan membangunkan keluarganya (utk beribadah)."

Para ulama menjelaskan, bahwa ada dua maksud dari kalimat "Mengencangkan sarungnya" :

~Pertama: Tidak menggauli isteri-isterinya.

~Kedua: Sebuah Isyarat petunjuk dari kesungguhan dan keseriusan dlm bekerja. 

Para ulama juga berkata : "Yg menyebabkan beliau ๏ทบ meningkatkan mujahadah pada sepuluh mlm yg terakhir adalah karena ingin mendapatkan malam Lailatul Qodar."

[Mujahadah = Bersungguh-sungguh dalam beribadah]


๐Ÿ“•Mukhtashor Minhajul Qoshidin hlm 54-55, Cet. Maktabah Al Islamiy


●●●


๐Ÿ’ Tafsir Surah Asy Syu'aro Ayat 224 – 227

Tafsir Surah Asy Syu'aro Ayat 224-227 Penyair Yang Tercela dan Yang Terpuji

Oleh : Adam Mostafa EL Prembuny


๐Ÿ“šKitab : Al Quran dan Tafsirnya Edisi Depag RI 


ูˆَุงู„ุดُّุนَุฑَุงุกُ ูŠَุชَّุจِุนُู‡ُู…ُ ุงู„ْุบَุงูˆُูˆู†َ (224) ุฃَู„َู…ْ ุชَุฑَ ุฃَู†َّู‡ُู…ْ ูِูŠ ูƒُู„ِّ ูˆَุงุฏٍ ูŠَู‡ِูŠู…ُูˆู†َ (225) ูˆَุฃَู†َّู‡ُู…ْ ูŠَู‚ُูˆู„ُูˆู†َ ู…َุง ู„َุง ูŠَูْุนَู„ُูˆู†َ (226) ุฅِู„ุง ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุขู…َู†ُูˆุง ูˆَุนَู…ِู„ُูˆุง ุงู„ุตَّุงู„ِุญَุงุชِ ูˆَุฐَูƒَุฑُูˆุง ุงู„ู„َّู‡َ ูƒَุซِูŠุฑًุง ูˆَุงู†ْุชَุตَุฑُูˆุง ู…ِู†ْ ุจَุนْุฏِ ู…َุง ุธُู„ِู…ُูˆุง ูˆَุณَูŠَุนْู„َู…ُ ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุธَู„َู…ُูˆุง ุฃَูŠَّ ู…ُู†ْู‚َู„َุจٍ ูŠَู†ْู‚َู„ِุจُูˆู†َ (227) 


"Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang-orang yang sesat. Tidakkah kamu melihat bahwa mereka mengembara di tiap-tiap lembah dan bahwa mereka suka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakannya? kecuali orang-orang (penyair-penyair) yang beriman dan beramal saleh dan banyak menyebut Allah dan mendapat kemenangan sesudah menderita kezaliman. Dan orang-orang yang zalim itu kelak akan mengetahui ke tempat mana mereka akan kembali." 

●{Ayat ke 224}

Ayat ini menerangkan bahwa para penyair pada waktu itu sering diikuti orang2 yg sesat dan menyimpang dari jalan yg lurus serta 
cenderung kepada perbuatan yg merusak. Sedangkan para pengikut Nabi Muhammad bukanlah yg demikian. Mereka banyak beribadah terutama sholat dan selalu bersikap zuhud. 

●{Ayat ke 225-226}

Ayat ini menerangkan jalan-jalan sesat yg telah ditempuh oleh para penyair dlm menyusun syairnya, yaitu: 

1. Para penyair itu membuat syair tanpa tujuan yg jelas. Kadang2 mereka memuji sesuatu yg pernah mereka cela, mengagungkan sesuatu yg pernah mereka hina, dan mengakui sesuatu yg pernah mereka ingkari kebenarannya. 

