Kamis, 05 Februari 2026

 Lebih Utama Fardhu Ain atau Fardhu Kifayah?

⬇️


Syaikhul Islam Zakariya Al Anshari dalam kitab

غاية الوصول إلى شرح لب الأصول

yang tercetak pada halaman 193 – 194 penerbit Darul Fath sebagai berikut :


والأصح أنه دون فرض العين


Pendapat yang kuat (al ashoh, الأصح) dalam madzhab Imam Asy Syafi’i adalah fardhu kifayah levelnya di bawah fardhu ain.


أي : فرض العين أفضل منه كما نقله الشهاب ابن العماد عن الشافعي رضي الله عنه. قال ونقله عنه القاضي أبو الطيب، وذلك لشدة اعتناء الشارع به بقصد حصوله من كل مكلف في الأغلب


Maknanya: FARDHU AIN LEBIH UTAMA DARI FARDHU KIFAYAH sebagaimana dinukil oleh Asy Syihab Ibn Imad dari Imam Asy Syafi’i -semoga Allah meridhoinya-. Juga dinukil oleh Qadhi Abu Thayyib dari Imam Asy Syafi’i. Hal ini karena kuatnya perhatian Asy Syari (Allah SWT) ditandai dengan tuntutan agar fardhu ain ini dilaksanakan oleh setiap mukallaf.


ويدل له تعليل الأصحاب تبعا للإمام الشافعي كراهة قطع طواف الفرض لصلاة الجنازة بأنه لا يحسن ترك فرض العين لفرض الكفاية


Keutamaan fardhu ain juga ditunjukkan dari illah hukum yang disampaikan oleh Ashab ulama-ulama Syafiiyah -yang tentu saja mengikuti Imam Asy Syafi’i- bahwa makruh hukumnya memutus thawaf fardhu untuk melaksanakan shalat jenazah karena meninggalkan fardhu ain untuk melaksanakan fardhu kifayah bukan sesuatu yang bagus (bukan sesuatu yang baik, لا يحسن).


Ini adalah pendapat dan alasan yang dikemukakan oleh pihak pertama dimana pendapat inilah yang terkuat.


وقال إمام الحرمين وغيره فرض الكفاية أفضل لأنه يصان بقيام البعض به جميع المكلفين عن إثمهم المترتب على تركهم له وفرض العين إنما يصان بالقيام به عن الإثم الفاعل فقط


Adapun Imam Al Haramain dan ulama lainnya menyatakan bahwa FARDHU KIFAYAH LEBIH UTAMA DARI FARDHU AIN, karena sebab ditunaikannya fardhu kifayah oleh sebagian mukallaf telah melindungi seluruh mukallaf dari dosa akibat diabaikannya fardhu kifayah, sedangkan ditunaikannya fardhu ain terbatas hanya melindungi satu orang pelaku fardhu ain dari dosa akibat tidak dilaksanakannya fardhu ain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

🔰 Petunjuk Tema & Isi Konten

  • 🔷️ Aqidah & Filsafat : Memuat tulisan-tulisan tentang pembahasan ilmu kalam, teologi, pemikiran, mantiq, dan filsafat.
  • 🔷️Al-Quran & Tafsir : Memuat tulisan-tulisan tentang pembahasan suatu ayat dan tafsirnya, serta ilmu tentang Al-Quran.
  • 🔷️ Fiqih & Syari'ah : Memuat tulisan-tulisan tentang pembahasan ilmu fiqih, ibadah, muamalah, munakahat, dan jinayah.
  • 🔷️Hadits & Syarah : Memuat tulisan-tulisan tentang pembahasan suatu hadits dan syarahnya, serta ilmu tentang hadits.
  • 🔷️Khazanah & Sains : Memuat tulisan-tulisan tentang keajaiban sains, khazanah keislaman, dan ilmu pengetahuan umum.
  • 🔷️Lughoh & Nahwu : Memuat tulisan-tulisan tentang pembahasan ilmu bahasa seperti mufrodat, nahwu, shorof, balaghoh
  • 🔷️Sejarah & Kisah : Memuat tulisan-tulisan tentang pembahasan sejarah Islam & dunia, serta kisah para Nabi dan Ulama.
  • 🔷️Medis & Kesehatan : Memuat tulisan-tulisan pembahasan tentang obat, gizi, kesehatan, penyakit, dan seputar medis.
  • 🔷️Psikologi & Relasi : Memuat tulisan-tulisan tentang pembahasan ilmu psikologi, romansa, parenting, dan relasi sosial.
  • 🔷️Tajwid & Tahsin : Memuat tulisan-tulisan tentang pembahasan tajwid, makhroj, sifat huruf, qiraah, tahsin dan tilawah Al-Qur`an.
  • 🔷️Tasawuf & Mau'idzoh : Memuat tulisan-tulisan tentang pembahasan ilmu akhlaq, pensucian jiwa, dakwah dan nasihat moral.
  • 🔷️Qamus Istilah Umum : Memuat tulisan-tulisan tentang ta'rifat, definisi, makna, serta pengertian suatu kata dan kalimat.