Bagaimana Terjadinya Proses Bersendawa? Apa Yang Terjadi Jika Udara Tidak Keluar atau Kita Menahan Sendawa?
Oleh : Adam Mostafa EL Prembuny
☆
Dr. Siham Fayyadh dalam bukunya الموسوعة الطبية Al-Mausu'ah al-Thobbiyah Qaimah al-Amrodhi al-'Amah, yang artinya dalam bahasa Indonesia yakni "Ensiklopedia Medis - Daftar Penyakit Umum", beliau menyebutkan bahwa bersendawa (Arab: Tajasysyu`u - التجشؤ, Inggris: Belching) adalah :
Proses fisiologis yang sehat yang mana ini adalah cara tubuh melepaskan udara berlebih dari lambung atau kerongkongan ke luar tubuh melalui mulut. Yang secara alami, bersendawa tiga sampai empat kali dalam satu jam setelah makan dianggap sebagai fenomena yang normal.
Penyebab utama bersendawa yang sering dibahas di sini adalah Aerophagia (menelan udara).
🔹️Aerophagy Normal:
Setiap kali kita menelan sesuatu, sekitar 15 ml udara ikut masuk ke kerongkongan dan lambung.
🔹️Aerophagia Berlebihan:
Terjadi ketika seseorang menelan udara dalam jumlah banyak secara tidak sadar, biasanya saat makan terlalu cepat. Udara ini seringkali terperangkap di kerongkongan namun belum sampai ke lambung, lalu dikeluarkan kembali melalui sendawa.
Masalah ini sangat umum ditemukan pada penderita gangguan pencernaan (Dyspepsia) gejala nyeri perut bagian atas.
=
➡️ Faktor Psikologis
- Stres:
Orang yang sedang mengalami tekanan psikologis atau kecemasan cenderung lebih sering bersendawa.
- Siklus Kebiasaan:
Banyak orang bersendawa untuk mendapatkan rasa lega sementara dari ketidaknyamanan di dada atau perut. Namun, tindakan ini sering kali dilakukan dengan cara yang salah sehingga mereka justru menelan lebih banyak udara lagi, menciptakan siklus yang terus berulang.
➡️ Penyebab Medis
- Relaksasi Otot Sfingter: Adanya refleks tidak sadar yang membuat katup antara kerongkongan dan lambung (lower esophageal sphincter) mengendur.
- Tekanan Lambung: Akibat penumpukan gas atau sebagai reaksi ruang lambung yang penuh makanan.
- Penyakit Lambung: Hal ini bisa berkaitan dengan Gastroesophageal Reflux (GERD) atau penyakit asam lambung.
➡️ Saran dan panduan untuk mengurangi gejala sendawa:
👉Cara Makan/Minum:
-Makan dan minum harus dilakukan perlahan (pelan-pelan).
-Makanan dikunyah di mulut sampai halus sebelum ditelan.
❌Pantangan:
- Hindari minuman/makanan bersoda.
- Berhenti merokok.
- Berhenti mengunyah permen karet.
- Hindari minuman/makanan bersoda.
- Berhenti merokok.
- Berhenti mengunyah permen karet.
=
—Referensi :
📕الموسوعة الطبية قائمة الأمراض العامة
📕Al-Mausu'ah al-Thobbiyah Qaimah al-Amrodhi al-'Amah, jilid 1, halaman 231-233. Cet. Darul Kutub al-Tsaqafi.
==
Menurut penjelasan dr. Amanda Pitarini Utari, SpPD, pengurus K-GEH Divisi Gastroenterologi, Pankreatobilier dan Endoskopi Saluran Cerna, KSM/ Dep. Ilmu Penyakit Dalam RSCM, dampak buruk yang terjadi jika sering menahan sendawa di antaranya,
1. Ketidaknyamanan di perut.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa menahan sendawa dan buang angin dalam jangka pendek dapat menyebabkan rasa tidak nyaman pada perut, seperti nyeri ulu hati, perut terasa penuh, kembung, tidak nafsu makan, bahkan menimbulkan kecemasan.
2. Terbentuknya kantong di lapisan saluran cerna.
Terdapat suatu teori yang mengatakan bahwa kebiasaan menahan udara di dalam saluran cerna dikaitkan dengan pembentukan kantong-kantong atau gelembung di sepanjang lapisan saluran cerna yang disebut dengan divertikulosis. Peningkatan tekanan perut dalam jangka panjang dapat menyebabkan timbulnya divertikulosis yang nantinya dapat menimbulkan masalah kesehatan lain yang lebih serius.
3. Memperparah gejala GERD.
Penumpukan gas lambung akibat menahan sendawa dapat menyebabkan gejala orang yang memiliki penyakit refluks asam lambung atau GERD menjadi lebih parah karena orang dengan GERD cenderung “menelan udara” lebih banyak sehingga menyebabkan lambungnya semakin terasa penuh.
4. Sembelit atau konstipasi.
Kita tidak menyadari bahwa kebiasaan menahan buang air besar akan mendatangkan masalah kesehatan. Saat kita menahan buang air besar, terjadi peningkatan penyerapan air dari tinja yang belum dikeluarkan di usus besar sehingga dalam waktu
=
—Referensi :
🌐Yayasan Gastroenterologi Indonesia https://share.google/QZlAO275f4E9AJf2k
===
Oleh : 👨🏭 Adam Mostafa EL Prembuny
#sendawa #maag #medis #kesehatan #gejala #lambung #aerophagy
—
Gambar halaman buku :
===



Tidak ada komentar:
Posting Komentar