Hal ini membuktikan bahwa tujuan mereka membuat syair bukan untuk mencari kebenaran atau menyatakan sesuatu yg benar. Dlm menyusun syair2 itu, mereka hanya berpegang pada hayalan. Semakin banyak khayalan dan angan2 mereka, semakin baik pula syair yg mereka buat. Kesesatan ahli syair itu hanya diikuti oleh orang2 yg sesat pula, tidak akan diikuti oleh orang2 yg suka mencari kebenaran. 

2. Para ahli syair itu sering mengatakan apa yg tidak mereka lakukan. Mereka menganjurkan agar manusia pemurah dan suka memberi, tetapi 
mereka sendiri pelit dan kikir. Mereka sering mengarang syair untuk menyinggung kehormatan orang lain, seperti mencela, mencaci-maki, dan sebagainya, karena sesuatu sebab yg kecil saja. 
Sebaliknya, mereka sering pula mengagungkan dan memuji-muji seseorang karena sebab yg kecil pula. 

▪︎ Itulah ciri2 penyair yg dicela oleh Allah. Akan tetapi, ada pula penyair yg baik budi pekertinya, dan cukup luas ilmu pengetahuannya. Syairnya mendorong semangat orang lain untuk berbuat baik, dan mengandung butir2 hikmah, nasihat, dan pelajaran. 
Di antaranya adalah syair Umayyah bin Abi Sholt, sebagaimana kisah berikut ini : 

Dari ‘Amr bin asy Syarid, dari bapaknya, bahwa ia berkata, “Pada suatu hari aku memboncengkan Rasulullah, maka beliau menanyakan kepadaku,  ‘Apakah engkau menghafal beberapa bait syair Umayyah bin Abi Sholt?’ Aku menjawab, ‘Ada’. Rasulullah berkata, ‘Bacalah segera’. Maka aku 
membacakan satu bait. Rasulullah berkata, ‘Bacakan lagi’. Maka aku membacakannya satu bait lagi. Rosululloh berkata, ‘Lanjutkanlah’. Aku melanjutkannya hingga seratus bait.” 
๐Ÿ“š(HR. Imam Muslim) 

Sikap Rasulullah terhadap syair Umayyah bin Abi Sholt ini menunjukkan bahwa beliau menyukai syair dan para penyair, asalkan penyair itu orang 
yg berakhlak, bercita2 luhur, dan syair-syairnya banyak mengandung butir2 hikmah. Tidak seperti para penyair dan syair2 yg sifat2 nya disebutkan pada ayat2 yg sebelumnya (ayat 221-226). Karna para penyair dan syair2 seperti itulah yg dicela dan dilarang oleh Rosululloh.

●{Ayat ke 227}

Ayat ini menerangkan bahwa syair dan penyair yang baik dan bermanfaat itu ialah yg mempunyai sifat2 di bawah ini: 

1. Beriman kepada Allah. 
2. Beramal saleh.
3. Menyebut dan mengagungkan nama Allah, sehingga menambah kemantapan imannya kepada kebesaran dan keesaan-Nya.
4. Mendorong orang2 yg beriman untuk berjihad, menegakkan agama Allah, melepaskan diri dari penganiayaan orang2 yg memusuhi mereka dan agama-Nya. 

Diriwayatkan oleh Imam Ibnu Jarir Thobari dan Imam Ibnu Abi Syaibah bahwa ketika ayat di atas turun, datanglah Hasan bin Tsabit, ‘Abdullah bin 
Rowahah, dan Ka‘ab bin Malik, mereka menghadap Rasulullah. Mereka dalam keadaan menangis dan menyesali diri karena mereka termasuk para penyair. Maka Rosululloh membacakan ayat ini (Asy Syu‘aro' : 227) kepada mereka. 
Sejak permulaan surat ini, Allah telah menerangkan dalil2 akal tentang kekuasaan dan kebesaran-Nya melalui kisah para nabi terdahulu dgn umatnya yg dapat menghibur Rosululloh yg saat itu sedang resah karena sikap kaumnya. 
Kisah2 itu juga menerangkan bukti2 kebenaran para nabi yg diutus-Nya, perbedaan tukang ramal dgn Rasulullah, membandingkan para penyair dan syair yg buruk dgn para penyair dan syair yg terpuji.

➡️Aspek kesesatan para Ahli Syair adalah: 

a. Mereka senang memerintahkan sesuatu yg tidak mereka kerjakan.
b. Syairnya berisi pemujaan berhala, kemaksiatan, kemewahan, dll. 

➡️Sedangkan Penyair dan Syair yg benar adalah: 

a. Yg beriman kpd Allah.
b. Syair nya itu mengagungkan Asma Allah.
c. Ia Beramal sholeh.
d. Syair nya itu mengajak orang untuk beriman, beramal, dan berjihad.
4. Memperingatkan manusia agar selalu mengikuti agama yg disampaikan para Rosul.


๐Ÿ“•Al Quran dan Tafsirnya, Departemen Agama RI, Juz 19, Jilid 11. Cet. Widya Cahaya, Jakarta 


○○○

๐Ÿ’ Beberapa Halangan Bagi Seseorang Dari Berpuasa

Beberapa Halangan Bagi Seseorang Dari Berpuasa Dari Keringanan Sampai Larangan

Oleh : Adam Mostafa EL Prembuny


☆Referensi :

๐Ÿ“šTaisirul Fiqh Fi Dhou-il Qur'ani wa Sunnah (Fiqhus Shiyam)
๐Ÿ‘ณ‍♂️Syaikh Yusuf Al Qordhowi


~ Terdapat beberapa halangan yang diakui sebagai alasan keringanan yang dibenarkan untuk boleh tidak berpuasa Romadhon, bahkan ada yang tidak sah jika masih dilanjutkan atau dilakukan. 

Dalam hal ini, saya mengutip kitab karya Syaikh Yusuf al Qordhowi sebagai berikut.


ุงู„ุฃุนุฐุงุฑ ููŠ ุงู„ุตูˆู… ุฃู†ูˆุงุน، ูˆู„ูƒู„ ู…ู†ู‡ุง ุญูƒู…ุฉ 
ูู‡ู†ุงูƒ ุนุฐุฑ ูŠูˆุฌุจ ุงู„ูุทุฑ، ูˆูŠุญุฑู… ู…ุนู‡ ุงู„ุตูˆู…، ูˆู„ูˆ ุตุงู… ุตุงุญุจู‡ ู„ุง ูŠุตุญ ุตูˆู…ู‡ ูˆูŠุฌุจ ุนู„ูŠู‡ ุงู„ู‚ุถุงุก ูˆู„ุง ุจุฏ، ูˆู‡ุฐุง ุซุงุจุช ุจุงู„ุฅุฌู…ุงุน. ูˆุฐู„ูƒ ู‡ูˆ ุงู„ุนุฐุฑ ุงู„ู…ุชุนู„ู‚ ุจุงู„ู…ุฑุฃุฉ، ูˆู‡ูˆ ุงู„ุญูŠุถ ูˆุงู„ู†ูุงุณ . 
ูˆู‡ู†ุงูƒ ุนุฐุฑ ูŠุฌูŠุฒ ู„ุตุงุญุจู‡ ุงู„ูุทุฑ، ูˆู‚ุฏ ูŠุฌุจ ููŠ ุจุนุถ ุงู„ุฃุญูˆุงู„ - ูˆูŠุฌุจ ุนู„ูŠู‡ ุงู„ู‚ุถุงุก ูˆุฐู„ูƒ ู‡ูˆ ุนุฐุฑ ุงู„ู…ุฑุถ ูˆุงู„ุณูุฑ ุงู„ู…ู†ุตูˆุต ุนู„ูŠู‡ู…ุง ููŠ ูƒุชุงุจ ุงู„ู„ู‡ .
 ูˆู‡ู†ุงูƒ ุนุฐุฑ ูŠุฌูŠุฒ ู„ุตุงุญุจู‡ ุงู„ูุทุฑ، ูˆู‚ุฏ ูŠูˆุฌุจู‡ ، ูˆู„ุง ู‚ุถุงุก ุนู„ูŠู‡، ูˆุนู„ูŠู‡ ุงู„ุฅุทุนุงู… ุนู†ุฏ ุงู„ุฌู…ู‡ูˆุฑ، ูˆุฐู„ูƒ ู‡ูˆ ุนุฐุฑ ุงู„ุดูŠุฎ ุงู„ูƒุจูŠุฑ ، ูˆุงู„ู…ุฑุฃุฉ ุงู„ุนุฌูˆุฒ ، ูˆู…ู† ููŠ ุญูƒู…ู‡ู…ุง ู…ู† ูƒู„ ุฐูŠ ู…ุฑุถ ู„ุง ูŠُุฑุฌู‰ ุจุฑุคู‡. 
ูˆู‡ู†ุงูƒ ุนุฐุฑ ุงุฎุชู„ู ุงู„ูู‚ู‡ุงุก ููŠ ุชูƒูŠูŠูู‡ ุฃูŠู„ุญู‚ ุจุงู„ู…ุฑูŠุถ، ุฃูˆ ุจุงู„ุดูŠุฎ ุงู„ูƒุจูŠุฑ، ุฃู… ุฃู† ู„ู‡ ุญูƒู…ู‡ ุงู„ุฎุงุต؟ ูˆุฐู„ูƒ ู‡ูˆ ุนุฐุฑ ุงู„ุญุงู…ู„ ูˆุงู„ู…ุฑุถุน . 
ูˆู‡ู†ุงูƒ ุนุฐุฑ ู…ู† ูŠุดู‚ ุนู„ูŠู‡ ุงู„ุตูˆู… ู„ุทุจูŠุนุฉ ุนู…ู„ู‡ ، ูƒุนู…ุงู„ ุงู„ู…ู†ุงุฌู… ูˆู†ุญูˆู‡ู… .

ูู‚ู‡ ุงู„ุตูŠุงู… ู„ู„ุดูŠุฎ ูŠูˆุณู ุงู„ู‚ุฑุถุงูˆูŠ ุตูฅูก๐Ÿ“•

■Halangan Puasa dan Ketentuan Hukumnya


Ada 5 jenis halangan puasa dan ketentuan hukumnya, di antaranya :

1. Halangan yg mengharuskan berbuka dan larangan berpuasa. Maka bagi yg ngotot berpuasa, maka tidak sah puasanya, dan wajib mengganti puasanya di kemudian hari. Ketentuan ini ditetapkan berdasarkan ijma'. 

▪︎ Inilah halangan yg berhubungan dgn perempuan, yaitu haid dan nifas.


2. Halangan yg membolehkan berbuka, bahkan diwajibkan pada kondisi tertentu, tapi wajib mengqodho. 

▪︎ Ini adalah halangan berupa Sakit dan Bepergian. Dalilnya tertulis dlm Alquran.


3. Halangan yg membolehkan berbuka, bahkan terkadang wajib dan tidak mesti harus mengqodhonya. Tapi diharuskan untuk memberi makan kpd kaum fakir miskin (fidyah) menurut pendapat jumhur ulama. 

▪︎ Ini halangan bagi orang tua sepuh, perempuan jompo, dan yg hukumnya sama dgn keduanya, seperti pengidap penyakit yg tidak ada harapan sembuh.


4. Halangan yg masih terdapat khilafiyah di antara para Ulama Fiqih ttg ketentuannya, apakah dikenai halangan sbg Orang yg sakit, Orang tua sepuh, atau memiliki hukum yg khusus sndiri.

▪︎ Ini adalah halangan bagi yg hamil atau sedang menyusui.


5. Halangan bagi orang yg kesulitan untuk melaksanakan puasanya karna beban pekerjaannya, seperti pekerja tambang dan semisalnya.

~Qultu: Misalnya kuli proyek, kuli panggul dan pekerjaan berat di cuaca panas, extra dingin atau di bidang penyelaman


๐Ÿ“•Taisirul Fiqh fi Dhou' il Quran wa Sunnah (Fiqhus Shiyam) hlm 51. Karya Syaikh Yusuf al Qordhowi. Cet. Muasasah Ar Risalah


●●●

๐Ÿ’ Asas-asas Tajwid dan Penjelasan Lahn

Dasar-dasar Dari Ilmu Tajwid dan Penjelasan Tentang Lahn

Oleh : Adam Mostafa EL Prembuny


☆Referensi saya :

๐Ÿ“•Burhan fi Tajwidil Quran
๐Ÿ‘ณ‍♂️Syaikh Muhammad Shodiq Qomhawi


~ Alfaqir akan menguraikan "Dasar-dasar ilmu Tajwid" dan penjelasan tentang apa yang dimaksud "Lahn" dengan berdasarkan kitab Syaikh Muhammad Shodiq Qomhawi. Beliau menerangkan asas atau dasar-dasar tentang Tajwid sebagai berikut.


■Dasar - dasar ilmu Tajwid dan Penjelasan Lahn


1. Pengertian Tajwid

▪︎ Menurut bahasa (asal kata) Tajwid adalah memperbagus (tahsin), dikatakan dlm bahasa Arab ู‡ุฐุง ุดุฆ ุฌูŠุฏ ุฃู‰ ุญุณู† 》 Ini sesuatu yg jayyid (maksudnya: bagus), dan ุฌูˆุฏุช ุงู„ุดุฆ ุฃูŠ ุญุณู†ุชู‡ 》saya menajwidkan sesuatu (maksudnya: saya membaguskannya). 

▪︎ Sedangkan menurut istilah, Tajwid adalah mengeluarkan setiap huruf dari makhrojnya disertai memberikan hak dan mustahaknya.

Hak huruf adalah sifat-sifat zatiyah nya yg lazimah seperti jahr, syiddah, isti’la, istifal, gunnah dan lainnya, karena ia harus menyertai substansi huruf dan nggak terpisah darinya, kalau terpisah darinya walau cuma sebagian doang, maka itu sudah salah (lahn).

Sedangkan mustahaknya adalah sifat-sifatnya yg baru yg muncul dari sifat-sifat dzatiyah seperti sifat Tafkhim (tebal), karena ia muncul dari Isti’la dan Tarqiq (tipis), karena ia muncul dari Istifal, dll.

2. Hukum mengetahui Tajwid

▪︎ Hukum mengetahui ilmu Tajwid adalah Fardhu Kifayah, mengamalkannya adalah Fardhu Ain bagi setiap muslim dan muslimah berdasarkan firman Allah:

ูˆَุฑَุชِّู„ِ ูฑู„ْู‚ُุฑْุกَุงู†َ ุชَุฑْุชِูŠู„ًุง

"Dan bacalah Al Quran itu dengan tartil."

๐Ÿ“šQS. Al Muzammil : 4

Dan Sabda Rosululloh ๏ทบ :

ุงู‚ْุฑَุคُูˆุง ุงู„ู‚ُุฑْุขู†َ ุจِู„ُุญُูˆู†ِ ุงู„ุนَุฑَุจِ ูˆุฃุตْูˆุงุชِู‡ุง ูˆุฅูŠَّุงูƒُู…ْ ูˆู„ُุญُูˆู†َ ุฃู‡ْู„ِ ุงู„ูƒِุชุงุจَูŠْู†ِ ูˆุฃู‡ْู„ِ ุงู„ูِุณู‚ِ ูุฅู†ّู‡ُ ุณَูŠَุฌِูŠุกُ ุจَุนْุฏِูŠ ู‚َูˆْู…ٌ ูŠُุฑุฌِّุนُูˆู†َ ุจุงู„ู‚ُุฑْุขู†ِ ุชَุฑْุฌِูŠุนَ ุงู„ุบِู†ุงุกِ ูˆุงู„ุฑَّู‡ْุจุงู†ِูŠَุฉِ ูˆุงู„ู†َّูˆْุญِ ู„ุง ูŠُุฌุงูˆِุฒُ ุญَู†ุงุฌِุฑَู‡ُู…ْ ู…َูْุชُูˆู†َุฉً ู‚ُู„ُูˆุจُู‡ُู…ْ ูˆู‚ُู„ูˆุจُ ู…َู†ْ ูŠُุนْุฌِุจُู‡ُู…ْ ุดَุฃْู†ُู‡ُู…

 “Bacalah Al Quran dgn lahn Arab dan suaranya hindari suaranya lahn org fasik dan pelaku dosa besar karena sepeninggalku akan ada kaum yg mengulang-ngulang Al Quran seperti mengulang-ulangnya para biduan, pendeta, dan ratapan yg tidak melewati kerongkongan mereka, hati mereka terkutuk dan terkutuk pula yg mengagumi keberadaan mereka.”

๐Ÿ“œ[HR. Imam at Thobroni dan Imam al Baihaqi, Status: Dhoif]


3. Topiknya: kata-kata Al Quran dan hadits.

4. Keutamaannya: Tajwid termasuk ilmu paling mulia karena berkaitannya dgn kitab termulia dan teragung.

5. Pelopornya: para imam ahli qiraat.

6. Manfaatnya: memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat.

7. Sumbernya: dari kitab-kitab dan sunnah (hadits).

8. Namanya: ilmu tajwid.

9. Persoalannya: kaidah-kaidahnya dan dasar pemikiran yg universal, yg dg nya sampai kpd pengenalan hukum-hukum juziyah

10. Tujuannya: memelihara lidah dari lahn ketika mengucapkan firman Alloh Ta’ala.


Penjelasan Lahn


Lahn adalah keliru dan berpaling dari benar, Lahn ada dua bagian:

1. Yang jelas (jalli)

2. Yang samar (khofi)


▪︎ Yang jelas/Jalli adalah kekeliruan yg muncul pada kata-kata lalu merusak kebiasaan bacaan baik ia merusak makna atau tidak, seperti perubahan huruf dgn huruf atau harokat dgn harokat. 

~Yang pertama seperti merubah huruf Tho' menjadi Dal atau menjadi Ta' dgn meninggalkan sifat isti’la padanya. 

~Yang kedua seperti mendhomahkan huruf Ta ุช pada kata (an 'am ta alaihim) ุฃู†ุนู…ุช ุนู„ูŠู‡ู… atau memfathahkan huruf Da ุฏ pada kata (alhamdulillahi) ุงู„ุญู…ุฏ ุงู„ู„ู‡ , dinamakan jelas (jalli) karna sama-sama diketahui baik oleh Ahli Qiraat maupun yg lainnya. 

▪︎ Sedangkah yang Khofi adalah kekeliruan pada lafadz-lafadz, lalu merusak huruf tanpa merusak makna seperti meninggalkan Ghunnah, memendekan yg panjang dan memanjangkan yg pendek dan seterusnya, ini dinamakan samar (khofi) karena khusus ahli di bidang ini yg tahu. 

~Yang pertama yaitu yg jelas (jalli) adalah harom, pembaca berdosa sebab (sengaja) melakukannya. 

~Dan yang kedua yaitu yg samar (khofi) adalah makruh dan dicela menurut ahli Qiroat, dan katanya itu jatuh haram juga karena menghilangkan keindahan bacaan.


๐Ÿ“•Burhan fi Tajwidil Quran, halaman 9 - 11, Cet. Kementrian Urusan Wakaf Saudi


●●●

๐Ÿ‘‹ Panduan Membaca

๐Ÿ’ Penjelasan Tema Artikel

                  Tema  & Isi Pembahasannya   • Aqidah & Filsafat Memuat tulisan-tulisan pembahasan tentang ilmu kalam, teologi, pe...